
Namun kali ini karena tuan Arsen sendiri tengah dalam situasi moodnya yang buruk sebab kejadian sebelumnya dia juga tidak terlalu memperdulikan masalah keputusan Viko maupun Alena ke kota ini, karena bagi tuan Arsen sendiri dia sudah tidak terlalu menyukai Alena lagi, apalagi dia tahu jika sahabatnya Viko juga menyukai Alena dan mereka terlihat selalu dekat selama ini.
Seperti sejak bertemu dan selalu dekat dega Anna kini perasaan tuan Arsen mulai terpikat dengan Anna, dia sudah cukup lama tidak pernah menghubungi Alena lagi, padahal sebelumnya dia selalu mengabarkan situydan keadaan dia lewat sebuah gruf chat di ponselnya yang hanya beranggotakan mereka bertiga, tuan Arsen, Viko dan Alena.
Tua Arsen sungguh tidak bisa menerima jika sampai Anna benar-benar ingin menerima David lagi dalam hidupnya.
"Dasar pria brengsek itu, kenapa juga Anna bisa menyukainya sampai seperti itu, memangnya apa sih bagusnya pria itu dia bahkan tidak lebih kaya dariku, apa kurangnya aku selama ini, aishh...aku sudah menurunkan kelas standar diriku sendiri dalam memilih pasangan hanya karena wanita seperti dia, dan sekarang kenapa aku harus menjadi sekesal ini dengannya, aahhh ini tidak bisa di biarkan saja." Gerutu tuan Arsen terus saja bicara sendiri kepada dirinya sambil terus mengemudi malam itu.
Hingga ketika tuan Arsen sampai di rumahnya dia kaget melihat sebuah mobil yang tida asing baginya sudah terparkir di depan halaman rumahnya saat itu, dan tuan Arsen mulai menyelidikinya dengan baik sampai dia mulai mengingat plat nomor mobil tersebut yang tidak lain adalah mobil milik ayahnya.
"Astaga...bukankah itu mobil ayah, aaahh untuk apa dia datang kemari semalam ini?" Ucap tuan Arsen merasa kesal sendiri.
Tuan Arsen tidak dekat dengan ayahnya, karena dulu dia dibesarkan oleh ibunya seorang diri, hingga ibunya meninggal dunia ketika tuan Arse menginjak usia SMA dan karena kematian ibunya tuan Arsen dibawa oleh sang ayah yang merupakan seorang pembisnis sukses dan selalu jarang pulang ke rumah, dia hanya pulang sekitar satu tahun sekali atau beberapa bulan sekali saja, sehingga sejak kecil hingga sebesar sekarang tuan Arse terbiasa hidup tanpa ayahnya bahkan dia selalu merasa canggung tiap kali harus berhadapan dengan ayahnya sendiri dan mereka kini lebih mirip sebagai seorang partner bisnis bukan ayah dan anak lagi seperti kebanyakan orang lainnya.
Melihat mobil ayahnya sudah terparkir di depan rumah tentu saja tuan Arsen dengan cepat pergi masuk ke rumahnya dengan terburu-buru, karena dia takut sang ayah akan berbuat sesuatu di dalam sana tanpa ada dirinya.
__ADS_1
"Ayah..." Teriak tuan Arse sambil mesuk ke dalam rumahnya dan dia menemukan ayahnya bangkit dari sofa sudah menunggu dia untuk waktu yang cukup lama sebelumnya.
"AA..ahhh.. akhirnya kau sampai juga, bagaimana pekerjaanmu di kantor baru itu, apa kau menyukainya, ayah dengar projects pertamamu berhasil dan sangat sukses, ayah datang kemari hanya untuk mengucapkan selama kepadamu dan ayah sangat bangga denganmu Arsen, sekarang kamu sudah semakin hebat." Ujar sang ayah sambil tersenyum ke arah tuan Arse saat itu.
Tuan Arsen sendiri merasa sangat heran dan dia kebingungan melihat sang ayah tiba-tiba saja mengatakan hal manis seperti itu kepadanya, dan dia tidak tahu bagaimana cara menanggapinya selain dari membungkuk memberi hormat kepada sang ayah dan mengucapkan terimakasih kepadanya saat itu juga.
"Ohh.. terimakasih banyak ayah, semua ini juga berkat biaya yang kau berikan padaku, aku akan berusaha untuk bisa mengembalikannya kepadamu lagi, meski harus membayarnya seumur hidup." Ucap tuan Arsen yang memiliki pendirian teguh sama persis seperti ibunya juga sikap penyayang yang tertutup oleh sikap cuek di dalam dirinya tersebut yang dia bawa dari turunan ayahnya.
Jadi ayah tuan Arsen sendiri sudah tidak terlalu heran ketika anaknya tumbuh seperti itu, sebab dia sadar bahwa dia dahulu juga sama persis dengan tuan Arsen saat ini namun dia ingin mengubah itu pada diri tuan Arsen sebab dia mencemaskan tuan Arsen akan menjadi penyuka sesama jenis jika saja dia tidak banyak berinteraksi dengan wanita selama ini.
Saat itu seorang anak dan ayah berdiri saling berhadapan dan mereka berdua memiliki rasa kecanggungan satu sama lain yang sulit mereka ungkapkan satu sama lain hingga akhirnya tuan Arsen sendiri yang memulai untuk segera duduk dan mempersilahkan ayahnya saat itu juga.
