LUKA

LUKA
Menahan Gisel


__ADS_3

Aku pun pergi untuk menemui tuan Arsen dan seterusnya setelah bertemu dengannya aku sama sekali tidak banyak bicara dan hanya menuruti semua yang di katakan, kami melakukan rafat dengan sangat lancar dan sudah membuat keputusan bahwa iklan kali ini akan dilakukan di tepi pantai karena temanya adalah makanan laut yang segar, aku juga tentu saja harus ikut dengan mereka dan harus menyiapkan beberapa sempel makanannya nanti.


Dan acara ini juga syutingnya sudah di sepakati akan dilakukan satu Minggu lagi dari sekarang menunggu waktu dan cuaca yang lebih bagus untuk kita semua pergi ke pantai nantinya, aku tidak memberikan masukan atau keberatan atas semua keputusan yang sudah dibicarakan oleh semua rekan yang ada disana dan aku hany menyetujui semuanya saja sebab saat ini pikiranku masih agak terganggu dengan masalah Gisel dan David.


Meski awalnya aku sangat benci dan begitu marah besar serta merasa sangat kecewa kepada Gisel, namun setelah aku memikirkannya lagi sekarang aku mulai tersadar bahwa janin di dalam perutnya Gisel sama sekali tidak memiliki dosa dan tidak melakukan kesalahan apapun, jadi tidak ada alasan untuk aku membenci bakal calon bayi yang tumbuh di dalam rahim Gisel saat itu.


Meski aku sangat membenci ibunya tapi anaknya tidak pernah meminta untuk dia diciptakan dalam keadaan dan takdir yang sangat buruk seperti itu, semuanya terjadi atas kesalahan kedua orang tuanya yang tidak bertanggung jawab tersebut, aku sangat takut terlebih ketika aku baru saja selesai rafat, tiba-tiba aku mendapatkan pesan dari Gis yang mengatakan sebuah pesan perpisahan kepadaku saat itu.


"Anna..maafkan aku, aku sudah banyak menyakiti perasaanmu, aku sudah mengkhianati sahabat sebaik dirimu, aku sudah memiliki banyak sekali dosa denganmu, tolong maafkan aku Anna, agar aku bisa tenang di bawah sana," isi pesan dari Gisel dengan menunjukkan sebuah foto di samping jembatan saat itu dimana di bawahnya terdapat sebuah sungai yang mengalir dengan deras.


Aku sangat panik sekali dan langsung saja hendak pergi dari sana dan berpamitan kepada tuan Arsen dengan terburu-buru saat itu.


"Aishh...apa dia gila kenapa dia melakukan semua ini, jangan...jangan sampai dia dan bayinya dalam bahaya, aku harus menyamarkan mereka, aahhhh," ucapku sambil segera bangkit berdiri dari kursiku.


"Tuan maafkan aku tetapi ada hal penting yang harus aku lakukan aku tidak bisa melanjutkan pembahasan lanjutan denganmu lagi, aku sungguh sedang terburu-buru saat ini, dan temanku sedang dalam bahaya aku harus segera menolong dia sebelum terlambat, aku permisi tuan," ucapku berpamitan sambil terus berjalan mundur dan langsung berlari dengan secepat yang aku bisa saat itu.


Tuan Arsen manato dengan heran dan dia berteriak berusaha untuk menghentikan Anna saat itu namun sayangnya dia tetap gagal untuk menghentikannya sehingga terpaksa tuan Arsen harus melanjutkan rafat lanjutan ini dalam beberapa menit lagi.


"Anna..Anna....tunggu kau tidak bisa pergi begitu saja...Anna!" Teriak tuan Arsen yang gagal menahan Anna saat itu.


Dia mencemaskan Anna karena Anna malah pergi dengan kondisi terburu-buru saat itu dengan wajahnya yang terlihat berkaca-kaca juga sangat panik sehingga tuan Arsen sudah sangat tidak sabar untuk mengakhiri rafat lanjutannya bersama staf perusahaan saat itu.


Bahkan tuan Arsen segera menghubungi sekretarias Seno agar dia bisa mengikuti Anna dengan cepat sebelum dia selesai dengan rapatnya ini.


Sekretaris Seno juga mengerti kode yang di berikan oleh tuan Arsen dan dia segera pergi keluar untuk mengikuti kemana perginya Anna saat itu dan terus memberikan kabar serta alamat yang dia temui sepanjang jalan kepada tuan Arsen sendiri saat itu.


