
×LUKA×
PART 20
Ragini merebahkan kepalanya di bahu Laksh, sementara Laksh fokus menatap jalannya.
"Laksh, kau tidak keberatan kan jika aku merebahkan kepalaku di bahumu?"
Laksh menoleh dan tersenyum kepada Ragini, tangannya mengusap lembut pipi istrinya itu.
"Laksh, apa masih lama lagi kita akan sampai?"
"Sebentar lagi sayang"
"Tapi ini bukan arah menuju rumahku, Laksh"
"Memang siapa yg bilang kalau kita akan ke rumahmu?"
Ragini mendengus kesal.
Laksh hanya tersenyum.
"Kita akan pergi ke rumahku, kakak mu menunggumu di rumahku"
"Benarkah?"
Laksh hanya mengangguk dan tersenyum.
"Laksh, aku lelah ingin tidur sebentar. Kalau sudah sampai kau bangunkan aku yah"
Laksh menganggukkan kepalanya, sementara Ragini dia mulai memejamkan matanya.
***
"Chotu apa semuanya sudah siap?" teriak Anna.
"Sudah nyonya"
"Baguslah, kau pergilah bekerja lagi. Jangan lupa hias disana juga yah"
TING TONG...
Anna menoleh, dia lalu membuka pintunya.
"Salam bibi" ucap Yuvi.
Anna hanya tersenyum.
Yuvi dan Muktha masuk ke dalam rumah Anna.
"Apa mereka sudah sampai, Bi?" tanya Muktha.
Anna hanya menggeleng.
"PRIYAAA" teriak Satya.
Satya langsung menghampiri Priya dan memeluknya, semua orang yg disana hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan bocah kecil itu.
Satya mengajak Priya bermain di ruang keluarga.
"Bibi.. Tadi bibi bilang jika Ragini kehilangan sedikit memori ingatannya mengenai Satya?"
Anna hanya mengangguk.
"Jadi Ragini.. Dia tidak mengingat tentang Satya?"
"Iya, Nak. Ragini bahkan tidak mengingat jika dirinya dan Laksh berbuat suatu kesalahan yg membuat Satya lahir ke dunia ini"
Yuvi dan Muktha saling lirik. Anna menceritakan tentang Laksh yg berbohong kepada Ragini mengenai Satya. Yuvi menatap tak percaya mendengar ucapan Anna, dia benar-benar sangat terkejut.
__ADS_1
"IBUUUUU" teriakan Laksh menggema di rumahnya.
Anna langsung menoleh, dia tersenyum saat melihat Laksh bersama dengan Ragini si sampingnya. Ragini hanya tersenyum malu. Yuvi menghampiri Ragini dan langsung memeluk tubuh adiknya itu.
"Kakak sangat merindukanmu, sayang. Akhirnya kau kembali"
Ragini hanya tersenyum dan mengeratkan pelukan kakaknya.
"Aku juga sangat merindukan kakak ku yg bawel ini"
Ragini menatap bingung ke arah Anna dan Muktha, karena dia sama sekali tak mengingatnya.
Yuvi melepaskan pelukannya. Anna langsung memeluk tubuh Ragini, Ragini heran tapi dia merasakan kenyamanan saat di peluk oleh Anna.
Anna meneteskan airmatanya, Ragini langsung menghapus airmata Anna.
"Jangan menangis, Bi" ucapnya.
Anna memegang pipi Ragini.
"Panggil aku ibu, Nak. Ibu adalah ibunya Laksh"
Ragini langsung menoleh kepada Laksh, Laksh hanya mengangguk.
Ragini menundukkan kepalanya, tangannya menyentuh kaki Anna untuk meminta berkatnya.
"Semoga kau bahagia"
Ragini hanya tersenyum.
"Ragini" teriak Muktha dia langsung memeluk Ragini.
Tak lama Muktha melepaskan pelukannya.
"Aku sangat merindukanmu sayang"
Ragini melirik Yuvi.
Ragini terkejut, dia tak menyangka jika kakaknya telah menikah.
"Kau sudah menikah Kak?"
Yuvi hanya mengangguk.
"Ternyata kau pandai mencari istri yg sangat cantik"
Anna pergi membawa nampan doa dan Muktha mengambil peralatan untuk menyambut menantu baru. Ragini melewati seluruh ritual itu. Langkah Ragini terhenti saat ada anak kecil yg memanggilnya.
