
Tapi setelah merasa sedikit tenang aku mulai kembali tersadar dengan ponselku yang masih di bawa oleh tuan Arsen dan segera saja aku berlari mengejarnya untuk meminta ponselku kembali dari dia.
"Ehhh....tunggu ponselku masih di tangannya, aishh....tuan tunggu aku kembalikan ponselku tuan....hey .....ponselku kau tidak bisa mengambilnya begitu saja tuan!" Teriakku yang langsung berlari mengejar dia saat itu juga.
Sayangnya aku benar-benar tidak berhasil mengejarnya sebab dia masuk ke dalam kamar pribadinya dan aku tidak mungkin ikut masuk ke dalam sana karena takut terjadi sebuah fitnah nantinya.
Aku hanya bisa berdiri dengan kesal dan terus saja mondar mandir merasa gemas dan begitu kesal sendiri di depan pintu kamar pribadi tuan Arsen saat itu sambil terus menggerutu kesal dan berkacak pinggang disana.
"Aishh .... bagaimana bisa dia malah mengambil ponselku begitu saja, memangnya dia itu siapanya aku, huaaa....dia hanya bisa tapi bersikap seakan dia seperti ibuku saja, bahkan dia lebih kejam dari ibuku, aku harus bagaimana sekarang, aahhhh bagaimana jika David benar-benar pergi ke sini dan menemukan aku" ucapku terus saja menggerutu kebingungan dan merasa sangat cemas saat itu.
Pasalnya aku tahu bahwa David selalu mengetahui dimanapun keberadaan aku meski aku tidak pernah memberitahu hal tersebut kepadanya, aku selalu takut mereka akan benar-benar bertemu dan pertengkaran secara nyata akan sulit untuk di hindari nantinya.
Sampai tidak lama disaat aku tengah merasa cemas dan sangat ketakutan sekretaris Mey datang menghampiriku dan dia mengatakan bahwa semua persiapan untuk syuting sudah selesai.
"Ehhh ..Anna sedang apa kamu berdiri mondar mandir di depan kamar tuan Arsen, bukannya tadi kalian berdua sudah selesai sarapan lebih dulu yah?" Tanya sekretaris Mey kepadaku,
"Iya tapi ponselku ahhh.... ceritanya sangat panjang aku tidak bisa menceritakan keseluruhannya kepadamu, tetapi ponselku sekarang berada di tangan tuan Arsen dan aku harus mengambilnya kembali sekretaris Mey, bagaimana caranya" ucapku sambil memegangi tangan sekretaris Mey dengan erat dan meminta bantuan kepadanya saat itu.
Ku lihat sekretaris Mey tersenyum menatap kepadaku, dan aku pikir dengan terlihatnya senyuman tersebut itu artinya dia bisa membantu aku untuk mengambilkan ponselku yang di situ oleh tuan Arsen namun nyatanya dia justru malah menunduk dan sama sekali tidak bisa membantuku.
"Aahahha...maafkan aku Anna aku tidak bisa membantu apapun untukmu jika itu berhubungan dengan tuan Arsen, kau tahu sendiri bukan bagaimana karakternya dia tidak akan pernah bisa di rubah oleh siapapun termasuk aku" ucap sekretaris Mey yang juga langsung menyerah saat itu.
Aku pun hanya bisa mengeluh sendirian sambil terus saja tertunduk dengan lesu memikirkan sebuah ide yang bisa aku lakukan untuk mengambil ponsel milikku dari tangan tuan Arsen yang sangat sulit untuk di bujuk tersebut, sampai tidak lama sekretaris Mey malah menarik tanganku dan membawa aku pergi memeriksa lokasi syuting saat itu, padahal jelas sekali dia tahu bahwa aku tengah kesulitan di tempat itu dan aku tidak memiliki banyak waktu untuk memeriksa lokasi syutingnya saat ini sebab ponsel milikku jauh lebih berarti dibandingkan apapun saat itu.
