
Entah apa yang aku rasakan sebenarnya saat itu, tidak tahu mengapa diriku sendiri tiba-tiba saja merasa sedikit sedih dan kecewa, entah itu karena melihat David ataupun karena hal lainnya, aku sama sekali tidak bisa memastikan apapun dengan apa yang aku rasakan, sepanjang perjalanan hanya diam saja satu sama lain.
Tidak ada yang berani memulai pembicaraan antara aku dan tuan Arsen saat itu, hingga kami sampai di kediamanku, tepatnya di depan restoranku saat itu, teman-teman kerjaku yang lain terlihat sudah berkumpul disana dan rupanya ibu sudah menyiapkan sajian khusus untuk mereka semua, bahkan disaat aku baru datang semua makanan tiba-tiba saja sudah hampir siap seluruhnya dan sekretaris Mey langsung melambaikan tangannya kepadaku mengajak agar aku duduk di sampingnya bersama dengan para teman-teman tim produksi ku yang lainnya.
"Ehh..Anna..kemarilah ayo cepat duduk disini, aku sudah menyiapkan kursi khusus untukmu, dan juga tuan Arsen tentunya, silahkan." Ucap sekretaris Mey kepadaku juga tuan Arsen saat itu.
Aku segera duduk disana dan ibu terlihat melihat ke arahku sambil tersenyum lebar, dia juga segera menyajikan makanan ke meja kami aku segera membantu ibu begitu juga sekretaris Mey yang memang sudah mengenal ibuku cukup lama semenjak aku selalu diantar oleh dia sebelumnya, apalagi disaat proses syuting itu berlangsung.
Kami juga mengajak Mika dan ibu untuk ikut menikmati makanan bersama kami karena restoran sudah di tutup dan sengaja hanya memasukkan kami semua.
Restoranku memang kecil sehingga hanya dengan teman-teman kantorku saja itu sudah terlihat hampir penuh terlebih makanan yang tersedia juga tidak terlalu banyak lagi sehingga ibu dan Mika memutuskan untuk menutup restorannya dan dengan khusus melayani semua rekan kerjaku saat itu.
Mereka terlihat sangat senang bahkan aku juga ikut memasak untuk membantu Mika yang terlihat sudah kelelahan saat itu, kami semua sudah berkumpul dan sekretaris Mey segera memulai perayaan keberhasilan projects perusahaan kami dalam bidang penasaran dan peng iklanan kuliner saat ini.
"Oke teman-teman untuk keberhasilan kita, karena berkat kerja keras kita semua aku nyatakan projects kita ini berhasil dengan sangat bagus, ayu bersulang!" Ucap sekretaris Mey yang membuat semua orang langsung saja berulang mengangkat gelas mereka.
Semuanya terlihat sangat bahagia dan begitu berisik, banyak yang menceritakan semua kesulitan dan tantangan dalam menjalankan projects baru seperti ini, mulai dari kesulitan menemukan orang yang sesuai dengan kriteria mereka, dimana sekretaris Mey bilang bahwa untuk menemukan koki yang hebat dalam memasak sekaligus cantik itu sangat sulit untuknya, sampai dia menemukan aku kala itu.
"Anna.. kamu tahu, aku dan tim hampir gila mencari koki yang harus sesuai dengan standar pemasaran kami, ditambah semuanya harus di setujui oleh tuan Arsen, aku sudah menunjukkan lebih dari lima puluh koki wanita dan pria kepada tuan Arsen tetapi dia terus merasa tidak cocok dengan mereka semua karena saat menikmati masakannya selalu saja ada yang kurang bagi seorang tuan Arsen, adapun yang masakannya enak dan skill nya bagus, sayangnya dia sudah cukup tua, itu jelas tidak bisa digunakan sebagai brand ambassador kita yang bisa syuting kapan saja, sampai akhirnya aku menemukanmu, huaaa...aku benar-benar merasa sangat senang, kaulah keberuntungan kami Anna." Ucap sekretaris Mey sambil memeluk aku dengan eratd ia terus memasang wajahnya yang menyedihkan saat itu begitu pula dengan teman-teman tim yang lainnya.
Aku jadi merasa tersanjung dengan mereka semua yang sangat memperdulikan ku, karena mereka aku juga bisa memperbesar restoranku suatu saat nanti, meskipun tidak sekaligus saat ini, tapi berkat mereka juga aku bisa dikenal banyak orang sebagai seorang koki yang profesional, padahal aku tidak mengikuti sekolah memasak luar negeri ataupun yang berkelas lainnya seperti kebanyakan koki terkenal lainnya.
Aku benar-benar merasa sangat senang oleh mereka dan berkat mereka juga aku seperti memiliki keluarga baru, teman baru yang bisa selalu memberikan support terbaik untukku, seperti sekretaris Mey, dia selalu bersikap baik dan mengayomi aku sejak awal, meski terkadang dia sering jahil dan usil kepadaku, tapi itu terlalu masalah untukku selama ini.
