
×LUKA×
PART 24
"Ragini, ku mohon jangan bicara seperti itu sayang, aku tidak sanggup untuk kehilangan dirimu lagi" ucap Laksh dengan bersimpuh dan memohon.
Namun Ragini tak bergeming, dia tetap terdiam membuang mukanya. Dia sebenarnya merasa iba dengan Laksh yg terus menerus menangis, namun hatinya sudah terlalu sakit.
****
Sebulan kemudian....
"Ibuuuuuu" teriak Satya.
Ragini langsung menggendong anaknya itu.
"Ibu, kata ibu nanti ayah akan selalu mengunjungiku, tapi sudah sebulan ayah tidak juga kesini bu, apa ayah sudah tak sayang lagi kepadaku? Apa ayah sudah melupakanku? Ayah jahat" rengek Satya.
Ragini hanya terdiam tak menjawab semua pertanyaan yg di lontarkan Satya.
"Ayah disini sayang, ayah mana mungkin lupa dengan jagoan ayah"
Ragini memutar tubuhnya, matanya membulat saat dia melihat seseorang yg sebenarnya dua rindukan selama sebulan ini.
"Ayahhh"
Satya memaksa turun dan berlari menghampiri ayahnya.
Laksh dengan sigap langsung membawa tubuh Satya dan menggendongnya.
"Ayah kemana saja? Satya sangat merindukan ayah"
Laksh melirik Ragini.
"Ayah sedang ada urusan, ayah harus membuktikan jika ayah tidak bersalah"
Raginin hanya menunduk dan terdiam. Laksh menghampiri Ragini.
"Ragini, ku mohon untuk sekali ini saja ijinkan aku untuk membawa Satya pergi, setelah itu aku akan melepaskan Satya kepadamu"
Ragini hanya menganggukkan kepalanya.
Satya tersenyum senang saat bersama Laksh. Hati Ragini terasa begitu amat sakit, dia berpikir apakah memang dia dan Laksh harus berpisah.
"Maafkan ibu, Nak" ucap Ragini dengan mengelus perutnya yg masih rata.
***
"Ayah.. Aku ingin naik itu"
Laksh melirik komedi putar yg di tunjuk Satya.
Laksh hanya tersenyum dan mengajak Satya untuk menaikinya.
"Ayah tunggu disini yah"
Satya mengangguk dan tersenyum.
Laksh memperhatikan dengan seksama tubuh mungil anaknya itu. Namun perhatiannya tertuju saat dia melihat seseorang yg sangat dia kenal.
'Tania' batinnya.
Laksh terus memperhatikan Tania yg sedang berjalan dengan seorang pria yg sedang menggendong anak laki-laki. Laksh merasa familiar dengan anak itu. Dia langsung menghampiri Tania.
"Taniaaa" teriak Laksh.
Tania menoleh, dia sangat terkejut.
Pria di samping Tania hanya menatapnya bingung.
"Kau siapa?"
"Aku.. Aku adalah ayah dari anak yg sedang kau gendong itu Tuan"
Pria itu menatap tak percaya dia langsung melirik Tania.
__ADS_1
"Tidak! Mana mungkin!"
"Jelaskan Tania apa hubungan kita dulu, katakan! Bukankah kau bilang jika itu anakku?"
"Tania katakan, kau sudah keterlaluan, aku akan segera menceraikanmu.
"Tidak Rahul, jangan lakukan itu. Apa kau sudah gila Laksh jangan kau sembarangan mengaku, dia putraku dengan Rahul"
"Bukankah kau bilang dia putraku?"
"Tidak Laksh, aku hanya berbohong. Aku sangat tidak suka melihat kau hidup bahagia, aku hanya ingin membalaskan dendamku kepadamu"
Laksh berpikir.
"Dasar wanita licik, apa kau bekerjasama juga dengan Nandini?"
Tania hanya mengangguk.
"Dasar wanita gila"
***
"Mau sampai kapan kau membohongi dirimu, jika kau dan Laksh itu sudah di takdirkan untuk berjodoh Ragini" ucap Mrunal.