"Sudahlah jangan banyak di pikirkan lagi, ponselmu hanya disita untuk beberapa saat saja bukan, jadi kau tidak perlu se cemas itu, sudah sudah ayo kau ikut aku saja memeriksa lokasi syuting dan semua perlengkapan yang sudah di siapkan" ucap sekretaris Mey sambil menarik tanganku dengan cepat begitu saja.
__ADS_1
Meski saat itu aku berusaha menolak ajakan darinya namun sekretaris Mey terus saja menarik aku dengan paksa bahkan dia sama sekali tidak menghiraukan ucapan dariku yang sudah merengek karena aku memang sangat tidak ingin untuk pergi ke tempat lokasi syuting itu sepagi ini.
"Aahhh ...tidak sekretaris Mey aku harus mendapatkan ponselku dahulu, aaahhh aku ingin ponsel lagi sekretaris Mey tolong lepaskanlah aku huhu...." Ucapku merengek dan terus saja berusaha berontak terhadapnya.
"Sudah Anna ikhlas kan saja ponselmu itu, lagi pula nanti jika sudah waktunya tuan Arsen pasti akan mengembalikan ponselmu secepatnya, jangan khawatirkan hal seperti itu lagi" balas sekretaris Mey yang masih terus saja menyuruh aku meninggalkan ponsel itu.
Namun sial sekali sekretaris Mey memiliki kekuatan yang cukup besar dan tentu saja lebih kuat di bandingkan aku, sehingga dia bisa terus menyeret aku dengan paksa meski aku sudah berusaha berontak dan melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tanganku saat itu.
Dia sama sekali tidak terlihat kesulitan disaat aku sudah mengatakan banyak hal dan berusaha untuk membuatnya marah agar dia mau melepaskan aku saat itu, tapi sayangnya entah terbuat dari apa hati sekretaris Mey saat itu sampai dia benar-benar tidak marah kepadaku ketika aku sudah meledeki dia dan mengatakan semua hal buruk tentangnya sangat lantang dia justru malah hanya menatapku dengan tatapan yang dingin sambil menyuruh aku untuk berjalan lebih cepat saat itu.
"Sekretaris Mey kau benar-benar keterlaluan lepaskan aku, kau sudah menculik aku kau dasar manusia yang tidurnya ngorok dimana ada seorang wanita bisa tidur berisik sepertimu, aku cepat lepaskan tanganku!" Bentakku yang sudah sangat jengkel menghadapinya.
Sampai ketika aku mengatainya wanita yang berisikan saat itu, barulah saat itu dia melepaskan tanganku namun sayangnya dia melepaskan tanganku rupanya bukan karena hal tersebut tapi memang kami sudah sampai di tempat lokasi syuting yang akan aku lakukan besok.
Tapi sayangnya lagi-lagi sekretaris Mey justru malah berhasil menahan tanganku cukup kuat saat itu, dia bahkan menyuruh aku untuk duduk dan tetap diam disana.
"Ehh....mau kemana kau, Anna tolong jangan menyulitkan aku lagi dan duduklah disana dengan tenang sambil hafalkan dialognya oke" ucap sekretaris Mey kepadaku sambil dia memberikan selembar kerta skripmuu yang berisi dialog apa saja yang akan aku katakan nanti saat di depan kamera.
Aku terpaksa harus menerimanya dan memang yang dikatakan oleh sekretaris Mey benar aku masih tetap harus bersikap profesional disaat perasaan diriku sendiri sedang tidak enak hati dan kelimpungan tidak jelas.
Aku harus tetap menghargai semua usaha para rekan-rekan tim yang akan membantu aku merekam iklan yang paling bagus untuk pemasaran makanan baru yang kami ciptakan di perusahaan kami saa ini.
"Huuhh....oke Anna kau harus tetap profesional dan harus segera memperlajarai skripnya" ucapku sambil langsung saja membaca semua dialog yang terdapat di dalam skrip tersebut.
