LUKA

LUKA
Pergi Makan Bersama


__ADS_3

"Tidak usah aku baik taxi saja kasihan adikmu, bukankah kau bilang dia sama galaknya dengan tuan Arsen aku tidak bisa menghadapi orang yang mirip dengan tuan Arsen, aku sudah pusing hanya dengan satu tuan Arsen saja" ucapku kepadanya dengan sedikit bercanda saat itu.


Sekretaris Mey juga hanya tertawa kecil menanggapi ucapanku sampai dia segera melambaikan tangan sambil masuk dengan cepat ke dalam mobil dan pergi bersama adiknya.


Aku hanya berdiri sendiri untuk menunggu taxi yang lewat ke jalanan sana, namun sayangnya cukup lama sekali aku tidak menemukan taxi di daerah itu sehingga hanya bisa terus berdiri di pinggir jalan sendiri menunggu taxi yang lewat.


Sedangkan disisi lain tuan Arsen sebenarnya sudah masuk ke dalam mobil miliknya juga dan dia berniat untuk mengajak Anna agar masuk ke dalam mobilnya, dia pun segera mengeluarkan mobilnya tersebut dari parkiran namun disaat tuan Arsen baru saja hendak mengajak Anna untuk pulang berada dengannya, justru malah ada sebuah mobil lain yang saat itu memotong jalannya dan berhenti tepat di depan Anna yang tengah berdiri di samping jalan sendirian.


Dan orang itu adalah David, saat melihat David keluar dari mobil tersebut dia pun langsung saja memalingkan pandangan dan merasa tidak perduli lagi dengan Anna sebab tuan Arsen pikir karena sudah ada Davi dia tidak di perlukan lagi saat itu.


"CK....ternyata dia, baguslah aku tidak perlu mengajaknya untuk basa basi" gerutu tuan Arsen sambil segera melajukan mobilnya dengan sangat cepat meninggalkan tempat itu.


Sedangkan disisi lain aku merasa sedikit kaget melihat David tiba-tiba datang menjemput ku padahal aku sama sekali tidak menghubungi dia atau memintanya agar datang menjemputmu hari ini, dia tiba-tiba saja datang membuat aku sedikit kaget di buatnya.


"Ehh ...David, kenapa kamu datang kesini, memangnya kau sudah pulang?" Tanyaku dengan heran kepadanya,


"Ini untuk berjaga-jaga, aku takut kau akan diantar oleh manusia menyebalkan itu lagi, jadi aku menjemputmu, ayo masuk" ucap David begitu saja.


Meski sebelumnya aku sedikit kesal kepadanya karena dia tidak bisa mengurusi luka di tanganku dengan benar namun aku sudah bisa memaafkannya lagi dengan cepat, lalu segera masuk ke dalam mobil dimana David sudah membukakan pintu mobilnya untukku.


Dia terlihat lebih baik hari ini dibandingkan sebelumnya, dan dia juga tidak langsung membawa aku pulang melainkan malah membawa aku untuk makan malam terlebih dahulu ke tempat yang biasa kami datangi sejak dulu.


"Anna ..apa kau lapar?" Tanya David padaku awalnya,


"Sebenarnya aku tidak terlalu lapar tapi kalau kau mau mengajakku makan aku akan pergi hehe" balasku kepadanya.


"Ya sudah, aku akan membawamu ke tempat makan langganan kita, bagaimana?" Ucapnya menawarkan ide padaku.


Langsung saja aku anggukkan setuju kepadanya dan kami segera saja pergi menuju tempat tersebut, tempat itu adalah tempat seperti restoran biasa yang sering di datangi banyak anak muda untuk menikmati ayam goreng dengan minuman soda kesukaanku juga ada daging sapi yang empuk, yang bisa kami panggang sendiri disana, David sangat menyukai hal itu sehingga aku selalu saja merasa sangat nyaman pergi ke tempat itu sebab sejak aku duduk di sekolah menengah pertama aku selalu datang ke tempat itu hanya untuk menikmati daging panggang juga sodanga yang sangat enak dan menyegarkan, rasanya benar-benar sangat nikmat setiap kali bisa menikmati makanan di tempat itu, semua menu disana memang makanan lokal biasa tetapi rasanya tidak bisa di duakan oleh apapun.


