
David terlihat cukup gugup bahkan dia langsung menunduk menghindari tatapan dariku saat itu padahal aku sedang bicara dengannya dan seharusnya dia menatap ke arahku saat ini, sebab biasanya dia selalu menatap aku dengan lekat setiap kali kami berbincang sebelumnya, hanya kali ini saja aku melihat dia memalingkan pandangan dariku dengan menunduk lesu seperti itu.
Meski mulutnya mengatakan tidak tahu dan dia baik-baik saja tapi aku bisa merasakannya dengan begitu jelas bahwa apa yang terjadi dengan dia sama sekali tidak sama dengan apa yang sebenarnya dia rasakan, aku tahu saat itu David menyembunyikan sesuatu dari belakangku dan aku tahu dia mungkin tengah kesulitan saat ini untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepadaku hingga hal seperti ini bisa terjadi, sehingga aku yang terus memberikan tatapan penuh kecurigaan dan berusaha untuk mencari tahu yang sebenarnya, segera saja aku mendesak David dan terus berusaha untuk menanyakan kepadanya apa yang sebenarnya dia rasakan saat ini.
"David lihat kemari, ada apa denganmu apa kamu baik-baik saja?" Tanyaku untuk pertama kalinya kepada dia.
"Aku baik hanya saja aku tidak ingin berurusan lagi dengan wanita itu," ujarnya kepadaku.
"Siapa? Apa maksudmu Gisel? Ada apa diantara kamu dan dia?" Tanyaku semakin menaruh banyak curiga dan kecemasan.
"Tidak ada apa-apa aku hanya tidak ingin berhubungan lagi dengan orang seperti dia." Balas dia begitu saja membuat aku semakin curiga dan tentu aku tidak bisa diam saja seperti ini.
"David... Ayo katakan padaku ada apa diantara kamu dan Gisel aku berhak tahu kemana Gisel sekarang karena dia adalah asistenku, dia menghilang begitu saja dan mengundurkan diri dari perusahaan sedang aku membutuhkannya, jadi aku harap kau bisa memberitahuku ala masalah antara kamu dan dia, mungkin itu alasan dia menjauh dariku juga," ucapku kepadanya dengan terus mendesak dia tapi masih dalam batas yang cukup baik, tidak sampai benar-benar membentak dia dengan keras.
"Maaf aku tapi...aku tidak bisa, aku tidak ingin membahas mengenai dia lagi." Ucapnya yang masih saja keras kepala.
Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana cara membujuk dia saat itu, namun sayangnya dia memang sangat sulit di bujuk ketika tengah marah apalagi dalam keadaan seperti ini, namun tidak ada alasan untuk aku menyerah kepada David bagaimana pun aku harus mengetahui dimana keberadaan Gisel sekarang, aku harus membawa dia kembali ke perusahaan secepatnya, meski sebenarnya aku tidak terlalu menyukai dia.
"David pasti ada alasan mengapa kamu tidak ingin membicarakan dia padaku, sebelumnya kamu selalu menanyakan keberadaan Gisel padaku, kamu selalu menunggu dia untuk kembali sampai kau sering kali mengabaikan aku, sekarang katakan dengan benar padaku ada apa denganmu dan dia? Apa kalian bertengkar?" Ucapku kepadanya lagi.
Sampai akhirnya David mau bicara dan mengatakan semuanya kepadaku, dan aku terus saja mendengarkan cerita yang dia katakan kepadaku saat itu.
"Sebenarnya kemarin aku bertemu dengannya dan dia berusaha menenangkan aku disaat aku mendapatkan penolakkan darimu, tapi kau dia selalu saja ada di sampingku selama ini, dia mengatakan berkali-kali kalau dia menyukai aku, tapi aku tidak bisa menyukainya." Ucap David kepadaku dengan wajahnya yang benar-benar kesal saat itu.
Aku hanya bisa diam saja mendengar semua itu darinya, dan aku juga tahu bagaimana rasanya berada di posisi David saat ini, aku merasakan hal yang sama dengannya, jika seandainya ada orang lain yang mengejar cintaku aku mungkin belum tentu bisa mencintainya balik tapi aku akan tetap mencoba mengenalnya sampai aku bisa melupakan sosok David di hidupku selama ini.
"David apa semua itu karena aku?" Tanyaku memastikan kepadanya.
