Mahkota Untuk Ayah.

Mahkota Untuk Ayah.
part 17 ( Mahkota Untuk Ayah).


__ADS_3

"Kamu sudah pulang tuan muda?" tanya sekertaris Kim yang melihat Adrian sedang melangkah menghampirinya.


Adrian melangkah menghampiri sekertaris Kim yang yang memang saat ini sedang bersama tamu asing mereka dari Jerman bernama Frans.


Sekertaris Kim segera memberi notepad Dia pada Adrian untuk tuan mudanya itu melihat jadwalnya hari ini.


Adrian mengangkat alisnya saat melihat notepad sekertaris Kim sudah depan matanya sedangkan wanita paruh baya itu menarik nafas lalu berkata dengan nada dingin karena ia tahu maksud dari angkat alis tuan mudanya itu.


"Langsung baca jadwal aku yang terakhir saja! Sedangkan yang lain besok pagi baru kamu jelaskan aku lagi tidak dalam mud yang baik!" ucap Adrian.


"Mengerti!" Tekan Adrian.


"Baik tuan muda." jawab sekertaris Kim singkat.


Sekertaris Kim mulai membaca jadwal paling akhir.


"Pertemuan yang paling akhir adalah menghadiri peresmian pembukaan sebuah monumen nasional," jelas sekertaris Kim setelah membaca jadwal Adrian yang terakhir.


Adrian yang mendengarnya mengukir senyuman dan tidak merespon apa-apa. Ia pun langsung melangkah pergi menuju kamar untuk membersihkan tubuh dengan sikap dingin dan cuek pada sekertaris Kim.


Sedangkan sekertaris Kim sudah dengan cepat menelpon mamat supir pribadi Adrian yang selalu mengantar Adrian ke mana-mana dan Bambang supir rumah. Setelah menelpon Sekertaris Kim pun meminta ijin pada Frans untuk pamit mengikuti tuan mudanya dan sekertaris Kim meminta beberapa pelayan serta bodyguard rumah untuk mengantar Frans ke depan pintu gerbang rumah.


Frans adalah klien luar negri Adrian tadi waktu Adrian tidak di rumah sekertaris Kim yang menemuinya.


Sekertaris Kim tidak tahu juga kalo saat ini Adrian sedang membawa seorang Gadis untuk Ia nikahi Dia adalah Afikah.


Setelah itu sekertaris Kim secepat mungkin menghampiri Adrian yang lagi merendam diri di bathtub kamar mandi, dimana saat itu Adrian memutar musik dengan keras hingga memenuhi isi ruang kamar mandi dan dirinya sedang santai di dalam kamar mandi .


Pintu kamar tidak dikunci jadi sekertaris Kim masuk tanpa ketuk pintu lagi. Beberapa menit kemudian Adrian selesai mandi ia pun sudah mengenakan baju tidur hitam polos dengan rambut agak acak-acakan dan berantakan namun, itu tidak mengurangi ketampanan Adrian sedikit pun.


Gayanya yang kasual melangkah santai dan tidak menyadari bahwa sekertaris Kim sedang ada tepat di belakang Dia.


Adrian yang bercermin sambil memainkan poni rambut yang basah, di saat dirinya masih serius memainkan anakan rambut Dia kaget melihat bayangan sekertaris Kim yang sedang menatap tajam dari dalam cermin dengan sorot mata yang tidak berkedip dan menyeramkan itu.

__ADS_1


"Oh my God! kaget Adrian.


Dia mengelus dadanya.


Pria muda itu langsung berbalik melihat sekertaris Kim ia pun sedikit lega sambil menundukkan kepala ke bawah saking syok diri dengan menghembuskan pelan nafasnya.


"Kamu? Sejak kapan ada di sana? Mengapa masuk kamar aku tidak mengetok pintu? Atau setidaknya keluarkan suara cerewet kamu itu?" tanya Adrian kesal.


Dia bertanya dengan banyak pertanyaan yang bernada dingin pada sekertaris Kim sambil berdiri dengan kool berkhrisma di sana.


"Sejak 15 menit yang lalu. Hanya tuan muda saja yang tidak menyadarinya. Aku sudah mengetok berulang kali tapi tidak ada jawaban sama sekali makanya aku langsung masuk," jawab sekertaris Kim dengan nada dingin masih berdiri tegak di sana.


