LUKA

LUKA
Tangis Menjadi Tawa


__ADS_3

Pasti bosen yah aku share terus 😅😅


hahaha MAAF 🙏🙏


×LUKA×


PART 8


"IBUUU" teriakan Laksh menggema di rumahnya yg sepi.


Laksh terus berjalan mengitari rumahnya.


"IBUUUUUU" teriaknya.


Saat Laksh melewati kuil di rumahnya matanya membulat, tas yg sedari tadi dia gendong dia hempaskan ke lantai. Dia langsung menghampiri sebuat foto yg terpajang di sana, dengan karangan buka.


Laksh langsung menatap lirih tak mengerti dengan maksud semua ini. Foto Rohit terpajang disana dengan karangan bunga.


Apa maksud semua ini?


Setahu Laksh, Rohit masih sering berkomunikasi dengannya walau hanya lewat tulisan chatting, karena Rohit seringkali menolak untuk berbicara dengan Laksh lewat telpon dengan alasan takut ketauan Ragini, kalau mereka masih sering berkomunikasi.


Laksh mengambil foto Rohit yg terpajang di dinding, memeluknya erat. Dia meneteskan airmatanya seolah tak percaya dengan apa yg dia lihat saat ini.


"ROHIIITTTT" teriaknya.


Anna yg sedang mengecek persediaan bahan baku makanan di gudang langsung tercengang saat mendengar teriakan Laksh.


Anna langsung berlari menghampiri Laksh.


Anna terkejut saat melihat Laksh sedang menangis dengan memegang foto Rohit.


Anna langsung menghampiri Laksh dan menyentuh pundaknya.


"Laksh" ucapnya pelan.


Laksh langsung menatap wajah ibunya dengan mata yg memerah.


"Apa maksud semua ini ibu?" teriaknya seakan tak terima jika dirinya di bohongi selama ini.


Anna hanya terdiam dan menangis. Dia tak berani menatap wajah Laksh, dia hanya menundukkan kepalanya.


"Kenapa kau sembunyikan kenyataan sebesar ini ibu? Kenapa kau tega membohongiku ibu? Kenapa? Katakan padaku! Apa alasanmu untuk menyembunyikan kematian Rohit dariku?" teriak Laksh.


Anna menatap wajah Laksh lirih, tubuhnya bergetar karena isak tangisnya.


"Maafkan ibu Laksh"


"Maaf? Cuma hanya permintaan maaf? Jika aku tau Rohit telah tiada aku akan secepatnya pulang kesini ibu, aku akan menyempatkan diri melihat dia untuk yg terakhir kalinya. Tapi apa yg ibu lakukan hah? Ibu membohongiku kan? Pasti ibu kan yg berpura-pura berkomunikasi denganku dan mengaku sebagai Rohit, katakan ibu! Benar kan dugaanku?"


Anna hanya mengangguk dan menangis.


"Aku benar-benar sangat kecewa dengan ibu, kapan Rohit meninggal ibu?"


Anna menghela nafasnya, menyeka airmata di pipinya.


"Waktu itu setelah dia mengantarmu ke bandara......


Anna mulai menceritakan kejadian yg dialami Rohit, yg menyebabkan Rohit meninggal.

__ADS_1


#FLASHBACK ON..


"Sebentar lagi kau dan Ragini akan bersatu Laksh, karena ini (Rohit menatap dokumen perceraiannya dengan Ragini)"


"Aku benar-benar tak suka melihat kalian sama-sama menderita, aku yakin jika Ragini sebenarnya masih sangat mencintaimu namun dia hanya kecewa karena perlakuanmu kepadanya Laksh, dengan dokumen perceraian ini akan aku pastikan jika kau dan Ragini akan kembali bersatu"


Rohit menulis pesan dengan secarik kertas dan dia taruh di dalam map itu juga.


Rohit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, konsentrasinya buyar saat dia mendengar nada dering di ponselnya, dia lalu mengambil ponsel.


"Ya Hallo"


"Rohit kau dimana?" tanya Ragini.


"Eh.. Ragini.. Aku sedang perjalanan pulang ke rumah. Tadi aku baru dari Bandara antar Laksh"


"Jadi Laksh sudah pergi?" tanya Ragini di seberang telpon.


"Iya Ragini, ada apa?"


"Benar katamu Rohit, aku tak bisa melupakan Laksh. Aku sangat mencintainya. Anak di dalam kandunganku ini pasti sangat membutuhkan Laksh sebagai ayah biologisnya"


Entah mengapa hati Rohit serasa tercabik saat mendengar ucapan Ragini. Istri yg baru dinikahinya ternyata masih sangat mencintai sepupunya Laksh. Tapi dia berusaha untuk mengatur emosinya, bagaimanapun juga memang Ragini dan Laksh berhak bersatu apalagi ada anak mereka yg sedang di kandung Ragini.


Rohit menghela nafasnya.


"Ragini kau tenanglah, setelah sampai rumah kita akan membicarakannya kembali"


"Baik Rohit, hati-hati"


Rohit menaruh ponselnya di kursi sampingnya. Hatinya menjadi sangat tak karuan, dia benar-benar gelisah saat mendengar pengakuan Ragini. Apa dia telah jatuh cinta kepada Ragini?


Rohit buru-buru menepis pikiran itu, entah mengapa pikirannya menjadi sangat kacau. Bayangan Ragini, senyumannya berkelebat di pikirannya. Rohit memejamkan matanya.


