Mahkota Untuk Ayah.

Mahkota Untuk Ayah.
Part 1( Mahkota Untuk Ayah)


__ADS_3

"dan juga karena ini keputusanmu, dan kemauan kamu saya tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang akan kamu layani adalah pria yang berkuasa di sini, dia adalah anak orang kaya raya."


"Jika kamu sudah masuk ke dalam ruangan sana jangan pernah mencoba kabur atau tidak keluargamu yang akan menanggungnya Ini memang berat namun, inilah kita sebagai wanita PEMUAS nafsu."


"Layani dia sebisa mungkin, Puaskan dia walau kamu terluka, tersenyumlah di saat air mata mengalir di belakang, Jika kamu berani melanggar salah satunya apa pun yang terjadi padamu aku tidak bisa membantu, dan poin yang paling penting adalah setelah ini menghilang dari kota ini sejauh mungkin jangan tunjukan wajahmu sedikit pun untuk pria yang akan kamu layani itu!"


"Karena jika itu terjadi maka hidupmu dan keluargamu akan dihancurkan menjadi debu abu bakar, apa kamu paham?" Tanya Madam pada Afikah.


Madam bertanya pada Afikah saat ia menjelaskan semua hal yang harus ditaati oleh Afikah, Gadis itu yang menahan luka di dalam hanya mengangukan kepala pelan ke bawah saat Madam bertanya padanya. Dia hanya diam sambil menatap dalam melihat bawah lantai, Afikah tahu apa yang ia lakukan ini salah namun, inilah satu-satunya


Pilihan untuk menyelamatkan sang ayah.


Madam mulai memerintah para perias yang akan mendandani Afikah agar tampil sempurna di mata Taehyung, sedangkan Madam ia harus pergi menemui Adrian bahwa impiannya untuk meniduri wanita yang masih suci sudah terwujud.


Adrian yang masih tertawa dengan bahagia bersama teman-teman sekilas senyumnya hilang saat Madam mulai datang dan duduk di di samping Adrian, Wanita itu lalu berbisik pelan di telinga Adrian yang membuat ketiga teman Adrian yang tadi berbincang-bincang akhirnya diam sejenak dan dan menatap serius wanita paruh baya yang sedang duduk di hadapan mereka itu.


"Apa kamu yakin dia gadis yang suci?" tanya Adrian pada Madam.


"Tentu tuan muda, Dia gadis yang polos, Dia sendiri yang datang ke tempat ini dan meminta bagaimana mungkin aku yang memaksanya," tutur Madam dengan senyuman.


"Baiklah aku akan pergi sekarang, apa dia sudah berada di ruangan khusus yang aku pesan?"


"Kami masih mendandani dirinya tuan muda karena tadi Dia datang dengan tubuh yang basah kuyup," jelas Madam sambil menunduk kepala sebagai rasa hormat pada Taehyung.


"Baiklah biarkan aku yang menunggunya. Setelah ini usahamu akan mendapat 20% saham aku. Dan uang tunjangan Lima miliar," ucap Adrian dan melangkah pergi.

__ADS_1


Madan yang mendengar hal itu begitu bahagia dengan senyuman tiada tara dari kedua sudut bibirnya.


Adrian yang melangkah dengan penuh karisma membuat banyak wanita yang di tempat itu tergila-gila dengan Adrian Namun, pria itu tidak peduli setelah melangkah masuk ke dalam ruangan yang dipakainya untuk menghabisi puncak malamnya dengan gadis yang masih suci incaran dan targetnya selama ini.


Di sisi lain Afikah yang sudah didandani cantik dengan blues merah marwan sedikit terbuka di bagian dadanya dan rambutnya yang panjang dan sedikit berombak itu dibuat terurai dengan di padukan sepatu haigh heels merah membuat gadis itu begitu cantik bagaikan dewi Namun, sayang kecantikan itu ia hanya tunjukan untuk mengorbankan mahkotanya demi sang ayah.


Butiran bening kembali mengalir saat Afikah berusaha untuk tidak menangis, Ia mencoba untuk menahan namun sakit yang dirasakan Afikah tidak bisa gadis itu tahan, Afikah menghapus air matanya saat para pelayan wanita datang untuk membawanya pergi ke Adrian yang sudah menunggunya di ruangan yang akan mereka pakai bersama.


