LUKA

LUKA
Pergi Merayakan


__ADS_3

"Aaaahhh ... sekretaris Mey terimakasih banyak kau baik sekali, kalian juga aaahh aku sangat terharu, terimakasih banyak semuanya" ucapku sambil membungkuk pada mereka.


Mereka seperti keluarga kedua dalam memperlakukan aku selama aku bekerja di perusahaan tersebut, selalu membantu aku dan tidak pernah mengabaikan aku, itu yang membuatku terus merasa nyaman bekerja di perusahaan tersebut, sekretaris Mey segera memotongkan kue yang dia bawa di tangannya dan kami semua sibuk membagikan kue itu sambil terus merayakan semuanya bahkan sekretaris Mey mengajak kami semua untuk pergi ke restoran dan dia mengatakan bahwa aku yang akan mentraktir mereka semua untuk makan padahal aku sama sekali tidak menyetujui semua itu, namun karena sekretaris Mey yang sudah mengatakannya lebih dulu jadi aku harus menyetujuinya sebab tidak ada cara lain lagi saat itu.


"Oke... teman-teman setelah pulang kantor kita semua akan makan di restoran pilihanku dan tentu saja Chef Anna yang akan mentraktir kita semua" teriak sekretaris Mey yang di sambut begitu meriah oleh anak-anak yang lainnya.


"Aishh.... sekretaris Mey kau ini ada-ada saja, tapi ya sudahlah aku juga belum pernah berbagi apapun dengan kalian semua bukan? Tapi kalian harus makan di restoranku bagaimana?" Balasku menawarkan kepada mereka semua.


"Tidak masalah restoran Chef Anna pasti lebih baik dari restoran manapun, iya kan teman-teman, yang penting gratis bukan haha" balas sekretaris Mey yang terlihat begitu senang.


"Iya ..iya...aahhh kau ini mau membuat aku bangkrut ya" ucapku bercanda sedikit dengan sekretaris Mey saat itu.


Dan untungnya mereka setuju dengan hal itu, namun setelah mereka bubar kembali pada pekerjaannya masing-masing aku melihat Gisel yang masih saja terlihat murung dia bahkan tidak ikut andil dalam acara yang baru saja di lakukan oleh kami semua dia hanya terlihat kembali duduk setelah menatap ke arahku beberapa saat yang lalu.


Karena merasa aneh dengan dirinya hari ini, aku pun segera datang menghampiri Gisel dan berdiri di sampingnya.


"Gisel ada apa denganmu hari ini?" Tanyaku kepadanya secara langsung.


"Tidak ada, aku baik-baik saja" balasnya terlihat menyembunyikan sesuatu kepadaku.


Aku merasa sangat heran dan terus saja mengerutkan kedua alisku kepadanya saat itu, melihat dia yang malah memalingkan pandangan dariku dan berpura-pura sibuk mengerjakan pekerjaan yang aku sendiri tahu bahwa saat itu dia sudah menyelesaikan semuanya sejak awal, aku pun segera memutar kursi yang dia duduki hingga membuat Gisel menghadap ke arahku.


"Aaahh....Anna apa yang kau lakukan? Aku sedang bekerja tahu" ucapnya begitu saja kepadaku.


"Gisel, tolong jawab pertanyaan dariku dengan jujur, kenapa kau terlihat murung sedari tadi, tidak mungkin kau baik-baik saja tetapi wajahmu se kusut itu" balasku kembali bertanya kepadanya.


Gisel pun menghembuskan nafas dengan lesu dan pada akhirnya dia juga mau membicarakan hal yang mengganggu pikirannya tersebut dan aku terus mendengarkannya dengan baik, karena aku tahu dia mungkin tidak memiliki tempat untuk bercerita sehingga aku berusaha untuk mendengarkan semua keluhan yang dia utarakan kepadaku saat itu, walau sebenarnya aku tidak seharusnya melakukan semua ini kepada orang yang sudah mengambil David dariku.


