
"Tidak...kami tidak bertengkar, aku hanya sedang tidak ingin banyak bicara saja" balasku kepadanya dengan mengeluarkan alasan terbaikku agar mereka tidak menanyakan mengenai hal tersebut lagi.
Kini tatapan tuan Arsen mulai beralih kepada sekretaris Mey yang seakan-akan saat itu dia tengah mengintrogasi kami berdua dan menyidiki kebenaran dari jawaban yang aku berikan kepadanya saat itu.
"Sekretaris Mey aku hanya mempercayai dirimu dari sekian banyaknya orang disini karena mau sudah bekerja dalam waktu yang begitu lama juga di bandingkan dengan yang lainnya jadi tolong jawab dengan jujur apakah yang di ucapkan oleh Anna benar?" Tanya tuan Arsen begitu serius menatap tajam dengan menyipitkan matanya seperti menyelidiki sekretaris Mey saat itu.
Ketika mendengar ucapan seperti itu dari tuan Arsen sekretaris Mey mulai terlihat sedikit gugup, aku tahu dia memasang selalu takut dengan tuan Arsen dan aku juga merasa saat itu dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari tuan Arsen karena dia pasti merasa kebingungan antara memiliki ada di pihak diriku atau bermata dengan jujur kepada tuan Arsen dan membongkar semuanya bahkan kami memang memiliki sedikit masalah saat itu.
Tetapi aku juga tidak bisa diam saja ketika mihat dia kesulitan dan begitu tertekan saat itu untuk menjawab pertanyaan tersebut, sehingga aku langsung mencoba melindungi dengan bertanya kepada tuan Arsen dan memotong pembahasa tersebut dengan membicarakan pembahasan mengenai hal lainnya terhadap dia.
"Eummm...tuan Arsen aku sangat penasaran hukuman apa yang akan kamu berikan kepadaku, kau jangan mendesak sekretaris Mey lagi kita berdua memang tidak ada masalah apapun, sebaiknya kau katakan saja padaku hukuman apa yang akan kamu berikan aku sangat penasaran" ucapku memotong pembahasannya.
Seketika tuan Arsen langsung menatap ke arahku dengan mengerutkan kedua alisnya dan untungnya dia sama sekali tidak marah justru dia juga malah kembali menikmati makanannya setelah membala ucapanku dan tetap tidak memberitahu aku mengenai hukuman apa yang sebenarnya akan dia berikan kepadaku saat itu.
"Aahhh... sudahlah, aku juga tidak akan memberitahu kau dengan hukumannya nanti kau akan tahu sendiri hukuman seperti apa itu" balas tuan Arsen padaku.
Aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu dan sebenarnya aku sendiri juga tidak terlalu perduli akan hal tersebut, apapun hukuman yang dia berikan nantinya padaku, aku sudah bisa menduganya bahwa hukuman tersebut sudah pasti akan merugikan diriku dan memang sipat dasar dari tuan Arsen tidak akan mau merasa rugi atau kalah seorang diri sudah bisa di pastikan akulah yang akan menerima merugi paling banyak, aku sudah sangat pasrah menerimanya daripada harus terus menahan ponsel milikku di tangannya.
Sedangkan disisi lain sekretaris Mey sendiri terlihat langsung saja menghembuskan nafas sangat lega karena bantuan dariku yang memotong pembahasan dari tuan Arsen dia jadi tidak perlu untuk menjawab pertanyaan tuan Arsen lagi dan semua orang kembali fokus dengan makanannya sendiri.
Sampai ketika kami semua sudah pergi ke lokasi syuting dan semua sudah di persiapkan dengan baik, aku juga sudah mengganti pakaian dan kebetulan saat itu sekretaris Mey yang membantu aku mengganti pakaian juga merias diri bersama salah satu perias wanita lainnya, disaat aku pergi ke ruang ganti untuk menggunakan pakaian yang sudah di sediakan oleh tim, aku merasa sedikit kesulitan sebab resleting di bagian belakang yang sulit untuk aku jangkau sendirian sehingga aku berteriak sedikit memanggil perias di luar sana untuk membantu aku menaikkan resleting tersebut.
