LUKA

LUKA
Kejutan


__ADS_3

×LUKA×


PART 22


"Ibu, apa kau membutuhkan bantuanku?" tanya Ragini saat menghampiri Anna yg sedang memasak di dapur.


"Tidak usah, pasti kau lelah Nak"


"Tidak apa-apa ibu, sini biar ku bantu. Katakan saja aku harus melakukan apa?"


"Kau bisa membuat Ladoo?"


"Bisa ibu, tapi pasti tak seenak buatan ibu"


"Hmmm kau ini bisa saja"


"Memang ada acara apa, bu? Tumben sekali ibu membuat manisan?"


"Hari ini Laksh ulang tahun sayang, apa kau tidak ingat?"


Ragini hanya menggeleng.


"Astaga! Benarkah ibu? Aku benar-benar tidak tau"


Anna memegang pipi Ragini.


"Tidak apa-apa Nak, sebaiknya bantu ibu persiapkan semua ini untuk Laksh"


"Baik bu"


"RAAGIIIINNIIII"


"Kak Muktha.. Priya sayang"


Ragini menghampiri Muktha dan memeluknya.


"Ibu.. Aku antar Kak Muktha dan Priya ke kamarnya sebentar yah bu?"


Anna hanya mengangguk.


"Ayooo kak"


Anna menatap Ragini dia hanya tersenyum.


***


"Ahhh kenapa aku selalu saja memikirkan Ragini, dia selalu memenuhi pikiranku"


Laksh menatap foto yg terpajang di mejanya. Dia hanya tersenyum.


"Aku sangat mencintaimu, Ragini"


Laksh mengambil ponselnya dia langsung menghubungi Ragini.


Ragini yg sedang membuat adonan roti sangat kesulitan untuk mengangkat telponnya, dia menggunakan sikutnya.


"Ya Laksh ada apa?"


"Ragini kau sedang apa?"


"Aku sedang melakukan banyak pekerjaan rumah"


Anna hanya tersenyum.


"Memangnya sekarang jam berapa disana Ragini?"


"Jam berapa?"


Ragini melirik Anna.


"Memang jam di kantormu tidak ada?"


"Cepat jawab saja, jam berapa sekarang disana?"


Ragini melirik jam di tangannya,


"Jam 2 siang Laksh"


"Ahhh aku kira jam disini mati, aku sudah bosan disini Ragini, aku tak bisa berjauhan lama denganmu. Aku sangat merindukanmu" rengek Laksh.


"Hahahaha, Laksh kau ini seperti anak kecil saja" ledek Anna.


"Ibu? Ragini ada ibu disana? Apa kau loudspeaker? Astaga Ragini kau membuatku malu saja"

__ADS_1


"Hahahaha aku sedang masak Laksh, tanganku kotor jadi aku loudspeaker"


"Ahhh ya sudah lanjutkan saja kerjaanmu itu. Bye" ucap Laksh dengan nada merajuk.


Ragini hanya ketawa cekikikan.


"Ibu, anakmu itu lucu sekali"


Anna hanya tersenyum.


"Ibuuuuuuu" teriak Satya memeluk Ragini.


"Kenapa sayang?"


"Aku sangat merindukan ibu, ibu jangan jauh-jauh dari aku" rengeknya.


Ragini melirik Anna.


"Astaga ternyata ayah dan anak sama saja"


***


"Kau kenapa Laksh? Kenapa terus gelisah?"


"Aku bosan disini, aku ingin segera pulang"


"Hei kenapa kau bersikap seperti anak kecil Laksh?"


Laksh menopang dagunya dan menatap wajah Arjit lekat.


"Kau memang tampan, tapi sayang tidak ada wanita yg mau denganmu"


"Apa maksudmu, Laksh?"


"Hahaha santai Arjit, aku hanya bercanda. Siapa suruh kau meledek ku tadi, jika kau merasakan jatuh cinta seperti aku saat ini pasti kau akan merasakan rindu yg teramat dalam saat jauh dengan orang yg kau cintai"


"Kau terlalu berlebihan, kau kan sedang bekerja. Lagi pula tidak begitu jauh kan jarak antara kantor dengan rumah. Kau saja yg terlalu mendramatisir keadaan"


Laksh hanya mendengus kesal, lalu dia pergi meninggalkan Arjit.


Arjit menatap tubuh Laksh yg perlahan menjauh.


