
Meski tuan Arsen mengakui keahlian Anna dalam bidang memasak tapi menurutnya karakter Anna dan tingkah lakukanya sama sekali tidak cocok untuk menjadi seorang chef yang profesional, karena dengan karakternya yang polos seperti itu, dia bisa saja dengan mudah di tipu atau di manfaatkan oleh orang lain di sekitarnya.
Itulah kenapa tuan Arsen juga bersikap ketat kepada Anna sebab dia tidak ingin orang sebagus Anna bisa jatuh ke perusahaan lain, sebab dia sendiri sangat membutuhkannya untuk memajukan bisnis perusahaannta sendiri.
Selain hal itu entah ada hal lainnya atau tidak yang menjadi alasan tuan Arsen seketat itu dalam memperlakukan Anna.
Bahkan tuan Arsen sendiri berani untuk membalas pesan dari ibunya Anna karena dia tahu bawah ibunya itu pasti mencemaskan keberadaan Anna, saat itu dia langsung saja kembali mematikan saya ponsel milik Anna sebab tuan Arsen tahu bahwa David bisa saja mencari keberadaan Anna lewat lokasi pada ponselnya, sehingga tuan Arsen mematikan daya ponselnya agar lebih aman untuk dirinya juga Anna.
Sampai setelah selesai makan siang, dan kembali lagi ke villa tuan Arsen langsung saja pergi ke kamarnya dengan cepat bahkan sama sekali tidak melihat lagi ke arah Anna, padahal saat itu aku ingin sekali berbicara dengannya dan meminta lagi kepada dia agar memberikan ponselku.
"Ehh ....eh...tuan tunggu tuan" ucapku terhenti karena tuan Arsen sudah pergi begitu saja.
Aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu dan tidak tahu harus berbuat apa selain dari menyerah dan menerima semua dengan lapang dada, karena tuan Arsen sungguh orang yang keras kepala melebihi dari David.
"Ahhh....ponselku, kapan dia akan membiarkan aku memegangnya lagi, huhu ini sangat membosankan lagi tampan ponsel" gerutuku merasa sangat kesal tidak karuan saat itu.
Aku pun pergi menuju kamarku dan sekretaris Mey tiba-tiba saja muncul saat itu, dia langsung menarik tanganku begitu saja dan membawa aku keluar dari villa tersebut dengan sangat cepat.
"Ehh.... sekretaris Mey apa yang kau lakukan sekretaris Mey lepaskan aku kau mau membawa aku kemana?" Tanyaku berusaha menghentikan dia saat itu.
Sayangnya meski aku sudah berbicara dan meminta dia agar menghentikan langkahnya dan melepaskan aku, tetapi sekretaris Mey tetap saja tidak mendengarkan ucapan dariku sedikitpun, dia justru malah terus saja menarik tanganku dengan cukup kuat dan terus memaksa aku keluar dari villa dengan menarik tanganku semakin kuat.
"Ayolah Anna...cepat ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu, kau pasti akan menyukai tempat ini, ayo Anna aku sudah menunggumu cukup lama sedari tadi" ucap sekretaris Mey membuat aku keheranan.
Aku pun mengikutinya agar tidak terkesan aku di tarik paksa lagi oleh sekretaris Mey saat itu, hingga akhirnya kita berdua tiba di sebuah taman bunga yang cukup cantik, berada di belakang villa milik tuan Arsen tersebut.
Taman bunga itu cukup tertata dengan rapih dan ada dua buah bangku taman yang berukuran sedang disana.
Aku benar-benar terpukau saat pertama kali masuk ke dalam taman bunga tersebut dan melihat sekelilingnya banyak sekali tumbuhan cantik dan bunga-bunga yang bermekaran sangat indah, semerbak harus dari putih bunga juga tercium cukup tajam di hidungku, ini membuat kesan udara yang sangat bersih dan asri tanpa ada polusi disana.