Dan rupanya apa yang aku katakan benar David langsung mengangguk dengan cepat dan sekarang aku tahu pasti Gisel kesal dan cemburu kepadaku, makanya dia pergi bahkan sampai berhenti bekerja denganku saat ini, memang tidak heran jika alasannya seperti itu, semua wanita juga pasti kesal jika ada di posisi Gisel yang sudah mengejar David bertahun-tahun lamanya namun sampai sekarang setelah dia mengorbankan banyak hal untuk mengejarnya dia tetap tidak bisa mendapatkan David, itu pasti sangat memukul sekali bagi seorang Gisel saat ini.
Maka dari itu dengan cepat aku memenangkan David dahulu dan mulai meminta dia untuk pergi menemui Gisel denganku saat itu juga, agar aku bisa menjelaskan kepada Gisel apa yang sebenarnya terjadi diantara aku juga David aku hanya tidak ingin dia terus cemburu dan kesal seperti itu, sampai membuat dia keluar dari perusahaan seperti ini.
"Pasti dia sangat sakit hati denganmu, bahkan sampai dia berani keluarga dari perusahaan, karena sebelumnya dia tidak pernah seperti ini," ucapku dengan pelan.
"Kenapa kamu harus memikirkannya dan kenapa kamu harus memperdulikan gadis sepertinya, karena dia aku kehilanganmu, karena dia aku tidak berani mengungkapkan perasaanku kepadamu sejak dulu sampai sekarang aku benar-benar kehilangan kesempatan untuk mengungkapkannya apalagi untuk memilikimu seutuhnya." Ucap David di penuhi dengan emosi di dalam dirinya.
Aku bahkan sampai kaget dan membelalakkan mata menoleh ke arahnya karena tidak menduga seseorang seperti dia bisa bicara sampai seperti itu dengan lantang kepadaku, karena biasanya dia selalu banyak bercanda dan jarang sekali bicara serius apalagi mengenai perasaan dan sebuah hubungan seperti ini, aku tidak tahu harus bagaimana lagi saat sudah melihat dia seperti ini, hanya menenangkan dia saja untuk sementara yang bisa aku lakukan untuk David saat ini, agar emosinya tidak terus meledak-ledak seperti sekarang, karena percuma juga jika aku menasehati dia dan memberikan pengertian kepadanya ketika dia tengah kacau seperti ini.
"David sebaiknya kamu tenangkan dulu saja dirimu ini, kamu tidak bisa bicara seperti itu dan menyalahkan Gisel begitu saja," balasku kepadanya dan langsung saja hendak pergi dari sana saat itu juga.
Namun sayangnya disaat aku hendak pergi David justru malah menahan tanganku dengan kuat dan dia meminta agar aku tetap duduk dan bicara dengannya saat itu, aku juga tidak tega menolaknya karena melihat wajah dia yang sangat menyedihkan saat itu.
__ADS_1
"Tunggu, tolong jangan pergi begitu saja, aku tahu aku salah maafkan aku Anna, ayo duduklah kembali, setidaknya mati kita makan siang bersama disini," ucapnya kepadaku yang sulit sekali untuk aku tolak bahkan aku tidak bisa menolaknya lagi sekarang.
Aku hanya bisa menghembuskan nafas, dan dengan segera kembali duduk di hadapan dia lagi saat itu.
"Terimakasih kamu sudah mau kembali duduk," ujar David padaku dan aku hanya bisa menganggukkan kepala kepadanya.
Hingga tidak lama kamu mulai menikmati makanan siang bersama-sama saat itu, dan aku sungguh tidak bisa berlama-lama lagi disana, aku harus pergi ke kantor kembali karena jam istirahat sudah hampir berakhir dan mungkin sekarang aku harus bergegas dengan cepat untuk sampai ke perusahaan saat ini.
Sedangkan David terus saja berusaha menahan aku seakan dia sengaja melakukan semua itu dan tidak memberikan aku kesempatan untuk pergi dari sana dengan semua alasan yang dia katakan, mulai dari berpura-pura sakit dan semacamnya.
"David aku sudah harus pergi, terimakasih atas kebaikanmu sudah mentraktirku tapi aku tidak ingin di traktir olehmu jadi aku sudah mentransfer uang gantinya pada danamu," ucapku kepadanya sambil segera berdiri disana dan hendak pergi.
"Anna tunggu kau mau kemana, tidak bisakah kamu tetap tinggal disini denganku, aku sangat membutuhkanmu Anna," ucapnya kepadaku saat itu.
"Maafkan aku David tapi aku bukan bos sepertimu yang bisa bersikap bebas aku masih seorang karyawan dan harus menaati peraturan yang ada di tempat aku bekerja, aku harus kembali, permisi," ucapku dengan tegas dan tetap hendak pergi dari sana saat itu juga.
