
Hingga malam pun tiba aku sudah tidak bertemu dengan tuan Arsen lagi sejak terakhir kali bertemu di kantor dengannya dan tidak sengaja berpapasan dengan dia saat hendak pergi ke dapur saat itu.
Tapi karena aku adalah orang yang sangat menepati janji tentu saja aku akan tetap bersiap-siap sekarang karena sudah mengatakan setuju untuk pergi makan malam dengan tuan Arsen saat ini, jam sudah menunjuk pada angka delapan aku pikir ini sudah waktunya dimana semua orang akan pergi makan malam tapi aku sama sekali belum melihat batang hidung tuan Arsen sedikitpun.
Sejujurnya saat itu aku sungguh merasa takut aku hanya tidak ingin mengulangi hal menyakitkan seperti sebelumnya meski dengan orang yang berbeda, aku menyadarinya sekarang disaat aku menunggu tuan Arsen dan aku kesal ketika dia tidak kunjung datang menjemput aku malam ini.
Aku sudah berdiri cukup lama di pinggir jalan dan sudah memeriksa ponselku berkali-kali saat itu namun sayangnya sama sekali tidak ada apapun yang aku dapat.
"Dia kemana sih, apa dia sungguh mau menjemput aku atau tidak sih?" Gerutuku terus merasa kesal sendiri saat itu, hingga aku benar-benar sudah pegal dan memutuskan untuk kembali masuk ke restoran dan duduk di sana untuk menunggunya saat itu.
Sedangkan disisi lain tuan Arsen sebenarnya tengah mempersiapkan semua hal dengan sangat teliti dia meminta sekretaris Mey dan beberapa karyawan yang biasa mengurus keperluan di rumahnya untuk ikut membantu menghias salah satu restoran ternama yang ada di pusat kota dan menyiapkan untuk dinner makan malamnya dengan Anna saat itu.
Tidak hanya itu tuan Arsen sudah mempersiapkan sebuah hidangan khusus yang sudah dia masa sendiri dengan resep yang dia miliki dan belum pernah di nikmati oleh siapapun selain dari dirinya sendiri kecuali buatan orang lain, tuan Arsen hanya memasak secara langsung menggunakan tangannya demi Anna saja, dia juga membawa buket bunga mawar merah yang sangat indah berbentuk love saat itu, juga ada sebuah kartu ucapan di dalam ya yang berisi tentang ungkapan hatinya untuk Anna.
Tuan Arsen benar-benar sudah mempersiapkan semuanya dengan matang hingga saat itu dia memang agak sedikit terlambat untuk menjemput Anna sebab dia harus memasak dahulu dan dia juga harus memeriksa cincinnya agar tetap aman berada di dalam saku jas dia saat itu.
Disana juga sudah ada David dan Gisel mereka turut andil dalam membantu tuan Arsen karena sebelumnya diam-diam tuan Arsen menghubungi mereka, berharap agar Anna bisa menerima dia jika di hadapan David dan Gisel nantinya, walaupun itu hanya prespektif dirinya sendiri saja tetapi dia tetap mencoba hal itu untuk berjaga-jaga.
"Baiklah semuanya sudah beres aku titip pada kalian dan tolong jaga makanannya agar tetap terlihat fresh saat aku dan Anna sampai nanti, apa kalian mengerti?" Ucap tuan Arsen memberikan perintah pada dua pelayan yang akan berperan menyajikan makanan dan minuman kepada dia saat itu.
Disisi lain aku masih menunggu dia hingga hampir ke tiduran karena sudah setengah jam berlalu dia masih belum muncul juga hingga tiba-tiba saki merasakan tanganku di teluk pelan oleh seseorang yang ternyata itu adalah tuan Arsen yang sudah berada di hadapanku ketika aku membuka mata.
Meski aku kesal karena sudah menunggu dia cukup lama tapi setidaknya aku senang dia bisa benar-benar datang tidak seperti David yang benar-benar tidak muncul ketika aku menunggunya dalam waktu yang sangat lama.
"Anna...Anna..bangun ini aku...aku Arsen...ayo kita pergi." Ucap tuan Arsen kepadanya saat itu.
"Kamu.... akhirnya kamu datang aku pikir kamu tidak akan datang dan akan meninggalkan aku terus menunggumu disini." Balasku kepadanya sambil tersenyum kecil saat itu.
