
×LUKA×
PART 12
"Satya" panggil Ragini pelan.
Satya langsung menoleh "ada apa bu?"
"Satya jangan bersikap seperti itu kepada paman Laksh, ibu tidak suka kalau kau bersikap kasar kepadanya"
Satya hanya merenggut, dia melipat kedua tangannya.
"Aku tak suka dengan paman itu bu, benar-benar tak suka"
Ragini menatap lirih anaknya.
"Hei jangan bicara itu Nak, paman Laksh itu orang yg sangat baik. Kalau kau sudah mengenalnya kau pasti akan menyukainya"
Satya hanya mendengus kesal. Dia menutup telinganya.
"Aku tak mendengarnya, terserah ibu mau mengatakan apa tentang paman itu, tapi aku tetap tak menyukainya"
Ragini kehabisan akal, dia bingung dengan sikap Satya yg secara terang-terangan menolak kehadiran Laksh. Bagaimana kalau dia tau Laksh itu ayah kandungnya. Sebenarnya salah Ragini yg membiarkan Satya dipengaruhi Yuvi jika ayah kandungnya Rohit bukan Laksh. Yuvi sangat membenci Laksh karena kesalahan Laksh dulu yg menolak untuk bertanggung jawab, bahkan dulu Laksh tak mengakui Satya yg saat itu masih berada di dalam kandungan Ragini.
Apa mungkin semua ini adalah karma untuk Laksh?
"Ibu sudah sampai, hentikan mobilnya" teriak Satya.
Ragini yg sedari tadi melamun menghentikan mobilnya.
"Ibu aku pergi dulu, bye" ucap Satya dengan mencium pipi Ragini.
Ragini hanya tersenyum.
"Bulbul hari ini aku tak masuk bekerja, tolong sampaikan kepada boss ya" ucap Ragini di telpon.
Ragini melajukan mobilnya memutar arah.
"Aku harus menemuinya" gumamnya.
***
"Sebentar" teriak Anna.
Anna tersenyum saat melihat Ragini ada di hadapannya.
"Sayang, masuklah" sapa Anna dengan memegang pipi Ragini.
Ragini perlahan masuk ke dalam rumah itu.
"Tumben sekali kau kesini, ada apa?"
"Bibi, aku ingin bertemu dengan Laksh"
Anna hanya tersenyum.
"Laksh mulai hari ini sudah bekerja sayang, dia sudah mulai mengurusi bisnis keluarga"
Ragini hanya tersenyum.
__ADS_1
"Kau tunggulah di kamarnya Laksh yah Nak. Bibi akan menelpon Laksh untuk segera pulang"
Ragini hanya tersenyum dan mengangguk.
Ragini menuju kamar Laksh. Dia masih ingat betul dimana kamar Laksh.
Saat dia memasuki kamar Laksh dia sangat terkejut, karena di kamarnya terpajang foto Satya yg berukuran sangat besar. Ragini bertanya dalam hati, entah darimana Laksh mendapatkan foto itu. Matanya tertuju pada frame foto yg terpajang di nakasnya, dia tersenyum saat melihat fotonya dan Laksh waktu masih berpacaran dulu. Ternyata Laksh masih menyimpan semuanya, matanya tertuju pada sebuah album foto di nakas. Dia membaca cover depannya "Memories to Remember". Ragini membuka lembar demi lembar album foto yg memperlihatkan foto dirinya bersama Laksh waktu masih bersama, bahkan Ragini terkejut saat melihat fotonya yg sedang hamil besar ada juga di situ, saat bayi Satya lahir, tumbuh besar semua lengkap berada di situ.
"Ternyata kau memang telah berubah Laksh"
Ragini tercengang saat membaca lembar terakhir di album foto itu.
"Kenangan yg terindah dihidupku, entah kapan akan terulang. Aku menyesal telah menyia-nyiakan wanita yg amat mencintaiku, aku sangat bodoh. Bahkan aku menjadi sangat brengsek. Saat aku telah merenggut kesuciannya dan dia hamil, aku bahkan menolak untuk bertanggung jawab. Aku malah menuduhnya, padahal sudah jelas-jelas benih itu adalah milikku. Sekarang penyesalan tinggallah penyesalan. Entah seperti apa nantinya Dewa akan memberikan balasan untukku. Aku yakin Dewa akan sangat murka kepadaku. Dan kepada wanita yg aku cintai itu? Aku bahkan takut untuk menatap matanya, aku takut untuk menemui dirinya. Aku tak pantas untuk hadir lagi di hidupnya. Aku tak pantas untuk memeluk jagoan kecilku. Andai dia tau betapa menyesalnya diriku, aku rasa beribu cambukkan di tubuhku tak akan pernah bisa menggantikan rasa sakit yg dialaminya. Andai kau memberiku kesempatan Dewa, aku ingin memperbaiki semua kesalahanku kepadanya! Aku ingin menggantikan rasa sakit yg dia rasakan, entah karma apa yg aku terima nanti. Aku pasrah, aku terima!