"Anna...ini tentang David, dia memang baik kepadaku dia selalu bersamaku akhir-akhir ini, tapi dia selalu saja menanyakan kamu dan meminta agar aku bisa membuat dia dekat denganmu, padahal kalian sudah sangat dekat apa lagi yang perlu di dekatkan, bukankah itu menyebalkan?" Ucap Gisel kepadaku.


Aku terperangah mendengar jawaban dari Gisel, bisa-bisanya dia bilang itu menyebalkan sedangkan dia tidak tahu apa yang David lakukan kepadaku semalam ini, bahkan kedatangannya kembali ke negara ini jauh lebih menyebalkan di bandingkan hal itu, tetapi dia sudah sangat kesal sampai terus terbawa ke kantor seperti ini, aku benar-benar tidak mengerti dengan otak kecilnya itu.


"Gisel.... Kau kan tahu, David orang seperti apa, seharusnya kau tidak merasa aneh lagi dengan kelakuannya itu kan? Dan kau jangan membawa masalah luar ke dalam kantor, sebaiknya kau bicarakan saja dengan David dan katakan saja pada dia bahwa aku tengah sibuk akhir-akhir ini, dengan begitu dia tidak akan menanyakan aku lagi saat bersama denganmu" balasku kepadanya,


"Anna.....kau baik sekali, terimakasih banyak Anna" ucapnya begitu mudah mengatakan semua itu, aku hanya bisa mengangguk kepadanya dan menghembuskan nafas kecil.

__ADS_1


Aku pun mengajak Gisel agar ikut dengan anak-anak yang lainnya pergi merayakan keberhasilan yang kami capai dalam projects pertama kami yang berhasil sangat besar dan mendapatkan keuntungan yang cukup pantastis.


"Sudah jangan bersedih lagi kau sebaiknya ikut saja makan di restoranku sepulang kantor" ucapku mengajaknya untuk hadir juga.


Namun yang tidak aku sangka Gisel malah menolaknya dengan alasan yang membuat aku sedikit tidak senang saat itu.


"Maafkan aku Anna tapi aku sudah membuat janji dengan David dia bilang dia akan datang menjemput ku nanti dan kita akan bertemu dengan Oma aku juga sangat merindukannya karena kita sudah lama tidak bertemu" ujar dia kepadaku.


Aku berusaha untuk menahan kekesalanku di hadapannya dan aku pun hanya bisa mengangguk dan membiarkan dia untuk pergi sesuka hatinya karena semua itu juga sudah tidak ada urusannya lagi denganku.


"Aaahh....oke...baiklah, terserah kau saja kalau begitu dan lain kali tolong jangan bilang padaku jika kau sudah semakin dekat dengan David itu sedikit membuat aku kesal mendengarnya" balasku kepada dia sambil segera kembali ke meja kerjaku lagi.


Gisel tersenyum kepadaku dan aku sangat tidak ingin melihatnya, dia benar-benar cukup merepotkan belakangan ini, aku tidak tahu kenapa aku masih saja mau berteman dengannya, padahal sudah jelas kami berdua adalah saingan yang ketat sejak dulu, justru sekarang malah aku yang mengalah begitu saja, merelakan David yang sudah bersama denganku sejak kecil kepada wanita lain yang baru kami kenal saat SMA, itu sedikit menyebalkan namun nyatanya David juga tidak benar-benar menyukai aku karena dia sama sekali belum mengajak aku untuk melakukan hubungan serius dengannya atau bahkan mengatakan perasaannya atau mengajak aku berpacaran saja dia tidak melakukannya, padahal status adalah hal yang penting dalam suatu hubungan.


Dia sepertinya lebih nyaman menjadi sahabat denganku dan tidak melewati batas itu selamanya, sedangkan aku tidak bisa melakukan hal itu, jadi memang sudah keputusan terbaik untuk menjauhi dia.