Yang tidak aku sangka tuan Arsen justru langsung meminta maaf kepadaku dan dia menggenggam tanganku mengajak aku untuk segera pergi ke tempat makan malam yang dia maksudkan sebelumnya.
"Maafkan aku Anna tadi ada beberapa kendala di jalan jadi aku sedikit telat aku juga tidak bisa mengabari mu karena ponselku tertinggal, tapi kamu tenang saja apapun yang terjadi aku janji denganmu aku tidak akan seperti David aku bukan orang yang akan mengingkari janji pada siapapun, jadi aku harap kau bisa mempercayai aku dan jangan cemas tentang hal itu lagi," ucap tuan Arsen yang seakan dia tahu dan mengerti apa yang membuat aku cemas sedari tadi dan ragu pada dirinya saat itu.
"Terimakasih tuan, aku senang mendengarnya." Balasku kepadanya.
Aku yang tadinya berniat ingin marah jadi langsung sudah tidak bisa memarahi dia lagi karena sudah mendengarkan alasan darinya dan aku memahami posisi dia saat itu, kami segera pergi ke mobil dan entah kenapa saat berjalan tuan Arsen terus menggandeng tanganku dan aku berjalan sambil melihat ke arah tanganku yang di gandeng dengan erat olehnya, seakan dia benar-benar sangat takut kehilangan diriku saat itu.
Genggaman tangannya saja sudah bisa membuat aku merasa tidak menentu seperti ini tidak bisa aku bayangkan apa jadinya jika suatu saat nanti aku bisa bersatu dengan dia.
"Tuan seandainya kau tahu aku juga menyukaimu kenapa kau tidak mengungkapkan cinta padaku, aku tidak mau kehilangan orang yang aku cintai lagi." Batinku saat itu.
Padahal aku bisa saja mengatakannya lebih dulu sebab aku sudah tahu bagaimana perasaan tuan Arsen terhadap diriku sebelumnya namun ego yang tinggi dalam diriku terus saja menghalangi aku untuk melakukannya karena aku selalu merasa bahwa pria yang harus mengatakannya lebih dulu pada wanita, sebab wanita memiliki ego yang terlalu tinggi dan tidak semua wanita bisa melawan ego di dalam dirinya, sama seperti aku ini yang tidak bisa melawan ego di dalam diriku sendiri, sulit untuk aku mengatakan hal itu pada tuan Arsen meski aku sempat berniat untuk mengatakannya.
__ADS_1
Tetapi di saat aku tuan Arsen menatap padaku langsung saja lidahku terasa kelu dan tidak bisa mengeluarkan ucapan apapun sama sekali, aku merasa seperti orang bisu ketika hendak mengatakan perasaanku lebih dulu dan untuk mengajak dia berpacaran agar saling mengenal lebih jauh lagi saat itu.
"Tuan....ada yang ingin aku katakan padamu," ucapku mencoba memberanikan diri saat itu.
Tuan Arsen langsung menengok ke arahku sesaat dan dia meminta aku untuk mengatakannya dengan segera sebab dia tengah menyetir mobil dengan fokus saat itu.
"Iya ada apa Anna, katakan saja?" Balas tua Arsen kepadaku.
Setelah mendapatkan tatapan seperti itu dari tua Arsen langsung saja aku mengurungkan niat untuk melakukannya karena melihat wajahnya sudah membuat aku semakin gugup dan tidak karuan saat ini.
"AA...AA..ahhh tidak jadi deh aku hanya ingin tahu kemana kau akan membawa aku makan malam saat ini." Balasku yang malah mengalihkan pembicaraan tersebut dengan cepat.
"Ohhh...itu, nanti kau akan tahu sendiri, tempatnya tidak terlalu jauh kok, dan aku rasa kamu pasti akan suka dengan dekornya," ucap tuan Arsen kepadaku sambil tersenyum lembut saat itu.
Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman juga dan tidak tahu lagi harus berkata apa saat itu, karena tiba-tiba saja suasana diantara kami terasa begitu canggung sekali, aku bahkan terus saja memegangi kedua tanganku dan terus merasa tidak menentu, sampai tidak lama kemudian, kami tiba di salah satu restoran yang mewah dan cukup besar aku mulai merasa aneh karena hanya ada beberapa kendaraan saja yang terdapat di tempat parkir tersebut padahal seharusnya restoran besar dan mewah seperti ini pasti akan memiliki banyak pengunjung di dalamnya dan tentu kendaraan di luar akan selalu banyak namun kali ini aku melihat kendaraan disana begitu sedikit bahkan tidak terlihat ada orang yang makan malam di dalam restoran tersebut.
