LUKA

LUKA
Kesal Dengan David


__ADS_3

Tapi di saat dia mencabut diri yang ketika aku benar-benar kesakitan dan tidak bisa menahan mulutku lagi untuk menjerit dengan keras saat itu.


"Aaaatrkkkk....aaahh...." Teriakku sangat kencang saat itu.


Sampai membuat tuan Arsen langsung menatap ke arah wajahku.


"Apa sangat sakit ya?" Tanya tuan Arsen kepadaku dan aku langsung menganggukkan kepala membalasnya hingga dia pun mulai menenangkan aku.


"Tidak papa aku akan berusaha mencabutnya dengan lebih pelan, kau bisa meremas pundakku lebih kuat untuk menahan rasa sakitnya" balas tuan Arsen kepadaku dan aku hanya bisa mengangguk saja menjawab ucapannya saat itu.


Aku pun hanya bisa mengangguk dengan wajah menahan sakit dan mulut yang terus aku rekatkan tidak sanggup lagi mengeluarkan suara saking sakitnya saat itu, aku benar-benar tidak tahu lagi karena rasanya itu sangat menyakitkan dan disaat duri terakhir itu di cabut akhirnya David datang tepat waktu dia dengan cepat membawa obatnya dan segera mengobati aku dengan lembut dan baik seperti biasanya.


"Aahhh...Anna sini biar aku bantu kau mengobati lukamu, aku akan melakukannya dengan baik" ucap David sambil menarik tanganku yang terluka dari tangan tuan Arsen.


Sedangkan tuan Arsen sendiri langsung berdiri dengan cepat dan wajahnya masih saja terlihat datar aku terus merasa sangat kesakitan disaat David mengobati luka di tanganku terus menerus yang awalnya lembutndan hati-hati dia malah mengobatinya dengan cepat dan cukup seroboh sampai aku harus menahan sakit yang teramat sangat karena dia mengikat perbannya terlalu kuat saat itu.


"Aaahhh....David apa kau gila ya, cepat lepaskan ikatannya itu terlalu kuat....aahh..tanganku semakin sakit" ucapku meminta dia untuk segera memperbaiki ikatannya namun bukannya memperbaiki dengan cepat dia malah mengatakan bahwa itu akan baik-baik saja.


"Anna tenang saja nanti rasa sakitnya akan hilang dengan sendirinya aku sengaja membuatnya lebih kencang agar tidak mudah terlepas, perjalanan kita untuk sampai ke kota kan masih sangat jauh bagaimana jika nanti lukanya terlepas di perjalanan" ucap David yang enak sekali bicara seperti itu kepadaku.


Aku langsung saja membentak dia dengan keras karena dia sama sekali tidak merasakan sedikit pun menjadi tanganku yang merasa sangat sakit sekali ketika di ikat sekencang itu dan yang ada lukaku di dalam akan semakin tertekan bukannya sembuh nanti semakin membengkak.


"David kau memang benar-benar yah, ayo cepat lepaskan aku sangat sakit ini tidak baik untuk luka di tanganku jika kau mengikatnya terlalu kuat!" Bentakku kepadanya.


Dia tetap saja tidak mengerti sedikit pun sedangkan aku terus saja merasa sangat kesakitan dan hampir tidak bisa menahan rasa sakit di tanganku yang begitu terasa olehku.


Untungnya tuan Arsen langsung membantu aku melepaskan ikatan perban tersebut dan dia segera memperbaiki ikatannya dengan jauh lebih baik daripada apa yang dilakukan oleh David kepadaku sebelumnya.


"Minggir kau, apa kau ingin membuat tangannya semakin parah, bagaimana bisa kau malah mengikatnya dengan sekencang itu, apa kau tidak tahu cara mengurus luka?" Ucap tuan Arsen kepadanya.