"Wahhh..... sekretaris Mey darimana kau mengetahui ada tempat secantik ini?" Tanyaku secara langsung kepadanya karena sangat penasaran sekali dan tidak bisa menahan diri lagi untuk menanyakan hal tersebut kepadanya saat itu.
Sekretaris Mey hanya tersenyum lebar dan berjalan mendahului aku saat itu.
"Kau tebal saja kira-kira darimana aku bisa menemukannya, ini sangat indah bukan ayo kejar aku jika kau ingin tahu" balas sekretaris Mey yang malah langsung berlari menjauh dariku.
Aku terperangah dengan membuka mataku sangat lebar, ini pertama kalinya aku melihat seorang sekretaris Mey yang selalu serius saat di hadapan tuan Arsen dan selalu di sibukkan dengan pekerjaan, kini dia justru terlihat sama sepertinya, seperti seorang gadis yang bebas, ceria dan polos dia berlari sambil tersenyum lebar dan menyuruh aku mengejarnya saat itu.
"CK....dia mau bermain kejar-kejaran denganku, dasar sekretaris Mey, hey....awas kau aku akan menangkap mu tunggu aku sekretaris Mey!" Teriakku kepadanya.
Segera aku berlari menyusul sekretaris Mey dan terus mengejarnya meski dia berlari mengencangkan larutannya, aku sama seki tidak menyerah karena aku percaya bahwa aku adalah pelari yang hebat, aku terus mengejar sekretaris Mey dan menyuruh dia untuk berhenti agar aku bisa menangkapnya, tapi sayang sekali ternyata sekretaris Mey cukup pandai dalam berlari, kakinya yang jenjang dan tubuhnya yang tinggi langsing membuat dia bisa berlari lebih kencang di bandingkan manusia dengan tinggi badan 155 cm sepertiku ini, meski berat badanku hanya 43 kg tetapi tetap saja lariku tidak bisa secepat sekretaris Mey karena dia benar-benar memiliki langkah yang besar.
"Hey.... sekretaris Mey berhenti... berhenti....ayo cepat berhenti dulu ahh...hah...hah...hah...aku sudah menyerah aku sangat lelah dan benar-benar lelah aku tidak bisa mengejarmu lagi, aku tidak perduli" ucapku sambil berjongkok dan mencoba mengatur nafasku yang terengah-engah saat itu.
Akhirnya sekretaris Mey mau berhenti melakukan permainan yang sangat melelahkan tersebut, dia langsung saja berjalan ke arahku dengan nafas yang tidak kalah menderu saat itu, aku tahu dia juga sama lelahnya karena dia juga berlari lebih kencang dariku, mungkin dia bisa lebih lelah di banding aku, tetapi saat itu wajahnya terlihat baik-baik saja dan dia terus tersenyum cerah sendiri.
Aku mulai melihat seperti ada yang aneh dari tingkahnya saat itu, sampai tidak lama kemudian dia berdiri di hadapanku dan mengulurkan tangannya untukku membantu aku untuk segera bangkit berdiri.
__ADS_1
"Hah...hah....sudah ayo berdiri kita duduk di kursi agar lebih nyaman" ujar sekretaris Mey kepadaku saat itu.
Segera aku terima uluran tangannya dan dengan cepat kami duduk di salah satu kursi yang ada di taman tersebut, aku yang benar-benar merasa sangat lelah dengan semua keringat yang bercucuran dan lengket di sekujur tubuhku langsung saja aku menyandarkan tubuhku ke belakang di saat baru saja menyentuh kursi saat itu.
"Huaaaa.....ini benar-benar sangat memelahkan ahhh sekretaris Mey kenapa kau bisa berlari sekencang itu, kau juga masih saja curang padahal kau pelari yang handal" ucapku kepadanya sambil menatap dia dengan tatapan cukup sinis,
"Hey...jangan menatapku begitu kau sangat jelek jika terlihat sinis seperti itu" balas sekretaris Mey yang justru malah mengatai aku jelek.