Sampai tiba-tiba saja tuan Arsen mulai merasa sangat cemas ketika dia mendengar nama salah satu sungai kematian yang sering sekali di jadikan tempat bunuh diri oleh banyak orang yang sudah menyerah dalam hidup mereka saat ini.


Mendengar hal tersebut dan nama sungai yang di tuju oleh Anna, membuat tuan Arsen semakin tidak tenang dan dia langsung saja bergegas pergi tepat setelah rafat berhasil di selesaikan dengan cepat dan sangat bijak dari tuan Arsen sendiri.


"Apa? Sungai itu, asihhh...kenapa dia kesana, Seno terus ikuti dia aku akan segera menyusul kesana." Ucap tuan Arsen kepada sekretaris Seno.


Dia benar-benar pergi ke tempat yang dikatakan oleh sekretaris Seno bahkan saking panik dan terus merasa cemas dengan keadaan Anna tuan Arsen sampai melupakan bahwa dirinya pergi ke luar dari kantor tanpa dasi miliknya karena terjatuh saat dia membenarkannya dan tidak sempat untuk memakaikannya lagi, dia sangat tidak memperdulikan apapun lagi saat itu selain dari keselamatannya Anna yang sangat jauh lebih penting bagi tuan Arsen daripada apapun dia miliki selama ini.


Dia bahkan melajukan mobilnya secepat yang dia bisa, terus menekan gas mobilnya tanpa kendor sedikit pun hingga dia mulai bisa menemui mobil sekretaris Seno saat itu yang terparkir di depan jembatan gantung yang sudah banyak memakan korban tersebut.

__ADS_1


Lalu tuan Arsen langsung saja menanyakan mengenai keberadaan Anna disana.


"Seno dimana Anna apa dia benar-benar datang ke tempat berbahaya seperti ini?" Ucap tuan Arsen yang langsung saja mendesaknya.


Sekretaris Seno tidak bisa mengatakan apapun untuk menjelaskannya karena dia sudah melihat sedari tadi apa yang terjadi di hadapannya saat itu, dimana saat dia sudah sampai di tempat tersebut dia langsung melihat Anna berlari menghentikan seorang wanita yang hendak bunuh diri saat itu di jembatan.


Bahkan sampai saat ini tua Arsen sudah tiba disana Anna masih saja terlihat membujuk wanita yang da di sampingnya untuk tidak melakukan hal konyol seperti ini.


Dan disaat tuan Arsen menatap dengan teliti dan lebih mendekatkan dirinya dia benar-benar sangat kaget karena mengenali bahwa wanita yang hendak bunuh diri di tengah jembatan itu adalah wanita yang pernah bekerja di perusahaan dia dan baru saja mengajukan surat pemberhentian kerja padanya.


"Astaga...Seno lihatlah kemari baik-baik bukankah wanita itu adalah asisten pribadi yang aku berikan kepada Anna sebelumnya?" Tanya tua Arsen kepada sekretaris Seno yang langsung dengan cepat mulai menatapnya dan berusaha untuk memastikannya.


Hingga sekretaris Seno juga merasakan kaget yang luar biasa ketika mengetahui bahwa apa yang dikatakan oleh tuan Arsen adalah sebuah kenyataan dimana ketika dia mulai menatap dengan lekat dan tajam barulah sekretaris Seno juga mulai mengenali wanita itu, mereka mengingat wajahnya hanya saja mereka belum mengetahui semua tentang orang tersebut dan tidak pernah dekat dengannya juga.


"Benar tuan dia adalah asisten untuk Anna yang kamu pilihkan sendiri, tapi kenapa wanita itu mau bunuh diri, apa dia sudah bisa hidup?" Ucap sekretaris Mey yang bicaranya itu sangat tidak pantas untuk di keluarkan pada suasana seperti ini.


Tuan Arsen yang mendapatkan pertanyaan menyebalkan dan sangat tidak masuk akal dari sekretaris Seno dia langsung saja memberikan tatapan tajam kepadanya untuk beberapa detik lalu dia langsung saja memeluk kepala sekretarias Seno dengan cukup keras saat itu untuk memberikannya sebuah pelajaran karena sudah berani bicara yang menyebalkan seperti orang yang tidak berpendidikan seperti itu di tengah suasana tegang dan menegangkan seperti ini.


"Pletak...." Suara tepukan dari tuan Arsen yang memeluknya pada kepala sekretaris Seno cukup keras saat itu, bahkan membuat sekretaris Seno sendiri langsung meringis kesakitan merasakannya.


