LUKA

LUKA
Pertengkaran


__ADS_3

Sedangkan tuan Arsen sendiri justru malah memalingkan pandangannya ke arah lain tanpa rasa bersalah sedikitpun kepadaku, dan ponselku langsung saja berdering menunjukkan panggilan video yang masuk dari David, aku juga sudah menduga hal seperti ini pasti akan terjadi, karena David memang selalu mudah untuk di salah paham oleh semua orang, aku sangat kaget dan kebingungan bagaimana cara mengangkatnya saat itu.


Tanganku gemetar cukup kencang saat itu dan aku merasa sangat kebingungan ketika melihat ponselku terus saja berdering dengan keras dan menunjukkan sebuah panggilan video dari David, aku benar-benar merasa resah dan bingung sendiri bagaimana cara aku menjelaskan kepadanya.


Hingga tidak lama akhirnya panggilan itu berakhir dan aku langsung saja bisa merasa lega sekaligus.


"Aahhh..... Akhirnya dia berhenti memanggil aku terus menerus" ucapku sudah merasa lega.


Tapi tidak lama disaat aku baru saja hendak memasukkan kembali ponselku ke dalam saku celana, itu kembali berbunyi dan lagi-lagi itu panggilan dari David, aku benar-benar merasa resah tidak karuan dan tidak tahu lagi harus berbuat apa sehingga aku langsung berjalan cepat menjauh dari tuan Arsen agar bisa menjawab panggilan video dari David tersebut, karena aku tahu jika aku tidak segera menjawab panggilan darinya, bisa-bisa dia akan terus menghubungiku tanpa henti atau dia bisa juga benar-benar datang ke tempat itu untuk mendatangi aku secara langsung.


"AA..ahhh....tuan aku sepertinya harus menjawab panggilan ini permisi" ucapku kepadanya.


Saat itu aku berniat untuk pergi tapi sialnya tuan Arsen justru malah menahan tanganku dan dia tidak mengijinkan aku pergi untuk mengangkat panggilan video tersebut di tempat lain, dia justru malah menyuruh aku agar mengangkat panggilan video itu di tempat itu juga, dimana jelas-jelas ada dia disana dan aku sungguh tidak bisa mengangkat panggilan itu di dekatnya sebab aku sangat takut David semakin salah paham kepadaku saat itu.


"Ehhh....tuan tolong lepaskan tanganku, aku sudah harus pergi sekarang" ucapku kepadanya,


"Untuk apa kau harus pergi hanya demi mengangkat panggilan video tersebut, kenapa kau tidak mengangkatnya disini saja?" Balas tuan Arsen membuat aku sangat kaget dan refleks langsung saja membelalakkan mataku dengan lebar.


"A..a..apa? Tuan tidak mungkin aku mengangkatnya disini, ini sebuah privasi dan aku tidak ingin kau menguping pembicaraanku dengan sahabat" balasku dengan jujur kepadanya.


Bukannya pergi atau membiarkan aku yang segera pergi dari sana, dia sendiri justru malah tertawa kecil dan langsung menatap ke arahku dengan tatapan yang sangat tajam hanya dalam beberapa saat saja, itu membuat aku tersentak kaget dan menelan salivaku dengan susah payah.


"Ahahah.....tidak...kau tetap tidak boleh pergi kemanapun dan cepat angkat panggilan itu aku juga tidak akan menguping atau mengacaukan langgilanmu dengan sahabatmu itu, memangnya kau pikir aku se santai itu hah?" Balasku dia kepadaku.


Aku mengangguk karena aku pikir dia memang sangat penasaran terhadap panggilan itu dan dia juga memang sedang santai saat itu sebab syuting juga akan diadakan besok pagi hari ini semua orang sibuk hanya menyiapkan persiapannya saja.


"Aishh.....sudah angkat saja, atau aku akan mengambil ponselku lagi!" Ucap tuan Arsen mendesak dan mengancam aku.


