LUKA

LUKA
Informasi Dari Sekretaris Mey


__ADS_3

Sebenarnya saat itu bukannya aku tidak senang justru aku sangat senang mendengarnya karena memang sejak awal yang aku inginkan adalah sekretaris Mey yang bisa mendampingi aku, karena dia sudah cukup dekat denganku sedangkan aku sulit sekali untuk memulai apapun dengan orang yang baru, termasuk dalam membuat sebuah pertemanan baru di usiaku yang sudah tidak muda lagi.


Aku sudah harus menjadi calon istri orang lain di usiaku yang saat ini, namun pria yang aku harapkan dan pria yang selalu aku tunggu pernyataan cintanya selama ini justru malah mengecewakan aku dengan begitu mudahnya, dia mengkhianati aku dengan tanku sendiri dan bahkan melakukan hal di luar batas di belakang aku tanpa aku ketahui.


Pantas saja selama ini mereka terlihat sangat dekat satu sama lain bahkan David sering kali mengabaikan pesan atau panggilan dariku.


Padahal awalnya aku pikir dia masih merajuk padaku atau tengah sibuk seperti biasanya saja karena sebelumnya aku dan David memang sudah saling bertengkar semenjak dia mengungkapkan perasaannya kepadaku dan aku tetap menolak untuk menerimanya, karena memang aku merasa semuanya sudah sangat terlambat sekali sekarang, dan perlahan aku juga sudah tidak mencintai David lagi.


Bahkan saat ini aku tidak ingin untukmu bertemu dengannya mendengar namanya, menyebutkan namanya lagi dan aku sangat tidak ingin tahu apapun tentangnya termasuk dia yang tidak akan pernah aku berikan akses untuk mengetahui sedikit pun tentang kehidupanku mulai sekarang.


Aku juga sudah memblokir nomor ponselnya menghapus pertemanan dengan dia di media sosial dan menjauhkan diri dari orang seperti dia secepatnya, karena aku sama sekali tidak ingin jatuh dan merasakan rasa sakit yang sama lagi untuk kesekian kalinya.


Bahkan disaat sekretaris Mey bicara denganku dan terus bertanya aku sudah kembali setengah sadar dan tidak saat itu sampai membuat sekretaris Mey harus menggebrak meja dengan sedikit keras untuk menyadarkan aku dari lamunan panjang yang aku buat sendiri, tentang mentalku, sikap orang-orang di sekitar aku dan terus memikirkan cara agar aku bisa secepatnya keluar dari permasalahan yang rumit ini secepatnya.


Entah karena mati atau pun karena hal lainnya, sebab aku sudah sangat muat untuk menghadapi dunia yang meras ini, namun di setiap kali aku hendak menyerah aku selalu teringat tentang seseorang yang duduk di jalanan dan meminta sumbangan, tentang banyak ya orang yang mungkin jauh lebih sudah dan memiliki beban hidup yang jauh lebih berat dibandingkan beban hidup milikku.


Sehingga rasa penuh tanggung jawab dan semangat di dalam diriku bisa kembali berkobar dan aku selalu kembali mengurungkan niat untuk mengakhiri semuanya, dan kembali berjuang dengan sekuat dan semampu yang aku bisa saat ini.


"Brak!" Suara gebrakan meja yang cukup kuat saat itu.

__ADS_1


"Anna..Anna....bangun, hei Anna ada apa denganmu, Anna bangun!" Ucap sekretaris Mey kepadaku saat itu.


Baru saja aku tersadar saat itu setelah sekretaris Mey sudah memanggil namaku beberapa kali dan aku mulai menatap ke arahnya dengan wajah yang baru saja tersadar.


"AA..aaahhh...iya ada apa sekretaris Mey?" Tanyaku kepadanya yang membuat sekretaris Mey menggelengkan kepala pelan dan dia memegangi kepalanya sendiri saat itu.


Aku tahu mungkin saja sekretaris Mey tidak habis pikir dengan aku saat itu dan aku hanya bisa tersenyum kecil kepadanya saja menanggapi ucapannya itu lalu sekretaris Mey kembali mau berbicara lagi kepadaku setelah beberapa saat dia terlihat kesal dan jengkel padaku saat itu, dan aku memahaminya.


"Huuuhh.... Oke, aku akan memberitahu kamu sekali lagi, tapi ingat! Kau harus mendengarkan aku, jika tidak aku tidak akan mau bicara lagi kepadamu," ucap sekretaris Mey kepadaku sambil menatap dengan sorot mata yang tajam saat itu.


"Ehehe...iya ..iya maafkan aku oke, aku akan mendengarkan kamu sekarang, ayo bicara saja aku benar-benar akan mendengarkan kamu kok," balasku kepadanya sambil tersenyum dan mulai menatap dia dengan lekat sekarang ini.