"Aaawwww....aw...aww...tuan kenapa kamu malah melakukan ini kepadaku, apa salahku Arsen?" Tanya sekretaris Seno dengan kebingungan dan terus mengusap kepalanya yang terasa sakit karena habis di teluk kencang oleh tuan Arsen sebelumnya.


Setelah mendapatkan jawaban seperti itu dari tuan Arsen barulah sekretaris Seno mengerti mengapa dia malah mendapatkan tepukan keras di kepalanya.


Sedangkan disisi lain aku terus saja menarik tangan Gisel dan berusaha keras untuk membujuk dia dan menyadarkan dirinya agar dia tidak sampai melompat ke sungai yang ada di bawahnya saat itu.


"Anna..lepaskan aku untuk apa kau menahan aku seperti ini, apa kamu juga ingin mati bersamaku hah? Ayo.....ayo mati bersama denganku Anna hiks...hiks..kita mencintai pria yang sama dan terluka bersa kenapa kita tidak mati bersama saja!" Ucap Gisel yang benar-benar sangat kacau dan dia sudah sangat buta saat itu.


"Tidak....aku tidak akan ikut mati denganku karena aku bukan pecundang, dan aku tidak akan membiarkan bayi dalam kandunganmu itu mati karena perbuatan keji ibunya sendiri yang hanya mementingkan perasaannya sendiri, setidaknya jika kamu ingin mati, maka matilah setelah kamu melahirkan bayi di dalam kandunganmu dengan sehat, berikan bayi kecil yang tidak berdosa itu sebuah kehidupan yang seharusnya dia dapatkan seandainya dia bisa memilih untuk lahir dan muncul di rahim siapa sebelum dia terbentuk!" Balasku kepadanya dengan teriakkan yang bahkan bisa terdengar oleh tuan Arsen juga sekretaris Seno yang langsung membuat mereka kaget bukan kepalang, mereka langsung saling pandang dengan panik dan merasa aneh satu sama lain.


"Dia HAMIL?" Ucap tuan Arsen dan sekretaris Seno yang mengatakannya bersamaan saat itu.


Mereka berdua membelalakkan matanya dengan sangat lebar ketika mengetahui bahwa wanita yang hendak bunuh diri dan tengah di tahan oleh Anna saat itu ternyata seorang wanita dengan janin di dalam rahimnya.


Sekretaris Seno hendak berlari untuk ikut menyematkan gadis tersebut setelah dia mengetahui bahwa ada seorang bayi yang masih membutuhkan kehidupan di dalam perut Gisel saat itu, tetapi dengan cepat tuan Arsen menahannya dan menarik tangan sekretaris Seno dengan tangannya.

__ADS_1


"Kau.....lepaskan tanganku, ayo cepat lepaskan aku! Untuk apa kau malah menahan tanganku, ada nyawa seorang bayi di dalamnya kita harus menyelamatkan gadis itu!" Bentak sekretaris Seno kepada tuan Arsen.


"Diam kau bodoh! Jika kau pergi ke sana kau hanya akan membuat suasana semakin rumit, kau tidak mengenali siapa wanita itu dan masalah seperti apa yang tengah dia hadapi sampai membuat dia ingin mengakhiri hidupnya dengan bayi yang ada di kandungannya saat ini, kau hanya akan memecahkan fokus Anna dan jika sampai kau kesana berniat untuk membantu tapi Anna lengah karena melihatmu lalu melepaskan pegangannya pada wanita itu, maka dia akan benar-benar jatuh ke sungai, apa kau mengerti hah!" Ucap tuan Arsen menjelaskannya dan memberikan pengertian kepada sekretaris Seno.


Memang apa yang dikatakan oleh tuan Arsen saat itu benar sekali, dalam situasi seperti ini membiarkan Anna menyelesaikannya sendiri itu akan lebih baik dan mengurangi semua resiko yang ada.


Tetapi walau sudah di berikan penjelasan seperti itu oleh tuan Arsen tetap saja sekretaris Seno masih mengotot ingin pergi menyelamatkannya dengan cepat, sebab melihat Anna masih belum mendapatkan hasil apapun selama dia membujuk Gisel selama itu.


"Lihat ..kau lihatlah kesana Anna tetap tidak merubah apapun pada wanita itu, dia akan benar-benar jatuh jika aku tidak menarik tangannya dan membawa dia segera keluar dari tempat berbahaya itu," ucap sekretaris Seno kepada tuan Arsen.