Aku membaca dan memahaminya dengan teliti sampai aku mulai menghafalnya dengan cepat, untung lah semua ucapan itu mudah sekali untuk di ingat dan tidak terlalu banyak bahasa atau pribadi aneh yang ada di dalamnya sehingga aku bisa memastikan bahwa aku akan baik-baik saja dan sangat yakin dengan kemampuan yang diriku miliki saat ini.
__ADS_1
Aku menari nafas dengan dalam dan terus saja mempelajari semua skrip yang di berikan oleh salah satu rekan kerja sebelumnya.
Aku merasa sangat senang karena bisa mengingat dan menghafal semua dialog dalam skenario tersebut dengan cepat, bahkan lebih cepat dari biasanya, sehingga aku mulai melaporkan hal tersebut kepada sekretaris Mey.
"Sekretaris Mey aku sudah menghafal semuanya dan semua dialog itu sungguh sudah melekat seluruhnya di dalam otakku yang kecil ini, jadi apakah aku bisa pulang kembali ke villa sekarang?" Tanyaku kepadanya.
Sekretaris Mey malah tersenyum kepadaku dan aku sudah bisa mengetahui jawabnya hanya karena dia tersenyum saja kepadaku saat itu.
"Aaahhhh....sudahlah tidak usah dijawab aku sudah tahu kau tidak akan mengijinkan aku meski aku melakukan segalanya disini, sangat menyebalkan, teman macam apa kau ini huh" ucapku menimpali sekretaris Mey karena aku sudah menduga apa yang akan dia katakan kepadaku saat itu.
"Hehehe.... Anna jika kau sudah benar-benar menghafal dan mengetahui semua dialog di dalam, kamu sudah bisa mencoba untuk latihan terakhir di atas panggung itu, siapa tahu itu bisa membantu dirimu agar nanti tidak canggung di lihat oleh banyak kru iklan" ujar sekretaris Mey memberitahu aku untuk mencobanya sekali.
Meski aku sebenarnya sangat tidak ingin melakukan hal tersebut namun sayangnya sekretaris Mey memang pemaksa yang sangat hebat, dia bisa maksa aku secepat yang dia bisa dimana orang lain masih tidak ada yang bisa mengubah keputusan diriku selain sekretaris Mey yang selalu saja bisa mengancam aku dengan segala hal di sekeliling aku saat ini.
Aku segera berjalan menuju tempat lokasi syuting nanti akan di ambil lalu aku mulai membuat sebuah iklan di bantu dengan beberapa kru kreatif yang sudah di persiapkan oleh tuan Arsen sebelumnya.
Dan untungnya saat itu aku bisa menyelesaikan semua bagian dalam syuting ini dalam waktu yang terlalu cepat, sampai aku hanya bisa menatapnya dengan terperangah dengan kaget pada diriku sendiri yang ternyata benar-benar bisa menyelesaikan proses syuting tersebut dengan secepat yang lebih dari dugaanku.
"Wahhhh....apakah sudah selesai?" Tanyaku kepada kameramen disana dan dia langsung mengangguk bahkan memuji aku dengann sedikit berlebihan saat itu, sampai aku merasa hidungku benar-benar akan terbang saat itu, karena pujian dari kameramen disana.
"Kau sangat keren tadi dan benar-benar menguasai emosinya juga cara jualan yang sangat hebat, tidak salah memang, tuan Arsen sudah mereka harga paling berharga bagi perusahaan dan aku yakin kini perusahaan akannmendapatkan banyak sekali keuntungan sebab model iklan kami ini tidak hanya berbakat dalam memasak dan juga muda tetapi dia juga sangat cantik sampai semua pasti akan berfokus kepada wajahnya" ujar sang kamera tersebut.
Aku langsung saja tersipu malu dan merasa sangat senang karena mendapatkan banyak sekali pujian dari teman-teman disana yang sudah memilihku dalam acara pungutan suara kala itu.
"AA....ahhh..kamu bisa saja, tidak kok aku justru merasa aktingku masih sedikit terlihat kaku, mungkin aku masih harus belajar mempelajarinya lebih baik lagi" balasku kepadanya saat itu.
__ADS_1