Aku segera mengangkatnya walau aku sebenarnya sangat tidak sanggup dan tidak siap untuk bicara dengan David saat itu, tapi aku berusaha untuk menarik nafas dengan dalam lalu membuangnya perlahan dan segera saja aku mengangkat panggilan dari David sambil mengarahkan ponselku itu ke arah wajahku.


Aku juga sedikit bergeser beberapa langkah agar menjauh dari tuan Arsen dan masih berusaha payah membuat agar dia tidak masuk ke dalam kamera ponselku saat itu.


Saat aku baru saja mengangkat panggilan dari David, tidak di sangka dia justru malah langsung berteriak sangat kencang sampai membuat aku terpaksa harus menutup kupingku dengan cepat sebab teriakannya itu begitu keras sekali.


"ANNA....." Teriak David membuat aku kaget seketika.

__ADS_1


"Astaga.....David apa yang kau lakukan, kenapa kau berteriak sekencang itu, apa kau pikir aku tuli atau kau memang berniat membuat aku agarenjadi tuli, iya?" Ucapku kepadanya sambil mengerutkan wajahku dengan kesal.


Telingaku benar-benar menjadi lebar karena teriakkannya padahal dia berteriak di balik telpon, tidak bisa aku batangnya jika seandainya dia berteriak di hadapanku secara langsung, sudah bisa di pastikan telingaku akan benar-benar menjadi korbannya.


"Kau....beraninya kau tidak mengangkat panggilan video dariku dengan cepat, kenapa hah? Dan kenapa kau bisa berfoto dengan manusia menjengkelkan itu, kenapa kau mengirimkannya kepadaku Anna?" Bentak David terlihat sangat marah dengan kedua alis yang dia kerutkan hingga hampir menyatu.


Aku tidak menduga dia bisa sampai berteriak sekencang itu kepadaku bahkan kedua matanya terbuka begitu besar juga matanya yang sedikit menyeramkan ketika melemparkan tatapan yang menusuk kepadaku begitu tajam, bahkan aku merasa merinding ketika mendapatkan tatapan mau seperti itu darinya, bukan hanya itu bahkan nada bicaranya terdengar begitu jelas bahwa dia benar-benar sangat marah saat itu, aku juga merasa sedikit takut dan kaget bercampur menjadi satu ketika mendapatkan pertanyaan yang membentak aku seperti itu darinya.


Sebab pasalnya dia tidak pernah sampai semarah itu sampa deru nafasnya saja bisa terdengar olehku saat itu.


"Ya...ampun David apakah kau benar-benar marah kepadaku hanya karena foto itu?" Ucapku yang justru malah keceplosan dan ternyata hal tersebut membuat dia semakin marah kepadaku.


"Anna...kau ini benar-benar menguji kesabaranku, cepat katakan saja dimana kau sekarang aku akan langsung datang ke sana dan akan memberikanmu pajaran, kau tidak boleh mengikuti syuting tidak jelas dan tidak berkualitas seperti itu!" Bentak David membuat aku sangat kaget dan panik.


Aku pun segera menahan dia sebisa yang aku lakukan untuk menahannya agar dia tidak mencoba untuk melacak keberadaanku apalagi sampai mau pergi ke tempatku saat ini, aku sangat takut jika dia benar-benar pergi ke tempat ini dia bisa saja bertengkar secara nyata dengan tuan Arsen dan aku benar-benar takut untuk membayangkan semua itu.


"Ayolah David, kau sangat sensitif sekali itu hanya sebuah foto biasa dan bahkan kau sendiri bisa melihatnya aku tidak siap dan tidak fokus dalam foto tersebut, jadi jangan terlalu dia ggap serius ya, tolong jangan marah dan jangan datang kemari disini sudah sangat penuh kau tidak boleh menambah beban oke" ucapku berusaha menahannya agar tidak datang ke tempat itu.


