LUKA

LUKA
Karena Cinta


__ADS_3

×LUKA×


PART 15


Laksh terus menatap ke langit, dia melihat bintang-bintang yg gemerlapan disana. Sudah seminggu setelah dia pulih dan kembali dari rumah sakit. Namun hatinya tetap saja hampa, pikirannya hanya tertuju pada satu nama. Dan hatinya terasa pilu saat mengingat satu nama itu di benaknya. Andai waktu bisa berputar kembali, ingin rasanya dia memperbaiki dirinya sendiri. Tak membuat orang yg mencintainya dengan sepenuh hati menjadi terluka.


'Dimana kau Ragini? Aku sangat merindukanmu' lirihnya dalam hati.


"Ayaahhh" teriak Satya.


Satya berlari memeluk tubuh Laksh, Laksh berjongkok untuk menggendong anaknya itu.


"Ayah kapan ibu akan di temukan? Satya kangen banget dengan ibu"


Laksh hanya menatas dan tersenyum, dengan sigap dia menghapus airmata dipipi anaknya itu.


"Secepatnya.. Ayah yakin ibumu akan segera berkumpul bersama dengan kita lagi" ucap Laksh dengan yakin.


Matanya tertuju pada bingkai foto yg memperlihatkan fotonya dan Ragini saling berpelukan dan tertawa.


'Cepat kembali Ragini, aku mohon' lirihnya.


***


"Dokter, pasien membuka matanya dok" teriak seorang suster.


Priyank yg sedang mengobrol dengan dokter, mereka langsung berlari.


Dokter langsung memeriksa keadaan Ragini.


"Laksh... Laksh... Laksh..." ucapnya pelan.


Priyank sangat bersyukur jika wanita itu telah siuman.


"Ini sebuah keajaiban, pasien telah sadar dari komanya dan kondisi pasien mulai membaik" ucap dokter.


Priyank tersenyum mendengarnya.


Dokter lalu pergi meninggalkan ruangan.


"Laksh.. Laksh.. Laksh" ucapnya pelan.


"Hei nona, kau jangan banyak bicara dulu yah. Kau harus istirahat yah"


"Laksh.. Laksh.. Laksh" gumamnya.


'Sebenarnya siapa Laksh? Mengapa dia berulang kali menyebut nama itu terus?' batinnya.


Priyank menatap lirih Ragini yg kini sudah tertidur kembali.


"Kau sangat cantik" gumamnya.


***


"Laksh kau mau kemana, Nak?" tanya Anna saat melihat Laksh berjalan dengan terburu-buru.


"Ibu aku harus mencari Ragini, dimanapun dia berada aku harus segera menemukannya"


"Nak, polisi kan sudah mencarinya, kondisi mu masih belum pulih Laksh. Kau harus istirahat dulu"


"Tidak ibu, aku tak bisa hanya berdiam diri disini tanpa melakukan apapaun. Aku sangat mencintai Raginiku ibu, jika Ragini saja rela mengorbankan nyawanya demi diriku mengapa aku hanya berdiam diri disini tanpa berusaha untuk mencarinya. Dia seperti itu semua karena diriku, Bu"


Laksh meneteskan airmatanya.


Anna mengelus punggung Laksh.


"Ku mohon jangan cegah aku untuk mencarinya" ucap Laksh dengan melipat kedua tangannya memohon.


Matanya memerah dan terus menangis. Pikirannya kacau dan hatinya sangat hancur.


Anna hanya mengangguk.


"Hati-hati Laksh"


Laksh hanya mengangguk dan pergi.


"Ayaaahh" teriak Satya.


Namun langkah Laksh sudah semakin jauh.


Anna menarik tubuh cucunya itu dan menggendongnya.


"Nenek aku ingin ikut dengan ayah mencari ibu" rengek Satya.


"Sayang kau disini saja bersama nenek yah"


***


Airmata Laksh terus menetes tak dapat dia bendung, pikirannya selalu terbayang akan wajah Ragini. Senyuman Ragini, ucapan sayangnya semua terekam di memorinya dengan sangat jelas.


