
Tuan Arsen yang memang tidak dekat dengan ayahnya itu tentu saja dia sangat tidak senang ketika melihat sang ayah malah memperlakukan dia seperti itu, tiba-tiba saja dia datang ke rumahnya dan malah menunjuk banyak foto seorang wanita yang tidak dia kenali, lalu menyuruh dirinya untuk memilih salah satu dari wanita di dalam foto tersebut, tuan Arsen langsung mengusir sang ayah dengan cepat, meski saat itu ayahnya sulit sekali untuk disingkirkan olehnya dan perlu menggunakan sedikit kekuatan untuk mengusirnya saat itu.
"Aahh... sudahlah ayah, kau sebaiknya pergi saja dari sini, ayo cepat ini sudah cukup malam kau harus segera beristirahat bukan, jangan mendatangi aku jika hanya untuk menunjukkan hal tidak penting seperti itu," ucap tuan Arsen sambil menarik tangan ayahnya sendiri dengan kuat.
Dia terus saja berusaha untuk mengusir ayahnya dari rumah dia dengan berbagai macam cara dan mengeluarkan segenap kekuatan yang dia miliki saat itu.
"Ehhh..Arsen apa kau mau menjadi anak yang durhaka ya? Aishh..kenapa kau mengusirku Arse! Hei...Arsen aku ini ayahmu, Arsen apa kau lupa denganku hei! Aishh..dasar kau anak nakal!" Teriak sang ayah yang tidak terima dia diusir seperti itu oleh putranya sendiri dengan cara yang kasar.
Terlebih saat itu dengan cepat tuan Arsen langsung saja menutup pintu rumahnya dengan cukup kasar sambil segera berteriak menyuruh ayahnya agar segera pergi dari sana secepatnya.
"Sudahlah aku juga tidak perduli kau tidak pernah bersama denganku, kau pergi saja ayah aku mencintaimu..... brak!" Teriak tuan Arsen saat itu.
Dia berteriak mengatakan mencintai ayahnya namun dia justru malah menutup pintu rumah dengan cara yang kasar dan keras seperti itu, seakan dia sangat kesal dan marah kepada ayahnya, itu membuat sang ayah menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dari putra tunggal kesayangannya ini.
"Aahh..aku benar-benar gagal mendidik dia dan dia tumbuh menjadi anak aneh juga dingin seperti ini, aishh... bagaimana cara menjelaskan padanya bahwa wanita itu juga penting untuk dia dan keturunannya dimasa depan, aishh..dia sama keras kepalanya," gerutu sang ayah sambil segera pergi dari sana.
Terpaksa tuan besar Abraham yang merupakan pembisnis ternama juga dikenal di seluruh pebisnis ini harus pergi dan dia hanya bisa mengalah dari satu putranya tersebut yang tidak lain adalah tuan Arsen, dia tidak bisa berkutik sedikitpun sehingga langsung saja pergi dari sana dengan cepat, meski sempat sedikit menggerutu saat itu.
Sedangkan tuan Arsen yang mengintip di balik dinding rumahnya dia benar-benar merasa lega setelah melihat sang ayah masuk ke dalam mobil, sampai mobilnya itu pergi menjauh keluar dari halaman rumahnya dengan cepat saat itu juga.
"Aahhh...syukurlah dia sudah pergi, aku hampir saja pusing menghadapinya," ucap tuan Arsen sambil segera pergi menaiki tangga dan menuju kamarnya dengan cepat karena kini dia sudah bisa kembali tenang.
Sedangkan disisi lain David sama sekali tidak baik-baik saja malam itu, dia duduk seorang diri di depan kolam renang rumahnya, dia menatap dengan tatapan kosong ke depan dan terus saja tertunduk dengan lesu, bahkan dia sudah duduk seperti itu sejak beberapa jam yang lalu, sang Oma saja sudah mengamati dia cukup lama sampai membuat sang Oma kini mulai mencemaskan keadaan David yang terlihat sangat buruk berada duduk di samping kolam renang seorang diri semalaman seperti itu.
