
Special long PART for readers 😍😍😘😘
×LUKA×
PART 14
"Satya kau tunggu disini yah temani ayah, ingat pesan ibu jika ada dokter atau suster yg membawa ayah dari sini kau jangan biarkan yah, ibu sudah menghubungi nenek mu, nanti dia akan kesini. Berjanjilah pada ibu sayang"
Ragini mengulurkan tangannya, Satya mengulurkan tangan kecilnya. Dia memeluk Satya dan mencium kening Satya. Ragini berdiri mendekati Laksh.
"Aku pergi dulu Laksh, akan aku pastikan kau bisa hidup kembali Laksh" bisik Ragini tepat di telinga Laksh.
Ragini mencium kening Laksh lama, hingga tetesan airmata jatuh di pipi Laksh.
"Ibuu" panggil Satya.
"Ibu mau kemana?"
Ragini hanya tersenyum.
"Ibu sedang ada urusan Nak, nanti ada nenek mu kesini, jaga dirimu yah sayang" ucap Ragini.
Ragini berlari meninggalkan Satya. Satya menangis mengejar ibunya.
"Ibuuu jangan pergi, ibuuuuu" teriaknya.
Ragini tak menghiraukannya dia tetap pergi meninggalkan Satya dan Laksh.
"Maafkan ibu Nak, ini demi kebaikanmu dan juga Laksh"
***
"Suster dimana ruangan tempat Laksh berada?"
"Di ruang IGD nyonya, dari sini lurus terus lalu belok kanan"
"Baiklah terimakasih"
"Ayo Arjit"
Arjit dan Anna menuju ruangan yg di tunjukkan oleh suster tadi.
"Laksh" teriak Anna.
"Nenek" ucap Satya.
Anna langsung memeluk Satya.
"Nenek, bangunkan ayah. Suruh ayah buka matanya. Aku sudah menangis daritadi tapi ayah tak membuka matanya juga Nek"
Anna hanya menangis, Anna memberikan kode kepada Arjit untuk menggendong Satya. Arjit lalu mengambil Satya dari gendongan Anna.
Anna mulai mendekati Laksh, wajah Laksh sudah sangat pucat.
"Nak, bangun Laksh. Hanya kau satu-satunya kebahagiaan ibu Nak. Ibu mohon, jangan tinggalkan ibu seperti ayahmu dan Rohit lakukan. Kau kuat Laksh, kau harus bangun. Ada Ragini dan Satya yg menunggumu, Laksh" bisik Anna di telinga Laksh.
Tapi Laksh tak juga sadar. Arjit mengalihkan pandangannya, dia tak tega melihat keadaan sepupunya. Cukup Rohit yg meninggal, jangan Laksh.
***
Ragini berlari menuju sebuah kuil, dia menaiki anak tangga kuil itu dengan berlari. Kuil itu terletak di atas bukit sangat tinggi. Anak tangganya ada ratusan. Itu tak menggoyahkan semangat Ragini untuk terus menuju puncak kuil itu. Yg Ragini tau jika berdoa di kuil Dewa Ganesha yg berada di bukit itu seluruh permohonan akan di kabulkan. Maka dari itu Ragini pergi kesini, dia ingin Laksh hidup kembali. Setidaknya Dewa memberikan keajaibannya.
Ragini mulai mengatur nafasnya saat dia sudah mencapai tengah kuil itu, dia terus berlari.
'Kau harus bisa Ragini, demi Laksh. Demi Satya' batinnya.
Ragini terus berlari untuk menuju ke atas kuil. Setelah hampir satu jam, akhirnya Ragini sampai di depan kuil itu. Dia membunyikan lonceng kuil itu.
Ragini bersimpuh dengan melipat kedua tangannya.
"Aku mohon keajaibanmu Dewa, aku mohon selamatkanlah nyawa Laksh, kembalikanlah Laksh kepada keluarganya. Jangan siksa ibunya dan anakku Ya Dewa. Aku mohon belas kasihan darimu Dewa, tolong beri kesempatan untuk Laksh agar dia bisa hidup kembali. Beri kesempatan dia untuk merawat anaknya Satya. Selama ini Satya belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah, aku mohon Dewa berikanlah Laksh kesempatan untuk hidup. Bahkan aku rela menukar nyawaku demi Laksh. Aku rela kehilangan nyawaku asal kau mau beri kesempatan Laksh untuk hidup. Aku mohon kepadamu Dewa, aku mohon" ucap Ragini dengan terisak.
