Mafia Dan Gadis Lusuh

Mafia Dan Gadis Lusuh
Pernikahan yang di pertanyakan


__ADS_3

Gabriela duduk sambil menyapu air matanya. Dia berkali kali mencubit pipinya memastikan ini bukan mimpi.


Air mata itu sudah mengering sejak tadi. Angin segar sudah berubah dengan kepulan asap yang akan membuatnya sesak.


Dia melirik hp nya yang tergeletak. Tidak ada kabar dari Mahalini. Lagi lagi kau berbohong padaku. Ucapnya dalam hati sambil memegang jantungnya yang sakit.


Harapannya untuk keluar dari ring pertempuran ini, seketika hancur berantakan. Langkah kakinya harus mundur tidak terhormat dan menikah dengan seorang Marco.


Tidak ada cinta, tidak ada suka tidak ada keinginan. Entah apa tujuan pernikahan ini hanya Marco yang tau. Dia seperti berada di dalam lumpur hidup. Semakin bergerak maka akan semakin termakan.


Kontrak perjanjian yang entah berapa tahun itu benar benar membuntukan jalan seorang Gabriela. Tidak bisa berkata tidak. itulah yang dia sesali kenapa dia tidak teliti saat menandatangani surat itu. Namun dia bisa apa? pemahamannya terkait masalah seperti itu sama sekali diluar akalnya.


Ketukan di pintu terdengar. Gadis itu tidak menoleh sama sekali. Dia hanya diam ditempat. Pasrah menerima nasib kehidupannya. Kehidupan yang membawanya entah kejalan lurus,bengkok,berkelok kelok ahh atau apapun itu.


"Silahkan turun non, pemuka agama sudah menunggu" Gabriela menyentuh gaun putih yang menempel ditubuhnya. Air mata sedih itu datang lagi. "Saya akan turun sebentar lagi tuan" Gerald tau gadis itu sedang menahan tangis.


Gerald maju memberikan tissue. Gabriela tersentak ternyata pria itu belum turun. "Tidak apa apa kalau aku turun 5 menit lagi kan?" Biar bagaimana pun Gabriela perlu waktu untuk memenangkan dirinya.


Ini pernikahan, ikatan janji suci seumur hidup. Dia layak mempertimbangkan tapi tidak berhak menolak. Lantas ngapain aku masih berpikir kalau menolak saja tidak bisa?


"Apa masih bisa sebentar lagi?" Sepertinya waktu 5 menit masih kurang untuk memberi ruang pada dirinya.


"Tidak apa apa non. Senyaman anda saja" Akhirnya Gerald melihat dan mendengar Isak tangis gadis itu. Hatinya begitu pilu. Dia teringat adik perempuannya yang berusia tidak jauh berbeda dari nona yang didepan ini.


Namun perbedaan itu jauh. Adik perempuannya menikmati masa remaja. Duduk di bangku SMA dan memiliki banyak teman. Ada rasa tidak tega namun bagaimana pun juga dia tetap mendukung keputusan Marco. Karena laki laki itu tidak pernah salah dalam mengambil keputusan.


Anda pasti punya alasan sendiri menikahi non Gabriela.


Pernikahan itu sederhana. Orang yang datang pun tidak banyak, bisa dihitung pakai jari ya artinya sangat sedikit.


Di belakang rumah. Di taman yang dekat dengan kolam renang yang ditumbuhi beberapa pohon-pohon kecil yang hijau sudah dihiasi dengan balon-balon. hembusan angin menerpa Selayar kain putih yang dipadu dengan biru muda.

__ADS_1


kursi dihiasi dengan cover nuansa putih juga namun ada ikatan pita biru di belakang. konsepnya sangat sederhana bahkan mirip tidak seperti pernikahan.


Gadis itu mulai berjalan perlahan menuju tempat dimana Marco berdiri. Tidak ada senyum di wajahnya. Dia bahkan menahan air mata agar tidak jatuh. Dia tau pernikahan ini adalah pintu neraka baginya. Namun sekali lagi Gabriela bisa apa?


Prosesi pernikahan berlangsung dengan cepat. intinya sah itu aja tidak lebih. Untuk mengakhiri prosesi pernikahan Marco mendaratkan kecupan kecil di dahi istrinya.


Terasa aneh ketika seseorang mendapat ciuman dari orang yang paling dia benci. masalahnya orang yang paling dia benci itu sudah sah jadi suaminya.


Setelah itu pesta kecil berlangsung. Mereka yang sedikit itu menikmati makan di meja bundar penuh tawa. Hanya Gabriela yang tidak ada senyum sedikitpun. Berkali-kali Marco memperingatinya agar jangan membuat suasana penuh pertanyaan. "Kendurkan wajah mu aku tidak mau teman teman ku salah menilai".


Namun sepertinya Gadis itu tidak peduli. Sepanjang acara tadi wajahnya murung. Tidak bersemangat. Bukan tidak peduli sih tapi dia udah hilang harapan. Dia hanya makan untuk sekedar menghargai pelayan yang membuka piring di depannya.