Memang sudah cukup lama sejak aku membuka restoran sendiri dan tidak lagi datang ke tempat itu sebeb memiliki banyak sekali kesibukan masing-masing dan lebih banyak memilih untuk makan di rumah bersama ibu, begitu juga dengan David yang selalu di sibukkan dengan pekerjaan di kantornya sehingga aku tahu, dia juga jarang pergi keluar sekalianya dia harus keluar paling dia hanya pergi ke restoran mewah untuk menemui klien kantornya melakukan perbincangan bisnis tanpa ada waktu bersantai.


Makanya kali ini kami sangat bersemangat untuk pergi ke tempat makan tersebut, aku sudah sangat tidak sabar untuk melihat tempat makan yang selalu aku rindukan tersebut, terlebih makanannya yang terkenal enak pada masa itu, tidak pernah aku temukan ada tempat makan lain yang bisa menyajikan makanan seenak disana.


Konon sih bumbu masak yang di pakai disana adalah bumbu yang turun temurun dari keluarga mereka bahkan sejak generasi pertama yang masih di jaga dengan sangat baik oleh segenap keluarga besarnya.


Namun beberapa saat berlalu setelah kami sampai ke tempat itu semuanya sudah berubah banyak dan kami sama sekali tidak menemukan tempat makan tersebut, aku dan David saling menatap satu sama lain dan kebingungan karena di hadapan kami yang dulu adalah sebuah restoran kecil kini justru malah berubah menjadi sebuah cafe yang cukup besar dan semuanya benar-benar sudah banyak berubah.


Mulai dari bangunan, penataannya juga semua hal yang ada di sekitar sana sudah banyak sekali yang berubah, bahkan aku sendiri merasa seperti tidak mengenali tempat itu padahal jelas sekali itu adalah alamat yang benar, tidak mungkin ingatan aku dan David yang terganggu memang benar saat di lihat dari nama jalan dan alamatnya lagi.


"HAAAH? David kenapa tempat ini jadi seperti ini?" Ucapku merasa sangat heran dan menatap dengan terperangah.


"Iya mana aku tahu, aku juga baru kali ini kembali ke tempat ini, waktu memang berjalan terlalu cepat sepertinya" balas David yang juga kebingungan.


Aku pun menghembuskan nafas dengan lesu sebab impiankunyang sudah sedari tadi membayangkan makanan enak disana lenyap seketika karena pada kenyataannya tempat itu sudah menghilang hanya tinggal kenangan yang tersisa di kepalaku dan kepala David yang masih mengingat tempat itu dan berharap tempat itu masih ada.

__ADS_1


Tapi jika aku pikirkan lagi memang sudah sekitar beberapa tahun aku dan David tidak datang ke tempat ini jadi wajar saja jika semuanya sudah berubah sebanyak itu, aku pun memutuskan untuk pergi ke tempat lain saja.


"David ayo kita pergi saja, lagi pula tidak ada yang bisa kita dapatkan disini aku juga mulai lapar" ucapku mengajaknya dengan wajah yang sedikit kecewa saat itu.


David juga tidak bisa melakukan apapun selain menuruti keinginanku dan kami segera pergi dari sana, menuju ke salah satu restoran mewah yang di tunjukkan oleh David, aku tidak terbiasa pergi ke restoran mewah seperti itu, tetapi David terlihat cukup antusias saat mengajak aku pergi ke restoran tersebut.


"Anna ayo cepat kita masuk ke dalam ini adalah restoran milik salah satu rekan kerjaku yang baru, ayo dia bilang aku bisa mendapatkan diskon besar jika makan di tempatnya kapan saja" ucap David yang terlihat begitu bersemangat.