Meski tadi Gisel mengatakan bahwa David selalu menanyakan tentangku kepadanya, tapi aku tidak akan tergoda dengan hal semacam itu, walau pada kenyataannya perasaanku mengatakan aku sangat senang mendengar hal tersebut tapi aku menahannya dengan kuat, agar aku tidak sampai terjatuh lagi ke lubang yang sama untuk kesekian kalinya.


"Apa...apaan perasaan ini, kenapa aku harus merasa senang mendengar David menanyakan tentangku kepada Gisel, aaahh ini konyol" gerutuku saat itu.


Hingga tidak lama waktu pulang sudah tiba, sekretaris Mey datang menghampiriku dengan teman-teman yang lainnya dan kami sudah tidak sabar untuk pergi ke restoranku saat itu, sekretaris Mey menjadi orang yang paling bersemangat dan saat itu aku pikir kami hanya akan pergi begitu saja dengan orang-orang yang ada disana saat itu, namun rupanya sekretaris Mey juga mengajak tua Arsen dan aku merasa canggung ketika ada dirinya diantara kami semua, bahkan bukan hanya aku saja tetapi teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama.


"Kenapa kalian hanya diam saja, ayo pergi bukankah kita akan merayakannya?" Tanya tuan Arsen kepada kami semua.


"Sekretaris Mey kau konyol sekali kenapa kau mengajaknya" bisikku kepada sekretaris Mey yang berdiri di sampingku saat itu,


"Terpaksa Anna...dia tidak segaja mendengarnya saat aku mempersiapkan kue itu untukmu, tidak mungkin aku berbohong kepadanya atau melarang dia untuk ikut, kau tahu sendiri bukan dia seperti apa" balas sekretaris Mey kepadaku.


Aku hanya bisa menundukkan kepala dan sudah pasrah dengan semuanya, sebab tuan Arsen sudah ada di hadapan kami semua dan kita tidak ada yang berani melakukan apapun kepadanya, sehingga saat itu terpaksa kami segera masuk ke dalam taxi masing-masing yang suda di pesan dan aku berniat ikut pada mobil sekretaris Mey namun sayangnya disaat aku berkata akan pergi dengan sekretaris Mey tuan Arsen malah menarik tanganku dan dia menyuruh aku untuk pergi dengannya begitu saja.


"Aahh...lihat tadi pesananku sudah tiba, ayo teman-teman sebagian memakai taxi dan sebagiannya ikut saja ke mobilku, Anna kau juga akan denganku bukan?" Ucap sekretaris Mey padaku saat itu.


Baru saja aku mau membuka mulutku dan hendak menjawab ajakan dari sekretaris Mey tapi tangan tuan Arsen sudah lebih dulu menarik tanganku dan dia menjawabnya dengan cepat, membuat aku kaget terperangah melihatnya.


"Tidak ....dia akan ikut denganku, mobilku kosong dan aku menyetir sendiri, tidak masalah jika Anna ikut denganku agar mobilmu tidak terlalu penuh" ucap tuan Arsen begitu saja.

__ADS_1


Seketika semua teman-teman terperangah mendengarnya begitu pula dengan aku juga sekretaris Mey sendiri, kami semua tahu bahwa tuan Arsen tidak pernah mengijinkan siapapun untuk masuk ke dalam mobilnya, bahkan sekretaris Mey sendiri jika ingin berada satu mobil dengan tuan Arsen maka dia harus menggunakan mobil lain yang di miliki oleh kantor ataupun mobil miliknya, tidak ada yang pernah masuk ke dalam mobil milik tuan Arsen, karena mereka takut akan mengotori mobilnya atau pun merusaknya, walau tuan Arsen sendiri belum pernah mengatakan dengan jelas bahwa tidak ada yang bisa masuk ke dalam mobilnya tersebut, tetapi semua karyawan sudah tahu bahwa hal tersebut tidak bisa mereka lakukan karena berbagai hal.


"Tu...tuan aku dengan sekretaris Mey saja" ucapku kepada tuan Arsen sambil menarik tanganku yang di genggam tuan Arsen saat itu.


