Mafia Dan Gadis Lusuh

Mafia Dan Gadis Lusuh
Merajuk demi izin


__ADS_3

Setelah selesai sarapan pagi, Marco memutuskan bersantai di ruang baca. Ruangan khusus yang hanya bisa di masuki dua orang. Antara dia dan Gerald. Eh kadang kadang ada juga sih pelayan yang masuk khusus membersihkan ruangan ini.


Pagi ini dia terlihat lebih fresh. Baju kasual dan tampilan sederhana memperjelas jika pria ini tidak akan berangkat ke kantor.


Aku mau menghabiskan waktu bersama Geby hari ini. Begitulah ucapan terakhirnya sebelum Gerald melangkah keluar membawa berkas yang seharusnya di periksa oleh Marco. Berkas yang entah sepenting apa pun itu tidak mendapatkan kesempatan untuk mendarat di meja. Gerald dengan langkah tegapnya menuruni tangga.


Percuma kan berkas ini ku berikan pada tuan. Baiklah, sepertinya anda bahagia setelah kehadiran nona tuan. Aku akan senang hati menghandle semua tugas kantor. Memang untuk itu aku ada di samping anda kan tuan.


Marco masih tetap di ruang baca. Tapi dia tidak sedang membaca. Melainkan dia hanya berdiri sambil memasukkan kedua tangan ke saku celana. Matanya memandang ke sebuah Aquarium raksasa di ruangan sebelah.


Ruangan itu hanya di batasi dindin kaca, jadi secara transparan Marco bisa melihat ikan hias besar yang melenggok ekornya berenang renang di air jernih.


Mama, papa, aku rindu kalian disini. Ada kerinduan di hatinya mengingat masa kecilnya dulu. Hari ini tepat tahun akan berulang di tanggal yang sama kepergian orangtuanya ke luar negeri untuk mencari aman. Kapan kita bisa kembali lagi.


Walau merasa sudah lebih aman, tapi Marco takut mengambil resiko. Ketukan di pintu membubarkan pikirannya.


"Maafkan saya tuan menganggu anda" Marco belum menoleh, dia kesal di ganggu. "Tapi ini masalah nona Gabriela" Marco langsung menoleh.


"Kenapa Geby?" wajahnya sudah panik sendiri. Pak Haris belum bersuara tiba tiba kepala gadis kecil menyembul dari balik punggung pak Haris.


Wajah Marco sedikit senyum, tapi karena sedikit tidak terlihat sama sekali.


Maafkan saya tuan, saya tidak bisa menolak permintaan nona. Beliau memaksa ingin bertemu.


Hei pak Haris! kenapa kau pergi dan meninggalkan aku disini. Hah! kau tutup pintu segala lagi. Gabriela mencebikkan bibirnya sebal. "Selamat pagi sayang" Gabriela cengengesan sendiri mendengar ucapannya. Sayang sayang! aku geli mendengarnya. Walaupun aku yang mengucapkan.


Marco menjentikkan jarinya. Gadis itu meremas kedua tangan sambil mendekat. Aaa kata kak Altea meluluhkan hati laki laki dingin adalah menggoda, kalau tidak berhasil satu satunya cara adalah merajuk pura pura. Tapi gimana caranya aku merajuk ya.


Eh ruangan apa ini? toko buku? wah orang kaya memang beda ya punya toko buku sendiri. Ckckck... ngeri ngeri.


"Ini ruang baca ku" Ucap Marco datar.


Rahang Gabriela nyaris terjatuh. Apa tuan Marco punya indera ke sepuluh? Dia tau isi pikiranku? Sambil menelan ludah dia berusaha tersenyum. Berarti aku tidak boleh sembarang memakinya. Bahaya! ini bahaya.

__ADS_1


"Kenapa?" Marco menyadarkan bokongnya di sudut meja. Kedua tangan masih berada di kantong celana.


Kenapa dia tampan ya?


"Ah... sayang tadi aku mencari mu" haduh. Ku mulai dari mana ya. Wajahnya datar lagi, berapa derajat Celcius suhu mu tuan? kok beku kali muka mu. "Sayang boleh kan hari ini aku ke mall sama kak Altea" Ah mampus lah disitu. Sudah salah teknik aku ini. Tadi kak Altea bilang goda dulu.


"Baru semalam kau membuat kesalahan hebat sekali kau tidak merasa bersalah sedikitpun" Marco menatap gadis itu. "Minta keluar segala" Gadis itu merengut.


Hua!!!! Hilang sudah kesenangan yang di tawarkan Kak Altea. Mall! aku mau ke mall! kata kak Altea banyak diskon.


"Baiklah tuan kalau tidak bisa" Gabriela melangkah keluar sambil menunduk kesal. Menutup pintu dengan keras sampai Marco pun terkejut. Gadis kecil ini kenapa?


"Hei!!!" Marco memanggil.


Ayo mainkan akting mu, pura pura merajuk. Jangan menoleh padanya. Apa sudah pas akting merajuk ini. Gabriela menaiki tangga sambil kakinya menghentak hentak. Marco melangkah keluar penasaran. Apa geby salah makan tadi ya? Apa itu tingkahnya menggemaskan begitu. Hahaha


Gabriela bersorak senang, jangan senang dulu geby. Ayo tunjukkan aktingmu lebih baik lagi. Hahaha


Ayo lihat tuan Marco sudah menyusul mu. Gabriela menutup pintu kamar lalu duduk di sudut kamar sambil menekuk lututnya. Jujur ya aku greget sendiri melakukan akting sebesar ini. Bagaimana kalau tuan marco benar benar murka.


"Hei apa yang kau lakukan!!"


