LUKA

LUKA
Pacar


__ADS_3

"Ya sudah ayo masuk aku bisa mengantarmu" ucap dia memberikan tumpangan.


Padahal sedari tadi aku ingin menghindari hal seperti ini, aku tidak ingin David memberikan tawaran tumpangan kepadaku aku tidak mau berada satu mobil dengan mereka dan menjadi nyamuk seperti dulu lagi.


Saat itu aku kebingungan memikirkan cara terbaik untuk menolak David dan terus saja menatapnya dengan perasaan kesal, resah dan tidak menentu.


"Apa yang harus aku katakan untuk menolak tawarannya, aahh aku harus mencari alasan yang tepat, bagaimana ini?" Batinku terus saja kebingungan.


Sialnya disaat aku tengah merasa kebingungan dan berusaha untuk mencari alasan Gisel malah langsung mengajak aku untuk masuk ke dalam mobilnya, dia selalu bersikap sok baik seperti itu, padahal aku juga tahu bahwa pada nyatanya dia juga tidak menginginkan aku untuk ikut bersama dengan dia dan David pada mobil tersebut.


"Anna.. ayo cepat masuk apa lagi yang kamu tunggu, ayo" ucap Gisel kepadaku sambil tersenyum lebar.


Aku sangat tidak suka melihat wajah dia yang tersenyum seperti itu, aku tidak ingin berada satu mobil dengan mereka berdua yang sudah pasti nantinya aku yang akan menjadi nyamuk dan diabaikan lagi.


"Ohh...tidak usah aku bisa pergi menghentikan taxi saja, lagi pula bukankah kalian sudah memiliki rencana sendiri, aku tidak ingin mengganggu kalian" balasku kepada Gisel saat itu sambil tersenyum kecil kepadanya.


Namun sayangnya meski aku sudah berusaha menolak ajakan dari mereka berdua dengan cara yang baik dan hati-hati, sialnya David malah hendak keluar dari mobilnya saat itu dan dia tetap saja mendesak aku untuk menerima tawaran darinya, tapi untung saja saat itu tuan Arsen menahan pintu mobil yang hendak di buka oleh David dan tuan Arsen langsung menggandeng tanganku begitu saja sambil mengatakan kepada David bawah aku akan pergi dengannya saat itu, padahal sebelumnya aku sudah menolak tawaran darinya dan aku pikir dia seharusnya sudah pergi sejak beberapa saat yang lalu.


"Brakkk.....eehhh..." Ucap David yang kaget karena pintunya kembali tertutup di telat dari luar cukup kuat oleh tuan Arsen saat itu.


"Kau?...kenapa kau menahan pintu mobilku, minggir kau!" Ucap David dengan nada bicaranya yang cukup tinggi saat itu.


"Aku akan melepaskannya tadi Anna akan pergi denganku kita memiliki urusan sendiri, terimakasih atas tawaranku tapi sebaiknya kau urus saja satu wanita memiliki lebih dari satu itu akan membuatmu repot, ayo Anna" ucap tuan Arsen memberikan ucapan menohok kepada David saat itu.


Bukan hanya David yang terperangah dan terlihat kesal tetapi aku dan Gisel juga sama terperangah saking merasa kaget dan heran dengan apa yang baru saja dilakukan oleh tuan Arsen, padahal sebelumnya dia tidak pernah berbicara seperti itu atau pun ikut campur kepada urusan siapapun, namun kali ini untuk pertama kalinya aku melihat dia berani berbicara menyindir David dengan ucapannya yang begitu jelas seperti tadi.


Aku juga langsung ditarik olehnya dan tuan Arsen benar-benar membukakan pintu mobilnya untukku, aku merasa sangat di hormati olehnya dan aku pun segera masuk ke dalam mobil tuan Arsen secepatnya karena aku tidak bisa mencari kendaraan lain lagi yang bisa membawaku pergi dari tempat itu dan menghindari David.