Dapatkah aku mendapatkan kesempatan kedua?
Bahkan untuk mengobati rasa sakit di hatinya akibat luka yg aku goreskan dulu, aku siap untuk kehilangan nyawaku sekalipun.
Aku sangat mencintainya, aku sangat mencintaimu RAGINI.
MAAFKAN AKU!"
Ragini meneteskan airmatanya, dia tak menyangka jika Laksh benar-benar telah berubah.
Dia terkejut saat merasakan ada tangan yg melingkar di perutnya, yg memeluknya erat dari belakang.
"Jangan menangis, aku tak suka melihatmu menangis" bisiknya.
Ragini langsung memutar tubuhnya dan memeluk erat tubuh Laksh.
"Sssttt... Sssttt... Sudah.. Sudahh" ucap Laksh menenangkan Ragini.
Laksh hanya memejamkan matanya, dia meresapi setiap perkataan Ragini.
Laksh mengecup puncak kepala Ragini.
"Aku sangat mencintaimu, Ragini. Aku benar-benar minta maaf atas sikapku dulu kepadamu"
Ragini mengeratkan pelukannya.
***
"Aku akan membujuk Satya agar dia bisa menerimamu sebagai ayah kandungnya"
Laksh hanya tersenyum dan menggeleng. Dia menggenggam tangan Ragini erat.
"Jangan seperti itu, aku tak mau kau memaksanya untuk menerimaku"
"Tapi Laksh, dia akan terus menerus bersikap kasar kepadamu"
Laksh hanya tersenyum.
"Aku paham sifat Satya itu sangat mirip denganku, kau tenang saja Ragini. Cepat atau lambat Satya pasti akan menerimaku sebagai ayah kandungnya"
Ragini hanya mengangguk.
"Kau tidak bekerja?"
Ragini menggeleng.
__ADS_1
Laksh mencubit hidung Ragini.
"Kau sangat nakal, sayang"
Ragini rindu dengan panggilan sayang yg diucapkan Laksh.
Dia makin mengeratkan pelukannya.
"Aku ingin bersama terus seperti ini denganmu, Laksh"
Laksh hanya mengangguk.
"Selama ini kau kerja dimana?"
"Di mall"
"Sebagai?"
"SPG"
"Oh.. Berhentilah dari pekerjaanmu itu"
"Kenapa? Kalau aku berhenti bagaimana aku mencukupi kehidupan Satya, Laksh"
"Satya masih punya ayah, Ragini. Aku yg akan mencukupi kebutuhannya"
"Tapi Laksh"
"Kenapa? Kau ini masih sangat keras kepala. Baiklah kau berhentilah bekerja disana, lalu mulai besok kau bekerja di perusahaanku sebagai sekretaris pribadiku yah"
Ragini hanya mengangguk.
"Ragini setelah Satya menerimaku sebagai ayah kandungnya, aku akan segera menikahimu"
Ragini hanya menganggukkan kepalanya.
Laksh memegang kedua pipi Ragini dengan tangannya. Dia mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut bibir Ragini. Ragini mengalungkan tangannya di leher Laksh, dia sangat menikmati ciuman yg di berikan Laksh.
Setelah sekian lama akhirnya mereka bisa melepaskan hasrat rindu yg selama ini terpendam.
***
"Jadi paman Laksh itu ayah kandungku, paman?"
Yuvi hanya mengangguk.
"Tapi Satya harus ingat, dulu paman Laksh tak pernah mau mengakui Satya sebagai anaknya, malah dia meninggalkan Satya dengan ibu. Jadi paman Laksh itu adalah ayah yg jahat" ucap Yuvi.
Satya hanya mengangguk, dia mempercayai perkataan pamannya itu.
"Satya gak mau punya ayah seperti dirinya, gak mau" teriak Satya.
Yuvi tersenyum dengan senang.
"Aku tak akan membiarkanmu bahagia Laksh, karena kau telah membuat adikku menderita dan menanggung malu. Jadi akan aku buat anak kandungmu, membenci dirimu" ucapnya sinis.
Next or Stop??
Please komwell ya 😄😄
__ADS_1