"Hai selamat ya atas pernikahan mu" Seorang wanita muda yang cantik sedang menggendong bayi laki laki yang menggemaskan. Datang menghampirinya. "Sayang pegang Thiago dulu aku mau menyapa istri Marco" Dia menyerahkan Bayi yang menggemaskan itu pada suaminya.


"Ahh maaf rambutku agar berantakan ya" Wanita itu menjulurkan tangannya kemudian menautkan pipi kanan kiri. "Aku senang akhirnya manusia es kutub itu menikah juga" Ups wanita itu menutup mulutnya. Manis sekali gumam Gabriela.


"Terimakasih kak" Gabriela memaksa senyumnya sedikit.


"Kalau kamu lelah bisa istirahat. Biasanya pengantin wanita ada jeda istirahat kok. Sama kayak aku dulu" Sama kayak aku yang seperti mu. Tidak menyenangi pernikahanku. Dan aku melihat cerminan diri ku padamu. Kira kira kamu kenapa ya?


"iya kak sepertinya aku lelah. Badanku sedikit meriang mungkin akibat begadang" Gabriela berbicara ala kadarnya dan langsung direspon oleh Altea. "Kamu sakit????" Tangannya menempel di kening gadis itu.


"Kamu kedalam aja yok. Iya sepertinya badan mu demam" Altea memberi kode pada suaminya. Dan kodenya di tangkap oleh Matteo.


"Kamu istirahat disini saja dulu ya" Altea meluruskan kedua kaki Gabriela kemudian melepaskan hills yang menyangga kaki putihnya yang mungil. "Ya ampun kamu pucat, bentar aku kasi tau Marco ya"


itu Gabriela bangkit bangkit duduk. "Jangan kak tidak usah" tapi masalahnya altea sudah pergi keluar untuk memberitahu bahwa Gabriela sedang sakit. Akhirnya dia merebahkan diri lagi.


Selang beberapa menit Marco datang sambil membuka jasnya. "Kamu sakit sayang?" bukan hanya Gabriela yang terkejut. Marco sendiri pun terkejut Dia memanggil kata sayang. Suara lembut, selembut kain sutera. Bahkan suara itu penuh kepanikan. hihihi


"Tidak tidak tuan.... aku hanya sedikit lelah saja. tidak perlu memanggil dokter" Gadis itu bangun dan berdiri. Dia menghalangi Marco menghubungi dokter.

__ADS_1


"Kau yakin?" suaranya sudah kembali dengan mode Marco yang sesungguhnya. Suara ketus penuh penekanan penuh ancaman yang sangat menjengkelkan.


Gadis itu mengangguk. "Baguslah istirahat di sini sampai kau benar-benar fit. Karena setelah ini akan banyak yang harus kau lakukan karena kau sudah menjadi istriku" Pria itu tersenyum penuh arti. Sementara wajah Gabriela semakin tertunduk kesal.


Marco kembali ke taman belakang meninggalkan Gabriela yang masih meluruskan kedua kakinya.


Persetan dengan hidupku setelah ini. kakiku sakit dan pegal pikiranku ruam. pandanganku gelap gulita. aku mau istirahat sekarang.


Pada akhirnya benar-benar tertidur di sofa sambil meluruskan kakinya.


Sementara di taman belakang Marco di cecer banyak pertanyaan oleh teman yang dekat dengannya. Dia hanya menjawab dengan acuh sambil menenggak anggur hitam.


Bukan menghina atau merendahkan. tapi sahabat Marco sama sekali tidak ada yang percaya atas pernikahan ini. wanita yang tadi dia ikrarkan sama sekali bukan selera seorang Marco. Dilihat dari sudut pandang manapun Gabriela sangat sangat jauh dari tipikal Marco.


Gadis kecil mungil. Bahkan terkesan lusuh. Tidak ada seksinya sama sekali. Dan tidak mungkin kan Marco menyukai gadis seperti itu.


Bola mata besar dan juga lesum pipi mungkin hanya itu saja saja tariknya. Tapi tetap itu tidak masuk akal.


"Pulang kalian semua. aku mau menghabiskan malam bersama istriku" Menekankan kata istriku.


Teman dekat Marco tidak lagi melanjutkan pertanyaan saat melihat wajah kesalnya. walaupun penasaran namun mereka tetap mengucapkan selamat sebelum meninggalkan kediaman Marco.


Setelah semua tamu sudah pulang. petugas wedding organizer mulai membereskan semua sisa pesta. Marco menarik nafas dan menetralkan degup jantungnya.


Gadis kecilku yang manis


Bisa ya kau tidur padahal pesta pernikahan kita belum selesai.


Marco mengelus pipi gadis itu. Gabriela bergumam sedikit terganggu. Tapi tidak menghentikan aktifitas Marco. Dia senyum senyum sendiri sambil terus menelusuri pipi manis itu hingga ke leher.


Bersambung...

__ADS_1


Dear reader setia ku. terima kasih ya sudah mau mampir ke karya aku yang tidak seberapa ini tetap support aku agar aku bisa menuntaskan dan menamatkan karya ini dengan baik thank you. 🙏🙏🙏🙏🙏😘


__ADS_2