LUKA

LUKA
Pergi


__ADS_3

×LUKA×


PART 13


Ragini memperhatikan Satya yg sedang bermain puzzle, walaupun wajah Satya mirip sekali dengan Laksh tapi entah mengapa setiap melihat Satya, Ragini selalu teringat dengan Laksh. Dia memikirkan perasaan pria itu, andai mereka bisa bersatu kembali menjadi keluarga yg utuh tanpa penolakan dari Satya.


Ragini mengambil ponselnya, dia memotret foto anaknya itu. Lalu dia mengirimkan foto itu kepada Laksh.


Di rumah Laksh..


Yg sedari tadi sibuk berkutat dengan laptopnya fokusnya teralih saat mendengar getar ponselnya, dia tersenyum saat melihat ada pesan dari Ragini, senyumannya semakin mengembang saat dia membuka isi pesan itu yg berisikan foto-foto Satya.


"Terimakasih sayang" balasnya.


Ragini hanya tersenyum membaca balasan pesan dari Laksh.


"Satya sayang, sini Nak" panggil Ragini lembut.


Satya langsung tersenyum dan menghampiri Ragini.


"Sini peluk ibuuu"


Satya memeluk ibunya dengan erat. Ragini mengecup kepala Satya.


"Sayang, kau harus jadi anak yg penurut yah, jangan jadi anak yg pembangkang dan keras kepala"


Satya hanya mengangguk.


"Satya, ibu ingin memberitahukan sesuatu kepadamu"


Satya melepaskan pelukannya, dia lalu melirik wajah ibunya.


"Satya paman Laksh itu.. Dia sebenarnya...."


"Ayahku" jawab Satya dengan lantang.


Ragini terkejut dengan ucapan Satya, dia berpikir darimana Satya tau.


"Kau sudah tau sayang?"


"Sudah, dia kan ayah yg jahat. Dia tak menginginkan kehadiranku. Dia malah meninggalkan ibu kan. Sudah ku bilang bukan ibu, aku sangat tak menyukai dirinya. Aku tak ingin punya ayah seperti dirinya" ucap Satya.


Hati Ragini benar-benar tersayat, anak sekecil Satya mengatakan semua hal itu.


"Nak, dengarkan ibu. Ayahmu itu pria yg baik. Dia bahkan mau membiayai hidupmu sayang" ucap Ragini dengan memegang pipi Satya.


Satya menepis tangan Ragini.


"Satya tidak suka dengannya. Satya tidak sudi punya ayah sepertinya. Kenapa dia tidak mati saja bu seperti ayah Rohit, atau dia aja yg mati dan ayah Rohit yg hidup"


"SATYAAAAA" teriak Ragini dengan menampar pipi Satya.


Tubuh Satya yg kecil sampai tersungkur ke lantai. Ragini menutup mulutnya dan menahan nafasnya, dia tak menyangka jika dia lepas kendali. Satya menangis dengan histeris.


"Huuuwwwaaaahhhhh ibu sudah tak sayang lagi kepadaku, ibu cuma sayang dengan paman itu. Aku benci ibuuu" teriak Satya dia langsung berlari keluar kamar.


Ragini masih terdiam, dia menangis. Dia melirik tangannya yg masih terasa panas dan memerah. Pasti tamparan yg di berikan Ragini sangat kencang untuk anak seusia Satya.


"Hhhuuuwwwaaaaahhhh" teriak Satya dengan terus berlari.


"Satya, kau kenapa sayang?" teriak Muktha.


Namun Satya tak menghiraukannya, dia pergi keluar rumah.


Muktha langsung berlari ke kamar Ragini. Muktha terkejut saat Ragini menjatuhkan dirinya ke lantai dan menangis.


"Ragini apa yg terjadi? Ada apa dengan Satya?"

__ADS_1


Ragini masih terus menangis.


"Aku telah menampar Satya kak, aku telah menyakitinya"


Muktha menutup mulutnya seolah tak percaya dengan apa yg di dengarnya.


Muktha memeluk tubuh Ragini.


"Pantas saja dia tadi berlari keluar rumah sambil menangis"


"Apa kak? Satya berlari keluar rumah?" tanya Ragini.


Muktha hanya mengangguk.


"Kakak aku harus segera mengejarnya kak"


Ragini langsung berlari mengejar Satya.


"Satya.. Satya sayang.. Dimana kau nak?" teriak Ragini.


Ragini mengambil ponselnya dia langsung menghubungi Laksh.


"Laksh" ucap Ragini dengan terisak.


"Ada apa Ragini? Mengapa kau menangis?"


"Satya pergi Laksh, aku tadi tak sengaja menamparnya. Dia pergi Laksh, dia pergi" ucapnya dengan terisak.