Hal tersebut membuat tuan Arsen sangat kesal dan terus menjadi emosi di buatnya sehingga dia langsung membelalakkan matanya kepada sekretaris Seno sambil kembali menimpuki kepalanya lagi cukup keras.


"Pletak...bodoh kau sangat bodoh, bahkan disaat aku sudah memberikan penjelasan kepadamu, kenapa kau masih juga tidak mengerti maksud dari ucapanku?" Ucap tuan Arsen yang sudah sangat jengkel dalam menghadapi sekretaris Seno yang keras kepala saat itu.


"Aduhh....kenapa kau malah menimpuk kepalaku lagi?" Balas sekretaris Seno yang merasa tidak terima karena dia terus mendapatkan tumpukan di kepalanya dari tuan Arsen sedangkan dia masih merasa bahwa niatnya itu sangat baik untuk menyelamatkan wanita dan bayi di dalam kandungannya saat itu.


"Heh..Bagaimana aku tidak menimpuki kepalaku kau ini sangat bodoh dan suka sekali ikut campur dalam urusan orang lain, sudah aku bilang diam ya diam atau kau aku pecat sekalian!" Ucap tuan Arsen mengancam sekretaris Seno yang langsung manjur dan membuatnya berhenti berbicara dan berontak lagi dengan tuan Arsen saat itu.


Karena tentu saja sekretaris Seno juga sangat takut untuk di pecat oleh tuan Arsen dan jika sampai itu terjadi maka sudah bisa dipastikan dia tidak akan mendapatkan pekerjaan lain yang seenak dan sebebas ketika dia bekerja dengan teman lamanya ini.


Disisi lain Anna masih terus saja menahan Gisel dan meyakinkannya berkali-kali sampai akhirnya Gisel mau mendengarkan Anna saat itu.


"Gisel bukan hanya kau saja yang menerima semua masalah seberat ini dalam hidup danaku kan sudah bilang denganmu aku akan membantumu membuat David bertanggung jawab atas janin di dalam perutku kenapa kau malah tidak mempercayai aku sama sekali?" ucapku lagi kepadanya agar dia bisa lebih tenang lagi.


"Anna..semuanya tetap saja meski dia bertanggung jawab nantinya bukan berarti dia akan mempercayai aku padahal aku hanya pernah tidur dengan David saja, kau tahu bagaimana aku bukan aku pemilih dalam masalah pria dan aku tidak mungkin membohongi dirinya bahkan usia di kandunganku ini sangat tepat hitungannya dengan ketika aku melakukan hal itu dengan David.


Harusnya David mempercayai aku bukan, kenapa dia malah tetap mau melihat wanita lain disaat dia sudah merusakku." Ucap Gisel dengan Isak tangis tanpa henti membasahi seluruh wajahnya dengan deras.


"Tidak Gisel kamu salah, ayo cepat kamu kembali dulu dan kita bicarakan masalah ini bersama-sama lalu mencari solusinya bersama juga, aku bahkan sudah memberitahu David tentang niat bunuh dirimu dia akan segera datang kemari tolong jangan seperti ini Gisel, ayo turunlah kembali padaku aku adalah temanmu kau bisa menganggap aku sahabatmu lagi aku tidak akan melarangmu untuk semua itu, ayo Gisel kembalilah kemari jangan sia-siakan hidupmu seperti ini." Ucapku kepada Gisel.


Sampai akhirnya Gisel mau mengangguk kepadaku dan dia segera meloncat dengan pelan dari atas benteng jembatang tersebut aku juga segera menarik tangannya dan membantu dia untuk turun dengan perlahan.


Gisel juga langsung saja memeluk aku dengan sangat erat dan berterima kasih kepadaku terus menerus karena dia berhasil melewati masa sulit itu sebab adanya diriku.


"Anna..hiks...hik...hiks.. terimakasih banyak Anna aku tidak tahu lagi jika sampai kamu tidak datang tepat waktu mungkin saat ini aku akan menjadi kabar berita paling utama dengan judul wanita yang hamil dan bunuh diri, tapi untungnya kami tidakengerah meyakinkan aku dan mengobati pola pikirku saat ini, terimakasih banyak Anna," ucap.Gisel yang terus saja memeluk aku dengan sangat erat sekali saat itu.

__ADS_1


Aku juga segera mengusap lembut punggungnya dan menenangkan dia terus menerus, agar dia tidak memiliki keinginan buruk seperti sebelumnya lagi.


Dan itu membuat aku merasa sangat cemas dengan dia juga pada bayi di dalam kandungannya tersebut.


__ADS_2