Aku hanya menatapnya dengan tatapan yang sedikit bingung dan tidak menentu saat itu, memang David bisa dikatakan dia tidak akan mengetahui mengenai hal-hal seperti itu karena itu sangat bertolak bakang dengan pelajaran yang dia pelajari di tambah saat sekolah dia seorang bad boy yang menjadi idaman para wanita dia jarang masuk kelas tetapi selalu menjadi idaman karena jadi bermain sepakbola, basket dan olahraga lainnya hal itu juga yang membuat para wanita tergila-gila kepadanya.


Bentuk tubuhnya yang sangat bagus, wajahnya yang tampan dan tubuhnya yang tinggi sangat mendukung dirinya untuk menjadi idola di sekolah pada jamannya namun dia memang selalu memperlakukan aku seperti itu, terkadang aku merasa dia seperti menyukai aku tetapi setela aku lihat lagi dia juga baik kepada wanita lainnya dan ada banyak sekali wanita yang berkumpul di sekeliling dirinya sehingga aku sedikit merasa tidak enak untuk mendekati dia dan memilih untuk menjadi teman terus untuknya.


Meski dia saat itu pernah berjanji kepadaku bahwa dia akan menjadikan aku pacarnya suatu saat nanti tapi aku sendiri juga tidak pernah tahu kapan pastinya suatu saat nanti itu, namun bodohnya aku terus menunggu dengan menjadi sahabat dia selama bertahun-tahun lamanya, dan dia masih saja sama, menjadi sekedar teman dekat saja bak seperti seorang keluarga kepadaku dan dia sama sekali tidak pernah mengatakan kalimat cinta kepadaku sedikitpun sehingga aku juga tidak tahu harus bagaimana dalam menghadapinya sehingga untuk saat ini aku lebih memilih menjalaninya saat seperti ini karena aku sudah merasa puas dan selalu merasa puas setiap kali dia bersikap baik kepadaku dan aku tidak ingin membuat dia terus harus membantuku dalam hidupnya, tetapi memang terkadang dia sendiri yang mau membantuku walau tidak semua ucapan dari mulutnya itu bisa untuk di percaya olehku.


Tapi dia tetaplah orang yang aku sukai sejak lama bahkan sejak aku masih duduk di bangku SMP saat itu tapi sampai sekarang masih saja tidak ada perkembangan apapun diantara hubungan kami berdua.


Saat mendapatkan ucapan tersebut dari tuan Arsen, David langsung saja merasa bersalah kepadaku dan dia langsung meminta maaf saat itu juga padaku tentu aku tidak bisa menolak permintaan maaf darinya dan aku bisa langsung memaafkan kesalahan dia saat itu.


"Aahhh...maafkan aku Anna aku tidak tahu tentang hal itu, tapi aku sama sekali tidak bermaksud untuk membuat dirimu semakin menderita dengan luka itu, aku sungguh minta maaf kepadamu" ucap David sangat terlihat kesungguhan di matanya.


Aku tidak bisa berlama-lama kesal dengan orang yang aku sukai sehingga memaafkan dia begitu mudah untukku.


"Baiklah aku memaafkan mu tadi awa saja jika kau mengulanginya lagi" ucapku memberikan peringatan kepadanya.


Lalu tidak lama tuan Arsen tiba-tiba saja menarik tanganku dan hendak membawa aku pergi dari sana saat itu namun aku tidak bisa ikut dengannya karena David lagi dan lagi juga menahan tanganku sama kuatnya dengan tuan Arsen saat itu.


"Aahhh tuan kau mau membawaku kemana?" Tanyaku kepadanya saat itu.


"Tentu saja pulang, aku akan mengantarmu ayo cepat" balas tuan Arsen saat itu.


"Tunggu tuan biarkan dia pulang denganku saja, rumah kalian berjauhan dan berbeda arah sedangkan aku dengan Anna searah dan aku juga sahabatnya jadi biarkan aku saja yang mengantarnya pulang" ucap David menahan tangan tuan Arsen yang menarik tanganku saat itu.