"Ibuuuuuuu" teriaknya dengan langsung memeluk tubuh Ragini.
Karena tubuhnya yg masih sangat kecil, hanya sebatas pinggul Ragini saja dia memeluk Ragini dengan erat.
Ragini merasakan getaran yg berbeda saat di peluk oleh Satya.
"Aku sangat merindukanmu, Bu" ucapnya.
Ragini menoleh Laksh, Laksh mengedipkan matanya. Ragini perlahan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan Satya, dia luar dugaan Ragini membawa tubuh mungil itu di pelukannya. Ragini menggendong Satya. Laksh hanya tersenyum melihat tingkah Ragini.
"Kau sangat manis, sayang" ucap Ragini.
Laksh benar-benar bersyukur karena Ragini sepertinya tak melupakan ikatan batinnya dengan Satya.
"Ibu aku sangat menyayangimu"
Ragini hanya mengangguk. Dia mencubit gemas pipi Satya.
***
Laksh memeluk tubuh Ragini dari belakang. Dia menghirup aroma tubuh Ragini. Dia melingkarkan tangannya di perut rata Ragini.
__ADS_1
"Terimakasih sayang" bisiknya.
Ragini hanya tersenyum.
"Terimakasih karena kau terlah menerima Satya sebagai anakmu"
Ragini memutar tubuhnya, dia merebahkan kepalanya di dada bidang Laksh.
"Aku mencintaimu, jadi aku juga harus menerima bagian dari hidupmu, bukan?"
Laksh hanya tersenyum.
"Dia juga bagian dari hidupmu, Ragini"
Ragini mendongakkan kepalanya.
"Apa maksudnya, Laksh?" tanya Ragini bingung.
"Karena kau sekarang sudah menjadi istriku jadi Satya juga menjadi bagian di hidupmu bukan?"
Ragini hanya tersenyum dan mengangguk.
Laksh mengecup pelan bibir lembut Ragini.
"Malam ini aku akan bekerja keras" goda Laksh.
Ragini hanya memukul pelan dada Laksh. Laksh langsung menggendong tubuh Ragini dan merebahkan tubuhnya di ranjang. Laksh mendekatkan wajahnya kepada Ragini.
TOK.. TOK.. TOK..
Laksh mendengus kesal, dia memutar bola matanya dengan malas sementara Ragini, dia hanya cekikikan. Membuat Laksh mendengus kesal. Laksh membuka pintunya, dia melihat Satya yg tengah di gendong oleh Arjit.
"Laksh.. Satya merengek.. Katanya dia mau tidur bersama kau dan Ragini"
Laksh hanya merengut kesal.
"Ayah" ucap Satya dengan mengulurkan tangannya.
Laksh langsung mengambil tubuh Satya dan memeluknya.
"Ya sudah, aku pamit dulu yah. Bye"
Arjit menahan senyumnya.
"Semoga malam kalian menyenangkan" ledeknya.
Dia langsung pergi meninggalkan Laksh. Laksh menutup pintu kamarnya dan menguncinya.
Laksh menghampiri Ragini.
"Ibuuu" ucap Satya pelan.
Dia langsung merebahkan tubuhnya ke pelukan Ragini. Ragini membalas pelukan Satya. Satya membenamkan wajahnya di dada Ragini. Laksh lalu merebahkan tubuhnya di samping Ragini.
"Seharusnya aku yg merebahkan kepalaku di situ" ucap Laksh.
Ragini membulatkan matanya.
"Kau cemburu dengan anakmu sendiri?"
Laksh hanya terdiam dan membuang mukanya. Dia menarik selimutnya dan mematikan lampunya.
Ragini masih membuka matanya dia nyaman memeluk Satya seperti ini hingga Satya tertidur, perlahan Ragini mulai memejamkan matanya.
Laksh merubah posisinya, dia memandangi wajah dua orang yg sangat di kasihinya. Dia mengelus kepala Ragini dan Satya.
'Selamanya Dewa, biarkan semuanya seperti ini. Biarkan keluarga kecilku bahagia' batin Laksh.
Laksh lalu memejamkan matanya.
__ADS_1
To be continued...