"Apa? Ragini kenapa kau lakukan itu? Satya masih sangat kecil, dia kadang tak mengerti dengan apa yg di ucapkannya. Kan sudah aku bilang jangan tersinggung dengan apapun yg dia ucapkan"


"Maaf Laksh"


"Yasudah aku akan mencari Satya"


Laksh melakukan mobilnya dengan cepat. Matanya memutar mencari keberadaan anaknya. Pikirannya sangat gelisah dan khawatir.


Mata Laksh membulat saat melihat Satya di pinggir jalan. Laksh lalu menepikan mobilnya.


"SATYAAA" teriaknya.


Satya hanya menoleh. Hati Laksh terasa sakit saat melihat luka lebam bekas cetakan tangan Ragini di pipi mungilnya itu.


Satya terus menangis tak memperdulikan Laksh. Dia malah berlari ingin menyeberang jalan. Laksh langsung berlari mengejarnya.


Laksh panik saat melihat truk melaju dengan sangat kencang, Laksh langsung berlari mendorong tubuh Satya.


"Aaaaaaaa" teriak Laksh.


Satya terlempar ke trotoar jalan. Sementara Laksh tubuhnya terhempas dan kepalanya terbentur trotoar jalan. Satya langsung menghampiri Laksh.


"Pamaaaannn" teriaknya.


Satya sangat histeris saat melihat kepala Laksh yg terus mengeluarkan darah.


"Aaayyyyyyaaaahhhh" teriaknya.


Laksh sedikit membuka matanya saat mendengar Satya memanggilnya ayah. Dia memegang pipi anaknya dan mengelusnya.


"Syukurlah kau tidak apa-apa Nak" ucapnya dengan pelan.


Dia lalu menutup matanya dan pingsan.


"Ayah bangun ayah, buka matamu ayah" ucapnya lirih dengan menggoyangkan tubuh Laksh.


Ragini menepikan mobilnya saar melihat kerumunan orang entah mengapa dia merasa ada yg terjadi disana dan perasaannya menjadi sangat tidak enak.


Dia menelusup ke keramaian itu.

__ADS_1


"Lakssshh" teriaknya.


Ragini langsung memangku tubuh Laksh.


"Tolong panggil ambulance, aku mohon"


Ragini menangis menatap tubuh Laksh yg sudah berlumuran darah.


***


"Ku mohon bertahanlah Laksh, ku mohon" bisiknya di telinga Laskh saat tubuh Laksh sedang di dorong ke IGD.


"Maaf nona, anda hanya bisa tunggu di luar"


Ragini mengangguk dan menangis, dia melihat tangannya yg berlumuran darah.


"Ibuuu" teriak Satya.


Ragini menatap putra kecilnya itu, dia membawa tubuh mungil Satya untuk di obati dokter.


"Sudah, semua telah selesai"


"Terimakasih dok"


Ragini memperhatikan pipi Satya yg menunjukkan memar bekas cetakan tangannya. Hatinya menjadi sangat sesak.


"Sayang, ibu minta maaf pasti ini sangat sakit yah" ucap Ragini dengan memegangi pipi anaknya.


Satya hanya menggeleng dan menangis.


"Kenapa?"


"Ibu, ayahh... Apa dia akan selamat ibu? Aku tak ingin ayah Laksh pergi menemui ayah Rohit" ucap Satya.


Ragini benar-benar terkejut mendengar ucapan Satya. Apa ini berarti Satya telah menerima Laksh sebagai ayahnya?


"Ibu, ibu benar ayah Laksh dia orang yg baik, dia telah menyelamatkan nyawaku tadi"


Ragini hanya menangis dan memeluk tubuh anaknya itu.


"Ibu, ayah akan baik-baik saja kan?" tanya Satya.


Dokter keluar dari ruangan, Ragini langsung menghampiri dokter itu.


"Bagaimana keadaannya dokter?"


"Maaf nona, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi nyawa pasien tidak bisa di selamatkan"


"Apa maksudmu dokter?"


"Ayaaahhhh" teriak Satya.


Ragini langsung masuk ke ruangan itu dengan menggendong Satya.


Ragini memeluk tubuh Laksh.


"Laksh, bangun Laksh. Kau bilang kau ingin bertanggung jawab dan menikahiku? Buka matamu Laksh aku dan Satya menunggumu disini" teriak Ragini.


"Ayah jangan pergi, ayah Satya janji Satya gak akan berbuat kasar lagi kepada ayah. Satya sayang ayah. Jangan pergi ayah, buka mata ayah. Jangan tidur ayah, buka mata ayah" teriak Satya.


Hati Ragini benar-benar hancur saat melihat pria yg di sayanginya seperti itu. Dia terus menerus menangis histeris tak terima dengan keputusan Dewa yg mengambil Laksh darinya.


"Ku mohon bangun Laksh, buka matamu" ucapnya lirih.


Next or Stop??


Please komwell ya 😄😄

__ADS_1


Baper ga? Aku aja yg ngetiknya sambil nangis gara2 ngebayangin..


Nyesek bgd 😭😭


__ADS_2