LUKA

LUKA
Persis Sepertimu


__ADS_3

Share lg 😄😄


Overdosis ga yah gara2 kebanyakan 😅😅


×LUKA×


PART 9


Laksh bersembunyi memantau rumah Ragini dari luar. Matanya berbinar saat dia melihat Satya keluar dan bermain di halaman depan rumahnya. Ingin sekali Laksh memeluk erat tubuh kecil jagoannya itu. Melepaskan rasa rindu yg selama ini selalu menyiksanya.


Empat tahun bukanlah waktu yg sebentar bukan? Laksh harus menahan rasa sesak dan perih di dadanya saat harus terpisah dengan orang-orang yg sangat di kasihinya.


Dulu dia melihat perkembangan anaknya hanya lewat sebuah foto, kini rasanya seperti mimpi saat dia melihat secara langsung anaknya. Senyuman itu selalu terukir di bibirnya saat dia melihat tingkah lucu dan menggemaskan anaknya itu.


Satya sedang bermain bola sendiri disana, dia sangat terlihat bahagia. Tak lama datang seorang gadis kecil yg ikut main dengannya ditemani dengan seorang wanita. Laksh berpikir jika itu mungkin kakak iparnya Ragini. Karena terlihat dia sangat menyayangi Satya dan gadis kecilnya itu.


Tubuh Laksh terasa kaku saat dia merasakan ada tangan yg menyentuh bahunya.


"Laksh" panggilnya pelan.


Laksh tak berkutik, dia memejamkan matanya. Dia hafal betul dengan suara yg barusan memanggilnya itu.


'Ragini' batinnya.


Laksh menoleh dengan mata yg terpejam. Dia mulai membuka matanya sedikit demi sedikit. Hingga dia melihat sebuah senyuman yg menghangatkan jiwanya.


Laksh merasa dirinya sedang mimpi, bayangkan saja saat ini Ragini sedang berdiri di hadapannya. Namun bukan rasa kebencian yg Laksh lihat di wajahnya, malah wajah itu terasa sangat bahagia saat bertemu dengan Laksh. Dengan menyunggingkan sedikit senyuman di bibirnya.


Laksh bingung harus membalas senyuman Ragini atau bagaimana, dia hanya terdiam dan tersenyum kaku.


"Sejak kapan kau kembali Laksh?" tanyanya.


Benar! Tidak ada rasa kebencian yg tersirat di wajah Ragini. Apa karena pesan Rohit kepada Ragini?


Laksh menepis pikiran buruknya itu. Dia hanya tersenyum kepada Ragini.


"Hei, kau belum menjawab pertanyaanku" ucapnya lagi.


Laksh menatap kagum penampilan Ragini. Ragini mengenakan kemeja putih dengan blazer hitam dan rok span selutut dengan heels di kakinya. Benar-benar sempurna! Rambut Ragini yg jatuh tergerai dan polesan make up natural semakin menambah aura cantiknya.


"Aku sampai tadi jam 10 pagi"


Ragini hanya tersenyum.


"Ragini" panggilnya pelan.


Ragini hanya menoleh dan tersenyum.


Ragini menarik tangan Laksh dan membawa Laksh masuk ke dalam mobilnya.


Ragini melajukan mobilnya menjauh dari rumahnya. Laksh hanya terdiam dan sesekali melirik wajah Ragini.


"Jangan terus menerus memperhatikanku, nanti kau akan jatuh cinta lagi kepadaku" goda Ragini.


Laksh hanya menelan ludahnya.


Ragini tertawa geli.


Laksh berpikir, apa benar dia ini Ragininya? Ragini yg sama seperti dulu? Laksh merasakan jika Ragini yg sekarang sedikit berbeda. Penampilannya sangat modis dan modern, mungkin untuk menunjang kariernya juga. Namun benar! Ragini yg sekarang lebih berani menggodanya bukan seperti Ragini yg dulu yg masih lugu dan malu kepada Laksh.


Laksh terus berpikir mengenai perubahan sikap Ragini yg dulu dia kenal.


Ragini menepikan mobilnya di taman. Dia keluar dari mobilnya dan menghampiri Laksh, mengajaknya untuk keluar dengan mengetuk pelan kaca mobilnya.

__ADS_1


Laksh keluar dari mobilnya. Ragini menggandeng erat tangannya. Jika ditanya apa Laksh bahagia dengan sikap Ragini? Jawabannya sangat bahagia. Padahal dia membayangkan jika Ragini akan menolaknya dan mungkin mengusir Laksh dari hidupnya.


Laksh menatap gandengan tangannya dan Ragini. Dia hanya tersenyum. Ragini menghentikan langkahnya di sebuah kursi taman, dia mengajak Laksh untuk duduk berdua dengannya disana.


