LUKA

LUKA
Meeting Bersama


__ADS_3

Aku sangat kesal dan tidak bisa fokus untuk bekerja lagi, bagaimana bisa aku tenang disaat aku tahu bahwa orang yang aku cintai tengah di kejar oleh wanita lain dan itu adalah wanita yang selalu mengganggu pikiranku sejak dulu, dia kini kembali lagi mengganggu aku lagi, dan hadir di tengah-tengah kami lagi.


Seakan aku memang tidak di ijinkan oleh alam untuk bersatu dengan David padahal selama ini kami selalu bersama, saling menjaga dan menemani kemana-mana bahkan tidur satu kamar itu sudah menjadi hal yang biasa bagi kami, tetap kenapa begitu sulit untuk kami menjalin hubungan bersama, sepertinya memang itu sangat sulit untukku.


Aku pergi untuk mendinginkan kepalaku, pergi ke dapur karena malas untuk melihat wajah Gisel saat itu, saat aku baru saja menyeduh teh tiba-tiba saja aku bertemu dengan tuan Arsen yang saat itu berjalan melewati dapur tempat aku menyeduh teh dan dia menghentikan langkahnya menatap ke arahku sedangkan aku langsung saja memalingkan pandangan darinya.


Entah kenapa namun aku hanya tidak ingin dia melihatku dalam mood yang buruk seperti ini tapi nyatanya dia tetap melihatku dan dia memanggil namaku saat itu setelah meminta sekretaris Mey untuk pergi dari hadapannya.


"Anna...kemari kau" ucap tuan Arsen memanggil namaku.


"Astaga ..kenapa dia harus melihatku sih" gerutuku sangat kesal saat itu.


Karena dia sudah terlanjur melihatku, sehingga tidak ada alasan lain lagi untuk aku menghindarinya, aku pun segera berbysambil membawa teh di tanganku dengan sedikit bergetar karena merasa sedikit cemas dengan apa yang akan di katakan tuan Arsen kepadaku saat itu, sampai ketika aku sudah membungkuk dan memberikan hormat di hadapannya dia justru malah mengambil gelas teh yang aku bawa dan meneguknya sekaligus, lalu memberikannya kembali kepadaku dengan begitu santai.


"Eeehhh ...tuan itu" ucapku tertahan karena kaget melihat tuan Arsen meneguknya hingga habis begitu cepat.


"Apa? Ini hanya teh manis biasa bukan, ini aku kembalikan kau bisa membuatnya kembali, dan setelah selesai meminum teh mu datang ke ruanganku kau akan ikut meeting denganku" ucapnya begitu saja.


Kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan aku yang masih menatapnya dengan terperangah merasa sangat heran dengan tingkah yang dia lakukan barusan, aku baru saja selesai membuat teh tersebut tapi dengan cepat dia langsung menenguknya sehingga membuat aku harus membuatnya lagi.


Aku sudah tidak mood untuk membuatnya lagi sehingga aku hanya menaruh gelasnya dan segera pergi untuk menemui tuan Arsen di ruangannya saat itu juga.


"Tuan ada apa kau memanggilku kemari?" Tanyaku kepadanya secara langsung dengan wajah yang menahan kekesalan saat itu.


"Apa kau tidak mendengar ucapanku sebelumnya? Kau harus ikut meeting denganku limat menit lagi, jadi sebaiknya kau duduk disini dan tunggu sampai aku menyelesaikan beberapa hal dahulu" balasnya begitu saja.


Aku pun hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu dan segera saja aku duduk di sofa ruangannya tersebut sambil menunggu dia menyelesaikan urusannya itu, namun disaat aku baru saja duduk belum juga beberapa detik tuan Arsen sudah langsung memanggil namaku dan dia menyuruh aku untuk menyalin dokumen di laptop miliknya saat itu.


"Ehhh ..Anna..kemarilah bantu aku salin dokumen ini dan masuk ke dalam memorinya" ucap tuan Arsen memerintah.


Walau aku sangat kesal dan tengah memiliki mood yang sangat buruk aku tetap harus membantunya, segera aku menghampiri dia dan mulai hendak menyalin dokumen yang dia maksud tersebut.


"Tuan .... Bisakah kau pergi dahulu, bukannya kau meminta aku untuk menyalinnya kenapa anda masih duduk di kursimu?" Tanyaku kepadanya karena merasa heran sebab dia tidak pergi dari sana.


"Kenapa aku harus pergi menyalin dokumen tidak akan selama itu bukan? Ayo salin saja aku akan mundur sedikit dan memperhatikan bagaimana kau menyelesaikannya, siapa tahu saja kau tidak benar dan melakukan kesalahan" ucapnya seakan tidak mempercayai aku.