Aku pikir dia akane jadi tenang ketika aku menahannya dan mengatakan yang sejujurnya kepada dia, namun nyatanya dia justru malah semakin marah dan wajahnya terlihat memerah seperti hendak meledak saat itu, aku sangat kaget dan terperangah ketika melihat ya bisa semarah itu kepadaku dan wajahnya sungguh sangat menyeramkan sekali.


Aku sangat panik dan terperangah kaget saat mendengarnya, aku sama sekali tidak mengerti ucapanku yang mana yang salah sampai membuatnya menjadi sangat kesal dan kepalanya seperti akan meledak seperti itu.


"AA....ahhh...David kau kan sahabat terbaikku aku sangat menyayangimu dan kau juga sebaliknya ayolay David bukankah seharusnya kau mendukung aku dalam segala hal dan impian yang aku miliki saat ini, kenapa kamu menjadi berubah seperti ini?" Ucapku kepadanya,


"Aku tidak berubah, tapi kau lah yang berubah Anna kau menjadi dekat dengan tuan Arsen sialan yang sangat menjengkelkan dan mengganggu itu, kau tidak sadar kalau dia hanya memanfaatkan dirimu, aku hanya berusaha untuk melindungi dirimu dari pria playboy sepertinya kau harus mengerti maksudku" ucap David yang malah menjelek-jelekkan nama tuan Arsen.


Tanpa dia ketahui bahwa saat itu tuan Arsen berdiri tepat di sampingku dan jelas sekali dia mendengar semua yang David katakan karena David juga mengatakannya dengan keras juga lantang, aku sangat takut dan langsung saja mengerutkan seluruh wajahku sambil tertunduk dengan lesu.


Saat itu aku benar-benar sudah pasrah karena ketika aku melirik ke samping, aku bisa langsung melihat raut wajah tuan Arsen yang tersenyum sinis lebih mirip seorang psikopat yang siap untuk menghancurkan musuhnya saat itu.


Senyumannya kepadaku benar-benar sangat menyeramkan dan aku tidak tahu lagi harus menanggapinya seperti apa selain dari hanya bisa menggelengkan kepala kepadanya.


Berharap dia bisa mengerti maksud dari gelengan kepalaku saat itu, bahwa sebenarnya aku memohon dan meminta kepadanya agar bersabar atas semua ucapan yang di katakan oleh David sebelumnya tentang dia.


"Ya tuhan aku mohon berikanlah kelapangan kepada hari tuan Arsen juga kesabaran kepada David agar mereka benar-benar tidak meledak di hadapanku saat ini" batinku penuh pengharapan saat itu.

__ADS_1


Sampai tidak lama tuan Arsen yang menatap dengan tajam dia langsung saja merebut ponsel itu dari tanganku dan dia benar-benar berbicara secara langsung kepada David menggunakan ponselku, hingga pertempuran diantara kedua pria yang memiliki kepala lebih keras dari sebuah batu mulai terjadi begitu dahsyat, membuat aku merasa ga sangat ngeri mendengar perdebatan diantara mereka berdua.


"Eh...eh....ehh... Tuan kembalikan ponselku, kau tidak bisa bertemu dengan David secara langsung seperti itu, tuan...." Ucapku berusaha menahannya dan berusaha untuk merebut kembali ponselku yang dia rampas dengan cepat begitu saja.


"Tuan aku mohon jangan buat keributan dengan David, ya tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang, tuan kembalikan ponselku jangan sampai dia melihat wajahmu, ayolah tuan" ucapku memohon padanya sambil terus berusaha untuk meraih dan mendapatkan kembali ponselku di tangannya yang dia naikkan sangat tinggi saat itu.


Meski aku sudah memohon dengan semampuku dan sekuat tenagaku kepada tuan Arsen dia tetap saja tidak memberikannya kepadaku dan sayangnya tubuhku yang pendek ini benar-benar tidak bisa meraih ponsel yang di rampas oleh tuan Arsen dan dia langsung berbicara dengan David begitu saja dengan bentakkan yang sangat keras sekali.


