
×LUKA×
PART 19
"Sayang ayo bangun" ucap Ragini lembut dengan membelai pipi Laksh.
Ragini yg baru selesai mandi dan hanya menggunakan kimono handuk di tubuhnya langsung menghampiri Laksh untuk membangunkannya.
Laksh hanya menggeliat saat rambut Ragini menyentuh pipinya, rasanya sangat geli.
Laksh membuka matanya sedikit, dia menyunggingkan senyum di bibirnya saat melihat tubuh Ragini begitu dekat dengannya. Dengan sigap Laksh langsung menarik tangan Ragini menuju dekapannya. Mata mereka saling beradu, Laksh membelai pipi Ragini, cukup lama hingga sentuhan Laksh membuat bulu roma Ragini merinding. Ragini ingin pergi tapi tangan Laksh menahannya, dia langsung memutar tubuh Ragini hingga kini posisi tubuh Laksh **** tubuh Ragini. Laksh mendekatkan wajahnya ke wajah Ragini, matanya tertuju pada bibir merah merekah yg sedari tadi mengusiknya. Laksh memajukan bibirnya untuk mengecup bibir Ragini dengan lembut. Laksh melumat habis bibir Ragini dengan sedikit ganas, seolah melepaskan hasrat kerinduan yg selama ini mereka pendam. Tangan Ragini mengalungkan ke leher Laksh, dia mendesah saat Laksh sesekali menggigit lembut bibirnya, lidah Laksh menelusup ke dalam mulut Ragini, tak lama Ragini pun membalasnya. Cukup lama mereka berciuman hingga mereka melepaskan pagutan di bibir mereka saat dirasa kehilangan ruang untuk bernafas. Tangan Laksh bergerilya dengan nakal di ikatan kimono Ragini, Laksh memajukan kembali bibirnya. Dia tersenyum saat melihat Ragini seolah menikmati aktivitas yg dia lakukan, tangan yg satunya lagi menelusup ke dalam dadanya. Meremasnya pelan. Dan membuat Ragini melenguh pelan.
"Lakshhhh" desahnya.
Laksh merasakan geli saat mendengar Ragini mendesah, dia langsung membuka kaos yg dia kenakan. Dia masih melihat ekspresi Ragini yg masih terpejam, Laksh membuka ikatan kimono Ragini. Tangannya bergerak untuk menarik kimono itu.
"Laksh" ucap Ragini melemah.
Dia menahan tangan Laksh saat Laksh ingin melepas kimononya, namun dia tak kuasa karena tangan Laksh sudah mencengkram dengan kuat kimono itu, kimono itu Laksh lempar ke sembarang arah. Laksh menelan ludahnya sendiri saat melihat tubuh Ragini yg polos tanpa sehelai benangpun. Dia memperhatikan setiap inchi tubuh istrinya itu. Sangat sempurna.
Laksh mulai mengecup bibir Ragini lagi sementara tangannya sibuk untuk melepaskan celana yg di pakainya. Setelah celananya terlepas, Laksh mulai mengarahkan 'senjatanya' itu ke 'milik' Ragini. Ragini menggigit bibir bawahnya saat 'milik' Laksh perlahan masuk.
Laksh melenguh kencang.
'Astaga ini sangat sempit, padahal ini bukan yg pertama bagiku dan Ragini, bahkan Ragini sudah melahirkan Satya, astaga Ragini' batin Laksh.
Ragini membuka mulutnya dan mendongak, dia *** rambut Laksh saat 'milik' Laksh perlahan bergerak. Pinggul Ragini pun bergoyang menyamakan irama yg Laksh berikan.
"Ouuhhh Laksh..." desahnya.
Laksh mulai turun ke leher Ragini dia menjilat dan menciumi leher Ragini hingga meninggalkan bekas merah disana. Laksh mencondongkan tubuhnya dia mulai melumat rakus dada Ragini. Ragini semakin meracau, dia merasakan kenikmatan. Dia terus mendesah, ekspresi Ragini membuat Laksh semakin mempercepat gerakannya.
"Laksh.. Aku sudah tidak kuat.. Aku mau...."
Laksh langsung melumat bibir Ragini, dia mengejang saat mereka melakukan pelepasan pertama mereka secara bersamaan.