Tiba-tiba angin berhembus sangat kencang, lonceng di kuil berbunyi sangat kencang.
"Terimakasih Dewa"
Ragini lalu pergi meninggalkan kuil itu.
Saat dia ingin menyebrang jalan tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kencang.
"Aaaaaaaaaaa"
Tubuh Ragini terhempas ke jalan, dengan luka di kepala yg sangat parah.
***
"Bibi, lihat bibi itu. Laksh detak jantung Laksh bi"
Anna langsung tersenyum. Arjut menurunkan Satya, dia lalu berlari memanggil dokter.
"Dokter lihat itu"
"Ini benar-benar sebuah keajaiban, suster ayo. Tuan Nyonya aku harap kalian bisa menunggu di luar"
Anna dan Arjit saling berpelukan dia sangat senang. Arjit menggendong Satya.
"Ayah hidup lagi yah Nek?" tanya Satya polos.
Anna hanya mengangguk dan mencium pipi Satya.
__ADS_1
Tak lama dokter keluar dari ruangan.
"Bagaimana dokter keadaan putraku"
"Ini benar-benar sebuah keajaiban, detak jantung pasien sudah sangat normal. Ini benar-benar mukjizat Dewa"
"Dokter bolehkah kita menemuinya?"
"Silakan, tapi jangan lama-lama, karena pasien akan di pindahkan ke ruang perawatan"
Mereka hanya mengangguk.
"Laksh" ucap Anna bahagia.
Laksh mulai membuka matanya dan tersenyum.
"Ayahhh" teriak Satya.
Dia berlari memeluk ayahnya. Laksh tersenyum saat Satya memeluknya.
"Jadi kau mau mengakui ayahmu ini?"
Satya menjawab.
"Nak, syukurlah kau segera sadar" ucap Anna.
Laksh hanya tersenyum.
"Ibu dimana Ragini?" tanya Laksh.
"Iya daritadi ibu juga tak melihatnya"
"Ibu bilang tadi ibu sedang ada urusan, jadi ibu pergi" ucap Satya.
Laksh tersenyum ke arah anaknya.
***
"Tolong.. Tolong panggilkan ambulans"
"Bertahanlah nona, aku mohon" ucap seorang pria muda dengan menggosok-gosokkan tangan Ragini.
"Laksh.. Laksh.. Laksh" ucap Ragini pelan.
"Maaf tuan kau tak boleh masuk"
Pria itu memegangi kepalanya sendiri, mengusap wajahnya dengan kasar.
"Aaarrggghhh jika ayah tau aku menabrak seseorang tamatlah riwayatku"
"Tuan apa kau keluarga pasien? Tolong urusi administrasinya di kasir"
"Nama pasien?"
'Astaga mana aku tau namanya' ucapnya dalam hati.
"Simran, Simran Sharma" ucapnya asal.
Pria tadi terus gelisah, dia menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Aku mohon bertahanlah"
"Tuan Priyank?"
Priyank menghampiri kasir itu.
"Ini struknya"
Lampu ruangan operasi sudah mati, dokter keluar dari ruangan.
"Bagaimana keadaannya dok?"
"Maaf tuan kami telah berusaha semaksimal mungkin, karena pasien mengeluarkan banyak darah dia mengalami pendarahan di kepalanya. Namun setelah di operasi, dia mengalami koma"
"Apa? Koma?"
Dokter itu hanya mengangguk.
"Berikan dia perawatan yg terbaik di rumah sakit ini, ku mohon rawat dia hingga dia terbangun dari komanya. Masalah biaya tak usah di pikirkan" ucapnya pada seorang suster.
Dia lalu memindahkan Ragini ke kamar rawat inap. Priyank menatap lirih wanita yg tadi di tabraknya.
"Laksh? Tadi sebelum pingsan di menyebutkan nama itu. Siapa Laksh? Ada hubungan apa dia dengan Laksh?" ucap Priyank pelan.
"Aarrgghh, aku harus menjelaskan semuanya kepada ayah"
Priyank mengambil ponselnya dan menghubungi ayahnya.
***
"Ibu ini sudah tiga jam, tapi Ragini belum juga kembali" ucap Laksh cemas.
Anna terus menerus menghubungi ponsel Ragini, namun ponselnya tidak aktif.
"Satya, apa ibu mengatakan kepadamu dia akan kemana?" tanya Laksh.