Namun disaat aku hendak masuk David rupanya berlari keluar dari mobilnya dan dia berhasil menahan tanganku, Gisel juga ada di belakangnya tidak jauh dari tempatku berdiri saat itu.


"Tunggua Anna.... Apa yang terjadi diantara kalian berdua, kenapa aku merasa kaliannselalu pergi bersama, apa kau memiliki sesuatu yang spesial dengan tuan Arsen ini?" Ucap David dengan kedua matanya yang terbelalak lebar saat itu.


Aku akan menjawabnya saat itu dan baru saja menggelengkan kepala dan hendak membuka mulutku untuk bicara pada David namun sayangnya tuan Arsen malah menjawab David mendahului aku.

__ADS_1


"Iya...dia adalah pacarku mulai sekarang, jadi aku harap kau jangan pernah mengganggu pacarku lagi dan tetaplah bersikap sebagai teman jangan melebihi batas!" Ucap tua Arsen sambil mendorong pelan tubuh David agar menjauh dariku.


Aku terperangah sangat kaget dan kebingung pada tuan Arsen saat itu namun dengan cepat tua Arsen segera menyuruhku masuk ke dalam mobil sambil mendorongku pelan hingga aku yang masih terperangah kaget tidak sempat untuk bicara dan menyanggah ucapannya saat itu.


Aku justru segera masuk dan tuan Arsen entah berbicara apa kepada David di samping mobil saat itu, aku sama sekali tidak bisa mendengar ucapan dari mereka saat itu.


"Arsen aku tahu kau tidak sungguh-sungguh dalam mengatakan kau pacarnya bukan?" Ucap David kepada tuan Arse dengan wajahnya yang terlihat kesal dan marah.


Tuan Arsen yang tadinya hendak memegangi gagang pintu mobilnya dia kembali berbalik dan tersenyum kecil pada David dia mulai memperjelasnya lagi untuk kedua kalinya pada David saat itu.


"Apa kau mihat Anna menyanggah ucapanmu? Dia mengakuinya itulah kenapa dia diam dan menuruti ucapanku untuk masuk ke dalam mobil, mulai sekarang dia adalah pacarku kau tidak ada hal apapun dan kau hanya sebagai teman, sekedar teman saja, terimakasih sudah menjaga dia untukku selama ini, kau teman yang baik" ucap tuan Arsen sambil menepuk pundak David beberapa kali dan dia segera pergi masuk ke dalam mobilnya.


David merasa sangat lemas dan dia tidak tahu harus berbuat apa saat itu, melihat mobil yang di tumpangi oleh tuan Arsen dan Anna pergi menjauhi dirinya semakin lama semakin tidak terlihat, David benar-benar merasa kacau dia merasakan patah hati yang teramat sangat dalam di dalam hatinya saat ini, dia merasakan penyesalan yang sangat besar dan rasa kegagalan yang begitu pahit.


"Aaarrghhhh....Anna kenapa kau memilihnya kenapa kau bisa menjadi kekasihnya" teriak David sangat kencang melampiaskan emosi di dalam dirinya.


Gisel segera datang menghampiri David dan dia mulai menenangkan David, meski di dalam hatinya dia merasa sangat senang karena dengan begitu dia bisa benar-benar mengejar David dan menjadi satu-satunya wanita yang bisa berada di samping David selamanya, itulah yang ada di pikiran Gisel saat itu.


"David... Ada apa denganmu sudahlah kenapa kau harus semarah ini bukannya kau pernah bilang padaku bahwa kau tidak ingin menjadikan Anna kekasihmu, harusnya kau tidak keberatan jika dia bersama siapapun bukan?" Ucap Gisel kepada David.


David menoleh ke arah Gisel dengan tatapan matanya yang sangat tajam dia di penuhi dengan kekesalan dan emosi yang menggebu di dalam dirinya, langsung saja dia membentak Gisel dan menyuruhnya untuk menjauh dari dirinya saat itu.