Oma nya segera datang menghampiri David dan duduk di samping David sambil mengajaknya untuk bicara, agar David mau bercerita tentang masalah yang dia hadapi saat ini sebenarnya.
"David...apa yang terjadi denganmu, bahkan kami sama sekali tidak sadar dengan kedatangan lama di sampingmu?" Tanya sang Oma sambil menatap lekat berusaha untuk mencari tahu apa yang mengganggu pikiran sang cucuk kesayangannya itu.
"Ahhh...tidak ada Oma, aku baik-baik saja, kenapa Oma bisa ada disini, ini sudah cukup malam sebaiknya Oma kembali ke kamar Oma, ayo biar aku antar kamu kembali." Ucap David sambil segera bangkit berdiri dan henda mengantarkan omanya ke kamar.
Namun dengan cepat Oma menghentikan langkahnya David dan mengajak dia untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri dan David segera mengikuti apa yang diucapkan oleh sang Oma, karena dia tidak bisa membantah hal tersebut.
__ADS_1
"David, Oma tahu kamu sedang tidak baik-baik saja dan Oma tahu pikiranmu tengah terganggu, tapi Oma harap kamu tidak menyembunyikan apapun dari Oma, ayo katakan apa yang membuatmu sampai seperti ini?" Tanya sang Oma kepadanya saat itu.
Sebenarnya David tidak ingin melibatkan Oma dengan hal seperti ini karena dia pikir ini adalah urusan dia dengan Anna saja, kedua orangtuanya tidak perlu tahu mengenai hal ini namun karena saat itu Oma terus mendesak dia untuk menceritakannya sehingga David sendiri juga tidak memiliki pilihan lain, selain dari mengatakan apa yang sudah terjadi antara dia dan Anna belakangan ini.
"Begitu Oma aku dan Anna sedang tidak akur sekarang, tapi Oma berjanjilah padaku Oma jangan ikut campur pada urusanku ini, aku ingin menyelesaikannya sendiri dengan Anna, karena sekarang kamu berdua sudah dewasa, aku hanya tidak ingin membuat Anna semakin tidak menyukai aku lagi," balas David yang selesai menjelaskan semuanya kepada sang Oma.
Terutama pakar utama permasalah itu, hingga sang Oma yang mendengarnya dia tahu bahwa putranya tersebut mungkin saja telah salah paham terhadap Anna dan Oma masih saja mendukung apa yang akan dilakukan oleh David.
"David kamu sebaiknya jangan langsung memastikan seperti itu, Oma yakin kok Anna itu masih menyukaimu dia tidak akan menolaknya lagi, percaya pada Oma. Jadi kamu tidak perlu mencemaskan hal seperti ini lagi, Oma sedih jika melihatmu sedih begini," ujar sang Oma yang selalu memanjakan David sejak dia kecil hingga saat ini.
Mungkin itu juga alasan mengapa David begitu dekat dan mudah aku dengan banyak orang, karena dia sudah bisa mendapatkan sebuah kasih sayang yang begitu besar meskipun hanya dari omanya seorang saja, tentu kasih sayangnya itu bisa lebih besar dari soso kedua orangtuanya yangsaat ini sudah pergi meninggalkan dia untuk selama-lamanya, David terlihat cukup meyedihka saat itu dan sang Oma terus saja menyemangati dia dan meminta agar Kevin jangan terlalu memikirkan hal seperti itu.
"Sudah kamu jangan seperti ini, kembalilah bersikap seperti biasanya kepada Anna, Oma yakin dia tidak mungkin menghindari kamu apalagi mengabaikanmu, dia bukan wanita seperti itu, kamu harus mempercayai dia sepenuhnya, siapa tahu saja dia bisa menerima semua kekuranganmu yang tidak dia ketahui itu, kamu mengerti maksud dari Oma kan?" Balas sang Oma memberikan nasihat sekaligus memberikan dukungan penuh pada David kala itu.