Namun bukannya perias itu yang datang justru malah sekretaris Mey yang muncul ketika aku berbalik menatapnya.
"Sekretaris Mey kenapa malah kau yang masuk?" Tanyaku kepadanya.
Dia terlihat menunduk dan saat aku bertanya padanya dia langsung saja mengangkat kepalanya dengan menatap lekat padaku saat itu.
"Anna...maafkan aku, aku sungguh merasa sangat bersalah kepadamu, tolong kita jangan saling mendiamkan diri seperti ini lagi yah" ucap sekretaris Mey.
Aku hanya tersenyum lebar membalas ucapannya karena sebenarnya aku sudah memaafkan dia sejak tadi itulah kenapa aku menolong dia saat di meja makan dari pertanyaan menyudutkan dari tuan Arsen kepadanya.
"Aku sudah memaafkanmu, untuk apa kau meminta maaf lagi dengan memasang wajah menyedihkan seperti itu, sudahlah bantu aku naikkan resletingnya" ucapku sambil segera berbalik dengan cepat.
Aku berdiri di depan cermin dan bisa ku lihat saat itu sebuah senyum lebar tergambar dengan jelas di wajah sekretaris Mey ketika dia mulai membantu aku menaikkan resleting di bagian punggungku saat itu, aku juga tersenyum kecil kepadanya dan kami sudah benar-benar berbaikan saat itu.
Kami pergi ke luar dan menuju tempat lokasi syuting secepatnya hingga proses syuting tersebut mulai di laksanakan dengan baik dan aku juga sudah menghapal semua dialog yang sudah di berikan oleh pihak kru disana sebelumnya sehingga aku tidak memerlukan proses syuting yang cukup lama lagi, dan kami bisa menyelesaikannya hanya dalam setengah jam saja.
Semua orang terlihat begitu senang dan gembira ketika melihat semua acara syuting sudah di selesaikan dengan sangat baik tanpa adanya kendala sedikitpun, dan tuan Arsen juga segera membagikan ponsel beberapa karyawannya termasuk ponsel milikku juga saat itu.
"Ini..." Ucap tuan Arsen yang tiba-tiba saja mengulurkan tangannya kepadaku dari belakang.
Aku yang melihat ponsel sudah ada di depan mata tentu saja aku langsung merampasnya dengan cepat karena aku takut tuan Arsen akan berubah pikiran nantinya, untunglah aku berhasil mendapatkan ponsel kesayanganku kembali dan aku sangat tidak sabar untuk menghubungi David juga ibu dan memberikan kabar kepada mereka bahwa aku sudah selesai dengan pekerjaanku disini.
"Aahhh .. ponselku, ahaha....aku sangat senang sekali akhirnya aku mendapatkan kembali ponselku dan bisa memakainya sekarang, aahh rasanya sudah sangat lama sekali aku tidak memegangi ponsel ini" ucapku sambil terus memegangi ponselku dengan erat dan wajah yang berseri-seri saat itu.
"Anna..apa kau se senang itu hanya karena mendapatkan ponselku kembali lebih awal?" Tanya sekretaris Mey kepadaku,
__ADS_1
"Tentu saja sekretaris Mey aku sangat membutuhkan ponsel ini untuk menghubungi sahabatku dia pasti akan sangat mencemaskanku jika dia terus menghubungi aku tapi aku tidak bisa mengangkat panggilan darinya apalagi tidak membalas pesannya, dia bisa marah besar kepadaku nantinya, jadi aku sangat senang karena sekarang sudah bisa menghubungi dia dan menjelaskan sedikit kesalahan pahaman terhadapnya" balasku merasa sangat senang saat itu.