"Diam kau! Kau sama sekali tidak tahu perasaanku, kau tidak tahu mengapa aku tidak bisa menjadikan Anna sebagai kekasih, sebaiknya kau pergi dari sini, pulang sendiri aku tidak bisa mengantarmu hari ini, maafkan aku Gisel" ucap David sambil langsung pergi dari sana.


Gisel yang tidak mudah menyerah dia berlari menahan David dan memegangi tangannya disaat David hampir saja masuk ke dalam mobilnya saat itu Gisel memanfaatkan keadaan tersebut agar dirinya bisa dekat dengan David sehingga dia tidak bisa melewatkan hal yang begitu bagus untuknya.


"David tunggu! Aku mohon padamu tolong jangan marah seperti ini, aku juga tidak bisa membiarkanmu seorang diri dalam keadaan kacau begini, kamu bisa menceritakan semuanya kepadaku, dan... Kau...kau bisa mengeluh sepuasnya padaku, tolong jangan menolak keberadaanku lagi" ucap Gisel kepadanya.


Sayangnya David memang mudah luluh dia pun mengangguk dan menyuruh Gisel untuk kembali masuk ke dalam mobilnya saat itu dan Gisel terlihat sangat senang sampai dia segera berlari kecil kembali masuk ke dalam mobil David saat itu.


Sepanjang perjalanan di dalam mobil David terus saja bercerita dan berbicara banyak hal kepada Gisel tentang perasaan cintanya kepada Anna, dia sungguh tidak bisa menerima semua ini, sebab David sudah bersama dengan Anna sejak dia kecil.


Dan berteman sejak kecil hingga mereka dewasa seperti sekarang ini tidaklah mudah, mereka sudah melewati banyak hal bersama-sama dan selalu menjadi sangat bahagia ketika bersama, bahkan tidak sedikit orang yang sering kali menduga mereka adalah pasangan kekasih, David selalu merasa sangat senang ketika ada orang yang mengatakan hal seperti itu, atau pun menduga dirinya dan Anna sebagai kekasih, tetapi mulutnya juga tidak pernah mengakui itu karena dia hanya takut kehilangan Anna dia tidak bisa benar-benar menjadi kekasihnya sebab dia tidak ingin jika suatu saat nanti dia akan putus dan kehilangan Anna untuk selama-lamanya.

__ADS_1


"Gisel apakah kau tahu seberapa besarnya rasa sayangku kepada Anna hah?" Ucap David pada Gisel dengan matanya yang berkaca-kaca saat itu.


"Aku tahu kamu sangat menyukainya kau sering mengatakan itu kepadaku sejak dulu, kau sering bercerita tentangnya bahkan sampai aku sebal untuk mendengarnya, aku tahu jelas semua itu David, tapi apakah kamu harus sampai seperti ini hanya karena melihat Anna sudah memiliki kekasih?" Balas Gisel kepadanya.


"Tentu, aku sangat tidak terima, hanya aku yang boleh menjadi pasangan Anna aku tidak ingin pria lain menyentuhnya, menjaga dia, dan terus berada di sampingnya sama dengan apa yang aku lakukan selama ini, aku takut Anna akan melupakan aku jika dia memiliki kekasih, sama seperti apa yang terjadi saat ini, dia tidak ingin masuk ke mobilku lagi, tetapi dia malah memilih untuk masuk ke dalam mobil si Arsen sialan itu dan meninggalkan aku begitu saja" balas David kepada Gisel dengan penuh emosi.


Gisel hanya bisa mendengarkannya saja meski hatinya begitu panas dan di penuhi dengan api cemburu yang begitu banyak dan sangat panas.