Dia membuka matanya, astaga ada truk besar melaju dengan sangat kencang dari lawan arah, Rohit berusaha menghindar dengan membanting stirnya. Namun naas, mobilnya melaju sangat cepat kehilangan kendali hingga menabrak tiang listrik. Kepala Rohit terbentur dan mengeluarkan banyak darah.


"Keadaan pasien sangat kritis, kita harus segera mengambil tindakan" ucap seorang dokter.


Suster langsung mengambil alat untuk mengoperasi Rohit.


Anna yg baru datang mendengar keponakannya kecelakaan langsung panik. Dia duduk di depan ruang IGD dengan sangat cemas.


"Bibiiii" teriak Ragini yg berlari menghampiri Anna.


"Ragini" ucapnya pelan.


"Bi, bagaimana keadaan Rohit?" tanya Ragini cemas.


"Bibi tidak tau Nak, bibi baru saja datang. Nampaknya dokter masih menanganinya"


Anna dan Ragini sangat cemas, mereka terus gelisah menantikan kabar Rohit.


Setelah dua jam lamanya, akhirnya pintu IGD terbuka.


"Dokter bagaimana keadaan Rohit?" tanya Anna.


"Maaf nyonya, pasien mengalami pendarahan yg sangat parah di otaknya, kita hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Dewa"


Ragini langsung menangis histeris, dia lalu masuk ke ruangan IGD itu, Anna pun sama dia langsung menghampiri Rohit.

__ADS_1


Ragini memegang erat tangan Rohit dan menangis.


"Rohit bangun kau pria yg kuat, katamu kau akan selalu melindungiku dan calon bayiku ini, tapi mana? Kau malah terbaring disini. Rohit bangun" teriak Ragini dengan terisak.


Anna hanya menangis.


Perlahan Rohit mulai membuka matanya, dia menoleh dan tersenyum ke arah Ragini. Tangannya membelai wajah Ragini.


"Ra-gini, kau harus ku-at menja-lani se-mua i-ni, a-ku ya-kin kau wa-nita yg ku-at. Ber-janji-lah kau a-kan ber-sa-tu kem-bali de-ngan Laksh. Di mo-bil a-da do-ku-men per-cerai-an a-ku dan di-rimu. Kau ha-rus me-nanda-tangani-nya" ucap Rohit dengan terbata.


Ragini hanya menangis dan menunduk.


"Bi-bi" panggil Rohit.


"Iyah, Nak. Bibimu disini ada apa?" Anna mendekat ke tubuh Rohit.


"Bi-bi ber-jan-ji-lah un-tuk ti-dak mem-be-ri-tahu Laksh ten-tang di-ri-ku. A-ku tak ma-u di-a me-ra-sa ber-salah. Ber-jan-jilah bi-bi"


Anna hanya mengangguk.


Rohit tersenyum.


"Ra-gi-ni wak-tu-ku tak ba-nyak, ja-ngan si-a si-akan hi-dup-mu, a-ku tak ma-u kau men-de-rita. Kau ha-rus ba-hagia. Se-te-lah Laksh kem-bali-lah ber-sa-tu deng-annya. Laksh di-a sangat menye-sal kare-na su-dah menyia-nyiakanmu, berjan-jilah un-tukku"


Ragini mengangguk.


Rohit tersenyum. Dia lalu memejamkan matanya.


"ROHITTT" teriak Ragini.


Anna hanya menangis menatap tubuh keponakannya yg sudah terbujur kaku.


#FLASHBACK OFF...


Laksh benar-benar merasa sangat hancur, dia tak menyangka jika Rohit akan pergi secepat itu.


"Lalu dimana sekarang Ragini dan anakku bu?"


"Ragini, dia sekarang tinggal dengan kakaknya. Ragini sekarang bekerja, jadi dia harus menitipkan anaknya. Maka dari itu dia memutuskan untuk tinggal di tempat kakaknya"


Laksh hanya menangis.


"Bagaimana keadaan anakku bu?"


"Satya tumbuh dengan penuh kasih sayang dari Ragini, tapi Satya menganggap jika Rohit adalah ayahnya. Satya sangat menyayangi Rohit walau mereka tak pernah bertemu"


Laksh memejamkan matanya.


"Ragini? Setelah itu apakah dia masih marah kepadaku? Apakah dia masih menungguku?"


"Ragini dia wanita yg baik Laksh, dia bahkan tak melarang ibu buat bertemu Satya, Satya juga memanggil ibu dengan sebutan Nenek. Karena bagi Satya aku adalah ibu Rohit ayahnya jadi dia menganggapku Nenek. Mengenai perasaan Ragini, ibu tidak pernah menanyakannya Laksh. Tapi setau ibu selama empat tahun Ragini hanya sibuk bekerja, dia tak pernah terlihat dekat dengan pria manapun" jelas Anna.


Laksh menatap lirih gelang yg diberikan Ragini. Selama empat tahun Laksh tak pernah melepaskan gelang ini.


"Ibu, beritahu alamat Ragini yg sekarang. Aku ingin bertemu dengannya"


Anna mengambil sebuah kartu nama dan memberikannya kepada Laksh.


"Sebentar lagi, aku akan mengubah tangis kalian menjadi tawa. Maafkan aku Ragini, Satya" ucap Laksh lirih.

__ADS_1


Next or Stop??


Please komwell ya 😄😄


__ADS_2