Aku mengambil tas selempang milikku dan segera saja pergi dari sana secepatnya, tapi rupanya David masih belum menyerah juga untuk menahan aku saat itu, disaat aku sudah hampir keluar dari tempat tersebut, dia malah menarik tanganku dan menahan aku sambil memegangi kepalanya dan dia mengatakan bahwa dia pusing saat itu.
"Anna..tunggu, aaahhh kepalaku, aku sangat pusing bisakah kamu antarkan aku dulu sampai ke perusahaan, aku tidak bisa menyetir dalam keadaan pusing seperti ini," ujarnya kepadaku.
Aku tidak tega dengannya dan aku pun terpaksa harus mengiyakan permintaan dia lagi dan lagi walau aku sangat tidak ingin melakukannya.
"Apa kamu sungguh tidak bisa mengemudi?" Tanyaku kepadanya memastikan.
Melihat ekspresi wajahnya yang begitu aku semakin saja tidak tega dan segar memapah dia membantunya untuk pergi ke mobil miliknya dan aku berniat untuk mengantarkan dia sampai ke kantor ataupun ke rumahnya saat itu.
"Ayo David aku akan mengantarkanmu," ujarku kepadanya.
David sangat senang karena dia pikir apa yang dilakukan oleh Anna saat itu adalah bukti bahwa ternyata Anna masih memperdulikan dia, padahal semua itu dilakukan olehnya hanya karena rasa kasihan saja.
Namun disaat aku membantu dia dan memapahnya hingga sampai ke dalam mobil tiba-tiba saja David mendorong tubuhku hingga aku jatuh ketempat duduk di kursi belakang, dia langsung menahan tanganku dan hendak mencium aku begitu saja, namun aku langsung berusaha untuk mendorong dia dengan kuat dan terpaksa harus menendang kakinya saat itu juga.
"Aaahhh...David apa yang mau kamu lakukan, lepaskan aku David!" Teriakku kepadanya mulai panik dan berpikiran kesana kemari saat itu.
"Tidak aku tidak akan melepaskanmu, izin aku bersama denganmu Anna, jika kamu tidak memberikan aku kesempatan, maka aku akan melakukan cara apapun agar kamu menjadi milikku bagaimana pun caranya," ujar David yang membuat aku sangat kaget mendengar jawaban itu darinya.
Mataku terbelalak lebar saat David mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku, aku sangat takut dan langsung memejamkan mata sambil memalingkan wajahku darinya karena aku tidak Sudi harus memberikan ciuman pertamaku kepada pria brengsek sepertinya meskipun kami sudah bersama dan menjadi sahabat sejak lama.
"David aku akan sangat membencimu jika kau benar-benar melewati batas!" Ucapku memberikan ancaman kepadanya.
Namun sayangnya ancaman dariku itu sama sekali tidak berpengaruh apapun baginya, dia terus saja terlihat semakin menggila dan terus mendesak aku dengan kuat saat itu, aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan sebab dia benar-benar tidak bisa di hentikan sampai terpaksa aku harus menendang kakinya.
__ADS_1
"Duk! Euhh," suaraku yang menendang kaki David dan mendorong tubuhnya dengan kuat hingga dia terjatuh ke belakang dan tersungkur ke lantai dengan cukup kuat saat itu.
Segera saja aku bangkit dan dengan cepat segera keluar dari mobil itu sambil berlari menghindarinya saat itu juga, aku benar-benar tidak sanggup lagi jika harus menahan dia, dan satu-satunya cara yang bisa aku lakukan hanya dengan berlari sekencang yang aku bisa saat itu, hingga tidak lama langsung saja dia berhasil menangkap aku lagi dia menahan tanganku dan terus saja memelukku dengan sangat erat hingga aku sulit sekali untuk melepaskan diri darinya saat itu.
"Eughh.... Lepas...lepaskan aku David apa yang mau kamu lakukan cepat lepaskan aku!" Teriakku berontak terus menerus dengan sekuat tenaga saat itu.
Namun sayangnya dia tetap saja tidak melepaskan ku bahkan yang ada dia malah mempererat pelukannya padaku saat itu.
"Anna..tolong maafkan aku, tolong jangan tinggalkan aku Anna aku sangat menyukaimu aku benar-benar mencintaimu Anna, aku mohon," ucap David yang terus saja memohon tanpa henti kepadaku saat itu.