Namun disaat aku hendak berjalan ke samping sekretaris Mey dia justru malah menjauh dariku dan melarang aku untuk ikut dengan dirinya, bahkan sekretaris Mey terlihat segera menyuruh teman-teman yang lain masuk ke mobilnya untuk memenuhi mobil itu, sepertinya dia sangat tidak ingin aku masuk ke dalam mobilnya saat itu.


"Ehh ... Teman-teman ayo cepat masuk ke taxi dan mobil, ayo....ayo dan kau Anna sebaiknya kau jangan ke mobilku ya itu sudah penuh bagaimana kalau kau naik taxi lain saja atau sudahlah kau bersama tuan Arsen saja lagipula tuan Arsen juga tidak keberatan, yah...aku pergi lebih dulu oke.. sampai ketemu disana" ucap sekretaris Mey yang pergi terburu-buru dan langsung masuk dengan cepat ke dalam mobilnya.


Mereka semua meninggalkan aku begitu saja membuat aku terperangah kesal menghadapi tingkah mereka saat itu.


Walaupun ini bukan pertama kalinya untukku masuk ke dalam mobil tuan Arsen tetapi ini sangat membuat aku canggung terlebih sebelumnya aku dan tuan Arsen sudah mengalami banyak kejadian yang ambigu aku tidak ingin kejadian seperti sebelumnya terjadi lagi, itu membuat aku gugup tidak menentu.


"Aishh ..kenapa mereka meninggalkanku, badanku tidak besar dan mobilnya juga tidak sepenuh itu, di bagian belakang masih kosong, aahh pasti mereka sengaja melakukan ini padaku, menyebalkan" gerutu kesal saat itu.


Karena aku tidak ingin pergi dengan tuan Arsen aku pun memutuskan untuk menghentikan taxi saja di sekitar sana.


"Sudah ayo ikut denganku saja" ucap tuan Arsen kepadaku saat itu,


"Aahh ..tidak masalah tuan, kamu pergi saja lebih dulu nanti aku menyusul, aku juga sudah menghubungi ibuku untuk menyambut mereka semua dan aku bisa naik taxi saja" balasku kepadanya dengan perasaan sedikit gugup tidak menentu.


Aku pun berjalan ke pinggir jalan dan saat aku tengah menunggu taxi, aku malah melihat mobil David yang datang melaju ke tempat itu, aku tahu di di depan sana ada Gisel dan sudah bisa di pastikan David akan datang untuk menjemputnya, aku tidak ingin melihat mereka saat itu sehingga aku segera membalikkan badan untuk menghindari David supaya dia tidak mengetahui keberadaanku disana.


Namun sialnya meski aku sudah membelakanginya tetap saja dia mengetahui keberadaanku saat itu, parahnya dia juga malah datang menghampiri aku sambil menyapaku saat itu.


"Anna... Sedang apa kamu disini?" Tanya David padaku saat itu, dia berada di dalam mobilnya dan Gisel duduk di sampingnya.


Duduk di tempat duduk yang sebelumnya selalu menjadi tempatku, tapi kini itu mungkin sudah menjadi tempat duduk wanita mana saja yang pernah David bawa masuk ke dalam mobilnya atau dia antarkan kemana saja dengan mobilnya tersebut.


"Aaahh ..aku mau pulang, sedang menunggu taxi" balasku kepadanya sambil tersenyum kecil,


"Ya sudah ayo masuk aku bisa mengantarmu" ucap dia memberikan tumpangan.


Padahal sedari tadi aku ingin menghindari hal seperti ini, aku tidak ingin David memberikan tawaran tumpangan kepadaku aku tidak mau berada satu mobil dengan mereka dan menjadi nyamuk seperti dulu lagi.


Saat itu aku kebingungan memikirkan cara terbaik untuk menolak David dan terus saja menatapnya dengan perasaan kesal, resah dan tidak menentu.

__ADS_1


__ADS_2