Tuan Arsen terlihat sekali memasang wajah yang sangat kesal dan dia segera saja pergi dari tempat tersebut dengan cepat lalu pergi begitu saja sendiri meninggalkan aku dengan David begitu saja.


"Ohhh.. baiklah kalau begitu, aku akan pergi lebih dulu, hati-hati di jalan untuk kalian berdua" ucap tuan Arsen acuh sekali dan segera melepaskan genggaman tangan dia dari tanganku.

__ADS_1


"Kau pikir aku akan mempertahankan dirimu lagi, ahhh....ini sangat menyebalkan karena dia pasti akan memilih sahabatnya, lebih baik biarkan saja tidak ada urusannya denganku juga" batin tuan Arsen saat itu.


Saat bukan benar-benar tidak ingin mengantarkan pulang Anna tetapi tuan Arsen sudah malas jika harus berdebat lagi dengan David yang ada disana sebagai sahabat dari Anna yang sudah jelas mereka sudah lebih dekat dengan dia di bandingkan dirinya.


Entah kenapa aku sedikit merasa kecewa ketika melihat tuan Antoni seperti itu dan tidak mempertahankan aku sedikit pun seperti itu.


"Aahh..ada apa denganmu Anna apa kamu berharap dia bisa kamu, bukankah ada David, aahh aku benar-benar sangat eror saat ini" batinku terus saja berusaha untuk menormalkan pikiranku lagi dengan cepat.


Sampai pada akhirnya dengan cepat David langsung menggandeng tanganku dan dia membawa aku untuk pergi dari sana secepatnya, sampai ketika kami masuk ke dalam mobil milik David aku sudah tidak mihat keberadaan mobil tuan Arsen lagi di sekitar sana padahal aku masih ingat dengan jelas bahwa sebelumnya mobil milik tuan Arsen terparkir tidak jauh dari tempat David memarkirkan mobilnya saat itu.


Aku kesulitan untuk memakaikan sabuk pengaman karena tanganku yang terluka saat itu tetapi David sama sekali tidak peka dengan posisi dan keadaan dirinya yang tengah kesulitan saat itu, dia malah terlihat sibuk sendiri mengeluarkan mobilnya dari parkiran itu dan melajukan mobilnya begitu saja tanpa melihat ke arahku yang saat itu terus kesulitan sendiri memasang sabuk pengaman pada tubuhku.


"Eughhh....kenapa sulit sekali sih" gerutuku saat itu dengan sedikit kesal dan emosi karena nya.


Bukannya membantuku David justru malah menertawakan akunyang kesulitan untuk memasang sabuk pengaman tersebut saat itu.


"Ehh hahahah... Anna apa yang kau lakukan kenapa kau malah terlihat konyol seperti itu, cepat pakai sabuk pengamannya jangan malah memainkannya seperti itu saja" ucap David yang malah mengira aku tengah bermain-main saat itu.


Padahal saat itu aku sungguh tengah kesulitan sebab hanya menggunakan satu tangan untuk menariknya.


Niat awalku yang ingin meminta bantuan kepada dia untuk memasangkannya langsung saja aku mengurungkan niatku tersebut karena dia sudah lebih dulu menertawakan aku seperti itu dan aku sungguh kecewa terhadap dia yang tidak peka dalam situasi diriku saat itu.


Sehingga sepanjang jalan aku hanya diam dan terus memasang wajah yang cemberut sendiri menatap ke depan dengan perasaan kesal sekali di tambah tanganku yang terus saja terasa sakit berdenyut terus sedari tadi.


Rasanya saat itu aku ingin sekali segera sampai di rumah dan langsung beristirahat sambil menjauh dari David terlebih dulu karena hari ini dia cukup membuat aku banyak kecewa dengan dirinya.