"Eehhh...tuan apa kau tidak salah membawa aku kemari?" Tanyaku kepada tuan Arsen saking merasa herannya saat itu.
"Tentu saja tidak, memangnya kenapa?" Balas dia kepadaku balik bertanya dengan menaikkan kedua alisnya bersamaan.
"Lihatlah kenapa hanya ada beberapa kendaraan saja di sini dan di dalam restoran itu juga tidak terlihat satu pengunjung pun, bukankah tempat ini sangat aneh, biasanya restoran mewah begini memiliki banyak sekali pengunjung tapi ini malah sepi begini, apa sebaiknya kita pindah tempat saja ya?" Ucapku kepada tuan Arsen.
Aku hanya takut tempat ini akan bermasalah makanya aku meminta agar pindah tempat saja saat itu, tapi yang membuat aku semakin aneh dan menaruh banyak curiga, tuan Arsen malah menahan tanganku dan dia mengatakan bahwa teman ini memang sering seperti itu, jadi aku pun berusaha untuk merasa tenang dan tetap masuk kesana bersama dengan tuan Arsen saat itu juga, walaupun hatiku merasa sangat tidak tenang berada di tempat tersebut.
Aku terus saja mengerutkan kedua alisku merasa sedikit aneh dengan apa yang dikatakan oleh tuan Arsen saat itu, sebab tempat beradanya restoran ini sangat strategis dan tempatnya juga sangat cantik, rasanya mustahil sekali jika tidak ada orang kaya atau anak muda yang datang ke restoranku itu satupun.
"Hah? Memangnya iya? Tapi tempat ini bagus dan lokasnya begitu strategis mana mungkin tidak ada pengunjung satupun di dalam sana, pasti ada yang salah dengan restoran ini jika tidak ada pengunjung yang datang sama sekali, tuan sebaiknya kita berjaga-jaga, aku hanya takut mungkin makanannya bermasalah atau bahkan beracun dan tidak bisa dimakan, kita akan dalam bahaya jika masuk ke dalam tuan," tambahku lagi kepadanya mengatakan ketakutan dalam diriku saat itu.
Tuan Arsen langsung saja menghembuskan nafasnya dengan lesu dan dia menepuk jidatnya pelan saat itu, karena tidak tahu lagi bagaimana caranya menjelaskan kepada Anna agar dia bisa cepat masuk saja dengannya ke dalam restoran itu.
"Aishhh.. kenapa dia sangat susah diatur begini sih..." Gerutu tua Arsen pelan saat itu.
"Anna.. sudahlah ayo masuk ke dalam kau akan baik-baik saja selama ada aku, aku bertanggung jawab dengan dirimu, ayo cepat," ucap tuan Arsen kepadaku.
Hingga saat kami masuk ke dalam sana tiba-tiba saja terlihat ada begitu banyak pelayan yang memakai pakaian seragam hitam putih dan celemek yang rapih di tubuhnya saat itu.
Mereka langsung menyambut kedatangan kami dengan penuh hormat dan langsung membungkuk sembilan puluh derajat saat itu.
Membuat aku sangat kagum dengan kekompakan mereka yang menyambut tamu dengan sangat sopan dan luar biasa seperti itu.
Tapi tiba-tiba ada sesorang pelayang yang datang menghampiri aku dan dia membawa sebuah penutup kepala di baki yang dia bawa saat itu.
__ADS_1
"Selamat malam nona, silahkan kenakan penutup matanya dahulu, kami memiliki sebuah kejutan indah untuk anda dan tuan," ucap pelayan wanita itu kepadaku.
Aku langsung saja terperangah menaikkan kedua alisku dan membulatka mata dengan kaget saat itu, karena tidak tahu apa yang dia maksudkan meminta aku untuk menutup mataku dengan penutup mata yang dia bawa saat itu.
"Hah? A..apa maksudnya, aku harus menutup mataku dengan kain ini?" Tanyaku kepada pelayan itu dan menatap aneh kepada tuan Arsen.
Mereka berdua langsung saja mengangguk padaku dan membuat aku semakin kebingungan sekali saat itu.