Aku hanya cemberut memonyongkan bibirku ke depan saat membalas ucapannya saat itu, dia memang terkesan selalu blak-blakan dalam mengatakan semuanya dan aku benar-benar sangat tersinggung ketika dia mengatai aku jelek, padahal aku merasa diriku cantik, walaupun hanya ibu dan Oma yang pernah berkata kalau aku cantik.
Tapi walau begitu karena aku seorang perempuan tentu saja aku cukup percaya diri ketika berbicara bahwa diriku ini cantik.
Walau begitu sepercaya diri apapun aku, tetaplah aku seorang wanita yang memang membutuhkan sebuah pengakuan dari orang lain juga bukan hanya dari diriku saja, termasuk dari sekretaris Mey dan aku merasa sangat membutuhkan pengakuan cantik atas diriku darinya, sebab hanya dialah yang ada di sampingku dan hanya dia saja yang aku butuhkan pengakuannya saat itu, karena dia juga orang yang mengejek aku jelek sebelumnya, aku sangat tidak bisa menerima hal tersebut dan sangat marah.
"Sekretaris Mey....kenapa kau malah mengejek aku jelek, aku ini cantik tahu, apa kau tidak bisa melihat kecantikan diriku ini" ucapku kepadanya dengan wajah sedikit kesal dan langsung saja aku berdiri membenarkan posisi dudukku menjadi tegak di sampingnya dan menatap dia dengan mata yang aku sipit kan.
Walau begitu dan aku sudah berbicara kepadanya dengan sangat serius yang aku bisa, sekretaris Mey justru malah menanggapi ucapan dariku dengan gelengan kepalanya yang cukup pelan dan ucapannya itu yang membuat aku semakin kesal di buatnya.
"Is....is..ish....kau ini, lebih juga cantikan aku di bandingkan kamu Anna, ahaha" balas sekretaris Mey yang membuat aku langsung saja mengubah ekspresi wajahku semakin murung dan aku tekuk wajahku cukup dalam saat itu.
Dia benar-benar sangat membuat aku kesal dan cukup menyebalkan sekali.
"Ish.... sekretaris Mey kenapa kau menjadi sangat menyebalkan seperti ini sih, ayo katakan aku cantik!" Ucapku memaksa kepadanya saat itu.
"Tidak mau" balas sekretaris Mey yang masih tidak mau untuk mengatakannya saat itu.
"Sekretaris Mey, awas...kau rasakan ini" ucapku sambil langsung saja menyerangnya saat itu sekaligus.
"Ahahah ...Anna..hentikan, hey....hentikan ini geli sekali, ahahaha....Anna..tolong hentikan aku akan mengatakannya hahaha...hentikan" ucap sekretaris Mey yang akhirnya mau juga mengatakan dan memuji aku cantik saat itu.
Aku pun segera menghentikan tingkahku yang menggelitiki dia, lalu langsung saja menyuruh dia untuk segera mengatakannya.
"Baiklah aku sudah berhenti sekarang ayo cepat katakan, kau sudah berjanji kepada" balasku menagih ucapannya,
"Baiklah iya...iya...kau cantik kau sangat cantik kau adalah seorang chef wanita yang cantik yang pernah aku temui selama ini, bagaimana apakah kau sudah puas sekarang hah?" Balas sekretaris Mey kepadaku sambil mengusap lembut kepalaku saat itu.
Aku langsung merasa sangat senang dan tersenyum lebar kepadanya seketika, dia benar-benar bisa memujiku dengan cara yang seperti itu, dan tentu saja aku merasa sangat senang juga tersanjung karena dia sekarang.
"Ahaha.... terimakasih sekretaris Mey kau memang selalu tahu bagaimana cara membuat aku senang, kalau begitu biar nanti kau aku traktir makan di restoran milikku saat kita pulang bagaimana apa kau mau?" Ucapku kepadanya,
"Wahh ..benarkan?" Balas sekretaris Mey yang terlihat begitu antusias dan terlihat sangat senang dengan kedua matanya yang terbelalak dengan lebar kala itu,
"Ya benar, aku tidak mungkin berbohong kepadamu bukan" balasku lagi kepadanya saat itu.