Dia sama sekali tidak siaga dalam membantu aku dan tidak peka sama sekali kepada diriku, dia seperti terus saja mementingkan dirinya sendiri bahkan tidak membantu aku untuk membawakan koper saat itu, padahal di tahuntangankuntengah sakit sebab baru saja terluka saat itu namun masih tega membiarkan aku membawa koper itu seorang diri sampai memasukkan ke dalam begasi mobil miliknya barulah dia mau membantu aku saat itu.


Membantu aku di waktu seperti itu tentu saja itu sudah sangat telat karena walau tidak denganya pun aku bisa melakukannya sendiri karena sudah terlanjur aku yang membawanya sejak lama dan dia malah berjalan lebih dulu begitu saja.


Aku pikir itu bukanlah waktu yang tepat untuk mencari masalah ataupun menimbulkan masalah diantara aku dan dia karena saat itu aku dan David baru saja selesai bertengkar dan baru berdamai lagi secara tidak sengaja dan terus damai begitu saja.


Selama perjalanan aku hanya diam saja dan terus cemberut dengan kesal hingga tidak lama kemudian setelah berjam-jam lamanya di perjalanan kami pun sampai juga di kota dan aku langsung saja keluar dari mobil sambil dengan cepat membawa koperku sendiri dan melarang David untuk membantu aku disaat dia hendak membawakan koperku saat itu.


"Anna sini biar aku bantu kamu bawakan kopernya" ucap David kepadaku saat itu,


"Tidak perlu aku masih bisa melakukannya sendiri, terimakasih sebaiknya kau pulang saja ini sudah sangat larut kami tidak menerima tamu di jam semalam ini" ucapku kepada dia.


Aku langsung saja pergi dari sana dan masuk ke dalam restoran dengan cepat menutupnya kembali, aku juga mengintip David sampai melihatnya benar-benar pergi dari sana secepatnya saat itu, barulah aku bisa masuk ke kamarku dan melihat ibu yang sudah tertidur saat itu karena aku sampai di rumah sangat larut malam sekali.


Aku tidak bisa menyapa ibu jadi segera saja pergi ke kamar dan tidur dengan lelap karena sangat lelah sekali setelah melakukan banyak aktivitas di tempat syuting sebelumnya.


Belum lagi besok aku sudah harus mulai kerja dan aku juga masih harus memeriksa kondisi tanganku ke rumah sakit aku sungguh tidak bisa mempercayai pengobatan yang di lakukan oleh seorang David.


Dia selalu melakukan semuanya dengan asal-asalan makanya sulit untuk aku mempercayai dia dengan hal tersebut, aku juga takut tanganku akan meninggalkan bekas luka atau sembuhnya lama jika aku tidak mengobatinya dengan benar.


Sampai ke esokan paginya ibu ternyata sudah mengetahui bahwa aku pulang tadi malam sehingga saat aku bangun dia sudah siap memasak banyak sarapan untukku dan aku benar-benar kaget melihat ibu sudah memasak sepagi ini untuk menyiapkan sarapan bagiku sekaligus mengurusi cafe saat itu.


"Ya ampun ibu kenapa ibu malah memasak disini, bukankah ibu masih harus mengurusi cafe?" Tanganku kepadanya saat itu.


"Kau harus sarapan agar tanganku cepat sehat" ucap ibu tiba-tiba saja mengetahui tentang tanganku, aku tidak tahu darimana ibu bisa mengetahui semuanya sehingga aku langsung saja menanyakan hal tersebut kepadanya saat itu.


"Ehhh ..ibu darimana ibu tahu tentang tanganku aku kan belum memberitahunya sama sekali kepadamu?" tanyaku kepadanya dengan sangat heran sekali.


"Tentu saja David yang memberitahu ibu, dan kau sebaiknya harus berhati-hati jika melakukan pekerjaan apapun yang kamu jalani di luar sana, apa kamu mengerti?" Ucap ibu kepadaku.