Ragini menghela nafasnya kasar.
"Ragini.. Kau lihat ini"
"Apa ini kak?"
Ragini mengambil ponsel Yuvi dan memutar video itu. Ragini membulatkan matanya saat dia melihat video itu.
"Astaga, dasar wanita jahat. Dia bahkan berusaha untuk memisahkan Laksh dengan calon bayinya"
"Calon bayi?"
Ragini hanya mengangguk.
"Aku hamil lagi kak, anak Laksh"
"Selamat sayang"
***
"Muaacchhhh"
Laksh membuka matanya saat dia merasakan keningnya di cium.
"Selamat pagi sayangku" sapa Ragini dengan riang.
Laksh bangkit dari posisinya, dia langsung mengucek matanya dan mencubit pipinya.
"Aawwww"
"Memang sakit sayang, karena semua ini bukan mimpi. Aku telah kembali, Ragini mu disini"
Laksh langsung memeluk erat tubuh Ragini.
"Aku sangat merindukanmu Ragini, aku sangat mencintai dirimu"
Ragini hanya tersenyum.
"Kau tau Laksh, ada yg lebih merindukanmu"
"Siapa?"
Ragini menuntun tangan Laksh untuk memegang perutnya.
"Disini, dia sudah berada disini"
Laksh tersenyum dengan bahagia.
"Apa ini benar Ragini?"
Ragini hanya mengangguk. Dia mencium kening Ragini.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu sayang, terimakasih. Kau selalu melengkapi hidupku"
Ragini hanya tersenyum.
Saat Laksh ingin mengecup bibir Ragini...
"Ibuuuuu" teriak Satya.
"Astaga anak itu lagi" gumamnya.
Ragini hanya menahan tawanya, dia langsung menghampiri Satya.
"Ada apa sayang?"
"Ibu, kata nenek aku akan punya seorang adik"
Ragini hannya mengangguk dan tersenyum.
"Kapan dia akan keluar Sari perut ibu, Satya sudah tidak sabar bu untuk bermain dengan adik"
Laksh menghampiri mereka.
"Bersabarlah sayangku, ayah aja selalu sabar saat ingin berduaan dengan ibumu, kau malah selalu saja datang menganggu"
Satya mendongakkan kepalanya seolah tak mengerti dengan ucapan ayahnya itu.
"Lakshhh" ucap Ragini dengan melotot.
Laksh hanya mengusap tengkuknya.
"Kau ingin berapa adik sayang? Lima atau sepuluh?"
Ragini langsung melirik Laksh.
"Sepuluh ayah, biar Satya tidak kesepian"
"Tuh dengar kan Ragini, Satya minta sepuluh. Jadi kau masih punya hutang sembilan anak lagi"
Ragini hanya mendengus kesal. Laksh mengecup bibir Ragini dengan cepat. Ragini hanya melongo dan tersenyum.
"Tidak Laksh, dua anak cukup"
"Tidak mau Ragini, itu sangat kurang"
"Kalau begitu kau saja yg hamil dan melahirkan"
"Kalau aku bisa juga kita bagi dua, kau lima aku lima"
"Ya sudah besok kita ke dokter saja, untuk memberi mu rahim"
"Ya sudah"
"Lakshhhhh"
"Raginiiiii"
"Dasar pria tidak waras!"
"Sama seperti dirimu"
"Menyebalkan"
"Tapi aku sangat mencintaimu"
"Aku juga Ragini, ku mohon jangan pernah meninggalkan aku, aku tak mampu hidup tanpa dirimu"
Laksh memeluk erat tubuh Ragini dengan mengelus perut Ragini yg masih rata.
"Hari ini aku akan memperhatikan pertumbuhan anak sku selama di kandunganmu"
Ragini hanya terdiam, dia mengeratkan pelukannya.
"Jangan pernah ada LUKA, jadi jangan pernah kau tinggalkan aku"
Ragini hanya tersenyum...
__ADS_1
---THE END---