"Hey...kenapa kau terlihat sangat bersemangat, tidak mungkin hanya karena diskon itu kan?" Balasku sambil segera mengikuti dia dari belakang.


Aku pikir David tidak mungkin terlihat begitu bersemangat dan antusias hanya karena diskon besar yang bisa dia dapatkan ketika makan di restoran tersebut, sebab aku tahu bagaimana sikap David dia adalah orang kaya yang cukup royal tidak pernah perhitungan dengan apapun kepadaku atau pada orang-orang di sekelilingnya, jadi sangat aneh jika dia bersemangat hanya karena diskon itu saja.


Hingga ketika kami semua masuk ke dalam restoran tersebut tiba-tiba saja seorang wanita datang menghampiri aku dan David dia menyapa David dengan begitu ramah dan usianya terlihat tidak jauh dari aku juga David namun kelihatannya dia memang lebih tua dari kami sebab David memanggilnya dengan sebutan kakak terhadap wanita yang cukup cantik serta berpakaian modis tersebut.


"Aahh...David aku sudah menduga itu kamu, selamat datang di restoranku aku sangat senang kamu bisa mengunjungi restoranku" ucap wanita tersebut langsung saja menyapa David.


Tentu aku ikut bangkit berdiri walau dengan wajah kebingungan dan tersenyum kecil menanggapi sapaan dari wanita tersebut yang badannya terlihat lebih condong pada David di bandingkan kepadaku saat itu, dia juga terlihat terus saja mengajak David berbicara dengan cukup dekat.


"Aahhh...iya kak, kebetulan aku sedang lewat di sekitar sini jadi aku pikir ingin datang ke restoranmu sambil membawa temanku Anna untuk makan disini karena dia ingin makan di tempat yang bagus" ucap David saat itu.


Wanita tersebut langsung menatap ke arahku dan konyolnya ternyata sedari tadi dia memang tidak menganggap akan keberadaan aku, dan dia justru malah baru sadar bahwa disana ada aku ketika David mengatakannya saja, itu sangat membuat aku kesal dan rasanya ingin segera pergi dari sana sebab tatapan dari wanita itu tidak cukup bersahabat denganku dan aku bisa merasakannya dengan jelas sekali.


"Ohhh...kamu datang dengan wanita ini, siapa dia David?" Tanya wanita itu kepadanya.


Aku sangat kesal dan sedikit cemberut saat wanita itu bertanya demikian kepada David, rasanya aku ingin menghajarnya saat itu juga karena dia terlihat hanya tertarik berbicara dengan David bukan aku, mereka berdua terkesan seperti sangat dekat sekali dan aku tidak senang melihatnya.


Aku sangat kesal tapi masih tetap harus memasang wajah yang bersahabat kepadanya hanya karena menghormati dia sebagai pemilik restoran besar ini, sangat menyebalkan tapi tidak ada cara lain lagi, aku pun mengulurkan tanganku untuk saling bersalaman dengannya karena saat itu aku pikir jika berkenalan haru saling bersalaman secara normal namun sialnya wanita bernama Alena itu justru malah mengabaikan uluran tanganku dan dia malah terus saja memalingkan pandangannya langsung menatap ke arah David dan mengabaikan aku begitu saja, seakan dia tidak mihat keberadaan aku disana.


"Aahh....aku An..." Ucapku tidak sampai selesai karena dia mengabaikan aku begitu saja.


Aku terperangah melihat reaksi yang dia berikan kepadaku dimana dia malah langsung saja sibuk berbicara dengan David sangat asik sendiri, mereka duduk berhadapan di meja yang sama dan aku duduk di samping David tapi dianggurkan begitu saja, aku hanya diam sambil menaruh tanganku di meja Daan menggunakan tanganku untuk sanggahan daguku saat itu.


Ku lihat David begitu asik terus mengobrol membicarakan mengenai banyak hal yang sama sekali tidak aku mengerti, namun di lihat dari bagaimana cara mereka berbicara saat itu sudah jelas sekali kelihatannya mereka begitu akrab dan sangat dekat satu sama lain, aku hanya bisa diam saja dan menggerutu kesal sendiri tanpa bisa melakukan apapun selain pasrah bak seperti orang yang sangat kurang beruntung.