Aku juga sudah berterimakasih kepada tuan Arsen sambil tersenyum begitu lebar hingga ketika aku berniat menghidupkan ponselku aku lihat batrainya hanya tinggal satu persen dan itu sungguh tinggal satu persen sehingga aku sangat kaget sekali ketika melihatnya, padahal ponselku memiliki daya ketahanan batrai yang cukup kuat tetapi hanya dalam dua malam dan dia hari saja sudah bisa habis seperti ini, padahal seharusnya tidak digunakan untuk apapun, aku sangat kaget dan kesal ketika melihatnya sehingga langsung saja aku merasa sangat marah saat itu.
"Hah?..... Kenapa batrai ponselku tinggal satu persen, tuan apa yang sudah kau lakukan dengan ponselku sampai habis seperti ini?" Ucapku sedikit menaikkan nada bicara kau menatap ke arahnya yang berdiri di belakangku saat itu.
Tuan Arsen malah menatap aku dengan wajahnya yang tidak merasa bersalah dan tanpa dosa sedikit pun dia justru malah menaikkan kedua alisnya bersamaan disaat aku menanyakan alasan mengapa batrai ponselku bisa sampai habis hingga tinggal satu persen seperti ini, seakan dia tidak mengetahui apapun mengenai ponselku yang habis batrai seperti ini, di saat aku hendak menggunakan ponselku tentu saja itu tidak akan cukup dan disaat aku baru saja hendak menekan ya untuk menelpon David belum juga aku sempat menekan nomor ponselnya, ponselku sudah langsung mati begitu saja dan tidak bisa aku hidupkan karena batrainya benar-benar sudah sangat habis sekali.
Aku merengek kesal dan terus saja menggerutu sangat kesal saat itu.
"Hua.....batrainya habis hiks...hiks...aishhh... bagaimana aku bisa menghubungi David, huhu....dia akan benar-benar kesal dan marah besar denganku sekarang aku harus bagaimana menghadapinya nanti sekretaris Mey" ucapku terus merengek kebingungan dan merasa sangat kesal saat itu.
Sekretaris Mey yang tidak bisa melakukan apapun dia juga mencoba menenangkan aku dan dia segera mengelup punggungku dengan lembut sambil langsung mengatakan ucapan untuk menenangkan diriku agar aku berhenti merengek lagi.
"Sudah....sudah....jangan menangis seperti ini, kau seperti anak kecil saja, ini sangat memalukan Anna jangan menangis lagi, sudahlah nanti kau kan bisa memasangkan changer pada ponselmu dan kau bisa menghubungi sahabatmu itu" ucap sekretaris Mey saat itu kepadaku dengan terus mengusap lembut punggungku saat itu.
Aku hanya bisa menatap ke arah sekretaris Mey dengan wajah yang sangat menyedihkan dan benar-benar tidak bisa melakukan apapun lagi saat itu selain dengan pasrah menerima semuanya dan mengangguk pelan kepada sekretaris Mey saat itu.
Hingga dia langsung saja hendak membawa aku pergi untuk mengambil changer di kamar villa kita saat itu.
Tetapi baru saja aku dan sekretaris Mey hendak bangkit dari kursi istirahat disana, tuan Arsen langsung saja menghentikan kami dengan sangat keras juga secara tiba-tiba saat itu membuat kami semua yang ada di sana kembali duduk juga menatap memperhatikan dirinya yang terus bicara saat itu.
"Oke ... semuanya aku mengucapkan terima banyak atas kerjasamanya juga atas kerja keras kalian semua dalam projects iklan makanan cepat saji terbaru kita, semoga kedepannya kita semua bisa terus bekerjasama sebaik ini, kalian bisa segera pergi kembali ke rumah kalian dan selama menikmati akhir pekan kalian besok" ujar tuan Arsen mengumumkan semua itu.