Dosa yang berat akan berakibat berat dalam hidupmu, Aku tahu ini bukan jalan dalam penyelesaian masalah namun tidak ada jalan selain dosa kegelapan ini, Demi keselamatan ayah aku korbankan mahkota Ini, Bagiku apa pun yang terjadi di masa depan nanti tetaplah terima dengan hati yang ikhlas walau itu menyakitkan, sekali pun air mata beriringan dengan langkah kaki sebagai kekuatanmu, bungkam Afikah saat ia sudah tiba di hadapan pintu ruang yang di dalam sana sudah ada Adrian pria yang akan ia layani malam ini.


Afikah membuka pintu dengan pelan lalu ia menguncinya dengan penuh keberanian walau tangan dan kakinya kini gementaran karena takut namun ia berusaha menghilangkan ketakutan dalam dirinya itu. Afikah mengumpulkan semua kekuatan dalam dirinya dan mulai membuka suara,


"Tuan muda ini saya wanita yang akan melayani anda malam ini," tutur Afikah dengan nada lembut.


Afikah berucap dengan nada suara lembut dan masih berdiri di depan tirai panjang yang menghalang jalanya dengan Adrian.


Ruangan yang gelap dengan lilin yang hanya menyala satu membuat Afikah mulai duduk dengan santai di atas ranjang sambil menatap tirai sebagai pemisah keduanya layaknya sepasang suami dan istri namun tidak.


"Bukalah tirai ini! Aku ingin melihat tubuhmu seluruhnya!" Perintah Adrian pada Afikah dengan suara berat.


Afikah yang mendengar menahan ketakutan dalam diri air mata kembali tergenang di dalam sana ingin sekali ia kabur namun apalah daya jika ini adalah jalan menyelamatkan ayahnya yang saat ini membutuhkan pertolongan.


Afikah mulai menarik pelan-pelan tirai itu dan setelah dibuka tirai tersebut. Dia menunduk dengan air mata dan luka di dalam sana yang masih ditahannya.


"Kenapa kamu belum membuka bajumu? Apakah harus aku yang membukanya? Hei ****** ini bukan kemauan aku tapi kemauan kamu bukan? jadi bukalah bajumu itu!? Aku ingin melihat seperti apa keindahan yang ada padamu," tandas Adrian menatap tajam Afikah.

__ADS_1


"Perlu aku akui uang adalah segalanya. Uang bisa membeli apa pun di dunia ini termasuk takdir seseorang," seru Adrian menatap rendah Afikah.


"Demi uang kamu rela menjual harga dirimu, Bukalah bajumu itu! jangan berlagak polos di hadapan aku karena kamu bukanlah tipe aku, dirimu hanyalah pemuas nafsu aku."


Ucap Adrian dengan nada rendah dan menatap gadis yang ada dihadapannya sekarang, Afikah yang mendengar kata-kata Pria ini meremas jari jemarinya dengan sangat kuat terasa sesak di dadanya, saat tangannya yang gemetaran mulai membuka satu persatu pakaian yang ia kenakan.


Air mata rasanya ingin mengalir namun ia masih menahannya, Ia hanya memasang senyuman di gelap gulita walau senyuman yang tidak lain adalah luka.


Tetaplah tersenyum walau sesak di dada kamu, Berusahalah tertawa walau air mata ingin mengalir, Layani dia sebagai raja dan kamu adalah pelacur bagi dirinya itulah sifat wanita malam seperti kita, Kata-kata Madam terngiang di telinga Afikah layaknya petir hujan.


Ia berusaha menahan sesak yang sangat menyakitkan di dalam sana sambil, terus menerus menatap Adrian dengan wajah penuh senyuman di sana.


Walau dirimu redup cahaya datang


Aku akan tetap mencintaimu


Tidak peduli siapa dan apa itu


kamu adalah bulan aku...


Takdir adalah hidup...


cinta kita bersama walau cinta itu menyakitkan...


suara hati,

__ADS_1


by author.


Bersambung.


__ADS_2