Tubuh Laksh ambruk di atas tubuh Ragini, dia melemah dan memeluk tubuh Ragini. Nafas mereka masih memburu dan 'milik' Laksh masih berkedut di basah sana.
"Terimakasih sayang" bisik Laksh.
Ragini hanya tersenyum.
Laksh mengecup singkat bibir Ragini.
Laksh menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
"Kau jahat Laksh" ucap Ragini pelan.
__ADS_1
"Kenapa?" ucap Laksh dengan nafas yg masih memburu.
"Bukankah semalam aku bilang kita akan melakukannya nanti kalau kita sudah menikah ulang dan di saksisan oleh keluarga kita, tapi kau sangat nakal"
Laksh hanya tertawa.
"Siapa suruh kau menggodaku, Ragini. Tubuhmu sangat menggiurkan"
Laksh mencium kening Ragini, mencium pipi kanan dan kirinya lalu lanjut mencium bibir Ragini dengan lama.
Laksh lalu menggerakkan kembali 'miliknya' yg masih terbenam di 'milik' Ragini.
"Laksh" teriak Ragini.
Tapi Laksh hanya tersenyum dan mengedipkan matanya.
Sementara Ragini dia hanya bisa pasrah karena memang sudah kewajibannya melayani suaminya.
***
"Nenek.. Apa ayah sudah menemukan ibu?" tanya Satya.
Anna langsung memeluk tubuh mungil Satya.
"Sudah sayang, hari ini mereka akan kembali. Kau bersabarlah"
Satya hanya tersenyum, dia memeluk neneknya dan mencium pipi neneknya itu.
Anna hanya mengangguk.
'Mudah-mudahan Ragini tidak menyakiti perasaan Satya, hmm Laksh mengapa dia bodoh sekali dengan tidak mengatakan yg sejujurnya mengenai Satya dan hubungan dia dan Ragini yg sebenarnya. Semoga setelah Ragini ingat semuanya, dia tak akan membenci Laksh' batin Anna.
***
"Laksh.. Sana mandi.. Sebentar lagi kita akan berangkat kan"
Laksh membuka matanya.
"Aku lelah Ragini" ucapnya pelan.
Ragini menghampiri Laksh.
"Lelah? Lelah kenapa? Memangnya kau habis lari hah"
Laksh langsung memeluk tubuh Ragini.
"Ini bahkan lebih dari lari, apa kau tidak tau mengenai hal itu"
__ADS_1
Ragini hanya terdiam. Ragini memperhatikan spreinya.
"Laksh"
"Hmmm"
"Bukankah jika seorang wanita dan pria melakukan malam pertama mereka, si wanita akan mengeluarkan darah perawannya? Tapi kenapa di sprei itu tak ada noda darahnya Laksh" bisik Ragini.
Laksh langsung terkejut, dia bingung mau menjelaskan apa kepada Ragini. Karena ini memang bukan kali pertama untuknya dan Ragini.
"Tadi ada sebenarnya Ragini, cuma tadi aku memanggil petugas laundry untuk mencucinya"
Ragini membulatkan matanya.
"Hei.. Apa kau tidak malu?"
Laksh hanya menatapnya bingung.
"Malu kenapa?"
Ragini memukul lengan Laksh.
"Iyah, apa kau tidak malu memanggil petugas laundry untuk mencuci sprei bekas kita........ Aaargghhh dasar bodoh"
Ragini menjauh dari Laksh dia merengut kesal.
Laksh memeluk Ragini dari belakang.
"Sayang, aku minta maaf sungguh"
Ragini kesal. Ragini merasakan keanehan saat tubuh Laksh memeluknya dari belakang. Dia merasakan ada yg aneh, dia lalu berbalik dan benar saja.
"LAKSSSHHH"
Ragini menutup wajahnya. Laksh langsung melihat tubuhnya itu. Dia langsung berlari menuju kamar mandi.
"Maaf Ragini hahaha"
"Isshhh dasar menyebalkan"
Ragini menggelengkan kepalanya.
"Laksh cepatlah mandinya, aku sudah tidak sabar untuk kembali ke Mumbai"
"Iyah Ragini tunggu. Jika kau ingin cepat masuklah kesini dan bantu aku mandi hahahha"
"Astaga, kau ini sangat menyebalkan Laksh"
__ADS_1
Laksh hanya tertawa geli di kamar mandi.
To be continued.. 😄😄