"Apa benar aku tidak laku? Sialan kau ini Laksh" dengusnya.


***


Ragini hanya mengangguk.


"Ibu memang ibuku yg terbaik"


Satya memeluk Ragini.


"Ragini, memang pesta ini untuk acara apa?" tanya Muktha.


"Laksh kak, hari ini dia ulang tahun"


"Astaga, benarkah? Maaf Ragini kakak tidak tau, jadi kakak tidak membantumu, dari tadi Priya rewel terus. Maaf yah"


"Iyah kakak tidak apa-apa"


Ragini memperhatikan setiap dekorasi yg telah terpasang.


"Semoga kau menyukainya Laksh"


***


"Laksh, apa saklar lampunya mati?"


"Entahlah.. Kemana semua orang? Apa mereka semua pergi?"


"Laksh, aku pergi dulu memeriksa saklarnya"


Laksh hanya mengangguk.


Tak lama lampunya menyala.


"Happy birthday to you.. Happy birthday to you.. Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday to Laksh"


Laksh sangat bahagia. Dia menyunggingkan senyumannya.


"Aaayyaaahhh" teriak Satya berlari dan langsung memeluk Laksh. Laksh langsung menggendong tubuh mungil Satya.


"Selamat ulang tahun ayah" ucap Satya dengan mengecup pipi Laksh.

__ADS_1


"Terimakasih jagoan kecil ayah" ucap Laksh dengan mencubit gemas pipi anaknya itu.


Laksh menghampiri ibunya dan meminta berkatnya.


"Selamat ulang tahun putraku, semoga apa yg kau inginkan dapat terwujud"


"Selamat ulang tahun Laksh" ucap Muktha.


"Selamat ulang tahun paman" ucap Priya.


"Hei Laksh, selamat ulang tahun Bro" ucap Arjit.


Bola mata Laksh memutar.


"Bu, dimana Ragini?"


Tiba-tiba ada tangan yg menutup mata Laksh.


"Happy birthday my lovely husband" bisiknya.


Laksh langsung memutar tubuhnya.


Laksh menurunkan Satya dari gendongannya.


"Terimakasih sayangku" ucap Laksh dengan mengecup kening Ragini.


"Eheeemm, kami masih ada disini loh, disini juga ada anak kecil" goda Arjit.


Laksh hanya mengelus tengkuknya.


***


"Ragini, mana kadoku?"


Ucap Laksh dengan memeluk tubuh Ragini erat dari belakang.


"Kado? Kado apa? Bukankah sudah banyak tadi kado untukmu, seperti anak kecil saja yg merengek minta kado"


"Biarlah seperti anak kecil juga, tapi aku ingin meminta kadoku. Dan kau harus memberikannya"


"Apa?"


Laksh membisikkan sesuatu di telinga Ragini.


"Tidak Laksh, tidak mau"


"Ahhh berarti kau tak menyayangi diriku"


Laksh merajuk.


"Ayolah Ragini, ku mohon"


Ragini hanya mengangguk. Laksh tersenyum penuh kemenangan, dia menggendong tubuh Ragini ke ranjang. Saat Laksh ingin mencium bibir Ragini....


"Laksh.. Ragini.."


Laksh mendengus kesal.


"Selalu saja seperti ini, mengapa mereka tidak bisa menjaga Satya dulu" kesal Laksh.


Ragini hanya menahan tawanya.


"Ada apa bu?"


"Astaga mengapa mukamu garang sekali Laksh, ibu hanya ingin memberikan susu kunyit ini untuk Ragini"


Ragini menghampiri Anna.


"Ibu, tak perlu repot-repot"


"Ibu tau jika kau kelelahan, kau minumlah ini agar tubuhmu bersemangat, karena ibu yakin malam ini pasti Laksh tak membiarkan dirimu tidur" goda Anna.


"Ibuuuu" teriak Laksh.


Anna langsung tertawa dan berlalu pergi.


Laksh melirik Ragini yg masih tertawa, Laksh langsung mengunci kamarnya.


"Ayo minum, habiskan. Malam ini kau harus begadang Nyonya Ragini Laksh Maheswari"


Ragini langsung berlari ke kamar mandi.


"Ragini, kau mau kemana? Ayo kesini"

__ADS_1


Ragini hanya tertawa cekikikan di kamar mandi.


To be continued....


__ADS_2