LUKA

LUKA
Mengungkapkan Perasaan


__ADS_3

Namun setelah berhasil mengeluarkan mobilnya dari sana bukannya pergi tuan Arsen justru kembali keluar dari mobilnya dan dia menghampiri aku lagi saat itu, tentu saja aku menatap dengan heran dan mengerutkan kedua alisku kepadanya, karena aku pikir dia untuk apa lagi dia kembali keluar dari mobilnya karena ini sudah cukup malam dan tidak mungkin juga jika dia akan terus berada disini.


"Tuan kenapa kau kembali lagi, apa ada sesuatu yang kau lupakan?" Tanyaku kepadanya saat itu.


"Iya...aku lupa jika disini masih ada manusia itu, jadi aku memutuskan untuk tidak meninggalkanmu, selama dia juga masih ada disini." Ucap tuan Arsen membuat aku langsung saja terperangah menatap kepadanya saat itu.


"Hah? Tuan apa kamu tidak salah bicara, dia ini David dia sahabatku sudah biasa dia selalu datang kapanpun kemari dan mungkin dia juga akan menginap di restoran, dia sering seperti itu, tapi kau?..." Ucapku sambil menatap ke arahnya dengan kebingungan.


"Apa? Jika dia ingin menginap dan tinggal sepanjang malam disini, maka aku juga tidak akan pergi, dan kau tidak bisa mengubah keputusanku!" Balas tuan Arsen yang sangat keras kepala.


Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana menghadapinya namun saat itu aku hanya bisa mengandalkan David walau dia terlihat sangat kesal dan terus menatap menahan emosi kepada tuan Arsen, aku segera menghampiri dia secepatnya dan menanyakan apa urusannya datang ke restoran semalam ini.


"David sudahlah biarkan tuan Arsen duduk disana, sekarang aku ingin bertanya padamu, ada apa kau datang kemari semalam ini, dan jika kau mau menginap, aku rasa kau tidak tidak bisa melakukan itu." Ucapku kepadanya.


"Iya Anna aku mengerti, tapi aku kesini bukan untuk hal itu, melainkan ada hal yang sangat penting yang harus aku bicarakan saat ini kepadamu, aku ingin menanyakannya hari ini juga dan ada yang ingin aku utarakan kepadamu juga," ucap David dengan tatapan matanya yang cukup tajam dan begitu lekat kepadaku saat itu.


Aku sendiri tidak tahu mengapa dia menatapku dengan tatapan seperti itu, karena jelas sekali sebelumnya dia tidak pernah serius ini saat bicara kepadaku jadi aku pun segera menanyakannya lagi dengan begitu penasaran.


"Ada apa David, ayo katakan saja?" Balasku padanya.


"Anna...apa kau yakin aku harus mengatakannya dihadapan orang itu?" Balas David sambil menatap ke arah tuan Arsen yang terus saja menatap ke arah kami berdua dengan tatapan sangat tajam.


Aku menaikkan kedua alisku dengan heran, tapi saat itu aku mengerti dengan apa yang dimaksud oleh David sehingga aku menyuruhnya menunggu sebentar dan segera saja aku berbicara dengan tuan Arsen saat itu.


"Baiklah kau tunggu sebentar, biar aku bicara kepadanya," balasku pada David sambil segera pergi menghampiri tuan Arsen yang duduk di depan restoran saat itu.


Saat aku baru saja sampai di hadapannya tuan Arsen sudah menanyakan aku lebih dulu, seakan dia sudah mengetahui apa niatku mendatanginya saat itu.


"Mau apa kau kemari? Jika kau mau mengusirku, aku tidak akan pergi!" Ucap tuan Arsen lebih dulu.


"Bukan itu tuan, hanya saja sepertinya David ingin membicarakan hal yang sangat penting padaku, dan aku ingin berbicara dengannya di dalam aku pikir bisakah kau tetap di luar menunggu sampai David selesai bicara denganku?" Ucapku menjelaskan padanya.