"Kau....aku sama sekali tidak sama dengan semua yang kau ucapkan, dasar bocah kemarin sore tahu apa kau tentang syuting dan semua projects perusahaanku, kau tidak akan pernah bisa menemukan lokasi tempat syuting ku!" Bentak tuan Arsen dengan penuh emosi kepada David saat itu.


"Hah....apa kau bilang aku seorang bocah? Kau lah yang tua bangka sangat menyebalkan beraninya kau malah memanfaatkan sahabatku, lihat saja nanti aku akan membalasmu, cepat kau kembalikan ponsel Anna kepada orangnya, dasar kau manusia c*bul!" Bentak David yang benar-benar telah melewati batas saat itu.


Aku tidak tahu lagi harus bagaimana menjauhkan mereka berdua dan menghentikan pertengkaran diantara mereka berdua saat itu, aku benar-benar merasa tertusuk dengan duri yang sangat tajam dan jantungku terasa benar-benar di cabik sampai hancur oleh ucapan kasar yang mereka berdua lontarkan untuk menghina dan memojokkan diri mereka satu sama lain dan tidak ada yang mengalah diantara mereka.


"Astaga.... huaaaa....apa yang bisa terjadi, kiamat benar-benar akan datang sekarang aaaahhh sekretaris Mey cepatlah kau datang dan selamatkan diriku huhu...." Batinku merasa benar-benar resah dan tersiksa saat ini.


Mereka tetap saja tidak berhenti sampai akhirnya tuan Arsen memutuskan panggilannya dan dia mematikan ponselku bahkan dia tidak mengembalikan ponsel itu kepadaku, dan pergi begitu saja meninggalkan aku dari tempat tersebut.


"CK....aku tidak akan pernah takut denganmu bocah ingusan!" Ucapan terakhir dari tuan Arsen yang langsung menutup panggilan telpon tersebut.


Setelah menutup panggilan video dengan David kini tuan Arsen beralih menatap tajam ke arahku dengan gigi yang dia ketatkan begitu kuat dan kedua tangan yang berkacak pinggang, dia benar-benar sangat menyeramkan dengan tatapannya yang begitu menusuk kepadaku saat itu.


"Kau.... Aku akan menyita ponselmu dan kau hanya bisa menghubungi orang lain dengan ponselku, ini tidak akan bisa di lacak oleh siapapun, ambil itu" ucap tuan Arsen sambil melemparkan ponselnya kepadaku begitu saja.


Aku sangat kaget dan untungnya tanganku sangat baik dalam menangkap sesuatu secara refleks sehingga aku berhasil menangkap ponsel milik tuan Arsen dengan tepat.


Ponsel itu adalah ponsel keluaran terbaru dan jantungku hampir saja copot jika aku gagal menangkap ponsel tersebut apalagi jika sampai merusaknya, sudah bisa di pastikan aku akan langsung jatuh miskin seketika.


"Hah....hah....hah....untung saja aku berhasil menangkapnya" ucapku sambil mengusap dada dengan pelan.


Tapi setelah merasa sedikit tenang aku mulai kembali tersadar dengan ponselku yang masih di bawa oleh tuan Arsen dan segera saja aku berlari mengejarnya untuk meminta ponselku kembali dari dia.


"Ehhh....tunggu ponselku masih di tangannya, aishh....tuan tunggu aku kembalikan ponselku tuan....hey .....ponselku kau tidak bisa mengambilnya begitu saja tuan!" Teriakku yang langsung berlari mengejar dia saat itu juga.


Sayangnya aku benar-benar tidak berhasil mengejarnya sebab dia masuk ke dalam kamar pribadinya dan aku tidak mungkin ikut masuk ke dalam sana karena takut terjadi sebuah fitnah nantinya.

__ADS_1


__ADS_2