Dia juga ingin merasakan rasanya di cintai oleh David sampai sebesar itu, dia juga .erasa sangat kesal kepada Anna, mereka saling menyukai namun tetap tidak bisa bersama, mereka berdua selalu kebingungan dengan hubungan mereka yang sebenarnya, tetapi mereka hanya memiliki status sebagai sahabat masa kecil satu sama lain.


Sekalipun semua orang saat sekolah dan kuliah tahu bahwa David dan Anna memang sangat serasi dan banyak orang yang mengira mereka pacaran sebab selalu pergi kemanapun bersama-sama setiap saat.


Hingga Gisel mengetahui semuanya bahwa mereka berdua memang saling menyukai sayangnya terhalang oleh sikap David yang memiliki ketakutan terlalu berlebihan juga gengsi yang dia miliki terlampau tinggi daripada apapun di dunia ini.


Sehingga sangat sulit untuk meyakinkan seseorang seperti David meski Anna sudah menunggunya cukup lama untuk dia menepati janjinya, Gisel yang tahu semua itu dia selalu menyembunyikan semua kebenarannya, karena dia tidak ingin Anna dan David benar-benar menjadi pasangan da dia akan menjadi orang yang patah hati nantinya.


David terus saja terlihat sangat kacau, dia berkali-kali menepuk stir mobilnya dengan salah satu tangan dia dengan keras tapi meski sangat keras dia tetap saja tida merasakan rasa sakit yang tidak seberapa itu di bandingkan dengan rasa sakit dihatinya.


Sedangkan disisi lain aku benar-benar merasa gugup juga tida karuan sekarang, sejak tuan Arse mengatakan bahwa aku adalah pacarnya aku menjadi sangat gugup dan canggung sekali untuk bicara dengannya saat itu.


Tidak tahu apa yang harus aku katakan dan obrolan semacam apa yang harus aku keluarkan kepadanya, namun terus diam seperti itu membuat suasana menjadi semakin canggung dan membuat aku semakin kesulitan untuk bersikap di dalam mobilnya.


Hingga pada akhirnya aku pun memberanikan diri untuk bertanya kepada tuan Arsen saat itu, agar aku bisa memastikan kepadanya tentang hubungan antara aku dan dia sebenarnya.


"Ekhm....tu...tuan...bole aku mendengarkan penjelasan darimu tentang apa yang kamu katakan pada David di hadapanku sebelumnya?" Tanyaku kepada dia berusaha untuk membela diriku sendiri saat itu.


Saat aku menanyakan hal tersebut tuan Arsen juga langsung terlihat gugup dia mulai menjawabnya meski dengan ucapan yang terbata-bata di kalian pertamanya saat itu, aku tahu ini terlalu canggung dan begitu sulit untuk kami berdua bahas sebab hal seperti itu berbeda sekali dengan pembahasan pekerjaan yang bisa kita bicarakan faktanya.


"AA...AA... Aahh tadi itu aku hanya membantumu, kita tidak benar-benar berpacaran kau tenang saja, kita hanya membohongi dia saja" ucap tuan Arsen kepadaku.


Aku mulai merasa lega dengan menghembuska nafas yang cukup banyak saat itu namun entah kepada aku merasa sedikit kecewa dengan jawaban dari tuan Arsen yang hanya datar saja seperti itu.


Dia bahkan tidak berani melihat ke samping kepadaku walau hany sekilas saja saat berbicara denganku, itu jelas sekali memperlihatkan dirinya yang sepertinya sangat enggan untuk bicara dengan wanita seperti aku ini, aku juga memahaminya.

__ADS_1


"Ohhh ..begitu ya, syukurlah kalau begitu ahaaa" balasku sambil tersenyum kecil menanggapi balasan dari tuan Arsen kepadaku.


"Kenapa aku merasa ada yang salah dalam perasaanku, kenapa aku seperti merasa sedih dan kecewa, apa masalahnya? Tidak mungkin aku seperti ini hanya karena kelakuan David," gumamku di dalam batinku sendiri saat itu.


__ADS_2