LUKA

LUKA
Aku Ingin Pisah Denganmu!


__ADS_3

×LUKA×


PART 23


"Terimakasih sayang, ini adalah kado yg tidak akan pernah aku lupakan"


Ragini masih menyandarkan tubuhnya di dada bidang milik Laksh.


"Iyah Laksh"


"Ragini? Apa kau masih belum ingat semuanya?"


Ragini mengernyitkan alisnya.


"Mengingat apa Laksh? Memangnya hal apa yg aku lupakan?"


Laksh hanya menggeleng, dia mengeratkan tubuhnya dengan Ragini. Tubuh mereka hanya berbalut selimut dan saling mengeratkan pelukan.


"Laksh, kenapa setiap aku melihat Satya aku merasa jika aku sudah mengenal Satya dengan sangat lama"


Laksh hanya tersenyum.


"Itu karena kau ibunya"


Ragini mendongakkan kepalanya.


"Apa maksudnya, Laksh?"


Laksh hanya menggelengkan kepalanya.


"Maksudku sekarang kau kan ibunya jadi pasti kau merasakan seperti itu"


Ragini hanya tersenyum.


"Dia anak yg manis Laksh, aku sangat menyayanginya"


Laksh tersenyum mendengar ucapan Ragini.


"Iyah memang, karena ayahnya saja sangat manis dan tampan. Jadi wajar jika Satya manis sepertiku"


"Ishh kau ini.. Sangat percaya diri"


"Ragini, aku ingin secepatnya mempunyai anak perempuan yg manis seperti dirimu"


Ragini hanya tersenyum dan mengangguk.


"Jadi kita harus setiap hari melakukan seperti ini" bisik Laksh menggoda.


"Lakshhh"


Laksh mencium kening Ragini.


"Aku sangat mencintaimu"


***

__ADS_1


"Laksh ada kiriman untukmu"


Laksh mengambil amplop coklat itu. Dia membukanya dan terkejut. Laksh menjatuhkan foto-foto itu.


Laksh *** rambutnya.


"LAKSSHHH" teriak Ragini.


Laksh terkejut saat melihat Ragini yg tiba-tiba datang, Laksh buru-buru memunguti foto itu.


"Laksh, foto apa ini?"


Ragini perlahan membalik foto itu, sementara Laksh dia hanya memejamkan matanya.


"Lakshhhhh" ucap Ragini lirih.


"Ragini, ini bukan seperti yg kau pikirkan, ini adalah foto lama kejadiannya empat tahun yg lalu, aku tidak pernah mengkhianatimu, Ragini. Sungguh"


Laksh ingin menghampiri Ragini. Tapi tangan Ragini menahan langkah kaki Laksh.


"Ku mohon Laksh, jangan dekati aku. Apa kau tak melihat semua ini? Aku mengenalnya Laksh, ini Tania dan ini Nandini kau benar-benar brengsek Laksh, aku membencimu. Benar-benar membencimu"


PLAAKKKKK......


Ragini meneteskan airmatanya lalu pergi meninggalkan ruangan Laksh.


"RAAGIIINIIII"


Laksh mengambil amplop itu untuk mencari nama pengirimnya, namun sial tidak ada petunjuk apa-apa.


Laksh langsung mengambil kunci mobilnya dia pergi dari ruangan.


Laksh mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.


"Ibu apa Ragini sudah pulang?"


"Belum Laksh, bukankah katanya Ragini mau ke tempatmu?"


"Baiklah bu"


Laksh terus menghubungi nomor Ragini, namun Ragini tak juga menjawabnya.


***


"Hai Ragini, apa kau masih mengingatku?"


"Tania, dan kau Nandini?"


"Iyah Ragini, aku ikut bahagia jika kau dan Laksh sudah menikah? Kau beruntung Ragini, Laksh mau menikahimu dan menerima anakmu, sedangkan kami, kau lihatlah ini. Ini adalah anak kami dengan Laksh"


Ragini membulatkan matanya saat dia melihat foto seorang anak kecil sedang bermain dengan sangat riang.


Ragini berusaha untuk mengatur nafasnya.


"Aku tau Ragini, kau pasti paham dengan sifat Laksh. Memang waktu itu kau dan Laksh telah berpacaran, tapi Laksh dia sangat serakah, dia selalu menginginkan hal itu dariku dan Nandini, kau mau lihat foto ini"

__ADS_1


Sekali lagi, Ragini merasakan sesak saat dia melihat foto mesra suaminya itu dengan wanita lain.