"Tuan ..jika kamu tidak mempercayai pekerjaanku sebaiknya anda meminta bantuan orang lain atau anda sendiri saja yang melakukannya tidak perlu meminta bantuanmu seperti ini" balasku kepadanya dengan wajah yang benar-benar tidak tahan lagi ingin marah saat itu kepadanya.


"Aku kan bosnya jika ada karyawan disini kenapa harus aku yang melakukannya dan tidak perlu meminta orang yang tidak ada disini jika kau saja bisa membantuku, ayo cepat salin saja" balas tuan Arsen lagi.


Dengan menghembuskan nafas yang kesal aku segera melihat komputernya tersebut dan mulai memegangi komputernya, aku sudah hampir selesai menyalin semua data dan dokumen yang dia minta, namun yang tidak aku sadari dia tiba-tiba saja mendekatiku dan menggeser kursi yang dia duduki ke depan hingga menabrak kakiku dan refleks aku terjatuh ke belakang namun dia menangkap ku hingga aku duduk pada pangkuannya saat itu, aku sangat kaget dan langsung membelalakkan mata dengan sangat lebar melihatnya yang terlihat begitu santai dan malah terus memegangi komputernya melanjutkan penyalinan dokumen yang belum selesai tersebut.


"Hah?.....tuan bisakah kau berhenti dulu, setidaknya berikan aku luang untuk bangkit" ucapku kepadanya saat itu,


"Biarkan seperti ini sebentar lagi pula tidak akan ada yang melihatnya ini sangat nanggung sekali untuk menyalin dokumennya" balas tuan Arsen kepadaku saat itu.

__ADS_1


Aku membelalakkan mata dengan sangat lebar saat itu, tidak bisa mengerti dengan apa yang ada di pikirannya kala itu, mengapa dia bisa mengatakan hal seperti itu dan dia dengan santai menyuruh aku untuk membiarkan kami berdua berada dalam posisi seperti itu, walau hanya beberapa saat tetapi tetap saja aku merasa sangat tidak nyaman dan gugup setengah mati karenanya.


"Ayo bangkit kenapa kau masih diam saja dan menatapku seperti itu, apa kau sangat nyaman duduk dalam pangkuanku?" Ucap tuan Arsen yang ternyata dia sudah selesai mengerjakan pekerjaannya.


Aku baru tersadarkan saat dia berbicara seperti itu karena sebelumnya aku terperangah mematung dan tidak bisa fokus dengan benar kareyterus menatap pada wajahnya, antara kesal dan gugup itulah yang aku rasakan, maka dari itu aku kehilangan fokusku sendiri.


Namun ketika tuan Arsen berbicara begitu dengan cepat aku langsung bangkit berdiri dan menjauh darinya agar tidak sampai terjadi lagi hal-hal seperti itu nantinya.


"Tolong jangan bicara sembarangan tuan, aku hanya sedikit kaget saja" balasku kepadanya dengan wajah yang tidak bisa di bohongi karena sialnya kedua pipiku memerah merona saat itu.


Tidak tahu bagaimana aku akan menjelaskan itu kepadanya aku hanya bisa berusaha untuk menyembunyikan wajahku darinya agar dia tidak mengetahui hal tersebut hingga sekretaris Mey tiba dan dia mulai mengatakan bahwa waktunya sudah tiba.


"Permisi tuan, mobilnya sudah siap dan ini sudah waktunya pergi menuju ke restoran yang sudah di sebutkan oleh klien sebelumnya" ucap sekretaris Mey memberikan informasi kepada tuan Arsen.


Dia juga menatap ke arahku dan terlihat dengan jelas bahwa sekretaris Mey mungkin saja mencurigaiku dan merasa heran karena aku berada di ruangan tuan Arsen saat itu, hingga tuan Arsen sendiri yang mulai mengajakku untuk pergi dari sana secepatnya.


"Ayo Anna...kau juga ikut, sekretaris Mey dia akan ikut bersama kita di meeting hari ini untuk meyakinkan klien bahwa kita benar-benar mempekerjakan sang juara ini" balas tuan Arsen saat itu.


Sekretaris Mey langsung saja mengangguk kepadanya dan dia berjalan di belakang tuan Arsen bersama denganku, sambil terus berbisik padaku ketika kami berada di dalam lift saat itu, dia sangat penasaran sekali dengan alasan kenapa aku bisa ikut untuk meeting hari ini, padahal aku sendiri juga tidak tahu apapun karena tuan Arsen yang memerintahkan itu semua begitu saja.