"Sudah pakai saja, kejutan ini dariku kamu jangan khawatir aku akan menuntun jalanmu, kau hanya perlu mempercayai semuanya padaku," ucap tuan Arsen semakin membuat aku kaget.
Dia langsung mengambil penutup matanya dan langsung menutup mataku dengan kain hitam tersebut, dan dia bahkan tidak mendengarkan ucapanku yang bertanya terus penuh keheranan padanya, tuan Arsen malah terus saja menuntun aku untuk berjalan ke depan dengan segera saat itu juga.
Dan dia memegangi tanganku juga pundak ku saat itu secara perlahan.
"Tu..tuan ada apa ini sebenarnya, kau mau membawa aku kemana tuan?" Tanyaku kepada dia dengan perasaan yang tidak menentu.
"Tenang saja, aku hanya ingin menunjukkan kejutan kecil padamu, ayo jalan perlahan kita akan hampir sampai," ucap tuan Arsen kepadaku saat itu.
Aku mengangguk saja dan menuruti ucapannya karena tidak tahu lagi harus berbuat seperti apa, hingga tidak lama dia mulai berhenti dan berbicara kepadaku lagi untuk bersiap diri karena dia akan melepaskan kain hitam yang menutupi mataku saat itu.
"Oke...berhenti, aku akan melepaskan lainnya saat ini, kamu bersiaplah dan tatap ke depan dengan jelas, apa kamu mengerti?" Ucap tuan Arsen kepadaku.
Aku lagi-lagi hanya mengangguk menjawabnya dan saat itu juga, tuan Arsen memberikan kode pada David untuk menggantikan dirinya melepaskan penutup mata di wajahnya sedangkan tuan Arsen sendiri segera saja berlari ke depan dan mengambil bunga mawar yang sudah dia siapkan saat itu.
Hingga hitungan mundur di mulai dan David langsung saja membuka penutup mata yang ada di wajah Anna saat itu juga.
Sampai aku mulai mengerjakan mataku pelan, aku sangat kaget ketika melihat tuan Arsen sudah berjongkok di hadapanku dengan mengulurkan tangannya ke atas yang memegangi buket bunga mawar merah yang terlihat segar dan dia juga tersenyum cerah kepadaku saat itu.
"Hah? Ada apa ini?" Ucapku merasa bingung saat itu.
"Anna...maukah kamu menikah denganku? Aku sangat menyukaimu Anna, aku mencintai dirimu," ucap tuan Arsen langsung saja tiba-tiba melamar aku dan seketika ruangan itu di penuhi dengan orang-orang yang entah bermunculan dari mana, mereka terus bertepuk tangan ria dan meminta aku untuk menerima lamaran dari tuan Arsen, bahkan yang membuat aku kaget Gisel dan David ternyata ada di belakangku saat itu.
"Terima....terima...terima! Anna ayo terima tuan Arsen!" Teriak sekretaris Mey kepadaku saat itu.
Aku hanya bisa tersenyum kecil melihatnya yang berteriak paling kencang di antar yang lainnya saat itu.
"Hahah....aku....aku akan menerimanya, aku mau menikah denganmu tuan Arsen, aku juga sangat mencintai dirimu." Ucapku sambil tersenyum lebar dan mengambil bunga yang diberikan oleh tuan Arsen padaku saat itu.
"Yes! yes...yes..... terimakasih banyak Anna aku janji aku akan membahagiakan kamu, aku tidak akan membuat dirimu sedih walau sedikit pun." ucap tuan Arsen yang terlihat begitu sangat bahagia dan terus saja memasang senyum yang sangat lebar saat itu.
Semua orang seketika langsung saja bertepuk tangan dengan keras dan begitu riuh, sampai tuan Arsen langsung saja mengangkat aku dan memelukku sambil terus memutar tubuhku dengan pelan saat itu.
__ADS_1
Malam ini benar-benar menjadi malam yang sangat membahagiakan, bahkan ternyata ibu dan Mika hadir di sana, mereka mengucapkan selamat padaku dan kami menikmati makan malam penuh dengan kebahagiaan bersama disana, apalagi David juga memberikan undangan pernikahan dia dengan Gisel padaku, aku sangat senang mendengar kabar baik ini.
Semoga ini akan menjadi awal dari kebahagiaan diriku.