Aku hanya tersenyum saja kepada ibu dan segera mengangguk menuruti ucapannya saat itu.

__ADS_1


"Euummm iya ibu, aku mengerti ini hanya sebuah kecelakaan yang tidak disangka aku terlalu melamun dan ceroboh saat itu makanya malam memegangi pohon mawar yang cukup besar dengan banyak dulu di tangkainya" balasku sambil sedikit menjelaskan masalah kejadian tersebut.


"Ibu mengerti tapi kamu harus tetap mengutamakan keselamatan dirimu, ingat itu" ucap ibu lagi yang memperingati aku tanpa henti.


Aku hany terus saja mengangguk kepadany dan mulai menikmati sarapanku pagi itu, hingga aku mulai berpamitan pergi dan mulai pergi ke rumah sakit lebih dulu saat itu sampai pihak rumah sakit mengatakan bahwa luka itu akan baik-baik saja dan tidak terlalu dalam sehingga aku merasa sangat senang ketika mendengarnya.


Setelah memeriksa tanganku aku segera pergi ke kantor tuan Arsen dengan cepat karena waktunya sudah tidak banyak lagi sedangkan aku harus memakai taxi atau bus saat itu dan sangat susah sekali mencari taxi yang kosong lewat di tempat tersebut sampai tidak lama kemudian aku bertemu dengan sekretaris Mey yang membawa mobil miliknya saat itu sehingga dia langsung berhenti dan menyapa aku ketika melihat aku berdiri di samping jalanan.


"Ehhh..Anna sedang apa kamu disini?" Tanya sekretaris Mey kepadaku,


"Sekretaris Mey kau datang tepat waktu, syukurlah.... Ayo kita cepat pergi ke kantor sekarang" ucapku kepadanya berniat hanya untuk bercanda saja tetapi ternyata dia memang orang yang peka sehingga dia langsung mengajak aku untuk masuk ke mobilnya dan pergi bersama dia dengan cepat menuju kantor tuan Arsen secepatnya


Dengan menaiki mobil sekretaris Mey tentu saja dia menjalankannya sangat kencang bahkan aku merasa dia akan membawa aku ke alam baka dengan taxi nya tersebut.


Namun untung saja justru hal tersebut membuat aku tidak kesiangan untuk sampai di perusahaan dan bisa sampai kesana bersama dengan sekretaris Mey dalam waktu yang tepat.


Hingga kami berdua langsung aja berpelukan karena berhasil mengejar waktu untuk mengisi absensi kerja pertama.


Aku terus masuk ke dalam ruanganku begitu juga dengan di temani sekretaris Mey dan dia juga langsung membantu aku membereskan beberapa berkas yang harus di urus, tidak lupa aku masih haru menciptakan sebuah menu baru yang bisa laku di pasaran dan kali bisa harganya menyesuaikan dengan tepat yang dimana kita tinggal saat itu.


Agar kita bisa menyesuaikan dengan target pasar yang akan kita buat sendiri saat itu.


Sekretaris Mey juga terlihat sangat bersemangat ketika membahas mengenai hal tersebut bahkan teman-teman lainnya yang mendengarkan saran juga ucapan dariku sebelumnya merasa kagum dan memuji aku saat itu.


Aku benar-benar merasa sedikit tersanjung oleh mereka dan segar saja menyuruh mereka untuk kembali pada tempat dan pekerjaan mereka masing-masing.


Sekretaris Mey juga mulai menjadwalkan masalah jadwal aku untuk memeriksa pekerjaan di departemen kreatif dalam pembuatan iklan kemarin sekaligus pembuatan jenis makanan menu baru yang baru saja di keluarkan oleh tim tersebut.


Aku juga sudah .erasa sangat penasaran dengan makanan seperti apa lagi yang sudah mereka ciptakan juga sangat penasaran dengan hasil iklah yang sudah aku buat kemarin, dan mungkin mereka masih dalam tahap pengeditan serta penyesuaian saat ini.