Hal tersebut yang membuat David kembali lagi bersemangat dia sudah berusaha untuk mengabaikan semua kemungkinan buruk yang selalu hadir dalam kepalanya itu, padahal semua itu sama sekali belum terjadi dan tidak ada kepastian di dalamnya namun David sudah banyak mencemaskan hal yang tidak pasti.
Itu juga membuat sang nenek yang harus terus menyadarkan dia dan membujuknya dengan sangat sabar dan hati-hati dalam menghadapi mood orang moodyan seperti David ini, tapi untungnya sang Oma selalu berhasil untuk memperbaiki mood David.
"Terimakasih banyak Oma, kamu selalu mendukungku dan merawat aku sejak kecil, aku sangat menyayangimu Oma." Ucap David sambil langsung saja memeluk tubuh sang Oma dengan erat dan mengungkapkan perasaannya cintanya kepada sang Oma.
David juga mulai mencoba memeriksa keadaan dirinya saat dia memeluk sang Oma dan dia merasa hanya bahagia dan rindu saja, jantung dia sendiri sama sekali tidak berdekat kencang seperti yang biasa terjadi ketika dia berada di depan Anna sebelumnya.
Sampai kini David sudah benar-benar menyadari sesuatu bahwa dia memang benar-benar sangat menyayangi Anna dan mencintainya lebih dari sekedar sahabat saja selama ini, namun David memiliki perasaan yang lebih kepadanya.
Bukan karena wajah Anna atau keahliannya, tetapi David tersadar bahwa selama ini dia benar-benar sudah merasa sangat nyaman berada di samping Anna, dimana ucapannya sejalur dan Anna selalu ada di sampingnya apapun yang terjadi.
Anna juga tidak marah walau terkadang dia selalu saja mengingkari janji dengan Anna, bahkan setiap kali berniat untuk menjemputnya dan mengantar dia David kerap kali lupa dan membiarkan Anna menunggu kedatangan dia yang tidak pasti itu seorang diri.
Kini saat sudah menyadarinya David tahu dimana letak kesalahannya dan dia benar-benar merasa menyesal juga merasa sangat bersalah kepada Anna karena sering kali dia mengabaikan Anna juga melupakannya hanya karena dia pikir Anna tidak akan pergi meninggalkannya, David berpikir Anna tidak akan berpaling darinya karena dia sudah bersahabat sangat lama dengan Anna dan sampai sekarang mereka masih bersama.
Itulah yang membuat David menyia-nyiakan banyak waktu yang bisa dia gunakan sebelumnya untuk mendapatkan sosok Anna.
__ADS_1
Sayangnya dia benar-benar telah terlambat saat ini, karena Anna sudah menutup hati untuknya meski dia berusaha sekeras apapun, akan sulit menyembuhkan kembali hati yang sudah terlanjur kecewa.
Sampai ke esokan paginya, David pergi ke rumah Anna untuk berniat menjemput Anna saat itu, dia bahkan datang sangat pagi-pagi sekali bahkan restoran saja baru dibuka oleh Mika dan Ibu saat itu, sampai tidak lama Anna berpamitan kepada ibunya dan Mika dan dia diberitahu bahwa ada David yang sudah berdiri di depan mobilnya menunggu Anna sejak tadi pagi, tepatnya setengah jam yang lalu.
"Ibu aku pamit pergi kerja ya, jangan tunggu aku, takutnya aku lembut hari ini," ucapku berpamitan pada ibu saat itu.
Namun tiba-tiba saja ibu menarik tanganku dan dia menahan aku saat itu dengan cukup kuat begitu saja.
"Ehhh.. ada apa ibu, kenapa menahanku?" Tanyaku dengan heran kepadanya.