"Kami hamil tapi Laksh tidak mau bertanggung jawab, begitupun denganmu Ragini, awalnya Laksh tidak mau bertanggung jawab atas anakmu kan?"


Ragini mengerutkan dahinya.


"Lihat ini, aku masih menyimpan video saat kau meminta pertanggung jawaban dari Laksh tapi Laksh malah menghinamu"


Ragini menteskan airmatanya saat melihat video itu, bayangan di kepalanya berkelebat.


"Aaaawwwww" teriak Ragini dengan memegangi kepalanya.


***


"Sayang, buka matamu! Ku mohon" ucap Laksh lirih dengan menggenggam erat tangan Ragini.


Perlahan Ragini membuka matanya. Ragini langsung terkejut saat melihat Laksh, dia lalu melepaskan tangganya di genggaman tangan Laksh.


"Pergi kau pria brengsek, pergi.. Aku tak ingin melihatmu lagi, pergi" teriak Ragini.


"Ragini ku mohon sayang, maafkan aku. Aku bisa jelaskan semuanya" ucap Laksh lirih.


Ragini hanya membuang mukanya.


"Kau mau jelaskan apa lagi Laksh? Aku menyesal mau menikah denganmu, saat ini aku mohon jauhi aku dengan Satya, bukankah dulu kau menolak Satya saat dia berada di kandunganku, jadi untuk apa sekarang kau memperdulikan Satya, hentikan Laksh.. Hentikan sandiwara ini. Aku bahkan jijik menganggapmu sebagai suamiku, kau tidak pernah malu melakukan hal itu kepada semua wanita, aku benci denganmu Laksh, PERGIIII" teriak Ragini.


Laksh terkejut dengan ucapan Ragini, berarti Ragini telah mengingat segalanya.


"Kau sudah ingat semuanya Ragini?" ucap Laksh gemetar.


"IYA!!! Aku bahkan ingat saat kau menolak untuk menikahiku di depan orang banyak dan kau malah menghinaku"


Laksh menangis "Ragini, aku benar-benar telah menyesal. Aku mohon maafkan aku Ragini, maaf"


"Menyesal katamu? Bagaimana dengan Tania dan Nandini? Mereka juga memiliki anak darimu, Laksh" teriak Ragini.


Laksh membulatkan matanya tak percaya.


"Bagaimana mungkin? Tidak akan bisa? Kau jangan mau di bohongi oleh mereka Ragini. Aku dulu melakukannya dengan menggunakan pengaman"


"Ohh benar kan? Ternyata memang benar, kau benar-benar brengsek Laksh. Aku sangat membencimu, aku ingin berpisah darimu Laksh. Aku ingin kita bercerai" teriak Ragini.


Laksh merasakan hatinya sangat sakit saat Ragini mengucapkan kata perpisahan.


"Ragini, ku mohon. Aku benar-benar sangat mencintaimu dan Satya, ku mohon Ragini" ucap Laksh lirih.


Laksh bersimpuh di hadapan Ragini dengan tangganya yg dia lipat seperti memohon.


"Aku membencimu Laksh, aku jijik melihatmu. Kau urusi saja perceraian kita, aku benar-benar ingin berpisah darimu. Aku tidak sudi tinggal dengan orang yg tak bermoral seperti dirimu Laksh, aku tidak mau hidup bersama seorang bajingan" ucap Ragini lirih.


Laksh terus meneteskan airmatanya.


"Ragini.. Semua memang salahku, tapi aku sudah berubah Ragini, sungguh. Aku bahkan bersumpah, jika anak Tania dan Nandini bukanlah anakku, aku bahkan rela untuk kehilangan nyawaku jika kau mau Ragini, ku mohon maafkan aku. Aku sangat mencintaimu, aku sangat menyayangi Satya, ku mohon jangan pisahkan kami" ucap Laksh dengan terisak.


Ragini membuang wajahnya, dia sama sekali tidak sudi melihat wajah Laksh.

__ADS_1


"AKU INGIN BERPISAH DENGANMU, LAKSH. AKU INGIN BERCERAI DENGANMU!" teriaknya.


To be continued...


__ADS_2