Mafia Dan Gadis Lusuh

Mafia Dan Gadis Lusuh
Dimana Gabriela


__ADS_3

Marco sedang duduk sambil melirik tajam Gabriela dia ujung sana, tertawa bersama Altea istri Matteo dan juga beberapa orang. Bermula dari Altea yang menarik tangan Gabriela akhirnya gadis itu lengket dengan bayi kecil di gendongan nenek.


Marco bisa apa melihat Gabriela tertawa lepas seperti itu. Dia hanya tersenyum tipis. Ada yang lempang di dadanya saat gadis itu tertawa, namun kesal lagi.


Bayi siapa itu yang dia goda hah! menggodaku saja kau tidak punya nyali.


Bayi itu menggemaskan hingga membuat Gabriela nyaman.


Marco mendesah kesal saat lagi lagi dia merasa terabaikan. Tadi dia bilang apa? mengambil minum kan? tapi lihat kelakuannya cih sama bayi saja kau tebar pesona.


Aku lebih tampan dari bayi itu. Lagi pula itu anak yang kurang didikan, bagaiman dia mencoba merebut kasih sayang istri orang. Bagaimana orang tuanya mendidiknya. Anak sekecil itu sudah berani ingin merebut istri orang.


Cih menyebalkan


Marco hanya bisa menggeleng sambil terus menahan diri untuk tidak terpancing dengan kelakuan istrinya.


Duduk dengan wajah datar akhirnya tepukan di bahu membuyarkan pikirannya. Matteo baru saja datang menyapa mereka terlibat sedikit percakapan. Bicara sana sini hanya sebatas tegur sapa. Marco kan memang tidak pernah bicara panjang dikali lebar.


Hingga akhirnya Matteo harus kembali lagi ke depan karena dia adalah pemilik pesta. Semua kamera akan menyorotnya.


Beberapa menit kemudian seorang gadis manis datang. "Hai boleh aku duduk disini" Wanita itu anggun dan juga sopan. Marco memalingkan wajahnya tidak menolak dan juga menerima. Gadis itu pun tidak berani duduk karena dia mengenali Marco. Dia memilih berdiri sambil bertukar cerita dengan ibu ibu sosialita dan juga anak anak gadisnya para pengusaha.


Gadis itu manis, dress nya cantik, warnanya kalem dan juga tergolong sopan untuk kalangan wanita anak konglomerat.


Gadis itu duduk menikmati pesta. Sesekali dia menyapa para pengusaha yang duduk di sebelahnya. Terdengar ramah dan juga nyaman di ajak bicara.


Marco masih terus menatap Gabriela tidak perduli dengan gadis manis disampingnya.


Aku disini menunggu mu dan kau senang senang disana.


Cih! awas kau sampai berani mengkhianati aku demi bayi itu


Saat acara puncak akan dilangsungkan. MC mengumumkan agar semua tamu undangan duduk.

__ADS_1


Para ibu ibu dan juga semua yang hadir disana langsung berpencar mencari tempat duduk. Sebentar ballroom itu mulai gemuruh. Fokus Marco teralihkan saat Gerald meminta izin untuk membereskan suatu hal.


Para pengusaha konglomerat tanah air duduk dengannya. Hanya tersisa satu kursi yang kosong. Gadis manis yang tadinya berdiri kebingungan mau duduk dimana akhirnya dia memberanikan diri duduk di samping Marco.


Dia tersenyum kemudian mulai menyilang kaki mengambil sikap yang nyaman untuk mendengarkan kata sambutan.


Pemilik pesta memberikan kata sambutan dengan hangat. Pria muda yang setara dengan Marco bahkan menyebut namanya perusahaan Adicipta group sebagai perusahaan yang menjadi salah satu terbaik yang sukses menjalin kerjasama saling menguntungkan.


Tepuk tangan meriah. Pemilik pesta sudah turun dari podium sambil mengecup pipi istrinya.


Pemandangan itu menggelitik hati Marco.


Dimana Gabriela?


Sontak dia berdiri menyapu seluruh ruangan dengan pandangannya. Tidak ada. Seperti orang tua yang kehilangan bayinya, Marco menerobos beberapa kursi dan bertanya pada petugas. Mereka hanya menggeleng. Karena banyaknya orang jadi petugas tidak mengenali siapa yang dimaksud Marco.