Sekretaris Mey langsung saja berjingkrak kegirangan dan dia terus tertawa sangat senang, padahal aku hanya mentraktir dia makan di restoran milikku yang artinya aku juga tidak akan mengeluarkan uang untuknya tapi dia sudah terlihat sesenang itu, aku juga turut senang melihatnya begitu antusias.
Hingga seiring berjalannya waktu dan hari sudah hampir berganti malam, aku dan sekretaris Mey segera saja pergi dari sana dan kembali ke villa saat itu, namun lagi-lagi dan lagi sekretaris Mey justru malah berburu siapa yang lebih dulu ke kamar mandi denganku saat itu, dan dia kembali bermain curang denganku padahal dia sendiri yang membuat aturannya seperti itu.
__ADS_1
"Anna... aku ingin mandi lebih dulu, kau baru bisa mandi setelah aku oke" ucap sekretaris Mey kepadaku saat itu,
"Ehh... sekretaris Mey mana bisa begitu aku sudah kebelet, biar aku dulu yah aku hanya ingin buang air kecil saja kok" balasku menahan tangannya dengan kuat saat itu,
"Tidak bisa Anna aku juga sudah tidak tahan ini gerah sekali, kau pasti berbohong bukan, jika kebelet saja kau bisa meminta izin memakai toilet teman yang lain atau pada milik kru, perutku sakit sekali" ucap sekretaris Mey sambil memegangi perutnya saat itu.
Aku tahu dia mungkin sangat tidak tahan tapi aku hanya ingin buang air kecil saja dan itu sungguh tidak akan lama maka dari itu aku tidak ingin mengalah kepadanya.
"Sekretaris Mey aku hanya buang air kecil saja, kenapa kau mempersulit sih, sudah aku akan pergi lebih dulu, mana mungkin aku harus meminta izin masuk ke toilet milik orang lain, itu sangat memalukan aku tidak ingin melakukannya" balasku kepadanya,
"Ehhh....Anna..ya sudah jika begitu bagaimana jika kita suit saja, yang menang bisa masuk ke dalam toiletnya lebih dulu, dan yang kalah harus bersabar, bagaimana?" Ujar sekretaris Mey saat itu.
Aku menatap serius dan sudah merasa curiga dengannya tetapi dia terus meyakinkan aku dan mengatakan bahwa dirinya akan menepati ucapannya tersebut kepadaku, sehingga entah kenapa aku sampai luluh dengan ucapannya tersebut.
"Aishh...Anna jangan menatapku saja seperti itu, aku sudah tidak tahan ayo cepat kita suit saja" tambah sekretaris Mey kepadaku lagi,
"Ya sudah iya...iya ayo kita lakukan sekarang, satu....dua...tiga..." Ucapku langsung melakukan suit dengannya.
Dan hasilnya aku pemenang dalam suit tersebut dan aku merasa sangat senang tetapi justru malah sekretaris Mey yang langsung mendorong tubuhku ke samping cukup kuat, lalu dia langsung saja masuk ke dalam kamarandi itu dan mengunci pintunya begitu saja, dia sudah melanggar peraturan yang sudah dia buat sendiri, dan dia malah mengkhianati aku, bahkan disaat aku menggedor pintunya dengan sekeras yang aku bisa dia tetap saja tidak mau membuka pintunya tersebut.
"Hey.... sekretaris Mey apakah kau gila kenapa kau malah menutup pintunya seperti ini? Tolong buka pintunya sekretaris Mey aku sudah tidak tahan aku hanya ingin buang air kecil saja, sekretaris Mey apa kah mendengarkan hey....buk...buk...buk" ucapku berteriak sambil terus menepuk pintu tersebut dengan kuat.
