Mafia Dan Gadis Lusuh

Mafia Dan Gadis Lusuh
Meninggalkan pesta


__ADS_3

Ballroom di penuhi dengan tamu undangan. Tahapan acara berlangsung dengan meriah. Alunan musik dan lagu dari kalangan artis ternama di negeri ini mengisi acara demi acara. Karena ini adalah pesta ulangtahun perusahaan salah satu teman dekat Marco yang juga sukses bahkan segaris dengannya.


Hidangan makan malam dan juga minuman segar berjejer di atas meja. Para tamu dan undangan mengantri untuk mendapatkan bagian. Beberapa suvenir juga tersedia di sudut aula. Semua tamu undangan datang dengan penampilan terbaiknya sama hal dengan Marco.


Marco banyak mendapat sapaan dari kolega bisnis para sultan kalangan atas. Dia hanya menjawab dengan acuh. Tatapan nya masih mengintimidasi tanpa jelas. Kenapa kau tidak menoleh padaku! Marco mengibaskan jasnya dengan kesal. Kau malah sibuk menggendong anak orang dan menelantarkan anak orang disini. Marco menggeram kesal.


"Ahh lucunya" Gabriela bermain dengan anak kecil di pangkuan seorang wanita paruh baya. "Mau gendong?" Gabriela mengangguk dan akhirnya bayi itu pindah dalam pangkuannya. Bayi itu menatapnya tanpa berkedip sambil tangannya belum lepas dari ibunya.


"Hei boy kenalkan, ini aunty Gabriela" Altea dan Gabriela sama sama tertawa reaksi Thiago yang bengong. Gabriela terus menggoda thiago sampai mereka akrab.


"Gimana Ga...kamu gak mau punya anak?" Altea mengedipkan matanya menggoda Gabriela.


"Apaan sih kak, ada ada saja" Sejauh ini perkara anak belum terlintas di benak Gabriela. Perkara pernikahannya saja dengan Marco masih menjadi misteri. Sampai kapan dia baru bisa lepas dari tuan Marco Gabriela pasrah biarlah waktu yang menjawab semua. Tidak akan mungkin ada anak di antara kami kak. Tapi, jantung gabriela berdetak kencang. Pikirannya langsung mengingat malam yang dia lalui dengan Marco.


Adegan adegan panas yang sudah terjadi langsung mengisi pikirannya. Hal hal berbau adegan dewasa itu langsung membungkam pikirannya soal anak. Tidak, bagaimana kalau nanti aku benar benar hamil. Dia gelisah sendiri membayangkan kehidupan kedepannya yang rumit. Bagaimana jika hal itu datang?


Pikiran Gabriela beralih saat baby Thiago menyentuh wajahnya. Bergumam seperti mengatakan sesuatu.


"Ga... jangan takut semua akan baik baik saja kok percayalah padaku" Gabriela menoleh melihat Altea. Ibu satu anak itu tulus berbicara. Altea seperti tau isi pikiran Gabriela. "Kalau kamu punya masalah jangan pendam, ada aku disini" Gabriela bisa melihat gadis di depannya ini masih sangat muda untuk ukuran usia Marco yang tergolong matang.


Altea tidak mau berburuk sangka tapi sekilas mengenai pernikahan Gabriela kemarin mengingatkan dirinya ketika dia menikah dengan Matteo.


Tapi kelihatannya gadis ini bukan satu server dengannya yang hamil duluan. Wajahnya fresh tidak ada tanda tanda Gabriela hamil. Tapi kenapa ya? Aku tidak mau berburuk sangka. Kadang apa yang kita lihat belum tentu seperti yang kita pikirkan.


Altea memberikan nomor ponselnya. "Kau bisa menghubungiku Ga.. kau bisa datang ke rumahku pintu terbuka dek, anggap aku kakak mu ya" Gabriela tersenyum berbinar.


"Makasi ya kak".


Hati Gabriela menghangat. Kak Altea sepertinya orang yang sangat baik. Wajah muda dan cantik anggun, istri orang terpandang lagi. Gabriela minder sendiri. Tapi Altea mengusap bahunya. "Ahh senangnya aku punya adik yang manis" Mereka kembali tersenyum.


Thiago sudah berpindah ke pangkuan Altea, seseorang datang mendekat mencium pipi Altea. Ah mereka keluarga yang harmonis. Gabriela melihat perlakuan pria itu pada Altea. Suaminya baik sekali tidak seperti.....


Gabriela menoleh pada Marco suaminya yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


Acara puncak mulai. Altea pamit pada Gabriela dia harus mendampingi suaminya. Gadis itu hanya terkejut tanpa reaksi saat tiba tiba Altea menautkan pipi padanya. "Aku kesana dulu ya Ga".


"Iya kak" Gabriela melambaikan tangan.


Saat acara puncak mulai tamu dan undangan di minta untuk duduk. Semua tamu yang tadinya sedang berdiri sambil bercengkrama ria perlahan mulai tertib mencari tempat duduk masing masing.


Kebanyakan dari mereka adalah pasangan.


