LUKA

LUKA
Menyesal


__ADS_3

×LUKA×


PART 4


"Apa kau percaya dengan omonganku, Ragini?" ucap Rohit.


Ragini hanya mengangguk.


"Jauhi Laksh, aku peduli dengan dirimu, maka dari itu aku menyarankan kepadamu untuk menjauhi dirinya" lanjutnya.


Ragini hanya mengangguk.


"Aku balik dulu, Rohit" pamit Ragini.


Ragini pergi meninggalkan Rohit. Dia memasuki apotek untuk membeli sesuatu, sudah dua bulan semenjak kejadian itu Ragini tak pernah datang bulan.


Dia lalu memberanikan dirinya untuk membeli tespack.


***


"Laksh, kau dimana?" tanya Ragini di telponnya.


"Aku sedang di rumah temanku, Ragini. Ada apa?" ucap Laksh yg masih mengantuk.


"Aku ingin bertemu denganmu Laksh, ada hal penting yg harus ku bicarakan"


"Aku sangat ngantuk Ragini, kau kesini saja. Aku akan mengirim alamatnya"


Ragini langsung memanggil taksi dan menuju ke alamat yg Laksh berikan.


***


"Laksh, ada Ragini di luar" teriak teman Laksh.


Laksh hanya menguap dan mengucek matanya.


"Kau suruh saja Ragini kesini" teriak Laksh


Laksh masih tertidur.


Ragini masuk ke kamar.


"Laksh" ucap Ragini pelan.


"Hmmm, katakan Ragini hal penting apa yg ingin kau katakan" ucap Laksh dengan mata yg masih tertutup.


"Aku ingin memberitahumu tentang ini Laksh"


Ragini menyodorkan tespack yg barusan dia beli, dia sudah memakainya.


Laksh bangun dia mulai membuka matanya, dia melihat benda yg di sodorkan Ragini. Matanya langsung membulat saat melihat tespack itu menujukkan dua garis merah.


Laksh menatap Ragini yg sudah menangis.


"Apa maksudnya semua ini Ragini?" tanya Laksh gemetar.


"Aku hamil Laksh, Hikss.. Hiksss" isak Ragini.


Laksh berdiri terkejut.


"Tidak mungkin Ragini, mana mungkin!" bantah Laksh sedikit berteriak.

__ADS_1


"Apa maksudmu mengatakan tidak mungkin? Laksh memang itu kenyataannya"


"Pasti kau menjebakku kan Ragini! Aku tak mungkin ayah dari anak itu. Aku yakin kau pasti pernah melakukannya dengan pria lain, lalu kau menuduh diriku sengaja untuk meminta pertanggung jawaban dariku"


Ragini geram mendengarnya, dia langsung menampar pipi Laksh.


PLAAKKK....


"Aku bukan wanita serendah itu, Laksh" ucapnya sambil terisak.


Laksh hanya terdiam.


"Jika kau tak ingin bertanggung jawab ya sudah, aku tak akan memaksamu. Aku bisa merawat anak ini sendiri. Dan ingat Laksh akan aku pastikan anak ini lupa kepadamu, bagiku kau sudah mati Laksh!" teriaknya.


Laksh masih terdiam.


"Dasar pengecut! Aku menyesal pernah mencintaimu. Mulai detik ini kita tidak memiliki hubungan apapun lagi, aku sangat membencimu Laksh, sangat membencimu" ucapnya berteriak.


Ragini pergi meninggalkan Laksh, Laksh melirik ke arah tespack itu. Dia *** rambutnya kuat.


"Aaaaaaaa" teriaknya.


***


"Apa? Kau hamil? Siapa pria yg sudah berani dengan lancangnya menyentuhmu? Katakan Ragini siapa pria itu? Biar aku habisi dia!" ucap Yuvi marah.


Ragini hanya menunduk dan menangis.


"Kau satu-satunya kebanggaanku Ragini, kenapa kau menyakiti hati kakak"


"Kakak, maafkan aku.."


"Aku yg akan menikahinya Kak!" teriak seorang pria yg tiba-tiba masuk ke rumah mereka.


Pria itu menyunggingkan senyumnya.


"Rohit" ucap Ragini pelan.


Ragini menatap tak percaya, Rohit ingin menikahinya?


"Rohit, jangan hancurkan hidupmu dengan menikah denganku. Jangan lakukan hal bodoh yg akan membuat dirimu menyesal" lirih Ragini.


Rohit hanya menggeleng dan tersenyum. Dia mengampiri Yuvi.


"Kakak saat ini juga nikahkan aku dengan Ragini" ucap Rohit dengan lantang.