Tuan Arsen langsung saja tidak setuju dengan hal itu dan dia langsung masuk ke dalam lebih dulu secepatnya, saking tidak inginnya aku tinggal di luar untuk bicara dan memberikan sedikit ruang bagi aku dan David bicara berdua saja.


"Tidak...tentu saja itu tidak bisa, aku juga harus masuk, aku akan melihat kalian di pojokan, kau bisa bicara di ujung lain." Balas tuan Arsen yang sudah tidak bisa dirubah lagi.

__ADS_1


Aku hanya bisa menggerutu dengan keheranan sendiri, benar-benar tidak mengerti dengan dia, dan semua tingkah aneh yang tuan Arsen perlihatkan kepadaku hari ini, entah kenapa aku merasa tuan Arsen seperti mengalami perubahan dari sikapnya yang sebelumnya. Apalagi dengan sikap dia yang pertama kali bertemu denganku dalam ajang pencarian lomba sebelumnya, jadi pantas saja saat ini aku merasa sangat heran dan kebingungan sendiri dalam menghadapinya saat itu.


Alhasil karena aku sudah tidak bisa melawan dan menggugat keputusan dari tuan Arsen, aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu sambil kembali berjalan menghampiri David lagi saat itu.


"Bagaimana?" Tanya dia kepadaku dan langsung saja aku menggelengkan kepala kepadanya cukup cepat saat itu.


Langsung saja David menghembuskan nafas kesal bahkan dia sampai berdecak kesal menatap ke arahku sambil terus saja merutuki tuan Arsen dengan keras dan kacau.


"Aishhh...sialan, dia benar-benar sangat menjengkelkan, bagaimana bisa dia malah membuat kau harus terus berada di bawah tekanannya, aku tidak bisa membiarkan ini terus terjadi, Anna ayo keluar dari kantornya kau bekerja saja padaku, aku janji akan memberikan semuanya kepadamu, aku akan memperlakukan kamu dengan sangat baik dan istimewa, dibandingkan dengan karyawan lainnya, kau juga bisa memilih sendiri pekerjaan mana yang ingin kau lakukan, aku bisa memberikan yang lebih baik daripada dia, kau mau apa, mau gajih yang besar atau kedudukan yang tinggi, aku akan memberikannya padamu, kapan saja kau mau." Ucap David sambil memegangi kedua pundakku saat itu.


Mendengar dia berbicara seakan aku seperti wanita matre yang hanya mementingkan hal seperti itu, rasanya aku sedikit kesal kepadanya aku benar-benar merasa kesal dengan cara bicara dia yang menawarkan semua itu kepadaku, tapi mengingat dia adalah sahabatku sejak kecil, aku pun segera menurunkan tangannya yang memegangi kedua pundakku dengan erat saat itu dan menjelaskan dengan cara yang halus dan tegas terhadapnya.


"David....aku bukan menginginkan semua itu, bukan gaji yang tinggi, bukan juga kedudukan yang nyaman, aku hanya ingin bekerja sesuai skill yang aku miliki, perusahaanmu tidak memiliki itu dan aku tidak cocok bekerja disana, harusnya kau mengerti maksudku ini. David, aku juga sudah mengatakan semuanya kepadamu sejak lama, jadi tolong jangan terus berpikir yang aneh seperti itu, aku benar-benar merasa kau sudah sangat berubah banyak, kau tidak seperti David kecilku lagi." Ucapku kepadanya sambil hendak pergi darinya saat itu juga.


Namun sayangnya disaat aku sudah melangkahkan kaki hendak pergi meninggalkannya, dengan cepat David kembali menarik tanganku dan dia menahan aku saat itu.


"Tunggu Anna...tolong jangan pergi dengarkan sekali saja ungkapan perasaanku, ini sangat penting untukku, Anna tolong beri aku sedikit waktu saja," ucapnya padaku.


