LUKA

LUKA
Flashback


__ADS_3

WARNING!!


Tolong diperhatikan!


Yg masih di bawah umur, DILARANG baca!


×LUKA×


PART 3


"Laksh, semalam kau kemana? Kenapa kau tak menjemputku?" tanya Ragini dengan sedikit membentak Laksh.


Laksh menepis tangan Ragini di lengannya. Dia memicingkan matanya menatap Ragini, pandangannya beralih kepada kerumunan orang di sekitar kampus yg memperhatikan mereka.


Laksh lalu pergi meninggalkan Ragini.


"LAKSHHH" teriak Ragini.


Tapi Laksh tak menoleh dia terus berlalu tanpa memperdulikan Ragini yg masih berteriak memanggilnya. Dia mengepalkan tangannya.


"Astaga, wanita itu membuat aku kehilangan harga diriku di depan semua orang tadi" kesal Laksh.


Laksh duduk di pinggi taman kampusnya.


Matanya tertuju pada seorang wanita cantik yg melintas di depannya. Dia menyunggingkan senyum di bibirnya.


Laksh lalu menghampiri wanita itu.


"Pantas saja langit hari ini cerah, ternyata ada bidadari yg sedang turun ke bumi" godanya.


Wanita itu hanya tersenyum mendengar ucapan Laksh.


'Kena kau!' batinnya.


"Kenalkan, aku Laksh"


"Nandini"


"Nama yg indah seindah dirimu"


"Gombal"


"Memang benar koq"


"Kau kuliah disini juga?"


Wanita itu hanya mengangguk.


"Jurusan apa?"


"Sastra"


"Ohh.. Jadi kau sangat menyukai seni?"


Wanita itu hanya mengangguk.


"Nonton film itu merupakan seni juga, kan?"


"Iya, kenapa?"


"Nanti malam kau ada acara?"


"Tidak"


"Aku ingin mengajakmu menonton, itu juga jika kau mau menonton dengan pria sepertiku ini" ucap Laksh.


Nandini hanya mengangguk.


"Berikan ponselmu"


Nandini mengeluarkan ponselnya, Namish mengetik nomornya di ponsel Nandini.


"Sudah ku simpan"


"Kau beritahu alamat mu rumahmu, nanti malam aku akan menjemputmu. Bye.. Baby.." ucap Laksh dengan mengecup pipi Nandini.


Nandini hanya tersipu malu dan memegangi pipinya.


Tanpa Laksh sadari sedari tadi ada seseorang yg memperhatikannya.


***


"Laksh, apa kau hari ini ada waktu?" tanya Ragini.

__ADS_1


Laksh tak menoleh.


"Laksh, apa kau marah kepadaku?"


Laksh masih terdiam tak menoleh Ragini, Ragini kesal dengan sikap Laksh.


Ragini merentangkan tangannya untuk menghalangi Laksh.


"Laksh, ku mohon maafkan aku" ucap Ragini memelas.


Laksh memperhatikan Ragini dari ujung kaki hingga ke atas kepalanya.


Dia mendekatkan dirinya dan berbisik.


"Aku akan memaafkanmu jika kau mau memberikan kenikmatan seperti waktu itu" bisik Laksh dengan menggoda.


Ragini bergidik ngeri, dia tau benar apa yg Laksh maksud. Ragini hanya terdiam.


"Sudah ku duga jika kau tak benar-benar mencintaiku"


Laksh lalu pergi berlalu, namun tangan Ragini mencegahnya.


Laksh menoleh dan sedikit tersenyum.


"Kau mau?" tanyanya.


Ragini hanya mengangguk.


***


Laksh menuju ke kamar mandi untuk memakai alat kontrasepsi, namun dia berpikir.


'Jika aku memakai ini akan terasa tidak nikmat, biar sajalah. Lagi pula Ragini tak mengerti dengan ini' batin Laksh.


Laksh keluar dari kamar mandi. Dia menatap tubuh Ragini. Benar-benar menggiurkan. Walaupun Ragini tak memakai pakaian yg sexy tapi lekukan tubuh Ragini benar-benar sangat menggoda. Laksh merasa jika 'adiknya' di bawah sudah mulai berkedut.


Laksh mulai menghampiri Ragini. Dia mendekatkan wajahnya ke bibir ranum Ragini, mengecupnya pelan. Tangan Laksh bergerilya di bongkahan dada milik Ragini, sedangkan yg satunya menekan tengkuk Ragini untuk semakin menekan agar ciuman mereka sangat dalam.


Ragini sesekali mendesah dengan ciuman dan sentuhan yg diberikan Laksh. Ragini yg tadinya tak merespon, tangannya kini dia kalungkan ke leher Laksh, seolah menikmati dengan perlakuan Laksh. Perlahan Laksh mulai **** tubuh Ragini tanpa melepaskan ciumannya, dia menggulung sedikit kaos yg di kenakan Ragini, matanya terbelalak saat melihat bongkahan Indah itu, dengan ganas Laksh langsung menyapu dan melumat bongkahan itu, Ragini memeluk punggung Laksh menekannya. Dia menikmati dengan perlakuan Laksh.