"Bisa-bisa kamu berbicara seperti itu pada aku, Hei! aku ini bosmu semua yang ada di sini adalah milik aku! Jika aku mau kamu juga aku tendang keluar!" Adrian menyombongkan diri.


Sekertaris Kim yang mendengar omelan Adrian sama sekali tidak menanggapinya, Ia terus menatap Adrian yang sudah bercermin diri kembali setelah memarahi sekertaris Kim.


"Tuan muda saya ingin membahas hal penting dengan tuan muda," ungkap sekertaris Kim menatap serius Adrian.


"Apa yang mau kamu bahas? Aku lagi malas mau dengar Jadwal harian aku!Tadi kamu sudah membacanya jadi tidak usah membahasnya lagi!" ucap Adrian.


Pria itu masih fokus bercermin dengan membelakangi sekertaris Kim.


"Ini bukan masalah pekerjaan tuan muda ini adalah masalah pernikahanmu," lanjut sekertaris Kim langsung pada intinya.


Adrian yang mendengarnya ucapan sekertaris Kim menghentikan aktifitas bercermin lalu, memutar tubuhnya menatap sekertaris Kim dengan tatapan dingin sikap culasnya. Dia sedikit menarik nafas kesalnya sambil bertanya lagi.


"Apa maksudmu? Aku sedang tidak dalam mud yang buruk untuk bahas hal seperti ini?"


"Seperti yang tuan ketahui bahwa Antonio sebentar lagi akan kembali ke Indonesia."


"Lalu? Apa urusannya dengan aku?"


"Tentu saja ada urusannya tuan muda. Kamu sendiri tahu Antonio dari dulu berencana untuk menikahkan kamu dengan gadis pilihannya, tuan muda sendiri tahu seperti apa ambisius Antonio yang dari dulu selalu berusaha untuk merebut kekayaan tuan dan nyonya."

__ADS_1


"Oleh sebab itu sebelum dia mengambil tindakan penting itu aku yang akan mengambil keputusannya," jelas Sekertaris Kim menjelaskan maksud perkataan.


"Aku tahu hal itu. Aku juga tidak akan menikah dengan pilihannya tapi, bukan berarti kamu melakukan hal seenak dirimu sekertaris Kim," imbuh Adrian dengan nada dingin dan kesal pada sekertaris pribadinya itu.


"Sejak kepergian nyonya dan tuan besar. Maka tuan muda adalah tanggung jawab sepenuhnya aku, dan aku berhak akan semua hal tentang tuan muda termasuk kisah asmaramu," balas sekertaris Kim menatap tajam Adrian.


"Biarkan aku yang memilih pasangan aku! dan aku sudah menemukannya!"


"Apa?" Sekertaris Kim tidak percaya.


Wanita paruh baya itu mengerutkan keningnya tidak mengerti akan ucapan Adrian.


"kamu juga sangat hafal seperti apa tipe ideal aku bukan nyonya Kim oleh sebab itu, aku sudah menemukan gadis yang pass untuk istri pura-pura aku?" Dalam sikap santai Adrian mengucapkan tanpa keraguan.


"Apa maksud tuan muda sudah menemukan Gadis pilihan? Aku tidak mengerti?," tanya sekertaris Kim.


Wanita paruh baya ini menatap Adrian dengan alisnya diangkat keatas sekertaris Kim masih tidak percaya.


"Maksud aku istri pura-pura sudah aku bawa ke rumah ini. Yang kamu lakukan hanyalah bersikap manis seolah kami pasangan pengantin yang paling bahagia di depan Antonio."


"Apa?"


"Kamu serius dengan ucapan kamu tuan muda?"


"Aku sudah menjelaskan semua sebentar lagi, gadis itu akan aku kenalkan dia padamu. Jangan berdebat dan menolak hal ini..." ucapan Adrian terhenti sebentar.


"Terserah tuan muda saja Aku akan ikuti kalo hal itu sesuai dengan kesepakatan kita."


Adrian tersenyum puas dengan ucapan sekertaris Kim padanya Ia pun kembali menatap lurus dengan memicingkan tatapannya itu sambil kembali membungkam dalam hati.


Dia pikir aku membawanya ke sini untuk membuat Dia dalam kehidupan Cinderella hahahhaha... Sampai kapan pun aku sama sekali tidak pernah mencintai Dia.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2