LUKA

LUKA
Jangan Membenciku


__ADS_3

×LUKA×


PART 21


"Selamat pagi ibu, muacchhh" sapa Satya saat terbangun dari tidurnya. Dia langsung mencium lembut pipi Ragini, hingga membuat Ragini membuka matanya.


"Selamat pagi ayah, muaacchh"


Laksh juga langsung membuka matanya.


Ragini dan Laksh saling lirik dan tersenyum. satya menarik kedua tangan ayah dan ibunya itu.


"Ayah.. Ibu.. Ayoo bangun"


Ragini dan Laksh langsung duduk di ranjangnya.


"Iyah sayang" ucap mereka kompak.


Satya berlari dan turun dari ranjangnya.


"Kau mau kemana Satya? Jangan berlari, Nak" teriak Laksh.


"Aku mau mandi ayah, daaahhh" ucap Satya dengan melambaikan tangannya.


Ragini dan Laksh saling lirik, mereka tersenyum melihat kelakuan menggemaskan anak mereka.


"Dia nampaknya sangat mewarisi sifatmu, Laksh"


Laksh hanya tersenyum, dia ingin mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Ragini.


TOK.. TOK.. TOK..


"Laksh, bibi bilang kau harus secepatnya keluar dari kamar" teriak Arjit.


Laksh hanya medengus kesal, sedangkan Ragini dia menahan tawanya.


"Bersabarlah sayang, daaahhh" ucap Ragini dengan mencium pipi Laksh.


Ragini langsung berlari dan memasuki kamar mandi. Laksh mengelus pipinya.


"Ternyata ibu dan anak sama saja" ucapnya dengan tersenyum.


***


"Laksh.. Kakaknya Ragini meminta Ragini untuk ke rumahnya dan menemani Muktha karena dia akan dinas keluar kota selama seminggu"


Ragini hanya mendengarkan perkataan Anna.

__ADS_1


"Ibu kenapa tidak menyuruh Kak Yuvi yg mengantar kakak ipar untuk menginap saja disini, jangan menyuruh Ragini untuk berpisah denganku, bu. Seminggu itu sangat lama" protees Laksh.


Ragini hanya menahan senyumannya saat mendengar jawaban Laksh yg sedikit merengek.


"Ibu tidak tau. Kau telpon saja Yuvi"


Laksh langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Yuvi.


"Kakak, kau harus mengantar kakak ipar kesini. Ku mohon jangan memaksa aku untuk berpisah dari istriku"


"....."


"Iyah kak, aku tunggu. Bye"


Laksh tersenyum dengan sumringah.


"Bagaimana?" tanya Anna penasaran.


Laksh hanya tersenyum bangga.


"Sebentar lagi Kak Yuvi akan mengantar kakak ipar untuk menginap disini, boleh kan bu?"


Anna hanya mengangguk, sedangkan Ragini hanya menggelengkan kepalanya.


"Yeyyy, nanti Satya bisa bermain dengan adik Priya" teriak Satya senang.


Laksh melirik jam di tangannya.


Anna hanya tersenyum. Satya langsung menghampiri Laksh dan memeluk tubuh Laksh.


"Hati-hati berangkat kerjanya ayah, aku sangat merindukanmu" ucap Satya.


Ragini hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya.


"Eheeemm, kau lihat kan ibu seberapa sayang Satya kepada diriku, sedangkan istriku dia..."


Ragini langsung melangkahkan kakinya, Laksh berharap jika Ragini langsung menghampirinya dan memeluknya, namun Ragini hanya melengos menuju dapur. Anna hanya tersenyum dan menahan tawanya. Laksh hanya tersenyum. Dia melangkahkan kakinya untuk pergi. Laksh sesekali menoleh ke belakang sebelum dia menuju mobilnya.


"Kau mencari siapa Laksh?" tanya Arjit.


Laksh hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Saat Laksh ingin membuka pintu mobilnya, seseorang memanggilnya dengan sangat kencang.


"LAKSSHHHHH" teriaknya.


Ragini mengatur nafasnya, Laksh langsung berlari menghampiri Ragini.

__ADS_1


Sedangkan Arjit dia memilih untuk memasuki mobilnya lebih dulu.


Ragini memberikan kotak bekal untuk Laksh.


"Apa ini?" tanya Laksh bingung.


"Makan siang untuk suamiku tersayang"


Laksh langsung tersenyum bahagia.


Laksh memeluk erat tubuh Ragini.


"Terimakasih sayangku"


Laksh inging memajukan bibirnya untuk mencium Ragini namun tangan Ragini menahannya. Laksh hanya cemberut.


"Ada Arjit disana" ucap Ragini pelan.


Laksh langsung menoleh ke arah Arjit.


Laksh lalu mengecup kening Ragini.


Ragini memejamkan matanya.


"Aku pergi dulu, kau jaga dirimu dan Satya di rumah"


Ragini hanya mengangguk.


"Cepat pulang, karena aku tak kuat berjauhan denganmu dengan sangat lama"


Laksh hanya tersenyum dan mengangguk.


Dia melambaikan tangannya, Ragini membalasnya dengan tersenyum.


Di dalam mobil....


"Kau sangat mencintainya, Laksh?" tanya Arjit.


Laksh hanya mengangguk.


"Semoga setelah ingatan Ragini pulih, dia tidak membencimu"


Laksh langsung menoleh.


"Tidak Laksh bukan apa-apa, maaf aku hanya bercanda, tak usah kau tanggapi dengan serius"


Laksh hanya terdiam. Dia memikirkan perkataan Arjit yg terngiang di telinganya.

__ADS_1


'Aku harap kau tak akan pernah membenciku Ragini, saat kau nanti mengetahui semuanya' batin Laksh.


To be continued..


__ADS_2