Sedetik kemudian mobil melesat di persimpangan jalan. Marco memaki sambil memukul setir mobil dengan keras. Bagaimana bisa Gabriela melarikan diri darinya.


Marco memaki pengawal yang berjaga.


Angin malam mengendus kencang. Marco menambah kecepatan mobil agar segera keluar dari kemacetan. Tapi di kota yang sebesar ini dimana dia akan menemukan Gabriela?


Inilah alasannya tidak mau membiarkan gadis itu keluar. Entahlah aku yang menyuruhnya datang tapi malah aku yang kecolongan.


Aaa sial sial! Marco memukul kemudi. Memaki kendaraan yang berjalan lambat di depannya. Suara klakson saling menyahut berpadu dengan makian para pengendara roda dua.


Satu tangan Marco meraih ponsel menghubungi Gerald. Yang disana lebih panik lagi. Ponsel mahalnya terbanting begitu saja.


Dari mana kebodohan ini berasal. Bisa bisanya aku tertipu dengan wajah polosnya bilang apa tadi, sayang aku bosan di rumah. Dan kesalahan terbesarku adalah kasihan padanya.


Kurang ajar. Kau main main denganku Geby.


Di tempat lain, selepas menerima kabar Gerald yang panik langsung bergerak cepat. Satu aba aba langsung di serap oleh orang orangnya.

__ADS_1


Memanglah, selain terlatih pengawal pribadi Marco adalah manusia berkompeten. Code darurat segera di aktifkan. Pencarian pun dimulai.


Wah wah nona, hadiah apa yang harus saya berikan pada anda ya. Dibalik tubuh anda yang kecil itu terdapat nyali yang berkobar entah se kuat apa. Aku bahkan salut padamu nona. Keberanian nona melangkahi keberanian musuh tuan Marco. Bagaimana bisa anda melarikan diri dari tuan Marco.


Bodoh apa kek mana, mau cari mati? Gerald hanya bisa mengutuk dirinya sendiri. Seharusnya aku tetap disana kan. Anda membuat semua rumit sekali nona.


Bagaimana anda berbeda nona , Saya saja hanya bisa menganggukkan kepala lalu menjawab baik tuan, setelah itu semua akan saya pastikan perintah berjalan dengan baik.


Gerald meraih ponselnya. "Halo tuan, saya harap anda bisa menahan emosi anda tuan, saya pastikan...."


"Ger!" Yang disana menelan saliva. "Hubungi aku jika Geby sudah di temukan" Ini kalau diterjemahkan secara manusia adalah tutup mulutmu! Kerjakan perintahku! jangan banyak bicara! Aku mau hasil! Ini arti ucapan tuan Marco.


Ponsel Mahal Marco lagi lagi melayang. Terbang entah kemana. Kenapa aku sepanik ini?


Dan untuk apa aku panik. Padahal dia jelas tau kalau Gerald pasti akan membawa Gabriela padanya. Gerald belum pernah gagal dalam melaksanakan tugas. Tapi kenapa aku masih panik?


Marco mengusap wajahnya. Lalu lintas kita sedang ramainya. Kalau hanya mengandalkan kekuatan mata nihil jika Geby di temukan di kota sebesar ini.


Pikiran Marco sudah di penuhi dengan hal hal buruk. Lagi lagi laporan CCTV hotel memantik emosi. Durasi video menunjukkan jika Gabriela keluar dari lobby hanya sendiri. Berarti tidak ada insiden penculikan, murni adalah istrinya lari.


Kemana kau akan lari Geby. Berhentilah sayang! kau tidak akan punya nafas kemana pun kau lari. Hah! Marco tertawa.


Dia melirik foto Geby di ponselnya.


Kau hebat juga ya. Berani sekali kau mengelabuhi ku. Apa karena aku memperlakukan mu dengan baik.Marco menyeringai, jadi kau mau main main denganku Geby? Dia tertawa lagi. Aku tidak akan mudah memaafkan mu kali ini.


Pesan kedua masuk. Marco mengusap layar ponsel. Pesan lengkap dengan lokasi dan juga foto Gabriela. Wajah Marco yang menyeringai tadi semakin terusik. Emosi yang memuncak langsung komplotan dengan kemarahan yang meledak ledak.


Jadi!!!


Marco memutar arah kemudi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2