Apa! Jadi dia dari tadi sudah di sini. Ayo jangan tanggung tanggung Gabriela. Lanjut yang sudah kau mulai. Ayo akting merajuk yang benar. Keadaan mall sudah menari nari di pikiran Gabriela. Dan akhirnya akting menuju sempurna mulai live.


"Tidak apa apa tuan!" Mampus kata keramat sudah terucap. "Saya baik baik kok" Gabriela benar benar menyetel wajah murung ingin di kasihani.


"Siapa yang bertanya kau kenapa? Aku tanya apa yang kau lakukan?"


Aku sedang merajuk! merajuk tuan! merajuk! dasar tidak peka


Rasanya Gabriela ingin berteriak begitu tapi tidak mungkin kan. Memang ada orang yang merajuk memberitahu dia sedang merajuk. Harusnya laki laki yang peka sendiri. Marco semakin terhibur sendiri dengan tingkah lucu gadis ini. Memang betul lah ya. Aku memang menikahi bocah. Bagaimana dia bisa merajuk kesal begitu. "Hei kenapa kau mencakar cakar lantai" Marco refleks menangkap tangan Gabriela. "Kau mau terluka bodoh".


Gabriela refleks berdiri, Lagi lagi Marco terkejut. Gadis itu duduk di sofa sambil memalingkan wajahnya. Ayo akting! Marco duduk lagi menyusul.

__ADS_1


"Kenapa sih aku selalu terkurung" Berkata dengan sedih. Tadinya hanya akting doang tapi kata kata ini mewakili perasaanya. Ayo memohon terus. Dia pasti akan luluh sendirinya. "Aku janji akan pulang tepat waktu" Mengangkat kedua jarinya. "Hanya sebentar saja sayang"


"Kau tau kesalahan mu yang semalam belum terampuni!" Suara Marco meninggi. Namun senyum di bibirnya tidak bisa berbohong. Sepertinya dia tertarik dengan drama jadi jadian yang di ciptakan istrinya. Gabriela masih merajuk namun dia seperti sadar, Iya ya. Aku terlalu berani sekali. Tapi apa iya jalan jalan hari ini harus batal. Kesenangan di depan mata hilang.


Ayo keluarkan jurus terakhir. Persetan! Gabriela mengecup bibir Marco tiba tiba. Sampai si pemilik membulatkan mata. Gadis yang baru dewasa beberapa minggu sudah lancang sekarang. Lidahnya bahkan memaksa marco membuka mulut. Tapi hanya sampai disitu saja, Gabriela tidak tau melanjutkan setelah ini apa. Akhirnya Marco juga yang mengambil kemudi. Penyatuan bibir di pagi hari. Akses semakin terbuka ketika Gabriela mulai mengimbangi gerakan Marco.


"Kau sudah pintar sekarang ya" Marco tersenyum seperti seorang guru yang bangga ketika murid berhasil meresap semua ilmu yang diajarkannya.


Wajah Gabriela bersemu merah. Dia ingin menutup wajahnya sekarang. "Sayang jadi boleh kan" Memasang tampang imut lagi.


Merajuk tidak berlaku, seperti cara itu belum terlalu standar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.


"Boleh apa?" Marco menyeringai, pura pura lupa apa yang di katakan Gabriela tadi perkara jalan jalan ke luar. Marco masih ingin melihat sejauh mana gadis polos ini merayunya.


"Boleh kan aku jalan jalan" Kecup lagi. "Sebentar aja aku sama kak Altea kok" Huh! Marco mendengus dingin saat nama itu di sebut. Perkara itu kan kau semalam meninggalkan aku.


Gabriela sudah duduk di pangkuan Marco, tangannya melingkar di leher Seperti yang biasa Marco posisikan untuknya ketika mereka sedang berbagi rasa. Marco terkejut lagi melihat keberanian gadis ini. Dia tidak bisa menyembunyikan gelak tawa di wajahnya. "Kau semakin lancang ya" Ucapnya Gabriela gugup sebentar. Ingin turun tapi laki laki ini malah melingkarkan tangan di pinggangnya, menjepit kedua paha Gabriela dengan tangan kekarnya.


"Kau semakin berani naik ke atasku ya Geby"


Aaa ini aku sedang berjalan masuk ke dalam goa, bukan sedang menggoda laki laki gila ini. Bagaimana ini tangannya menahan paha ku. Dada kami bersentuhan. Gabriela panik sendiri ketika Marco menyeringai. "Kau ingin mengulang selaman Geby?"


Wajah Gabriela pucat pasi. Marco menarik tengkuk Gabriela "Yakin kuat?".


"Ahh tidak tuan, hehe" Yang ada aku berubah jadi ayam geprek.


"Lantas kenapa kau masih ingin jalan jalan sementara kau sedang kehabisan tenaga" Marco menuding kening Gabriela. "Istirahat sana!!" Marco menjatuhkan tubuh gadis itu dengan pelan. "Istirahat! awas kau belum istirahat pas aku datang"


Yah... Ternyata akting itu tidak berlaku. Gabriela memandangi pintu tempat dimana tuan Marco hilang. Dia sudah keluar!


Artinya jalan jalan batal total. Gabriela berjalan balkon. Menatap sekeliling yang sunyi. Bagaimana ini kak Altea jurus kakak tidak berlaku. Gadis itu menjatuhkan kepalanya ke meja.


Sesaat kemudian Marco menyusulnya ke balkon. Tampilannya casual tapi rapi, dan satu lagi tampan. "Sana ganti bajumu" Ucapnya tiba tiba. Baru tidak di berikan jalan jalan kau sudah frustasi. "Lima menit! lewat sedikit saja kita tidak jadi keluar jalan jalan"

__ADS_1


Jalan jalan? dengan anda tuan????


bersambung...


__ADS_2