
×LUKA×
PART 2
"Laksh, angkat telponnya ku mohon"
Ragini mondar-mandir di depan kampusnya, hari sudah malam tapi Laksh tak juga menjemputnya. Padahal tadi Laksh janji akan menjemput Ragini. Ragini benar-benar gelisah, berkali-kali dia menghubungi ponsel Laksh tapi tak di angkat.
Sementara itu di hotel....
"Terus sayang, ohhh tubuhmu benar-benar sangat nikmat" teriak Laksh di sela desahannya.
"Kau suka kan Laksh" goda wanita itu.
Laksh hanya mengangguk, dia menarik tangan wanita itu hingga ambruk di tubuhnya. Dia mencium dengan ganas bibir wanita itu untuk melepaskan hasrat kenikmatan yg di bawahnya itu.
"Laksh.. Ouhhh... Laksh" teriak wanita itu dengan *** rambut Laksh.
"Aku juga sebentar lagi sayang, tahan dulu.. Aaaaaaaa"
Tubuh wanita itu dan Laksh lemas saat pelepasan pertama mereka.
Laksh mengecup lembut bibir wanita itu.
"Aku benar-benar sangat puas, malam ini kau benar-benar memuaskanmu, terimakasih" ucap Laksh dengan membelai wanita itu.
Saat Laksh ingin beranjak, tangan wanita itu menahannya. Dia mengedipkan matanya.
"Hei sayang, aku masih ingin melakukannya. Ayoo kita lakukan lagi beberapa ronde sampai kita sama-sama puas" godanya.
Laksh langsung menelan ludahnya, dia langsung tersenyum. **** tubuh wanita itu dan mengulang lagi semuanya.
***
"Siapa yg kau tunggu, Ragini?" tanya Rohit yg melintas dengan mobil di depan Ragini.
"Laksh"
Rohit mengernyitkan alisnya.
"Kau masih berhubungan dengan Laksh?" selidik Rohit.
Ragini hanya mengangguk.
"Ohh.. Ikutlah dengan ku, aku akan mengantarmu pulang. Hari akan semakin malam Ragini, kau mau menunggunya sampai kapan?"
Ragini berpikir, dia melirik jam di tangannya.
"Ayolahh.. Kau tenang saja aku tak akan berbuat aneh kepadamu" ucap Rohit meyakinkan.
__ADS_1
Ragini memainkan ponselnya, dia mengetik sebuah pesan untuk Laksh.
"Laksh, tak usah menjemputku. Aku sudah pulang duluan, maaf yah" ketiknya di pesan itu.
Ragini lalu berjalan menuju mobil Rohit dan masuk ke dalam mobil.
Rohit tersenyum "pakai safety belt mu"
Ragini hanya mengangguk.
Rohit mulai melajukan mobilnya. Hanya keheningan yg terjadi diantara mereka berdua, Ragini dan Rohit memang satu jurusan di kampus bahkan satu kelas. Tapi memang mereka tidak terlalu dekat hanya sebatas saling mengenal nama saja.
"Ehemm.. Jadi kau masih berhubungan dengan Laksh?" tanya Rohit memecahkan keheningan diantara mereka.
Ragini hanya mengangguk.
"Dia tak berbuat macam-macam kepadamu kan?" tanya Rohit.
Ragini langsung menoleh tajam ke arah Rohit. Rohit jadi tidak enak dan merasa bersalah.
"Maaf Ragini, tak seharusnya aku menanyakan hal seperti itu, maaf"
Ragini hanya terdiam.
"Belok kanan jalan lurus, lalu belok kiri" ucap Ragini menunjukkan arah menuju rumahnya.
Rohit hanya mengangguk.
Ragini hanya terdiam, dia memikirkan kejadian yg semalam dia lakukan.
Rohit tersenyum manis kepadanya.
"Jika kau mencintai Laksh, kau harus bisa merubahnya. Karena orang yg benar-benar mencintaimu tak akan pernah menodai dan menyakitimu, malah dia pasti akan menjaga dan melindungimu" ucap Rohit.
Perkataan Rohit benar-benar mengena di hatinya.
Tak terasa Ragini meneteskan airmatanya.
Rohit yg melihatnya langsung memberikan sapu tangan di sakunya.
"Hapus airmatamu, aku tak suka melihat seorang wanita menangis"
Ragini mengambil sapu tangan yg di berikan Rohit, dia menghapus airmatanya.
"Maafkan aku, jika kata-kata ku menyinggung perasaanmu Ragini, aku benar-benar tak bermaksud seperti itu"
Ragini hanya menggeleng dan tersenyum.
"Berhenti disini Rohit"
__ADS_1
Rohit menghentikan mobilnya.
Ragini keluar dari mobilnya.
"Terimakasih Rohit"
Rohit hanya mengangguk dan tersenyum.
Dia menatap tubuh Ragini yg perlahan menjauh.
Dia melajukan mobilnya meninggalkan rumah Ragini.
***
"Bibi, dimana Laksh?" tanya Rohit.
"Kau sudah pulang sayang? Laksh belum pulang Nak" ucap Anna, ibu Laksh.
"Memangnya dia pergi kemana bibi?"
"Entahlah Nak, bibi tidak tau"
Tak lama pintu terbuka, terlihat sosok Laksh yg berjalan sempoyongan karena mabuk. Anna terkejut melihat putranya.
"Laksh, Nak kau mabuk lagi?" ucap Anna sambil memapah tubuh Laksh.
Rohit hanya mendengus kesal melihat kelakuan sepupunya itu.
"Bibi, biar aku yg memapah Laksh ke kamarnya, bibi disini saja"
Rohit memapah tubuh Laksh ke kamarnya.
Anna menatap sedih kelakuan putranya itu yg selalu saja mabuk.
Rohit sedikit membanting tubuh Laksh ke kasur.
Tapi Laksh tak berkutik.
Rohit terkejut saat menemukan alat kontrasepsi di saku celananya.
"Kau mulai lagi Laksh, entah wanita mana lagi yg kau tiduri" kesalnya.
Dia menatap dengan penuh amarah kepada Laksh. Dia mengepalkan tangannya.
"Mudah-mudahan Ragini tak menjadi korban pelampiasan nafsu busuk mu itu Laksh" ucapnya marah.
Dia lalu keluar dari kamar Laksh dengan penuh amarah.
Next or Stop??
__ADS_1
Please komwell ya 😄😄