Aku sungguh tidak sabar menunggunya.


Hingga ketika aku tengah senggang dan merapihkan beberapa berkas di kantorku, tiba-tiba saja sekretaris Mey masuk dan meminta aku untuk menghadap tuan kepada tuan Arsen saat itu, jujur saja ini masih terlalu pagi untuk meeting atau membicarakan mengenai hal yang lainnya aku pikir dia akan sibuk di jam-jam seperti ini sehingga aku kebingungan dan penasaran saat sekretaris Mey datang menyuruh aku untuk menghadap tuan Arsen saat itu.


"Anna..kamu di panggil oleh tuan Arsen dan sebaiknya kamu segera pergi menemui dia secepatnya sebab dia mengatakan kepadaku bahwa kamu harus menemui dia dengan cepat saat ini juga, sepertinya memang ada hal penting yang akan dia bicarakan denganmu" ucap sekretaris Mey memberitahuku saat itu.


"Aahhh? Hal penting apa itu, aku rasanya semuanya sudah di atur dengan baik dan tidak ada kendala apapun selama ini?" Ucapku kepada sekretaris Mey.


"Kenapa kau menanyakannya kepadaku, mana aku tahu, sudah sana kamu pergi saja dulu kesana, biar aku yang akan melanjutkan dahulu pekerjaanmu ini" ucap sekretaris Mey yang sangat baik hati mau membantuku menyelesaikan pekerjaan saat itu.


"Aaahhhh..... sekretaris Mey terimakasih banyak, jangan lupa bereskan semuanya dengan rapih ya, aku akan segera kembali" balasku kepadanya.


Dan dia hanya membalasnya dengan anggukan sambil segera menyuruh aku untuk cepat pergi dari sana agar bisa menemui tuan Arsen secepatnya saat itu.


Entah kenapa dia juga terus menyuruh aku seperti itu seperti sebuah pemaksaan saja kepadaku kala itu.


Aku pun segera pergi dari sana untuk menemui tuan Arsen secepatnya tapi hatiku tidak bisa di bohongi karena saat itu aku sungguh merasa cemas dan tidak tenang untuk pergi ke ruangan tuan Arsen, aku takut dia akan menegur aku atau bahkan akan memarahi aku nantinya, padahal aku rasa aku sudah tidak melakukan kesalahan apapun dan sudah menyelesaikan semua tugasku dengan tepat waktu.


Sepanjang jalan menuju ruangan tuan Arsen aku terus saja berusaha memikirkan kira-kira kesalahan apa yang aku buat kepadanya sampai dia bisa memanggil aku ke kantornya di jam sibuk dan sepagi ini.


Hingga ketika sudah sampai di depan ruang kantornya segera aku mengetuk pintunya dan terdengar sahutan dari dalam mengijinkan aku untuk masuk, segera aku masuk dengan berjalan menunduk sambil terus saja memikirkan apa kesalahan aku kepada dia tanpa henti hingga ketika sudah menghadap kepada dia di depan wajahku aku langsung saja menanyakan secara langsung kepadanya.


"Selamat pagi tuan, ada apa anda memanggil saya kemari sepagi ini?" Tanyaku kepadanya saat itu.


"Aahhh tidak ada apapun, aku hanya ingin menanyakan apakah tanganku baik-baik saja dan apa kamu sudah memeriksakannya ke dokter?" Tanya tuan Arsen kepadaku membuat aku terperangah langsung saja membelalakkan mataku dengan sangat lebar saat itu juga.


"Hah?...a..apa...aahhhh...iya tanganku baik-baik saja tuan ini sudah sedikit membaik akumjuga sudah memeriksakannya ke dokter ahah...kau tidak perlu mencemaskannya" balasku kepadanya dengan sedikit gugup dan masih kaget tidak karuan.

__ADS_1


__ADS_2