"Lihat itu, dia sudah berada disana sejak tiga puluh menit yang lalu, wajahnya juga terlihat penuh dengan kecemasan, ibu rasa dia benar-benar merasa bersalah kepadamu, ibu tidak akan mempengaruhi kamu tapi ibu titip padamu Anna, meski kamu memaafkan dia kami jangan jatuh ke lubang yang sama karena kamu manusia bukan seekor keledai, kamu mengerti maksud ibu kan?" Ucap ibu kepadaku begitu saja sambil menunjuk ke arah David yang saat itu terlihat berdiri di samping mobilnya tepat di depan restoranku.
"Eumm..iya ibu, aku tahu nasihatmu ini, kamu jangan cemas ok," ucapku kepadanya sambil segera pergi dengan cepat.
Aku baru saja keluar dari restoran saat itu namun dengan cepat David berlari menghampiriku dan menyapa aku seceria sebelumnya seakan tidak ada yang terjadi diantara kami berdua semalam, aku juga hanya bisa merespon dia seadanya karena aku sudah terlanjur kecewa dengan sikap dia selama ini.
"Pagi Anna..aahhh..aku sudah menunggumu sejak tadi, ayo aku antar kamu ke kantor, kamu mau kan, sambil ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucap David padaku.
Aku menyetujuinya karena aku juga merasa penasaran dengan apa yang akan David bicarakan kepadaku lagi, sebab wajahnya terlihat sangat serius sekali saat itu, aku pun masuk ke dalam mobilnya dan layaknya sudah menjadi kebiasaan David yang selalu membantu aku memasangkan sabuk pengaman saat itu, dia juga hendak membantuku lagi seperti biasanya, tapi kali ini dengan cepat aku menahan dia dan melakukannya sendiri.
"Tidak usah kamu duduk saja di tempatmu aku punya tangan dan bisa melakukannya sendiri." Ucapku kepadanya sambil tersenyum hingga membuat David menjadi agak canggung padaku saat itu.
"O...oo..ohhh..begitu ya, tapi Anna sebelumnya kamu tidak pernah menolak bantuan itu dariku, apa kamu masih marah denganku?" Tanya David dengan menatap sendu padaku.
Aku tahu dia menyesal, aku tahu dia ingin meminta maaf padaku aku tahu dia merasa bersalah denganku, dan aku paham dia ingin memulai semuanya sejak awal lagi denganku, aku juga tahu dengan baik siapa dia dan seberapa baiknya dia, namun apa yang dikatakan oleh ibu sebelumnya memang benar, aku dan dia tidak cocok jika menjadi pasangan, kami hanya cocok untuk jadi teman atau sahabat saja.
"David...kamu tahu kan apa yang aku katakan semalam denganmu? Aku hanya merasa kecewa denganmu dan orang yang sudah dikecewakan itu tidak ada sama lagi, begitu pula denganku padamu, aku sudah memaafkanmu dan aku tahu kamu tidak berniat melakukan semua itu padaku, aku yang terlalu berekspektasi tinggi denganmu ataupun hubungan kita saat ini, aku hanya tidak ingin merasakan hal yang sama untuk kedua kalinya." Ucapku menjelaskan pada David.
Dia langsung mengangguk pelan namun sepertinya dia masih belum memahami apa yang sebenarnya aku katakan pada dia, karena lagi dan lagi dia malah bertanya kepadaku meminta agar aku memberikan dia kesempatan kedua.
"Anna..walau begitu aku masih sangat menyukaimu perasaanku kepadamu tidak pernah berubah sejak dulu, tolong beri aku kesempatan kedua Anna, tolong maafkan aku." Ujarnya kepadaku lagi.
__ADS_1
"Maafkan aku David ini bukan tentang sebuah kesempatan saja tetapi harusnya kamu sadar, aku sudah memberikan banyak kesempatan padamu sebelumnya, dan kamu tidak memanfaatkan itu dengan baik, masalah memaafkan aku sudah memaafkan kamu sejak lama, maaf David aku memang Anna yang masih sama tapi hatiku tidak lagi, aku pergi ya, semoga kamu bahagia meski tidak deganku." Ucapku sambil segera keluar dari mobilnya dengan cepat.