Ragini merebahkan kepalanya di bahu Laksh, dia memejamkan matanya. Laksh benar-benar terkejut dengan sikap Ragini.


"Lama sekali kau kembalinya Laksh" ucapnya pelan.


Laksh hanya terdiam.


"Apa kau tidak merindukanku?" tanyanya.


Mata Ragini masih terpejam, Laksh bingung harus menjawab seperti apa.


"Kau tega Laksh meninggalkan aku yg sangat membutuhkanmu, kau tega membiarkan aku seorang diri merawat anak kita" keluhnya.


Laksh benar-benar merasakan sakit di hatinya saat Ragini berkata seperti itu.


"Aku hampir mati saat melahirkan anakmu, tapi mungkin disana kau bersenang-senang dengan wanita lain, seperti apa yg kau lakukan dulu"


Laksh langsung menoleh, membuat Ragini mendongakkan kepalanya.


Laksh menaruh jari telunjuknya di depan bibir Ragini.


"Jangan berkata seperti itu, aku sudah berubah Ragini. Sungguh"


Ragini hanya tersenyum, dia merebahkan dirinya kepelukan Laksh. Laksh mengeratkan pelukannya. Dia memejamkan matanya meresapi apa yg dia rasakan kini. Setelah sekian lama dia akhirnya bisa memeluk wanita yg selama empat tahun mengusik pikirannya.


"Aku sangat mencintaimu, Ragini" ucap Laksh pelan.


Ragini hanya tersenyum dan mengeratkan pelukannya.


"Disana kau melakukan apa Laksh? Lama sekali kau balik kesini" tanya Ragini.


Ragini hanya mengangguk.


"Aku sangat merindukanmu, Laksh"


Laksh benar-benar tersentuh dengan kata-kata Ragini.


"Terimakasih Ragini" ucap Laksh pelan.


"Terimakasih untuk apa?"


"Terimakasih kau telah merawat putraku dengan sangat baik"


"Aku merawatnya karena aku sangat menyayanginya seperti dirimu Laksh, wajahnya mengingatkan aku padamu"


Laksh hanya tersenyum.


"Ragini, kenapa kau bekerja?"


"Aku harus mencukupi kebutuhan Satya, Laksh. Aku tak ingin dia kekurangan apapun"


Laksh benar-benar bangga dengan Ragini.


"Ragini" panggil Laksh pelan.


Ragini melepaskan pelukannya, dia menatap wajah Laksh.


"Bantu aku agar dekat dengan Satya"


Ragini hanya mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Ragini bangkit dia menarik lengan Laksh. Namun matanya tertuju saat dia melihat Laksh menggunakan gelang pemberiannya. Ragini tersenyum bahagia.


"Kau masih memakainya, Laksh?"


Laksh hanya tersenyum.


"Sebelum aku pergi ke London, aku selalu memakainya"


"Memang penyesalan selalu datang di akhir" goda Ragini.


Laksh hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Aku hanya bercanda Laksh, ayooo"


Ragini menarik tangan Laksh menuju mobilnya.


"Ragini berikan kunci mobilnya kepadaku, biar aku yg menyetir"


Ragini mengangguk dia memberikan kunci mobilnya kepada Laksh.


Laksh fokus menatap jalanan di depannya.


Ragini merebahkan kepalanya di dada bidang Laksh.


"Berjanjilah jika kau tak akan meninggalkan aku lagi, Laksh"


Laksh mengangguk.


"Aku berjanji"


Laksh menghentikan mobilnya saat mereka telah sampai di rumah Ragini.


Mereka turun dari mobil. Laksh ragu untuk masuk ke dalam namun tangan Ragini menggenggamnya.


"Ibuuuuuu" teriak Satya memeluk ibunya.


Ragini berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan anaknya.


Satya menatap bingung kepada Laksh.


"Ibu, siapa paman itu?"


"Sayang dia itu..."


"Ibu aku tak suka jika ibu dekat dengan pria lain, aku tak ingin mempunyai ayah baru, ayahku cuma ayah Rohit, bukan yg lain" teriak Satya.


Dia lalu pergi berlari meninggalkan Ragini dan Laksh masuk ke dalam kamarnya.


Ragini menatap Laksh bingung, Laksh hanya tersenyum kaku.


"Aku pamit pulang dulu yah" ucap Laksh sendu.


Ragini memegang lengan Laksh tapi Laksh menepisnya.


Laksh keluar dari rumah Ragini.


Airmata yg sedari tadi dia bendung akhirnya lolos terjatuh dari pelupuk matanya. Dia merasa amat sakit saat anak kandungnya sendiri menolak untuk menerima dirinya.


"Ternyata dia sangat egois dan keras sekali, persis sepertimu Laksh" ucapnya pada dirinya sendiri.


Next or Stop??


Please komwell ya 😄😄

__ADS_1


__ADS_2