"CK....untuk apa dia membawa aku kemari, tapi malah mengabaikan aku seperti ini, sangat menjengkelkan mana makanannya tidak datang juga lagi, aishh.... sialan" gerutuku sangat kesal dan tidak tahu harus melakukan apa saat itu.


Aku terus saja terdiam sendiri dengan perasaan tidak menentu dan sangat bosan sekali hanya menjadi nyamuk dan patung yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua saat itu.


"Ahaha....kakak bisa saja, aku hanya melakukan semuanya dengan sebaik yang aku bisa kok, ini sama sekali tidak sehebat itu, kau jauh lebih hebat dariku kak Alena hehe" balas David yang terlihat tersenyum ramah dan tersenyum lebar pada wanita itu.


Wanita itu juga terlihat sangat dekat pada David.


"Kau sangat hebat di mataku David dengan usiamu yang masih muda kamu bisa membangun dan menjalankan perusahaan sebesar itu sendirian itu sangat hebat, dan patut untuk di apresiasi, kamu jangan terlalu merendah" balas wanita bernama Alena itu.


Aku tahu dia terlihat memasang wajah sangat ceria sepertinya dia memang menyukai David karena tatapan kak Alena itu sangat terlihat jelas bukan seperti tatapan biasa, dia terus saja menatap dengan lekat kepada David, aku benar-benar merasa sangat jengkel di buatnya, dia benar-benar sangat menyebalkan sekali.

__ADS_1


Aku tidak bisa berhenti menggerutu sendiri dengan kesal, hingga tidak lama akhirnya makanan disana tiba dan aku langsung saja bersikap menyambut makanan itu dengan sangat senang dan antusias untuk memalingkan fokus dari dua orang yang menyebalkan itu, bagiku lebih baik aku menyambut makanan yang jelas harus aku nikmati dengan puas di bandingkan harus menjadi pendengar setia mereka yang asik berbicara sendiri dan mengabaikan aku begitu saja.


"Wahhh...makanannya sudah tiba, aku sudah sangat tidak sabar untuk menikmati makanan di restoran mewah seperti ini, aahh apa ini" ucapku sambil hendak mengambil salah satu menu makanan disana.


Namun sayangnya disaat aku hendak mengambil salah satu menu lauk disana, wanita bernama Alena itu justru malah mengangkat mangkuknya dan dia mengambilkan makanan itu untuk David, aku merasa dia seperti sengaja melakukan itu seakan tidak memperbolehkan aku untuk mengambil makanannya.


"Ehhh... apa-apaan wanita ini, apa dia tidak menyukai aku, ini terlalu jelas" batinku sangat kesal melihat tingkahnya itu.


Aku pun mengalah karena tidak ingin mempermasalahkan hal kecil tidak berguna seperti itu dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal, aku mengambil lauk lain namun dia menerobos aku lagi bahwa sendoknya dengan sendokku sampai beradu satu sama lain dan dia masih saja tidak merasa bersalah sedikitpun, justru malah aku yang meminta maaf kepadanya dan harus membiarkan dia mengambil makanan itu dan dia berikan lagi pada piring milik David saat itu, padahal David sendiri tentu bisa mengambil makanannya sendiri tidak perlu wanita bernama Alena itu yang harus mengambilkannya selalu, membuat orang kesulitan saja.


"Aahh...maafkan aku, silahkan kamu ambil jika kamu menginginkannya lebih dulu" ucapku berusaha bersikap baik kepadanya.


Dia terlihat tersenyum sedikit sinis padaku dan bodohnya David ini sama sekali tidak menyadari semua hal menyebalkan itu dia justru malah terlalu asik menanggapi ocehan dari wanita tersebut tanpa henti.