Laksh mulai melepaskan bajunya, dia melepaskan celananya. Dia menarik rok Ragini hingga terkesingkap.


Tubuhnya dia condongkan untuk melumat Ragini dengan mengarahkan 'senjatanya' ke 'milik' Ragini.


"Sayang, kau sangat sempit.. Aaaa aku menyukainya"


Ragini hanya mengangguk, dia membuka mulutnya yg mendesah saat perlahan Laksh menggerakkan 'miliknya', dia meracau. Tubuh mereka basah dengan peluh keringat mereka namun tak menghentikan aktivitas mereka.


"Laksh.. Aku mau..."


"Tahan sayang, aku juga sedikit lagi akan sampai.."


"Laksh... Ouhh.."


"Aaaaahhh"


Tubuh Laksh ambruk di atas tubuh Ragini. Dia benar-benar merasakan kepuasan.


Laksh tersenyum menatap wajah Ragini yg terpejam, dia membelai wajah Ragini. Mengecup singkat bibir Ragini.


Ragini membuka matanya.


"Terimakasih sayang"


Ragini hanya tersenyum.


Laksh membenamkan kepalanya di dada Ragini, Ragini menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.


Laksh mengatur nafasnya yg masih memburu.


"Ragini, nampaknya aku ingin lagi"


Ragini membulatkan matanya, namun Laksh segera melumat bibirnya hingga mata Ragini terpejam.


Laksh kembali menggerakkan 'miliknya' itu.


***


Setelah dua jam lamanya....


"Laksh, kau mau kemana?" tanya Ragini bingung.


Laksh memakai kaos dan celananya.

__ADS_1


"Ibu, menelponku untuk segera pulang, sayang. Kau bisa kan pulang sendiri dengan naik taksi?"


Ragini hanya mengangguk.


Laksh tersenyum, dia mengecup bibir Ragini.


"Aku pergi.. Bye.."


Laksh meninggalkan Ragini di kamar hotel itu, Ragini terus memikirkan kejadian barusan. Kenapa dia sekarang mau menjadi 'budak nafsunya' Laksh.


Dia langsung menepis pikirannya, memunguti pakaian di lantai dan memakainya.


***


"Baby.. Apa kau sudah lama menunggu?"


Nandini hanya tersenyum.


"Untung aku sayang denganmu, kalsu tidak.."


"Kalau tidak apa?" ucap Laksh dengan memeluk tubuh Nandini.


"Aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu sayang" bisik Laksh.


Naina terbuai, Laksh menepikan mobilnya. Dia mendekatkan wajahnya mengecup lembut bibir Nandini, Laksh membuka kancing kemeja yg di kenakan Nandini, dia lalu bermain disana.


"Laksh... Ouhhh..."


Laksh tersenyum saat melihat ekspresi kenikmatan di wajah Nandini.


Laksh lalu melajukan mobilnya. Dia membawa Nandini ke hotel.


"Malam ini kau akan menjadi milikku sayang"


Nandini hanya tersenyum.


"Ahhh... Terus Laskh.. Ouhh aku sangat mencintaimu Laksh"


Laksh terus menggoyangkan tubuhnya yg kini berada di atas tubuh Nandini.


"Ouhhh... Tubuhmu sangat nikmat sayang" ucap Laksh dengan memburu.


***


"Ragini, kau darimana saja?" tanya Yuvi.


Ragini hanya terdiam.


"Jangan bilang kau dari rumah Mrunal, karena kakak sudah menghubunginya, dan dia bilang dia tidak sedang bersamamu"


"Aku habis bertemu dengan teman lamaku kak"


Yuvi memicingkan matanya.


"Ya sudah, kau masuk ke dalam kamarmu dan tidur"


Ragini langsung mengangguk.


Setelah sampai di kamar, dia merebahkan tubuhnya di kasur empuknya.


Ragini memejamkan matanya.


Suara nada pesan masuk di ponselnya membuat Ragini membuka matanya.


Ragini membulatkan matanya saat melihat Laksh sedang berduaan dengan seorang wanita dan mereka hanya berbalut selimut saja di tubuhnya. Ragini menjatuhkan ponselnya, dia langsung menangis.


"Bodoh.. Kau sangat bodoh.. Mau saja kau di tipu oleh Laksh" isak Ragini.


Ragini menoleh mendengar nada dering di ponselnya.


"Ragini, ini aku Rohit. Besok aku ingin bertemu denganmu di Cafe dekat kampus ya"


"Untuk apa?"


"Ada hal penting yg harus kau ketahui"


"Baiklah"


Ragini menutup ponselnya, dia menangisi kembali nasibnya.


"Kau jahat, Laksh!"


Next or Stop??

__ADS_1


Please komwell ya 😄😄


__ADS_2