Seketika semua orang berhemburan pergi dari sana dan mereka bersiap-siap untuk kembali pergi ke rumahnya masing-masing termasuk dengan aku juga sekretaris Mey yang langsung saja pergi dari sana, namun disaat aku hendak pergi tuan Arsen memanggil aku dan menyuruh sekretaris Mey untuk meninggalkan kami segera saat itu.
"Hah....tuan apa yang kau katakan maksudnya aku tidak boleh pergi?" Tanyaku kepadanya dengan wajah yang terperangah sangat keheranan.
Dia mengangguk dan aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan sangat lesu saat itu, aku tidak bisa melakukan apapun atau berontak sedikitpun atas ucapan seorang tuan Arsen, aku sungguh hanya bisa berdiri di hadapannya tanpa bergerak dengan menahan kekesalan di dalam hatiku bersama sekretaris Mey di sampingku saat itu.
"Kau...pergilah lebih dulu dan bantu Anna untuk mengemasi semua barangnya" ucap tuan Arsen kepada sekretaris Mey.
Aku kembali menatap dengan heran karena tuan Arsen malah menyuruh sekretaris Mey pergi lebih dulu tetapi dia justru malah menahan aku disana dengannya, aku merasa semua itu sangat tidak adil untukku padahal aku sungguh harus segera mengisi daya ponselku untuk menghubungi David saat itu.
"Tuan apa yang kamu katakan kenapa kau menyuruh sekretaris Mey pergi lebih dulu sedangkan aku justru malah menahan aku disini, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan denganku, apa kau akan memberikan hukuman itu sekarang?" Tanyaku kepadanya telat saat sekretaris Mey sudah pergi dari sana saat itu.
"Itu kau tahu, ayo cepat ikut denganku dan jangan banyak tanya atau protes" ucap tuan Arsen berjalan lebih dulu.
Aku mengikutinya dari belakang sambil menghentakkan kakiku dengan keras dan begitu kesal saat itu, aku benar-benar ingin marah, berontak dan ingin menepuk tubuh tuan Arsen dengan sekuat tenagaku saat itu tetapi sialnya aku harus tetap sadar diri dan harus terus bersabar dalam menghadapinya, karena fakta memang tidak bisa di abaikan begitu saja, bahkan waktu hanya bawahan baginya sedangkan dia sendiri adalah bosku yang memiliki wewenang tertinggi dalam perusahaan juga memiliki semua hal atas diriku selama dalam jam kerja bersa dengannya.
Aku terus mengikuti dia dan tidak tahu dia akan membawa aku kemana saat itu, sampai tidak lama ternyata dia justru malah membawa aku ke belakang villa tersebut dimana aku sudah pernah ke tempat itu sehingga saat melihat hamparan taman bunga itu aku sudah tidak merasa sekagum dan se antusias sebelumnya ketika sekretaris Mey membawaku ke sana untuk pertama kali.
"Lihat kesana bagaimana apa kau menyukai tempat ini, disini sangat bagus bukan, aku yang membuat taman ini sendiri saat masih kecil dulu" ucap tuan Arsen kepadaku.
Padahal aku sama sekali tidak ingin mendengar semua itu darinya.
"Ohh...begitu" balasku dengan datar saat itu.
__ADS_1
"Ohhh ..dia hanya menanggapi ucapanku dengan kalimat yang sangat pendek seperti itu saja? Aishh....dia benar-benar sangat menjengkelkan awas kau!" batin tuan Arsen yang sangat kesal dengan jawaban dari Anna saat itu.
Tuan Arsen yang tidak terima dengan balasan yang aku berikan kepadanya, dia langsung saja berjalan mendekatiku dan menatap aku dengan tatapan yang begitu lekat dia seperti tengah menyelidiki aku seakan aku seorang tersangka sebuah kasus kriminal saja.
"Hey...tuan apa yang kamu lakukan kenapa terus menatapku seperti itu, aku tidak merasa nyaman" balasku kepadanya sambil segera memalingkan pandangan ke arah lain agar tidak menatap ke arahnya.