"Begini tua Arsen meminta agar kau hadir dalam acara rapat beberapa menit lagi, dan kau benar-benar harus hadir katanya kau akan menjadi bintang iklan lagi untuk produk kedua yang akan dia keluarkan saat ini," balas dia menjelaskan kepadaku.


Aku cukup kaget ketika mendengarnya dan langsung saja membelalakkan mataku kepadanya saat itu.


"Ohh..begitu ya sudah aku akan bersiap-siap dahulu," balasku kepadanya dan sekretaris Mey malah menahan tanganku lagi.


Padahal saat itu aku sudah bangkit dan hendak pergi untuk mempersiapkan diriku sendiri namun malah ditahan oleh ya membuat aku kembali menghentikan langkah dan segera menoleh lagi padanya.

__ADS_1


"Ada apa lagi sekretaris Mey kau terus saja menahan aku." Ucapku kepadanya dengan sedikit kesal karena dia terus saja menghentikan aku saat itu.


"Anna kamu harus fokus saat rapat nanti dan aku tahu kamu sebenarnya menyembunyikan sesuatu dariku bukan? Aku menghargai privasimu jika kamu memang tidak ingin menceritakannya kepadaku, tapi kamu harus mengusir masalahmu dahulu jika sedang dalam pekerjaan nanti, atau kamu tahu sendiri bagaimana tuan Arsen itu," ucap sekretaris Mey yang rupanya hanya memberitahukan aku masalah hal tersebut.


Aku tidak pernah mengerti dan tidak terbayangkan ternyata malah sekretaris Mey yang mencemaskan aku dan sangat memperdulikan aku, meski saat itu aku sendiri sama sekali tidak menanyakan kepada dia dengan teliti tetapi malah dia yang memberitahuku semuanya tanpa harus aku menanyakan lebih dulu atau tanpa aku harus meminta kepadanya seperti yang biasa dilakukan oleh orang kebanyakan.


Aku benar-benar sangat berterima kasih atas apa yang sudah mau dia beritahukan kepadaku saat ini, karena aku paham betul bahwa hal tersebut menandakan bahwa dia memang memperdulikan aku secara nyata bukan hanya dalam kata-kata manis biasa saja, dan aku sudah merasakan semua kebaikan dari sekretaris Mey selama ini meski terkadang dia sering mengerjai aku dan buat aku sedikit kesal olehnya.


Tetapi walau begitu kami tidak pernah bertengkar atau menyalahkan satu sama lain, kami tim yang kompak dan merasa cocok satu sama lain jadi aku selalu merasa nyaman berada di sampingnya selama ini dan aku juga selalu merasa sedih ketika harus berpisah kerja dengan sekretaris dan rekan kerja sebaik dia ini.


Menurutku orang seperti sekretaris Mey ini hanya ada satu dari seribu, dan sekretaris Mey menjadi salah satu diantar bandingan itu yang datang padaku dan bisa menjadikan partner kerja sekaligus teman baru yang sangat baik dan tidak mengecewakan untukku.


Aku pun segera melepaskan tangan sekretaris Mey yang sebelumnya menahan tanganku dan aku segera meyakinkan kepada dia bahwa aku akan baik-baik saja, sebab aku sudah mempersiapkan mentalmu dengan baik sekarang aku juga sudah mengerti dengan semua teori yang di bicara seorang sutradara kepada tim nya entah para pemain ataupun dengan semua orang yang harus muncul di dalam televisi tersebut sekalipun orang itu hanya menjadi piguran saja dalam proses pembuatan film atau iklannya nanti.


"Sekretaris Mey aku akan mendengarkan ucapanmu ini, dan kami tidak perlu mencemaskan apapun untukku, aku akan pergi sekarang, terimakasih sudah memberitahuku aku tentang hal ini," ucapku kepadanya sambil saja segera pergi dengan cepat untuk ke kamar mandi terlebih dahulu.


Sekretaris Mey juga segera kembali ke meja kerjanya yang sempat di pakai oleh Gisel sebelumnya dan dia sudah sangat merindukan kursi juga meja kerja kesayangannya ini yang sangat dia dambakan sejak lama.


Karena selama dia masih menjabat sebagai sekretaris tuan Arsen seharian dia sama sekali tidak bisa bersantai walau hanya beberapa menit saja, hingga dia selalu berdiri dan selalu berjalan mondar mandir kesana kemari sampai sering kali membuat kakinya terluka dan sakit karena dia sering salah memakai ukuran sepatu yang dia kenakan sebelumnya nya, jadi mengharuskan dia untuk tetap sedia setiap saat, agar bisa di suruh oleh tuan Arsen dengan cepat tanpa harus lama berteriak memanggil nama dia ataupun agar dia bisa meminta apapun dari tuan Arsen.

__ADS_1


__ADS_2