Yang pada akhirnya aku hanya bisa menikmati nasi dengan sayurnya saja saat itu, sampai tidak lama David langsung memberikan lauk yang ada di piringnya kepada mangkukku, padahal aku tahu lauk itu adalah lauk yang di berikan oleh wanita bernama Alena tadi kepadanya namun David justru malah memberikannya kepadaku, tentu saja aku sangat senang sekali.


Apalagi wanita bernama Alena itu terlihat sangat kesal ketika lauk yang dia berikan untuk David malah David berikan pula kepadaku saat itu.


"Ini makan lauknya yang banyak, kenapa kau hanya makan sayurnya saja, kau harus makan banyak agar cepat tumbuh dengan sehat" ucap David sambil mengelus pucuk kepalaku dengan tersenyum manis saat itu.


Mood ku langsung saja berubah menjadi sangat baik dan aku sangat senang sekali ketika dia ternyata tidak benar-benar mengabaikan aku dari awal hingga akhir, dan dia masih bisa memperlakukan aku dengan manis di depan wanita itu sekalipun hingga terlihat dengan jelas wanita itu cukup kesal melihat David berperilaku manis kepadaku.


"Emm.....aku akan memakan semuanya dengan lahap, terimakasih David" balasku sambil bersikap tak kalah manis.


Aku sengaja melakukan itu untuk membuat wanita bernama Alena itu kesal, aku tahu dia pasti tertarik kepada David, sehingga dia terus saja bersikap sinis padaku, padahal David juga memperkenalkan aku dengan sebutan teman tapi dia masih saja menatap aku dengan sinis, dia sangat menyebalkan sekali.


Untungnya David juga sangat bisa diajak bekerja sama dia kembali memberikan aku makanan lebih banyak sehingga aku bisa terus makan dengan lahap bahkan saat itu dengan sengaja aku terus menyuapi David dengan makanan milikku sehingga membuat wanita itu terlihat semakin kesal dan akhirnya dia memilih untuk pergi dari sana.


"David ini coba kamu rasakan milikku, ayo buka mulutmu ini sangat enak loh" ucapku sambil langsung menyuapi dia saat itu.


David tentu tidak pernah menolak suapan apapun dariku dan dengan cepat dia membuka mulutnya lalu menerima suapan dariku, aku juga langsung di balas dengan suapan juga oleh David dan tentu aku sangat senang, apalagi ketika mihat wanita itu terlihat kesal, membuat aku semakin senang saja.


"Eum..eum...eumm...makanannya sangat enak terimakasih kak Alena" ucapku kepadanya saat itu.


"AA ...ahhh..iya, kalau begitu kalian nikmati saja makanannya aku akan ke belakang karena banyak pekerjaan yang harus aku lantai lagi" ucap kak Alena saat itu.


"Baik, terimakasih atas hidangannya kak" tambah David kepadanya.


Setelah kak Alena pergi barulah aku kembali pada setelan awal dimana aku masih sangat kesal dengan kak Alena itu, dan langsung menghentikan makanku dengan cepat, sambil langsung mengajak dia untuk pergi dari restoran itu secepatnya.


"Aku sudah kenyang ayo kita pergi" ucapku dengan wajah yang datar dan langsung bangkit berdiri dari sana.


David yang melihat wajahku berubah dalam seketika tentu dia terlihat kebingungan dan sedikit kaget menanggapinya saat itu, dia juga langsung menahan tanganku yang saat itu aku hendak pergi dari sana.


"Ehhh Anna tunggu, kamu mau kemana bukankah kamu belum selesai makan habiskan dulu makananmu" ucap David padaku saat itu.

__ADS_1


"Tidak mau, aku kan sudah bilang aku sudah kenyang ayo cepat kita pulang tempat ini sangat jelek, aku tidak suka berlama-lama disini" balasku kepadanya.


Akhirnya mau tidak mau David pun segera menyusul aku setelah dia membayarnya dan aku langsung pergi keluar dari restoran tersebut dengan perasaan yang sudah hancur tidak karuan.


__ADS_2