"Berikan aku petunjuk Ragini untuk menemukan dirimu, aku mohon" lirihnya.


Laksh menatap layar ponselnya yg menampilkan ada panggilan masuk, dia langsung mengangkatnya.


"Ada apa Arjit?"


"Laksh kau dimana?"


"Aku sedang di jalan, mencari Ragini"

__ADS_1


"Laksh aku mendapatkan kabar jika Ragini dibawa ke Delhi Laksh"


"Delhi?"


"Iya Laksh"


"Baiklah aku akan pergi kesana"


Laksh melajukan mobilnya menuju bandara, tujuannya hanya satu dia harus mencari keberadaan Ragini di Delhi.


***


Setelah sampai Delhi, Laksh langsung menghubungi seseorang.


"Kau dimana?"


"Ada apa Laksh? Kenapa kau menganggu tidur siangku saja" ucapnya dengan suar khas orang bangun tidur yg masih mengantuk.


"Siang apanya? Ini sudah sangat malam"


Ankit bangun dan melirik jam di kamarnya.


"Astaga! Ada apa Laksh? Tumben kau menelponku?"


"Kau bisa menjemputku di bandara? Aku saat ini sedang berada di Delhi, aku membutuhkan bantuanmu"


Ankit mengucek-ngucek matanya.


"Apa aku tidak salah dengar? Kau ke Delhi untuk apa?"


"Hei sudah jangan banyak bertanya, jemput saja aku dulu nanti aku akan menjelaskan kepadamu"


"Baiklah"


Ankit bangkit dari tidurnya dan mengambil kunci mobilnya.


"Sebentar lagi aku akan menemukanmu Ragini"


Laksh mencium foto Ragini di ponselnya.


***


"Nona kau sudah bangun?" tanya Priyank saat melihat Ragini membuka matanya.


"Laksh.. Laksh.. Laksh.."


'Dia mulai lagi menyebut nama itu' batin Priyank.


"Nona apa kau membutuhkan sesuatu?"


"Laksh.. Laksh.. Laksh" gumam Ragini.


Ragini tak menjawab, matanya kembali terpejam.


"Laksh.. Laksh.. Laksh.." gumamnya.


Priyank mengetuk-ngetuk dahinya.


'Astaga wanita ini sangat membingungkan, dia membuka matanya dan menyebutkan nama Laksh, lalu dia menutup kembali matanya dengan menyebut nama Laksh juga. Memang Laksh itu siapa baginya?' batin Priyank.


***


"Kemungkinan pasien masih belum benar-benar sadar dan dia terus mengingat seseorang sebelum peristiwa kecelakaan itu terjadi. Jika boleh saya bertanya, kapan dan dimana peristiwa itu terjadi?" tanya dokter itu.


Priyank hanya menatap manik mata dokter itu.


"Seminggu yg lalu, di kuil pinggir kota Mumbai"


"Kuil?"


Priyank hanya mengangguk.


"Apa mungkin sebelum dia kecelakaan dia membuat persembahan atau permohonan kepada dewa untuk pria yg bernama Laksh itu?"


Priyank mengedikkan bahunya.


"Kita tunggu saja sampai keadaan pasien benar-benar pulih jadi kita bisa bertanya kepadanya"


Priyank hanya mengangguk.


***


"Apa? Kau kesini untuk mencari, Ragini?" teriak Ankit.


Laksh hanya mengangguk.


"Sejak kapan kau serius berhubungan dengan Ragini? Bukankah dulu kau bilang kau sangat tidak tertarik dengan wanita lugu dan polos seperti dirinya?"


Laksh hanya menganggukkan kepalanya.


"Lalu apa yg terjadi hingga dia bisa merubah dirimu seperti sekarang ini?"


"Dia ibu dari anakku"


"Apa?" teriak Ankit terkejut.


"Kau memiliki seorang anak dengannya? Lalu kau menikahinya? Ahh tidak mungkin selama empat tahun belakangan ini kau kan ada London, mana mungkin kau menikahinya. Berarti nasib Ragini memang benar-benar sangat malang" ucap Arjit.