"Ahaha.... sekretaris Mey kau ini bisa saja, justru akulah yang sangat berterimakasih kepadamu, juga tim yang lain termasuk pada tuan Arsen, berkat kalian berdua juga aku bisa seperti ini, karena sebelumnya aku sama sekali tidak percaya diri untuk memasak di depan umum seperti itu, apalagi melakukan syuting dan di tayangkan pada banyak saluran tv seperti sebelumnya. Itu adalah pengalaman dan pembelajaran yang sangat luar biasa dan pasti akan sangat membekat untukku selamanya." Balasku saat itu dengan penuh kesenangan di depan mata.
Tuan Arsen hanya tersenyum kecil dan berusaha untuk tidak memperlihatkan kebahagiaan di dalam dirinya saat bisa mendengar Anna mengucapkan terimakasih kepadanya saat itu.
Waktu terus berlalu mereka semua sudah menikmati makanan di restoranku dengan begitu bersemangat dan terus memberikan pujian karena semua makanan disana sangat enak bagi mereka, bahkan tidak sedikit yang ingin membawa pulang dan membeli makanan di restoranku secara mandiri, dan ibu terlihat senang karena dia mendapatkan untung yang sangat banyak hari ini.
__ADS_1
Melihat mereka berdua sesenang itu tentu saja aku juga turut merasa sangat senang, terlebih melihat Mika yang terus berjingkrak kegirangan dengan memegangi tangan ibuku saking senangnya bisa menjauh semua makanan tanpa tersisa sedikitpun hari ini.
Sedangkan disisi lain David yang pergi dengan Gisel mereka menghentikan mobil di jembatan layang tepat diatas sebuah sungai besar yang berada di jembatan layang, David selalu pergi ke tempat itu sejak kecil setiap kali dia merasa sedih walau biasanya dia selalu pergi dengan Anna, karena hanya jembatan itu yang bisa memberikan dia ketenangan dan tidak banyak orang yang berada disana, hanya ada satu dua orang yang berjalan kaki melewatinya hanya untuk berjalan-jalan saja.
Gisel menghampiri David yang sudah turun dari mobilnya lebih dulu saat itu.
Jarak dari jembatan itu dari jalan raya tidak terlalu jauh sehingga mereka bisa dengan cepat sampai ke tempat itu hanya dengan berjalan kaki saja.
Gisel berdiri di samping David dan melihat wajah David yang terus tertunduk dengan lesu dan sangat kusut sekali saat itu.
"David apa kau baik-baik saja?" Tanya Gisel menanyakan keadaannya saat itu.
"Tidak perlu menanyakan keadaanku, kau sudah tahu aku tidak baik-baik saja, untuk apa berbadan basi menanyakannya lagi," balas David kepadanya saat itu.
"David. Apa kamu secinta itu kepada Anna? Jika kamu mencintainya kejar dia, temui dia dan katakan padanya kalau kau mencintainya jangan hanya diam seperti pecundang begini, aku juga menyukaimu aku mengatakannya sejak dulu padamu, bahkan sampai sekarang aku tidak pernah menyerah denganmu, tapi apa yang terjadi dengan kau. Kau membiarkan Anna semakin jauh darimu hingga dia menjadi milik orang lain sekarang, dan bodohnya kau baru bersedih ketika dia sudah dengan yang lain." Bentak Gisel yang sudah kesal untuk menghadapi sifat David yang sangat mudah berubah-ubah dan tidak menentu tersebut.
"Gisel... bagaimana cara agar aku bisa mengatakannya kepada Anna?" Ucap David menatap dengan tatapan satu saat itu.
Gisel menarik nafas panjang dan dia berusaha dengan kuat menahan rasa sakit di dalam hatinya ketika harus mendengar pria yang dia sukai meminta cara kepadanya agar bisa mengungkapkan perasaan kepada wanita lain, itu terlalu menyakitkan untuk Gisel dan tentu saja Gisel bukanlah Anna yang bisa terus sabar dalam menghadapi David.
Saat itu juga Gisel langsung saja membentak David dengan sangat keras sekaligus melampiaskan emosi di dalam hatinya selama ini yang sudah dia tahan pada David sangat lama.
"David...kau benar-benar brengsek dan sialan. Aku sudah bilang jika kau menyukainya datang dan katakan langsung saja dengannya jangan meminta cara, solusi atau bantuan dariku, karena aku tidak akan membantumu, sudahlah aku bisa pulang sendiri kau dingin kepalamu yang bodoh itu." Ucap Gisel sambil segera pergi dari sana sambil menghentakkan kakinya dengan cukup keras.
David kembali me geluh seorang diri dia masih merasa bingung dan tidak tahu bagaimana caranya agar dia bisa menjelaskan kepad Anna tentang perasaannya, hingga setelah beberapa saat menguatkan dirinya dan mencoba meyakinkan diri David mulai kuat dan dia berani bertekad kembali untuk menemui Anna, meminta maaf dan akan mengungkapkan perasaannya pada Anna saat ini.