"Anna maafkan aku, perutku sungguh sangat sakit sekali aku tidak bisa keluar dengan cepat, sebaiknya kau cari kamar mandi lain sebelum kau kencing di celana" balas sekretaris Mey dari dalam sana.
Aku sudah merasa sangat tidak tahan, dan aku sudah sangat tidak kuat menahannya lagi, sedangkan sekretaris Mey sendiri justru malah menjawabku seperti itu membuat aku merasa sangat kesal terhadapnya dan aku terus saja hanya bisa menggerutu dengan kesal terhadap dia, sambil terus merutuki ya sekuat tenagaku.
"Aish...dasar ku sekretaris sialan, eughh... sekretaris Mey awas saja kau yah, aku akan memberimu pelajaran ketika kau keluar nanti dan aku tidak akan jadi mentraktir dirimu aku tarik lagi semuanya, kau benar-benar menyebalkan!" Teriakku kepadanya dengan keras.
"Aku tidak perduli pergilah perutku sangat sakit Anna" balas sekretaris Mey yang sama sekali tidak memiliki rasa takut sedikitpun kepadaku saat itu.
Aku sangat kesal dan langsung saja pergi dari sana, untuk apa juga aku menunggui dia yang tidak pasti kapan akan keluar dari dalam kamar mandi tersebut sedangkan aku sendiri sudah sangat tidak tahan menahan diri, aku keluar dari kamar dengan memegangi lututku menahan kebelet yang aku tahan dan aku rasakan sedari tadi.
Aku sudah mencoba meminta izin untuk menggunakan toilet milik kru tetapi toilet mereka sangatlah kotor dan jorok aku sungguh tidak bisa masuk ke sana karena itu terlalu bau dan menyengat, aku tidak memiliki pilihan lain lagi selain harus pergi pada tuan Arsen saat itu.
Meski aku sangat malu untuk melakukannya tapi itu lebih baik daripada kencing di celana dan akan membuat aku lebih mu lagi.
"Aaahhh...aku sudah tidak tahan lagi, tidak perduli bagaimana dia nanti, aku harus mencobanya daripada tidak sama sekali" ucapku sambil segera mendekati pintu kamar tuan Arsen.
Aku langsung mengetuk pintu kamarnya beberapa kali hingga tidak lama akhirnya tuan Arsen datang membuka pintu, dan dia langsung saja menatap aku dari atas hingga bawah dengan raut wajahnya yang terlihat keheranan melihatku terus menggeliat dan memegangi lututku sangat lemas saat itu.
"Heh...apa yang sedang kau lakukan, apa kau yang mengetuk pintuku secara kasar sedari tadi?" Tanya tuan Arsen kepadaku saat itu,
"I...iya tuan itu aku, boleh tidak aku meminjam kamar mandimu sebentar, aku sudah tidak tahan lagi, aku mohon padamu" ucapku kepadanya saat itu.
Tuan Arsen langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar saat itu dan aku tahu dia pasti sangat kaget ketika mendengar ucapanku barusan tetapi aku sungguh tidak memiliki banyak waktu lagi, rasanya ini sudah sampai di ujung dan aku tidak ingin sampai membasahi celanaku di hadapan tuan Arsen, karena dia lama tidak menjawabnya juga, alhasil aku tidak memiliki pilihan lain selain dari mendorong dia ke belakang dan langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya berlari secepat yang aku bisa untuk sampai ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya secepatnya.
"Maafkan aku tuan, aku membutuhkan kamar mandimu, akan aku jelaskan nanti...aaahhh..aku tidak tahan lagi, minggir tuan!" Ucapku kepadanya sambil langsung berlari menerobos masuk begitu saja ke dalam.
__ADS_1
Tidak perduli apakah tuan Arsen akan marah atau sebagainya kepadaku karena yang terpenting saat itu bagiku adalah mengeluarkan semua air dalam perut ini yang membuat perutku merasa sangat tidak nyaman sedari tadi.