Dia hany berdecak pelan dan terlihat mengerutkan kedua aslinya saat itu saking merasa herannya dengan reaksi yang aku berikan kepada dia sebelumnya.
"Tunggu sebentar, kenapa kau terlihat sangat aneh sekarang, kenapa kau terlihat biasa saja saat melihat hamparan taman bunga seluas dan sebagus ini, apa kau sama sekali tidak menyukai bunga-bunga yang indah dan bermekaran ini?" Tanya tuan Arsen kepadaku saat itu.
"Suda aku sangat menyukainya tapi karena aku sudah pernah melihat tempat ini lebih dulu kemarin, tentu aku merasa biasa saja ketika melihatnya lagi sekarang, apalagi kini moodku sedang tidak baik, aku minta maaf tuan" balasku kepadanya sambil membungkuk.
Tuan Arsen langsung kembali terlihat menatap dengan keheranan kepadaku sampai dia langsung menanyakan lagi padaku tentang tempat tersebut.
"Ehhhh....siapa yang memberitahumu tentang tempat ini dan siapa yang membawamu kemari, tidak ada siapapun yang mengetahui tempat ini selain aku, bagaimana kau bisa pergi dengan orang lain ke tempat ini?" Ucap tuan Arsen menyelidiki aku lebih dalam dari pada sebelumnya.
Aku pun segera mengatakan yang sebenarnya kepada tuan Arsen untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi diantara aku dan dia juga sekretaris Mey yang sudah membawa aku ke tempat itu lebih dulu tanpa sepengetahuan tuan Arsen sebagai pemilik villa dan taman bunga tersebut.
"Aku tahu dari sekretaris Mey dan dia sendiri yang kemari membawaku kemari, aku sangat menyukai tempat ini, udaranya sangat sejuk dan bunga disini begitu indah bermekaran, jadi kau jangan salah paham tuan, masalah darimana sekretaris Mey bisa tahu tempat ini, dia bilang padaku bahwa kau pernah membawanya ke tempat ini disaat kau hendak membuat dua bangku disana bukankah begitu tuan?" Balasku kepadanya sekaligus memastikan langsung pada orangnya.
Dan tuan Arsen yang baru ingat tentang hal itu, bahwa masih ada satu orang lain yang mengetahui tempat itu selain dirinya, yakni sekretaris Mey yang dulu memang bekerja sebagai sekretaris pribadi dirinya sehingga jelas sekali sekretaris Mey selalu ada di sampingnya membantu dia dalam segala hal termasuk pernah dia bawa ke tempat itu untuk menyiapkan kedua kursi di tengah taman tersebut.
"Aishhh..kenapa aku bisa melupakan orang itu, sial" batin tuan Arsen merasa konyol dengan dirinya sendiri yang melupakan hal tersebut.
Hingga tuan Arsen terlihat sedikit kacau ketika aku sudah mengatakan hal tersebut kepadanya, aku juga merasa kebingungan karena sebelumnya tuan Arsen mengatakan bahwa dia menahanku untuk memberikan hukuman tetapi dia malah membawaku aku ke tempat itu seperti dia tengah memberikan kejutan padaku tetapi justru malah gagal karema aku sama sekali tidak terlalu antusias dalam menerima semua itu karena aku sudah pernah datang ke tempat itu, dan lagi pula aku baru saja dari tempat ini kemari jadi tentu saja aku tidak terlalu antusias ketika melihatnya lagi.
Terlebih saat ini aku hanya ingin segera pulang secepatnya dan bertemu dengan ibu juga Oma aku juga ingin segera menjelaskan kepada David bahwa semua yang dia pikirkan adalah hal yang tidak benar dan aku memang tidak memiliki hubungan apapun dengan tuan Arsen pada kenyataannya walau tuan Arsen terlihat cukup tampan tetapi sikapnya yang dingin dan susah di tebak itu, tidak mungkin aku bisa mengendalikan orang sepertinya, ini terlalu mustahil untukku.