Satya hanya menggeleng.
"Ibu, entah mengapa perasaanku menjadi tidak enak. Aku merasa jika telah terjadi sesuatu pada Ragini"
__ADS_1
"Laksh, kau tenanglah aku akan menyuruh polisi untuk mencarinya" ucap Arjit.
Laksh hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya Dewa aku mohon tolong lindungilah Ragini" ucap Lakh lirih
***
"Cepat pindahkan pasien itu ke Delhi" perintah ayah Priyank.
"Baik Tuan"
Priyank hanya menunduk.
"Cukup kali ini saja aku membantumu"
"Baik ayah"
Ragini di bawa ke Delhi menuju bandara.
***
Esok harinya....
"Ibu polisi sangat lambat sekali kerjanya, aku ingin mencari Ragini sendiri saja bu"
"Kau sabar Laksh"
Yuvi tiba-tiba datang.
"Kakak"
"Laksh" Yuvi memeluk tubuh Laksh.
"Maafkan aku karena diriku kau dan Ragini terpisah dan Satya dulu sempat membencimu"
Laksh hanya mengangguk.
"Tak usah kau pikirkan kak, aku sudah melupakannya. Mungkin semua itu balasan dari Dewa untukku"
"Laksh dimana Ragini? Aku kira dia disini karena kemarin dia tidak balik ke rumah" tanya Yuvi bingung.
Selang beberapa jam kemudian..
"LAKSHHH" teriak Arjit.
"Arjit membawa ponsel Ragini dan selendang yg kemarin Ragini gunakan. Selendang itu berlumuran darah.
Yuvi dan Laksh sangat terkejut melihatnya. Anna dan Satya yg baru kembali dari kantin pum sangat terkejut.
"Arjit katakan apa yg terjadi kepada Ragini?" tanya Laksh khawatir.
"Tolong katakan apa yg terjadi kepada Ragini" ucap Yuvi menggoyangkan tubuh Arjit.
Arjit menangis saat melihat Satya.
Dia menatap Anna lirih.
"Ragini.. Dia kecelakaan Laksh"
"Apa?" teriak Laksh.
Yuvi menjatuhkan dirinya di lantai.
"Ibuuuu" Satya menangis histeris.
"Nak, dimana kau menemukan semua barang-barang Ragini itu?" tanya Anna dengan terisak.
"Bibi... Kemarin Ragini ke kuil Dewa Ganesha yg ada di pinggir kota di atas bukit, dia melakukan doa disana"
"Ragini kesana? Itu sangat jauh Nak"
"Kau tau Laksh pak pendeta mengatakan apa permohonan yg dikatakannya kepada Dewa?" ucap Arjit gemetar.
"Katakan Arjit, ku mohon katakanlah" teriak Laksh dengan terisak.
"Ragini minta kepada Dewa untuk menghidupkanmu kembali dan dia rela menukar nyawanya sendiri demi dirimu. Dia bilang jika Dewa memberikan kesempatan untukmu hidup, kau dapat merawat Satya dan memberikannya kasih sayang sebagai seorang ayah, kasian Satya selama empat tahun ini tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah"
DEGH..
Hati Laksh terasa sangat sesak, dia tak menyangka jika Ragini amat sangat mencintainya dan rela berkorban seperti itu.
"Kau tau Laksh, setelah dia selesai berdoa saat dia menyebrang jalan sebuah mobil melaju dengan kencang dan menabrak tubuhnya, tubuhnya terluka parah. Kepalanya terus mengeluarkan darah. Orang yg menabraknya membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun sialnya semalam mereka sudah memindahkan Ragini. Bahkan polisi kehilangan jejaknya. Menurut kabar terakhir dari rumah sakit yg merawatnya, Ragini mengalami koma Laksh"
Hati Laksh benar-benar hancur, Ragini rela menukar nyawanya sendiri demi Laksh.
"RAGINIIIII" teriaknya.
Sementara itu di Delhi.
"Tuan kami sudah berikan perawatan yg terbaik untuk pasien, mudah-mudahan secepatnya pasien akan segera terbangun dari komanya"
"Terimakasih dokter"
Priyank menatap lirih tubuh Ragini yg terbaring kaku dengan selang oksigen di mulutnya.
"Maafkan aku, segeralah sadar nona" ucapnya.
Next or Stop??
__ADS_1
Please komwell ya 😄😄