Aku terpaksa kembali membalikkan badanku dan kembali berhadapan dengannya lagi, aku menatap ke arahnya dengan tatapan yang sudah kesal saat ini namun sayangnya aku juga tidak bisa meninggalkan dia begitu saja.


"Aku ingin tanya padamu dan tolong jawab dengan jujur, apakah kau benar-benar sudah berpacaran dengan tuan Arsen?" Tanya dia dengan wajah yang begitu lekat menatapku.


Aku bingung bagaimana cara mengatakannya kepada dia, sebenarnya saat itu aku ingin berkata bahwa aku benar-benar berpacaran dengan tuan Arsen karena aku tidak ingin memiliki harapan lagi pada David, namun aku tidak bisa membohonginya dan membohongi diriku sendiri bahwa pada kenyataannya, aku sangat mengharapkan David, aku masih ingin dia berada di sampingku.


"Tidak....aku tidak berpacaran dengan tuan Arsen, sebelumnya itu hanya kesalahpahaman saja," balasku yang pada akhirnya mengatakan yang sebenarnya.


Lalu David langsung saja mengubah ekspresi di wajahnya dia langsung terlihat begitu ceria dan tersenyum lebar ke arahku, entah kenapa bodohnya aku malah merasa senang jika melihat David tersenyum seperti itu kepada sampai tiba-tiba saja dia memegangi kedua tanganku dan mengusapnya lembut.


Aku membuka mataku cukup lebar dan merasa kebingungan dengan apa yang akan dia lakukan padaku saat ini.


"David apa yang kau lakukan, lepaskan tanganku, kau mau apa?" Ucapku bertanya-tanya penuh dengan keheranan saat itu.


Namun David tetap menggenggam kedua tanganku dengan erat dan dia malah menyuruh aku untuk menatap ke arahnya dengan lebih lekat lagi, aku juga tidak bisa terus berontak seperti itu padanya jadi aku menuruti ucapan dari dia untuk menatap wajahnya.


"Anna..tatap wajahku, ayo lihat kesini Anna, aku ingin bicara serius deganmu," ucap David yang tidak bisa aku tolak lagi saat itu.

__ADS_1


Perlahan aku pun mulai mengangkat kepalaku dan menatapnya dengan perlahan, aku mulai kembali luluh lagi disaat harus mihat David dan sorot matanya itu kepadaku, aku terus merasa ingin memilikinya namun disatu sisi aku sendiri merasakan bayangan menyakitkan dimana setiap kali David selalu meninggalkan aku dan dia selalu memilih wanita lain entah itu Gisel ataupun wanita yang sering berganti-ganti yang aku temui dengan tidak dengan bersamanya.


"Anna...aku akan mengutarakan janjiku, aku ingin menunaikan semua janji yang pernah terhambat selama ini, aku menyukaimu Anna, aku sangat menyukaimu, sejak kita kecil, saat remaja bahkan sampai saat ini, aku masih sangat menyayangimu, maukah kamu menjadi pacarku sekarang?" Ungkap David padaku saat itu.


Aku benar-benar kaget mendengar penuturan kata dari David yang tiba-tiba saja mengungkapkan perasaannya kepadaku di waktu yang tidak tepat seperti ini, aku sangat ingin menerima pernyataan cinta darinya, aku sudah merasa sangat senang ketika mendengar ungkapan kata dari David saat ini.


Namun tidak sengaja aku melirik ke samping dimana ada tuan Arsen yang menatap tajam dan sangat dingin kepadaku saat itu, entah kenapa melihat dia dengan raut wajah begitu aku merasa takut sehingga refleks aku kembali berpikir lagi ketika hendak menerima ungkapan perasaan dari David saat itu.


"Maafkan aku David aku tidak bisa menerimamu, aku minta maaf." Balasku kepadanya saat itu juga sambil menunduk dengan lesu dan sedih.


"Kenapa Anna...kenapa kau menolakku, bukankah dulu kau bilang bahwa kau juga menyukai aku, bukankah kau bilang akan menungguku? Kenapa sekarang kau berubah?" Tanya David sambil terus menatap panik penuh kecemasan kepadaku.