Sang ayahnya segera duduk disana sambil mulai bertanya mengenai banyak hal tentang bisnis dan perusahaan kepada tuan Arsen saat itu dan tuan Arsen sudah menjelaskan sistem yang dia gunakan dalam pemasaran termasuk juga cara memperkenalkannya kepada banyak orang, itulah yang paling berpengaruh untuk menjual banyak produk nantinya dan dia tidak perlu lagi untuk menggunakan metode lainnya jika sudah bisa melakukan hal dan strategi yang dilakukan oleh tuan Arsen selama membangun perusahaannya sendiri saat itu.
"E..ee..eumm.... Arsen sekarang kamu sudah berusia dua puluh lima tau bukan? Sudah waktunya kamu mencari calon istri yang cocok untukmu, dan ayah juga sudah semakin tua, ayah harus segera memberikan seluruh aset kekayaan kepadamu, jadi ayah sangat berharap kamu bisa segera memiliki pasangan yang cocok, yang serius dan bisa kamu ajak untuk berumah tangga denganmu." Ujar sang ayah tiba-tiba membicarakan hal itu.
__ADS_1
Ucap sang ayah menjelaskannya begitu, sedangkan tuan Arsen sendiri yang tidak pernah memiliki pasangan ataupun memikirkan tentang hal itu, dia langsung saja mengerutkan kedua alisnya dengan sangat kuat dan langsung membantah ucapan dari ayahnya sangat cepat.
"Aahh..ayah ternyata hanya itu saja yang ingin kau katakan padaku sampai jauh-jauh datang kemari, ayah kau jangan terlalu memikirkan hal penting seperti ini, aku adalah anakmu aku seorang pria dewasa dan bijaksana sekarang bukan anak kecil yang ingusan dan kemana-mana harus di ikuti kedua orangtuanya, aku akan memilih waktu dan orang yang tepat secepatnya, kau hanya perlu sedikit bersabar saja," balas tuan Arsen membalas ucapan sang ayah saat itu begitu lancar.
"Tapi Arsen banyak sekali wanita yang mengagumimu di luar sana, banyak juga yang menyukaimu kenapa kamu malah terus saja menjalani hidup dengan semua hal yang membosankan ini, hampir setengah dari waktumu bahkan kebanyakan waktu kamu gunakan untuk terus bekerja dan selalu tidak bisa mengabaikan pekerjaan di dalam otakmu itu, kamu juga manusia putraku, kamu harus memiliki hati dan waktu luang untuk menikmati hidupmu sendiri, jangan bersikap sama seperti yang aku lakukan dahulu dan pada akhirnya aku penuh penyesalan karena tidak berhasil menyelamatkan ibunya kala itu, ayah hanya ingin kamu bahagia Arsen." Ujar sang ayah tersebut untuk pertama kalinya berbicara serius itu kepada tuan Arsen, sehingga tuan Arsen sendiri sempat terperangah ketika melihatnya saat itu.
Tuan Arsen juga bukan tidak ingin, hanya saja selama ini dia selalu berharap dengan sahabatnya Alena sama seperti yang dilakukan oleh Anna yang terus saja berharap kepada sahabat prianya David, namun apanyang di alat oleh tuan Arsen hanya kekecewaan dan rasa kesal, sebab Alena selalu lebih dekat dengan fans dan sahabatnya sendiri Viko, yang sudah jelas sudah mengungkapkan perasaannya dengan begitu jelas kepada Alena sejak lama, tuan Arsen tidak tahu apakah mereka berdua sudah menjadi kekasih atau tidak karena saat itu tuan Arsen tidak mau mendengar hal tersebut dan kini justru malah dia yang kepikiran dengan hal itu, tepatnya ketika Anna belum hadir dalam hidupnya saat itu.
Hingga tidak sengaja dia pernah bertemu dengan Anna yang memasak cukup hebat juga menyajikan makanan di restoran itu sambil tersenyum ramah tuan Arsen yang lewat di dekan restoran itu secara tidak sengaja dia bisa langsung tertarik dengan keahlian memasak Anna sehingga membuat rencana dengan sekretaris Mey yang sudah disusun sangat rapih untuk mereka semua.
Sampai akhirnya saat ini tuan Arsen sudah benar-benar bisa dekat dengan Anna namun tiba-tiba saja David muncul dan menghalangi rencananya, sebab tuan Arse tahu perasaan berlebih pada sahabat kita sendiri itu hanyalah sebuah hal yang konyol karena sahabat mereka tidak bisa menerimanya, padahal mereka sudah sangat dekat dan terus bersama dalam bertahun-tahun lamanya, tidak mungkin dia akan setega ini denganmu.
Nyatanya tetap saja jatuh cinta dengan sahabat sendiri adalah sebuah beban yang begitu berat untuk dipikul seorang diri, melihat Anna yang berada di posisi dia dahulu, tentu saja membuat tuan Arsen semakin meluap dia tidak akan membiarkan Anna jatuh lagi pada jebakkan yang dilakukan oleh David.
Sehingga ketika mendengar ucapan dari sang ayah yang berbicara seakan dia tidak pernah menyukai siapapun itu salah besar membuat tuan Arsen sedikit kesal di buatnya.
__ADS_1
Tuan Arsen juga langsung saja malah mengusir ayah ya sendiri untuk segera keluar dari rumahnya itu dengan cepat, sebab ini sudah terlalu malam baginya dan tidak ingin melihat wajahnya lagi, karena jika dia terus memberikan tatapan setajam itu, dia tidak bisa pergi dari sana dan harus terus menghadapi ayahnya yang selalu memperkenalkan beberapa wanita di dalam foto yang ada di ponselnya.
Wanita-wanita itu seakan wanita murahan yang bisa dibeli dan dipilih seenaknya ketika ayahnya menunjukkan foto tiap wanita yang dia miliki kepada tuan Arsen saat ini.