"David kau jangan seperti ini aku bilang tidak akan ada kesempatan kedua untukmu, bukan karena aku tidak menyukaimu tapi aku memang tidak ingin melakukan kesalahan kedua kalinya denganmu, jadi cepat lepaskan aku!" Ucapku dengan meninggikan suara kepadanya.
Aku tidak bisa terus memberikan kesempatan atau bersikap baik kepadanya sedangkan dia semakin melewati batas seperti ini, aku terus berontak padanya meski itu sangat sulit sampai tidak lama muncul Gisel yang berteriak memanggil nama David lalu dia menamparnya dengan keras hingga akhirnya hal tersebut bisa membuat David melepaskan aku dan aku juga bisa kabur secepatnya dari dia.
"David!" Teriak Gisel yang tiba-tiba saja muncul di hadapan kami saat itu.
David mengangkat kepalanya dan dia terbelalak dengan lebar, entah kenapa aku juga merasa aneh sebab reaksi David yang begitu gugup dan seperti ketakutan ketika dia melihat Gisel di depan kami saat itu.
Sedangkan aku benar-benar bersyukur dengan kemunculannya aku sangat senang dia datang dan bisa menyelamatkan aku saat itu, sehingga ketika David lengah dan melepaskanmu, langsung saja aku berlari menjauh darinya ke dekat Gisel secepatnya.
"Gisel...tolong aku, dan kamu jangan salah paham aku sama sekali tidak bermaksud berpelukan seperti yang kamu lihat, semua ini hanya salah paham David yang terus menarikku, tolong percaya padaku." Ucapku terus saja menjelaskan kepadanya lebih dulu karena aku tidak ingin sebuah kesalah pahaman terjadi diantara aku dan Gisel apalagi jika sampai menuai sebuah pertengkaran nantinya.
Untungnya saat itu Gisel mengangguk padaku dan dia mempercayai aku begitu saja hingga membuat aku benar-benar merasa lega karena jawaban darinya.
"Anna aku percaya denganmu, dia memang pria brengsek, biar aku yang memberinya sebuah pelajaran berharga," ucap Gisel sambil memegangi kedua pundakku begitu kuat kala itu.
Aku senang dia mempercayaiku tapi disisi lain aku kebingungan dengan apa yang dia maksudkan dengan ucapannya tersebut, aku terperangah melihat Gisel yang berjalan dengan ekspresi wajah yang datar dan terlihat cukup menyeramkan saat itu, dia terus saja berjalan mendekati David lalu tiba-tiba saja melemparkan sebuah tamparan yang sangat kencang kepadanya.
"Plak!" Suara tamparan yang sangat keras padanya tepat mengenai pipi David di sebelah kanan yang terlihat memerah dan meninggalkan bekas cap lima jari tangan Gisel saat itu.
Aku sangat kaget dan refleks menutup mulut yang ternganga saat itu juga.
"Haaaaa." Ucapku sangat kaget sekali saat itu dan tidak bisa berkata-kata lagi.
Ini adalah pertama kalinya aku melihat Gisel bisa bersikap kasar bahkan menampar David, pria yang dia puja dan dia sayangi selama ini, bahkan Gisel tidak pernah bicara hal buruk tentang David, dia selalu memujinya dengan hati yang riang dan penuh harapan kepadanya, namun kali ini tentu saja sangat membuat aku kaget ketika dia bahkan berani menampar David di hadapan banyak orang yang ada disana.
Aku juga selera menghampiri Gisel yang sudah sial melayangkan satu tamparan lagi kepada David saat itu, aku dengan cepat langsung menahan dia dengan kuat.
"Cukup Gisel jangan menamparnya lagi, kenapa kamu melakukan itu bukannya kamu sangat menyukai David?" Tanyaku kepadanya dengan wajah penuh keheranan saat itu.
"Iya...aku sangat menyukainya dan begitu mencintai dia sampai aku gelap mata dan rela melepaskan kesucianku padanya, namun apa yang dia katakan dia mencintaimu Anna dia hanya mencintaimu dan menjadikan aku pelepas nafsunya saja, bukan kah sebuah tamparan saja tidak cukup untuk pria brengsek sepertinya?" Balas Gisel membuat aku semakin syok dan perlahan kakiku benar-benar terasa lemas.
__ADS_1
Aku kembali menutup mulut dengan kedua tanganku dan berjalan mundur perlahan menjadi Gisel saat itu, lalu memalingkan pandangan kepada David, aku menatapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca, semua kepercayaan aku dengannya telah hancur berkeping-keping dan tidak ada apapun yang tersisa lagi dalam hatiku untuk seorang David.