
×LUKA×
PART 16
"Nona Simran, ini makan siangmu" ucap seorang suster menyerahkan makanan kepada Ragini.
"Namaku Ragini, bukan Simran" ucap Ragini.
"Maaf Nona, tapi saya hanya membaca tulisan yg ada di ranjang Nona"
Suster itu meninggalkan Ragini.
"Priyank kenapa lama sekali sih, aku harus secepatnya menghubungi Laksh" ucap Ragini gelisah.
Di luar rumah sakit...
"Iya ayah gadis itu telah sadar"
"......."
"Apa maksud ayah menyuruhku untuk menikahinya?"
"......"
"Tidak ayah, aku tak akan pernah melakukan hal itu.. Bye"
Priyank mematikan ponselnya dia memejamkan matanya dan menatap langit.
"Aku tau maksud ayah, tapi aku tak akan pernah bisa untuk melupakanmu, Simran" ucap Priyank lirih.
***
"Berkali-kali aku menghubungi nomor itu mengapa nomornya selalu saja sibuk" ucap Laksh kesal.
Dia terus mencoba menghubungi nomor yg tadi di pakai Ragini untuk menelponnya.
"Akhirnya tersambung.. Ku mohon angkatlah"
Priyank merasakan getaran di saku celananya dia lalu mengambil ponselnya.
"Nomor siapa ini? Aku tak mengenalnya"
Priyank langsung mengangkat telpon itu.
"Hallooo.. Ragini? Kau dimana sayang? Aku sangat merindukan dirimu, katakan kepadaku saat ini kau berada dimana?" ucap Laksh cemas.
"Maaf Tuan, aku bukan Ragini"
Laksh langsung terkejut saat dia mendengar suara seorang pria.
"Ohh maaf.. Tadi Ragini menghubungiku dengan nomor ini. Jadi aku pikir Ragini ada bersamamu"
"Ragini memang bersamaku, jika kau ingin bertemu dengannya datanglah ke Rumah Sakit Sri Devi, dia akan sangat senang jika bertemu denganmu"
"Terimakasih, aku akan segera kesana"
Laksh mematikan ponselnya, dia langsung mengambil kunci mobil Ankit.
"Ankit aku pinjam dulu mobilmu, tak akan lama" teriak Laksh.
Ankit yg sedang di kamar mandi hanya menjawab dengan berteriak "Laksh kau harus segera kembali jam delapan, jila tidak hubunganku dan kekasihku akan hancur"
__ADS_1
Namun Laksh tak mendengarnya karena dia sudah sampai luar apartement Ankit. Laksh menyalakan GPS di ponselnya untuk mengetahui jalan menuju Rumah Sakit itu.
"Sebentar lagi, kita akan segera bertemu sayang" ucapnya.
***
"Priyank, mana ponselmu. Aku harus segera menelpon Laksh" ucap Ragini.
"Untuk apa Ragini, kekasihmu itu dia sedang menuju kesini"
Ragini tersenyum dengan sangat bahagia.
'Entah mengapa aku terpaut pada senyumanmu itu' batin Priyank.
"RAGINIIII" teriak Laksh.
Mata Ragini berbinar saat melihat Laksh.
"Laksh"
Laksh mendekati Ragini dia langsung memeluk erat Ragini. Tangis mereka pecah, airmatanya tak dapat lagi dia bendung.
"Aku sangat merindukanmu, Laksh"
"Aku juga sangat merindukanmu, sayang" ucap Laksh dengan mencium pucuk rambut Ragini.
Priyank meninggalkan mereka berdua.
Laksh mencium tangan Ragini. Dia benar-benar tak menyangka akan bertemu lagi dengan Ragini nya.
"Maafkan aku, Ragini" ucap Laksh lirih.
"Maaf untuk apa Laksh?"
Ragini menatap Laksh heran.
"Satya?"
Laksh menganggukkan kepalanya.
"Siapa Satya, Laksh?" tanya Ragini bingung.
Laksh benar-benar terkejut. Ragini tak ingat dengan Satya, anak kandungnya sendiri.
"Ragini, apa yg terjadi denganmu? Apa kau tak mengingat Satya? Dia anakmu Ragini, anak kita"
"Anakku? Anak kita? Apa maksudmu Laksh? Aku dan dirimu belum menikah, bagaimana aku bisa memiliki anak darimu" tanya Ragini bingung.
Laksh benar-benar tak menyangka jika Ragini melupakan tentang Satya.
"Jadi apa yg kau ingat Ragini? Kau masih mengenaliku kan?"