"Syuutt....Anna...kenapa kamu bisa ikut meeting di jadwalku tidak terdapat namamu, apa ini perintah dadakan lagi?" Tanya sekretaris Mey kepadaku yang langsung saja aku balas dengan anggukkan saat itu.


Sekretaris Mey langsung saja menatapku dengan wajah mengasihani sambil mengelus pundakku pelan beberapa saat, aku sudah tahu bahwa aku sangat menyedihkan dan terjebak dalam permasalahan yang sangat menyebalkan ini, tidak ada jalan keluar dan tidak tahu harus melakukan apapun lagi.


Hingga saat masuk ke dalam mobil sekretaris Mey malah dengan sengaja duduk di depan sehingga membuat aku mau tidak mau harus duduk di belakang dengan tuan Arsen saat itu karena ada supir yang mengemudi disana.


Aku sudah berniat untuk duduk di depan tapi sekretaris Mey malah menerobos begitu saja dengan cepat sehingga membuatku sedikit kaget melihatnya dan dia malah tersenyum menampakkan giginya kepadaku dan menyuruh aku untuk duduk di belakang dengan tuan Arsen sambil menutup pintu mobilnya segera.


"Eehhh ... sekretaris Mey kenapa kau malah disini?" Tanyaku padanya saat itu,


"Maafka aku Anna tapi aku tidak bisa duduk di samping tuan Arsen, kau saja yang bersamanya oke" balas sekretaris Mey tanpa dosa sedikit pun.


Padahal sebelumnya aku yang lebih dulu hendak masuk ke tempat itu tapi dia merebutnya dengan cepat bak seperti angin yang minta tanpa di ketahui saking cepatnya melintas dan masuk ke dalam sana dengan cepat.


Aku tidak bisa membiarkan itu tapi tidak ada cara lain ketika tuan Arsen sudah memanggilku saat itu untuk segera masuk ke dalam mobilnya.


"Anna apa yang kau lakukan masih berdiri di luar ayo cepat masuk!" Ucap tuan Arsen kepadaku saat itu.


Dengan cepat aku segera masuk dengan lesu, walau duduk bersampingan dengannya aku masih tetap membuat jarak dan duduk di paling pinggir menjauh darinya agar terasa lebih aman, dan aku terus saja tidak menatap ke arahnya, aku palingkan pandangan ke luar dan tida berani melirik sedikit pun kepadanya hingga sampai di restoran yang dia maksud aku segera ikut masuk dan melakukan perbincangan sedikit bersama salah satu klien baru kami begitu juga dengan tuan Arsen dan sekretaris Mey yang berada di sampingku saat itu.


Kami terus saja mengobrol dan membicarakan masalah persetujuan kontrak dan kerjasama diantara kami hingga akhirnya kami berhasil untuk mendapatkan dan memenangkan hati klien tersebut.


Aku sangat senang hingga tidak bisa berhenti untuk terus tersenyum sampai klien itu pergi dari sana aku terus merasa sangat senang dengan sekretaris Mey dan terus saling memegang tangan dengan erat, dan tanpa sadar aku justru tersenyum lebar kepada tuan Arsen sambil memegangi tangannya dengan sangat erat saat itu.


Sampai sekretaris Mey berdehem menyadarkan aku secepatnya.

__ADS_1


"Tuan ....aku berhasil, kita berhasil memenangkannya aahh itu bagus bukan ini pertama kalinya untukku meeting dengan klien seperti itu dan aku berhasil horeee" ucapku sangat senang sampai lupa diri.


"Ekmm....ekmm.." suara sekretaris Mey yang menyadarkan aku karena dia terus memberikan isyarat tangan menunjuk pada tangan tua Arsen yang saat itu aku genggam dengan sangat erat.


Saat aku mengetahuinya langsung saja aku melepaskan lengan tuan Arsen secepatnya dan meminta maaf kepadanya karena sudah bersikap lancang padanya seperti itu di depan umum termasuk ada sekretaris Mey juga disana.


"AA..ohh...maafkan aku tuan, aku sungguh tidak bermaksud seperti itu, tadi aku....aku hanya terlalu senang jadi sedikit lupa diri maafkan aku tuan" ucapku sambil terus membungkuk kepadanya dan merasa cukup malu,


"CK ... Kau minta maaf juga percuma, kau sudah memegang tanganku dan membuat aku malu karena tingkahmu itu, aishh... sudahlah sekretaris Mey ayo duduk dan pesanlah makanan kita sekalian makan siang disini saja" balas tuan Arsen dengan wajahnya yang terlihat dingin juga datar.


"Baik tuan" balas sekretaris Mey sambil menarik tanganku dan mengajakku untuk segera duduk dan mulai memesan makanan secepatnya sebelum tuan Arsen berusaha pikiran.