Gabriela berbalik ingin duduk bersama dengan Marco tapi niatnya urung. Seorang wanita juga duduk disamping Marco. Tempat dimana awalnya Gabriela duduk tadi. Gadis itu desas desusnya adalah putri semata wayang seorang konglomerat tanah air.


Bahkan di sebelah Gabriela seorang ibu paruh baya memuji kecantikan nona muda itu. "Anakku bahkan segan walaupun hanya mendekatinya. Wajarlah diakan anak perempuan dari perusahaan X dan lihat dia hanya akan duduk dengan kalangan pengusaha sengit"


Obrolan ibu paruh baya sambung menyambung. "Memangnya pria di sebelahnya siapa? kekasihnya?"


Yang satu menyahut. "Bisa jadi tapi yang jelas tempat duduk itu hanya untuk kalangan orang penting" Obrolan ibu ibu paruh baya terus berlanjut.


Gabriela mematung melihat sekeliling. Tidak ada yang berdiri selain dirinya lagi.


Untuk kembali kesana rasanya tidak mungkin lagi. Tidak ada tempat duduk untuknya.


Karena bingung sekaligus malu Gabriela mencari dimana pintu keluar. Rasanya terlalu malu jika dia masih berdiri disana. Sementara yang lain semua duduk. Dia kayaknya tamu tak di undang disini.


Gabriela melepaskan sepatu hills nya. Rasanya dia akan semakin lama berjalan. Dia menenteng sepatu mahal itu di tangan yang sama dengan hand bag nya.


Satu tangannya memegang ujung dress yang menjuntai. Pintu lift terbuka. "Permisi apa saya boleh tau lobby lantai berapa?" Gabriela bertanya pada seorang petugas.


"Lantai Ground nona" Gabriela berterima kasih lewat anggukan kepalanya. Dia menekan G pada tombol yang ada di dalam lift.


Saat pintu lift tertutup Gabriela mundur dan bersandar di dinding lift. Terimalah bagian mu Gabriela. Memangnya kau mau mengharapkan apa? Sudah ku katakan berkali kali padamu agar kau menjaga hatimu.


Dia tuan Marco dan kau bukan selevel dengannya.


Kau dengar tadi apa gosip itu. Bahkan gadis yang berani duduk di sebelah tuan Marco adalah putri semata wayang yang berharga pemilik sebuah perusahaan ternama.

__ADS_1


Sadar Gabriela kau itu hanya budak. Jangan sakit hati dengan apa yang kau lihat. Sekali lagi ku ingatkan agar kau menjaga hatimu. Pulanglah Gabriela tempat mu bukan disini. Tempat wanita kontrak yang terpaksa menikah bukan disini.


Pesta ini hanya untuk kalangan atas. Dan kau hanya tumbal penebus utang utang.


Pintu lift terbuka. Gabriela menguatkan hati sambil melangkah keluar. Dia akan pulang kemana ya. Bahkan tempat ini asing baginya. Gabriela melirik kakinya yang telanjang. Kalau tau begitu tadi aku akan menolak ide kak lise menggunakan sepatu seperti ini.


Alamat tuan Marco dimana ya. Kemana nanti supir taxi mengantarku. Gabriela sudah keluar dari lobby. Security bertanya apa yang bisa di bantu gadis itu hanya senyum kemudian melangkah pergi.


Dia menyusuri trotoar dengan kaki telanjangnya. Aku bahkan lapar sekali tapi tidak mood mau beli apa pun. Sekuat apa pun dia menahan akhirnya air mata itu jatuh juga.


Mengapa! Mengapa kau menikahi ku jika hatimu tidak untuk ku. Jika level mu bukan aku.


Gabriela sudah tau ini dari awal tapi melihat jelas di depan mata dia duduk dengan wanita yang selevel dengannya Gabriela merasa terkhianati.


Soal utang kau bahkan tau aku tidak akan bisa melunasi itu, tapi kau bersikukuh menjadikan ku budak aku terima kan. Aku terima apa adanya. Lantas untuk apa menikahi ku?


Untuk membuktikan bahwa aku wanita menyedihkan di dunia ini. Untuk menambah siksaan padaku? Bunuh saja aku biar semua selesai gampang kan.


Harusnya aku menolakmu saat pertama kali. Persetan dengan kemarahan mu. Hati Gabriela teriris mengingat gelora malam pertamanya dengan Marco. Mahkota berharga satu satunya yang dia miliki sudah diambil oleh Marco. Dia serahkan dengan baik pada pria itu.


Walaupun terpaksa namun dia tidak akan terhina karena semua diatas pernikahan sah. Aku terbuai setiap kali kau memperlakukanku dengan lembut.


Entah sudah sejauh mana dia berjalan sambil memegang sepatu dan juga tas kecil di tangannya. Dia mau pulang ke rumah Marco tapi tidak tau alamatnya dimana. Bagaimana supir taksi mengantarku nanti.


Apa aku pulang ke rumah ibu saja ya?


Bersambung.....


Hai reader bagi kalian yang belum tau siapa Altea, Matteo dan Thiago kalian bisa Baca Novel pertamaku yang judulnya



"Aku mencintaimu tanpa syarat"

__ADS_1


__ADS_2