"Hahaha kau ini bicara apa Laksh, tentu aku sangat mengenalimu. Kau kan kekasihku, dan baru kemarin bukan kau menyatakan perasaanmu dan kita baru saja jadian"
Laksh benar-benar tak menyangka. Ragini hanya mengingat jika dirinya dan Laksh baru jadian. Dia benar-benar melupakan tentang Satya.
Laksh memegang pipi Ragini, dia mengecup lembut kening Ragini.
Ragini memeluk tubuh Laksh.
'Ya Dewa apa yg terjadi dengan Ragini. Mengapa dia tak mengingat Satya. Dan mengapa dia hanya mengingat jika aku dan dia baru sehari berpacaran' batin Laksh.
__ADS_1
"Laksh, aku tau kau mencintaiku. Tapi jangan terburu-buru untuk segera menikah. Aku ingin kita menjalaninya dulu" ucap Ragini.
Laksh hanya mengangguk.
Dia mengelus rambut Ragini dan memejamkan matanya. Dia memikirkan bagaimana reaksi Satya saat mengetahui jika ibunya tak mengenalinya.
***
"Apa Laksh? Jadi kau sudah menemukan Ragini?"
"Iya ibu, saat ini Ragini sedang bersamaku"
"Terimakasih Dewa, baiklah Laksh ibu akan segera membuat banyak manisan. Akan ibu bagikan ke tetangga dan kuil sebagi bentuk rasa syukur ibu"
"Iya bu, Laksh tutup dulu telponnya.. Bye"
Laksh menghampiri Ragini yg tengah tersenyum kepadanya.
"Kenapa? Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Laksh bingung dengan sikap Ragini.
"Aku sangat mencintaimu, Laksh"
Laksh langsung memeluk tubuh Ragini. Ragini mengecup singkat bibir Laksh. Laksh terkejut dengan barusan yg di lakukan Ragini. Dia tersenyum malu dan mengelus leher belakangnya.
"Laksh.. Bawa aku pergi dari sini yah, aku sudah bosan berada disini" rengek Ragini.
"Iya.. Tapi aku harus bertanya dulu kepada dokter. Apakah kau sudah di ijinkan pulang atau belum"
Ragini hanya mengangguk.
***
"Telah kami melakukan pemeriksaan intensif kepada pasien, dapat kami diagnosis jika pasien mengalami amnesia sebagian"
Laksh benar tak menyangka dengan apa yg diucapkan dokter di depannya kini.
"Pasien mengalami amnesia yg dalam istilah kedokteran disebut Amnesia Lakunar"
"Amnesia Lakunar? Apa maksudnya dokter?" tanya Laksh bingung.
"Amnesia Lakunar adalah jenis amnesia lakunar. Amnesia jenis ini adalah amnesia yang kemungkinan pernah Anda temui. Penderita yang mengalami lakurna akan mengalami hilang ingatan mengenai suatu peristiwa namun dengan acak. Mereka tidak akan merusak peristiwa nya di masa lalu. Namun mereka akan benar benar menghilangkan sebagian memori ingatan baik dimasa lalu atau yang baru saja terjadi.
Apa yang menjadi penyebab amnesia lakunar? Amnesia ini bisa terjadi karena seseorang mengalami kerusakan pada bagian otak nya yang terjadi pada bagian limbik. Atau bisa juga disebabkan karena mereka mengalami kekurangan oksigen pada otak nya.
Selanjutnya proses kehilangan ingatan amnesia lakunar juga akan terjadi dengan adanya gap antara ingatan yang satu dengan lainnya padahal mereka saling terhubung. Sehingga inilah yang mengakibatkan penderita bahkan mengalami kesulitan saat akan belajar hal baru karena merek mudah lupa dengan ingatan jangka pendeknya.
Untuk pengobatannya biasanya mereka akan mendapatkan perawatan psikologi dan melakukan analisa fisik. Mereka juga akan di cek bagaimana kemampuan ingatan jangka pendek nya untuk kemudian ditentukan terapi apa yang paling cocok dan sesuai"
Laksh benar-benar hancur saat mendengar penjelasan dokter itu.
"Tapi mengapa dia hanya mengingat kenangan yg baik?"
"Kemungkinan pasien ingin menghilangkan tentang ingatan masa lalunya yg kelam, bersabarlah ini bersifat sementara jika pasien secara rutin menjalani terapi kemungkinan dia akan segera mengingat semuanya. Tapi jangan sekali-kali mencoba untuk memaksanya mengingat, karena bisa jadi itu akan menjadi sangat fatal untuknya"
Laksh hanya menganggukkan kepalanya.
Dia keluar luar ruangan dokter itu dengan lunglai, tak bersemangat.
"Aku harap secepatnya kau dapat mengingat Satya sayang, anak kita" ucap Laksh pelan.
Next or Stop??
__ADS_1
Please komwell ya 😄😄