Namun ada satu hal yang mengganggu pikiranku saat itu, sikap tuan Arsen yang terasa cukup berbeda ketika ada orang lain dengan ketika hanya ada kami berdua, itu terlalu jelas aku rasakan namun aku juga belum bisa menyimpulkan apapun, aku takut jika semua itu hanya perasaanku saja, jadi aku tidak terlalu mencaritahunya.


Aku pun memesan makanan saat itu, namun yang tidak aku sangka rupanya David juga tengah di restoran tersebut saat itu dan dia terlihat bersama dengan sekretarisnya yang berpakaian cukup seksi, dia datang menyapaku dan langsung saja bergabung dalam meja kami saat itu juga.


"Eehh...Anna.. rupanya kau juga ada disini ya, boleh aku gabung denganmu?" Tanya David menyapaku dan meminta untuk bergabung saat itu.


Sebenarnya aku sangat tidak ingin melihat wajahnya saat itu tetapi sebelum aku sempat menolaknya dia sudah lebih dulu langsung saja duduk bersama sekretarisnya tersebut dan aku rasa sekretaris dia yang sekarang adalah sekretaris yang baru karena yang sebelumnya bukan dia dan aku mengenal sekretaris David yang sebelumnya.


"Aahh...tentu saja boleh bukan, sekretaris Lisa ayo duduk aku bantu kau menarikkan kursinya" ucap David yang menarikkan kursi untuk sekretarisnya sendiri di hadapan aku, tuan Arsen juga sekretaris Mey saat itu.


Melihat itu aku benar-benar sangat kesal dan tidak bisa membohongi ekspresi di wajahku sendiri ketika melihatnya terlihat begitu dekat dengan hampir setiap wanita yang pernah aku temui ketika bersama dengannya, bahkan dia juga memesankan makanan untuknya.


"Anna ...oh iya, perkenalkan ini sekretaris Lisa dia sekretaris baruku baru bekerja denganku satu Minggu" ucapnya memperkenalkan sekretarisnya padaku.


Aku tetap harus memasang wajah ramah kepada sekretarisnya itu meski aku sangat benci dan bergejolak dengan api kekesalan di dalam tubuhku sendiri saat itu.


"Aahh ...iya aku Anna....senang bertemu denganmu sekretaris Lisa" balasku menerima uluran tangan darinya sambil tersenyum lebar dan aku juga memperkenalkan sekretaris Mey juga tuan Arsen kepada dia sekaligus.


"David...dan sekretaris Lisa kenalkan juga, ini sekretaris Mey dia orang yang selalu membantuku dan sangat baik, dan satu lagi ini adalah bos kesayanganku yang tidak kalah baik padaku, dia tuan Arsen pemilik dari perusahaan Food terbesar saat ini" ucapku memperkenalkan nya kepada David secara sengaja.


Tuan Arsen yang mendengar Anna memperkenalkan dia dengan memuji dirinya sebagai bos yang di sayangi olehnya tentu saja dia terlihat menampakkan sedikit senyum kecil dalam beberapa detik saja.


Aku ingin melihat apakah dia akan kesal sama dengan apa yang aku rasakan ketika aku memperkenalkan tuan Arsen dengan cara seperti itu atau tidak namun nyatanya dia juga terlihat menatapku tajam dan terlihat cukup kesal.


Bahkan dia menendang kakiku di bawah meja saat itu, tapi aku tidak perduli karena dia juga membuat aku kesal saat itu.


"Apa yang Anna katakan? Kenapa dia memperkenalkan lagi si sialan Arsen ini kepadaku, terlebih dengan cara seperti itu?" Batin David saat itu,


Kami terus saling tatap dengan tajam saat itu hingga pelayan yang menyajikan pesanan kami tidak dan langsung saja aku memalingkan pandangan darinya dan berpura-pura sibuk menyambut makanan yang datang.


"Ohh...ya tuan David siapa wanita ini kelihatannya kalian sangat dekat, apa dia kekasihmu?" Tanya wanita seksi itu.


Aku sangat berharap David akan mengatakan bahwa aku pacarnya, atau pun hal lainnya yang istimewa, agar tidak ada orang yang berani mendekatinya lagi, aku menatap penuh harapan kepadanya namun dia justru menjawabnya dengan sangat santai.

__ADS_1


"Aaa?....tidak...tidak...dia bukan kekasihku dia hanya temanku saja, teman kecilku jadi kami terlihat dekat, ayo makan ini" ucap David membalasnya sangat santai dan hanya mengatakan aku teman kecilnya.


Dia juga malah memberikan lauk pada piring sekretarisnya tersebut seakan dia dan wanita bernama Lisa adalah pasangan saat itu.


__ADS_2