Aku tahu dia mungkin kecewa saat mendengar jawab dariku, aku tahu dia mungkin akan menganggap aku tidak menepati janjinya, atau akhi berpaling dari dia, tetapi nyatanya aku tetap tidak bisa menerima dia lagi, setelah apa yang sudah dia lakukan selama ini kepadaku, dia selalu tidak bisa berubah dan sulit untuk aku mengimbanginya.


"David....aku masih menyukaimu dan aku masih sangat menyayangimu, seharusnya kau tanyakan kembali pada dirimu sendiri, apa kamu masih benar-benar mencintai aku atau tidak, karena aku rasa, kau selalu memperlakukan semua wanita sama, tidak ada wanita yang istimewa bagimu, itu yang membuatku ragu selama ini David." Balasku kepadanya.


"Anna..kau istimewa bagiku, aku selalu ada di sampingmu, aku selalu membantumu dan aku selalu ada untukmu, apa maksudmu aku seperti itu?" Balas David terlihat meninggikan suaranya.


"Tidak David kau juga memperlakukan sekretarismu dengan sangat baik, kau mengantarkan dia pulang, kau membantunya makan dan kau juga selalu ada untuk Gisel, sebaliknya kau selalu menggagalkan semua rencana untukku, kau bilang akan mengantarku, tapi kau melupakannya dan kau tidak datang, kau bilang ingin menjemput ku tapi kau malah dengan Gisel, itu tidak terjadi sekali saja tapi berkali-kali, kau bahkan memberikan minuman dari tuan David untukku kepada sekretarismu, kau tidak menyukai aku David!" Balasku dengan tegas kepadanya sambil menghempaskan tanganku dan pergi meninggalkan dia.


Aku segera masuk ke dalam restoran dengan menahan tangisan di mataku saat itu dan David juga langsung mengejar aku dengan kencang dia hendak menarik tanganku namun tuan Arsen dengan cepat menahan tangannya lalu menyuruh David untuk pergi dari sana.


"Kau? Lepaskan tanganku dan jangan ikut campur pada urusanku dengan Anna!" Ucap David pada tuan Arsen saat itu.


"Dia karyawanku dan dia orang yang sangat penting bagiku, tentu aku akan ikut campur jika kau berusaha untuk mempermainkannya lagi dan lagi, jadi sebaiknya kau pergi dari sini atau aku akan yang akan menyeretmu dengan kasar dari sini." Balas tuan Arsen dengan tatapannya yang sangat mendominasi.


David langsung menghempaskan tangan tuan Arsen yang menahan tangannya da dia terpaksa harus pergi dari sana sebab dia pikir selama masih ada tuan Arsen maka dia tidak bisa untuk bicara dengan tenang pada Anna dan ini akan semakin sulit baginya.


"Tidak ada gunanya berdebat dengan manusia sepertimu, Anna akan tetap menjadi milikmu, dulu, sekarang ataupun nanti dan seterusnya!" ucapan terakhir dari David pada tuan Arsen sebelum dia pergi.


"Jangan terlalu percaya diri, karena sainganmu sekarang adalah aku!" balas tuan Arsen sambil tersenyum kecil melambaikan tangan pada David.


Sedangkan aku yang mihat David menyerah begitu saja untuk menghampiriku, hal itu membuat aku semakin yakin untuk tidak menerima dia lagi, saat ini ataupun suatu saat nanti, dia memang tidak sungguh-sungguh dalam menjalin hubungan denganku.


"Dia bahkan kalah hanya dengan tuan Arsen, padahal dia selalu mengejarku biasanya, dia memang keliru pada perasaannya sendiri, hiks...hiks..kenapa aku menangisi dia? Aahhh sial, aku cengeng sekali." Gerutuku yang tetap saja mengeluarkan air mata saat itu.

__ADS_1


__ADS_2