"Tuan ada apa denganmu, kau terlihat aneh akhir-akhir ini, dan apa hukuman yang kau bilang padaku sebelumnya?" Tanyaku kepadanya lagi.
Tuan Arsen yang sudah terlanjur merasa sangat kesal karena dia sudah gagal menunjukkan kehebatannya karena sudah bisa membuat sebuah taman bunga sebagus itu kepada Anna dia pun langsung saja memberikan hukuman yang tidak cukup masuk akal kepada Anna saking merasa kesalnya saat itu.
"Ahh ..iya hukumannya kau harus memunguti semua bunga yang jatuh ke tengah taman itu, kau harus membersihkan jalanan taman ini sampai benar-benar bersih dan tidak ada sisa bunga yang berguguran di jalannya!" Ucap tuan Arsen dengan wajahnya yang begitu serius menatap ke arahku saat itu.
Aku sangat kaget ketika mendengarnya dan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya dia pikirkan tentang aku yang harus membersihkan jalanan itu yang cukup luas dan panjang tersebut, di tambah aku harus membersihkannya seorang diri dan dedaunan juga bunga-bunga yang berguguran disana sangatlah banyak, bahkan hingga menutupi hampir keseluruhan jalanan disana aku pasti akan membutuhkan waktu yang lama dalam membersihkannya.
"Apa....tuan apa kau benar-benar tidak salah dalam memberikan hukamn ini kepadaku, aku hanya seorang diri disini dan semua itu sangatlah banyak aku tidak mungkin bisa menyelesaikannya dalam waktu yang minim, aku juga tidak mungkin harus menyelesaikan sendirian bukan?" Ucapku berusaha protes terhadapnya.
Tetapi sayangnya tuan Arsen memang bukan orang yang bisa diajak tawar menawar dalam hal apapun, dia hanya terus menatap aku dengan tajam juga menampakkan wajah datarnya yang sangat menakutkan juga menyebalkan bagiku sehingga aku tidak bisa melakukan apapun ataupun mengabaikan ucapannya yang saat itu langsung saja menyuruh aku untuk segera membersihkan tempat tersebut dengan secepatnya.
"Sudah jangan banyak bicara lagi, cepat bersihkan!" Ucap tuan Arsen dengan nada bicara yang sangat memerintah kepadaku.
Aku langsung mengambil alat sapu disana dan mulai menyapu jalanan tersebut membersihkan semua dedaunan juga bunga-bunga yang berguguran setiap kali terhembus angin di tempat tersebut.
Aku juga sangat jengkel ketika membersihkannya karena angin yang cukup besar, sehingga semua dedaunan yang sudah aku kumpulkan di salah satu sudut menjadi berhamburan lagi hanya karena sebuah angin yang menerpanya cukup kencang saat itu sehingga membuat aku kembali harus menyapunya dan mengumpulkannya lagi, hingga tersebut terus terjadi berulang-ulang sampai aku merasa sangat kesal bahkan semua kru sudah pulang lebih dulu saat itu bahkan sekretaris Mey saja sudah selesai mengemasih semua barangnya dan barang milikku, tetapi tuan Arsen masih saja tidak membiarkan aku untuk terlepas dari hukumannya tersebut sampai sekretaris Mey datang dan memberikan koper milikku kepada tuan Arsen sedangkan dia langsung pergi begitu saja dan aku menatapnya dari kejauhan melihat sekretaris Mey menatap penuh kasihan kepadaku yang sangat tersiksa dengan hukuman yang di berikan oleh tuan Arsen saat itu.
Aku juga tahu sekretaris Mey hendak membantuku saat itu tetapi tuan Arsen langsung saja melarangnya dan memberikan ancaman kepada sekretaris Mey sehingga dia tidak berani untuk membantuku lagi dan aku juga bisa memahami posisi dia saat itu.
__ADS_1