"Ini semua memang salahku, aku tidak menepati janjiku kepadanya, tapi aku tetap akan mengungkapkan perasaanku kepada Anna, sekalipun ini mungkin sudah terlambat, tapi aku yakin Anna pasti bisa memberikan aku kesempatan untuk sekali saja, iya..aku harus pergi menemui Anna saat ini juga." Ucap David sambil segera bergegas untuk menuju kediaman Anna saat itu.
Sedangkan disisi lain semua teman-teman sudah pulang hanya tinggal tuan Arsen seorang diri disana dan aku segera mengantarkannya keluar sampai ketika tuan Arsen berpamitan dan dia hendak berjalan menuju mobilnya tiba-tiba saja mobil David berhenti di hadapan mobilnya yang terparkir di depan restoranku saat itu.
__ADS_1
Cara David memarkirkan mobilnya juga terkesan seenaknya sebab dia menyilangkan mobilnya itu dan menghalangi mobil milik tuan Arsen yang hendak keluar dari sana.
Itu membuat tuan Arsen kesal melihatnya sehingga dia berjalan dengan tebak dan menyuruh David keluar dari mobilnya saat itu juga.
"Tok...tok..tok...keluar kau!" Ucap tuan Arsen setelah mengetuk pintu mobil milik David.
Pada awalnya saat itu tuan Arsen sama sekali tidak tahu bahwa ternyata yang ada di dalam mobil mewah itu adalah David, sehingga ketika David keluar langsung saja wajah tuan Arsen berusaha dengan drastis aku saja yang melihat mereka berhadapan dengan saling melemparkan sorot mata tajam satu sama lain sangat kaget dan segera mendekati mereka secepatnya karena aku juga takut mereka akan bertengkar saat itu.
"Wahh...gawat, kenapa mereka malah berhadapan lagi seperti ini sih." Gerutuku sambil segera menghampiri mereka saat itu.
"Oh... Ternyata kau, si pengemudi yang memarkirkan mobilnya dengan sembarangan itu, singkirkan mobilmu apa kau tidak lihat ada mobil orang lain yang perlu keluar dari sini." Ucap tuan Arsen dengan tatapan datar dan mengintimidasi saat itu.
Sayangnya David bukan karyawan tuan Arsen maupun Anna yang akan takut dengan ucapan tersebut, David justru sama sekali tidak takut sedikitpun bahkan yang ada dia malah berbicara dengan lebih lantang dan sangat berani untuk melawan tuan Arsen di hadapanku secara langsung saat itu, sekaligus membuat aku terperangah kaget mendengar balasan dari David pada tua Arsen.
"CK....ini adalah tempat umum aku bebas mau menaruh mobilku kapan saja, kau juga bisa mengeluarkan mobilmu dengan banyak cara yang bisa kau gunakan, bukankah kau sanga pandai, jadi lakukanlah hal itu." Balas David membuat aku membelalakkan mata sangat lebar ketika mendengar dia begitu percaya diri saat ini.
Disaat melihat tuan Arsen semakin mengepalkan tangannya dengan kuat aku langsung mendekatinya dan berdiri di samping tuan Arsen, aku juga segera memotong ucapan mereka yang sudah pasti mereka ini tengah berdebat memperebutkan hal yang tidak penting bagi Anna sama sekali.
"Hey...hey..hey... Sudah David kepada kau ada disini dan tuan Arsen sebaiknya kau pergi saja ini sudah hampir larut malam, biar David akan memundurkan mobilnya," ucapku kepada tuan Arsen dan berusaha untuk mendorong dia agar segera pergi menjauh dari Arsen sambil terus saja mendorong badan tuan Arsen sampai dia benar-benar sudah masuk ke dalam mobilnya dan bersiap untuk pergi saat itu.
Setelah sudah memasukkan tua Arsen barulah aku juga menyuruh David untuk memundurkan mobilnya dengan benar agar tuan Arsen bisa berhenti merasa kesal dan kehilangan banyak waktunya hanya demi bertengkar dengan David yang memperebutkan hal tidak penting seperti lahan parkir saat ini.
"David kau juga cepat masuk, dan mundurkan mobilmu, kenapa kau diam saja? Ayo cepat!" Bentakku kepadanya sambil membelalakkan mataku saat itu.
Meski dengan wajahnya yang terlihat sangat kesal dan marah David tetap saja masuk dan dia terus memasang wajah yang tidak bersahabat kepada sejak dia datang di depan restoran saat ini.
"CK....aku benci melihat dia dekat dengan Anna dan justru sekarang malah menjadi pacarnya, eughh jika bukan karena kesabaran dan Anna tidak menepis ucapannya yang mengaku sebagai kekasih saat itu, aku sudah pasti mengejarnya lebih baik dari pada sekarang ini yang sangat terlambat, tapi aku tidak akan menyerah, aku tetap akan mengambil kembali Anna dari dia" batin David saat itu.
David pun segera masuk ke dalam mobilnya dan dia segera memundurkan mobilnya dengan cepat lalu memarkirkan mobilnya itu dengan posisi yang benar sebagaimana seharusnya dan tuan Arsen pun bisa mengeluarkan mobilnya saat itu.
__ADS_1