Yuvi tersenyum lalu membawa Ragini dan Rohit ke kuil karena cuma ini satu-satunya cara agar Ragini tidak menanggung malu karena cacian dan hinaan yg akan diterimanya nanti.


Saat mereka sudah sampai kuil Yuvi memberitahukan maksud dari kedatangan mereka. Pendeta itu hanya mengangguk.


Ragini dan Rohit duduk di depan api suci. Rohit hanya menatap dengan padangan kosong, sementara Ragini masih terus menangis.


Pendeta mulai melakukan upacara pernikahan mereka.


Setelah semua upacara dilakukan Ragini dan Rohit meminta berkat kepada pendeta dan Yuvi.


Kini mereka telah sah menjadi sepasang suami-istri.


"Rohit, kakak minta kau jaga selalu Ragini dan menyayanginya"


Rohit hanya mengangguk.

__ADS_1


***


"Masuklah Ragini" ajak Rohit.


Ragini masuk dengan ragu.


Rohit hanya tersenyum.


"Kau tenang saja Ragini, aku tak akan pernah menyentuhmu. Asal kau tau Laksh adalah sepupuku"


Ucapan Rohit membuat Ragini terkejut, pasalnya dia sama sekali tak pernah mengetahui tentang hal ini. Laksh tidak pernah bercerita tentang Rohit.


"Jangan bahas pria itu lagi, bagiku dia telah mati!"


Rohit menyentuh bahu Ragini.


"Dulu Laksh bukan pria yg seperti itu, dia sangat menghormati wanita. Cuma karena kekasihnya dulu Anchal mengkhianatinya denga pria lain, dia menjadi seperti itu, senang bergonta-ganti pasangan. Dan sering melakukan hal 'itu' dengan banyak wanita. Setauku Laksh tidak pernah melakukannya dengan wanita yg masih perawan. Maka dari itu aku sangat terkejut saat dia melakukannya denganmu. Aku sengaja menikahimu agar sewaktu-waktu Laksh berubah pikiran, aku akan langsung melepaskanmu untuknya. Aku yakin pasti saat ini Laksh sangat menyesal" jelas Rohit.


Ragini hanya terdiam.


"Ku mohon padamu, jangan memberitahukan kepadanya jika kita sudah menikah, dan jika dia bertanya tentangku, ku mohon kau jangan katakan yg sebenarnya. Jika kau mengatakan yg sebenarnya aku akan pergi dari sini Rohit. Dan akan ku pastikan kau dan Laksh tak akan pernah bisa mencari tau keberadaanku" ucap Ragini.


Rohit hanya menatap Ragini.


"Ku mohon"


Rohit menghela nafasnya panjang. Dia mengangguk.


"Ya sudah kau istirahat di kamarmu, kamarmu di atas. Aku sudah merapikannya untukmu"


"Lalu dirimu?"


"Aku bisa tidur di sofa sini, kau tenang saja"


Ragini menatap Rohit. Rohit hanya tersenyum.


"Sudah sana pergilah! Istirahatlah!"


Ragini mengangguk, dia menuju kamar di tunjukkan Rohit.


Dia merebahkan tubuhnya di ranjang, memejamkan matanya.


"Brengsek, kau bajingan Laksh" ucapnya sambil mengelus perutnya.


***


"Ragini hamil? Mengapa aku bodoh melakukannya dengan Ragini dengan terus menerus tanpa pengaman? Aku telah menyakiti hatinya, kau sangat bodoh Laksh. Bukankah waktu itu kau sendiri yg melihat noda darahnya, astaga kau melakukan kesalahan besar Laksh. Ragini hamil, dia mengandung anakmu. Tapi kau sangat pengecut tak mau bertanggung jawab kepadamu, malah kau tuduh dirinya. Bodoh! Kau bodoh Laksh" Laksh terus merutuki dirinya sendiri.


Dia mengambil ponselnya, menatap fotonya bersama Ragini.


"Entah mengapa aku merasakan sangat sesak dan perih di dalam sini (menunjuk dada) saat kau mengatakan kau membenciku dan ingin membuat anakku melupakanku dengan menggangap aku mati, bagaimana cara aku untuk menebus semua dosaku kepadamu, Ragini" ucap Laksh dengan terisak.


Dia terus menatap foto Ragini dengan sendu.


"Aku mencintaimu, Ragini. Aku telah jatuh cinta kepadamu. Tapi semuanya telah terlambat, kau pergi karena ulahku. Kau bodoh Laksh, benar-benar sangat bodoh!" ucap Laksh meneriaki dirinya sendiri.


Laksh mengusap wajahnya kasar, dia menangis karena sangat menyesal.


Next or Stop??


Please komwell..

__ADS_1


__ADS_2