Laksh memikirkan kata-kata Ankit. Ada rasa sesak di dadanya saat dia memikirkan perlakuanya kepada Ragini yg mungkin sangat melukai hagi wanita itu.

__ADS_1


"Aku sudah menyadari jika aku sangat mencintainya dan aku ingin menikahinya. Namun takdir hidupku dan Ragini sangat rumit hingga kita harus terpisah seperti ini" sesalnya.


Ankit menatap wajah sahabatnya itu, dia benar-benar tak menyangka jika Laksh telah berubah.


"Aku yakin secepatnya kau akan segera menemukan Ragini" ucap Ankit dengan menepuk pelan bahu Laksh.


Laksh hanya menganggukkan kepalanya.


***


"LAKSSSHHH" teriak Ragini.


Dia terbangun dari tidurnya, dia melipat kedua kakinya dan memeluknya erat.


Ragini memperhatikan sekitarnya. ASING! Semua terasa asing baginya.


"Aku dimana? Mengapa semua ini terasa asing bagiku? Aahhh kepalaku" teriak Ragini.


Ragini memegangi kepalanya yg sangat sakit.


CEKREEKK...


Priyank masuk ke ruangan Ragini dan terkejut saat melihat Ragini telah sadar, namun ekspresinya menunjukkan rasa sakitnya dengan memegangi kepalanya. Priyank langsung mendekati Ragini.


"Nona kau sudah sadar?" ucapnya cemas.


"Dimana aku?"


"Kau di rumah sakit nona, setelah satu minggu lamanya kau koma akhirnya kau sadar juga"


"Aku ingin pulang, tolong antarkan aku pulang"


Priyank hanya mengangguk.


"Setelah kau pulih kita akan segera kembali ke Mumbai nona"


"Mumbai? Memangnya sekarang kita sedang berada dimana?"


"Delhi"


"Delhi?"


Priyank mengangguk.


"Laksh.."


'Nama itu lagi' batinnya.


"Bolehkah aku meminjam ponselmu? Aku harus memberitahu Laksh, kekasihku"


Priyank memberikan ponselnya kepada Ragini.


Ragini menekan nomor ponsel Laksh.


"Laksh ku mohon angkatlah"


"Laksh ponselmu berdering" teriak Arjit.


Laksh yg sedang mandi keluar hanya dengan menggunakan handuk.


"Hallo"


"Laksh" ucap Ragini pelan.


"Ragini? Kau dimana sayang beritahu kepadaku dimana sekarang dirimu berada sayang" ucap Laksh khawatir.


"Aku sedang berada di rumah sakit Laksh"


"Katakan Ragini kau di rumah sakit mana?" cemasnya.


"Rumah sakit.....(Ragini bertanya kepada Priyank)


"SriDevi"


"Rumah sakit SriDevi Laksh.. Laksh.. Laksh.. Hallo..."


"Hallo Ragini.. Katakan kau di rumah sakit mana Ragini?"


"Yahhh... Ponselmu mati Tuan, sepertinya baterainya habis" ucap Ragini pelan sedikit kecewa.


"Baiklah aku mengisi daya baterainya dulu, nanti setelah penuh terisi kau boleh meminjamnya lagi"


Ragini menganggukkan kepalanya.


"Aku sangat merindukanmu, Laksh"


Sementara itu di Apartement Ankit...


"Ankit, saat ini Ragini sedang ada di rumah sakit. Aku harus mencarinya ke semua rumah sakit yg berada disini"


"Astaga, kau pikir Delhi itu kecil Laksh. Disini bahkan ada ratusan rumah sakit. Apa kau sudah tidak waras ingin mencarinya ke semua rumah sakit?" tanya Ankit.


Laksh hanya mengangguk "demi Ragini, aku akan melakukannya"


Ankit hanya menggelengkan kepalanya.


"Dia sudah menjadi tidak waras karena cintanya itu" gumam Ankit.


Next or Stop??

__ADS_1


Please komwell ya 😄😄


__ADS_2