Mahkota Untuk Ayah.

Mahkota Untuk Ayah.
Part 6( Mahkota Untuk Ayah)


__ADS_3

"Siapa kamu! Berani sekali ANDA menyentuh jas aku!" Emosi Adrian.


Adrian bertanya dengan nada dingin tegas dari suaranya yang terdengar emosi saat salah satu pelayan menyentuh jas yang sudah dikenakan Adrian, ini adalah salah satu sikap yang paling tidak disukai pria itu jika orang yang tidak dikenal atau disukainya menyentuh tubuhnya tanpa seijin dirinya siapa pun itu termasuk kekasih hatinya.


"Maaf. maaf 'kan saya tuan muda. Tadi saya melihat kotoran di jas tuan makanya saya ingin menghapus kotoran itu," jelas pelayan itu memohon maaf.


"Jika ada tinggal kamu bilang sama aku atau sekertaris Kim bukan tangan hina itu yang menyentuh tubuhku!" pekik Adrian menatap tajam pelayan itu.


Adrian yang emosi membara menatap tajam pelayan itu dengan tatapan yang dingin mematikan, di tengah Adrian yang marah-marah di satu sisi.


Sekertaris Kim yang tadi masih sibuk mengurus berkas-berkas kerja tuan mudanya itu, secepatnya menghampiri Adrian yang sedang marah-marah pada seorang pelayan. Namun, ia tidak tahu apa yang terjadi saat itu wanita berambut pendek itu menerobos masuk menghiraukan apa yang terjadi saat itu.


Lalu dia menghampiri Adrian untuk mengatakan pada Adrian bahwa waktu mereka sudah telat 10 menit Karena, hari ini mereka ada janji dengan klien dari luar negri.


"Maaf'kan saya tuan muda jangan pecat saya," pinta pelayan itu menangis.


Pelayan itu memohon ampun dengan sikap dan wajahnya yang tidak sanggup menatap amarah dari sorot mata seorang Adrian Sequiro pada dirinya Karena, ketakutan jadi dia hanya menundukkan kepalan ke bawah.


"Tuan muda waktu anda sangat telat kurang lebih 10 menit pertemuan dengan klien dari luar," ucap sekertaris Kim menunjuk jam tangannya saat menghampiri Adrian.


Sekertaris Kim yang berucap tanpa melihat situasi yang sedang terjadi membuat Adrian menatap dirinya dengan tatapan sorotan mata dingin, Pria itu memicingkan matanya.


"Apa kamu buta! Siapa yang berani mengirim pelayan bodoh ini melayani aku!" Teriak Adrian dengan nada tinggi.


Sekertaris Kim dan semua orang yang ada mendengar nada tinggi tuan muda rumah membuat mereka ketakutan, masing-masing dari pekerja rumah semakin takut akan kemarahan tuan muda rumah ini, Adrian yang emosi menatap tajam sekertaris Kim dengan munculnya urat nadi besar dileher dan jidatnya saking emosinya Dia.


"Aku BERTANYA padamu sekertaris Kim? Siapa yang berani memerintah pelayan bodoh ini melayani aku?" Tanya Adrian emosi.

__ADS_1


"Akan saya periksa tuan muda." Lirih sekertaris Kim.


" Kepala pala pelayan!" Panggil sekertaris Kim yang paham akan akar masalah pagi itu.


Sekertaris Kim tahu benar mengapa sampe tuan mudanya itu marah, Dia sudah bekerja dengan keluarga Adrian sebelum Pria itu lahir jadi Dia hafal benar seperti apa karakter Adrian karena, sejak kecil ia yang mengurus Adrian.


"Ya nona Kim," jawab kepala pelayan rumah bernama ibu Tina.


Perempuan berusia 50tahun yang usinya sama dengan sekertaris Kim, memiliki kelopak mata yang indah dan wajah yang awet muda Dia adalah Ibu Tina, Ia juga sama seperti sekertaris Kim yang sudah bekerja lama dengan keluarga Adrian tugasnya adalah mengatur dan menjaga kedisiplinan kerja para pelayan rumah.


"Siapa yang memerintah pelayan baru melayani tuan muda? Apa kamu tidak tahu bahwa tuan muda tidak suka jika dirinya di sentuh." Nada tegas.


Suara tegas sekertaris Kim ketika memarahi Ibu Tina,


Bukan sekertaris Kim kalo tidak tahu amarahku, batin Adrian.


"LUPA!? Apa anda baru bekerja disini? Jangan kasih alasan yang tidak masuk akal," sindir Sekertaris Kim.


Sekertaris Kim memang sangat tegas dalam hal kedisiplinan peraturan, Ia adalah wanita yang cerdas dan elegan jiwa kedisiplinannya sangat tinggi dan ia sangat telaten dalam hal yang menyangkut kedisiplinan. Dia juga memiliki kekuasaan dalam rumah Arifin Bochi bisa dibilang derajatnya sama seperti Adrian jadi tentu saja ia sangat dihormati.


"Maaf'kan saya nona Kim saya janji dan pastikan hal ini tidak terjadi lagi," imbuh Ibu Tina dengan nada penyesalan.


"Kali ini aku maafkan kesalahan dia! Tapi lain kali, akan aku patahkan tangannya atau lengan Dia yang kotor itu jika berani menyentuh tubuhku lagi!" ancam Adrian.


Pria itu menatap dingin pelayan baru.


Adrian yang selesai berucap melangkah pergi dan masih kesal sambil melemparkan jas yang tadi disentuh pelayan itu dengan kasar ke wajah pelayan tersebut.

__ADS_1


Ibu Tina yang melihat hal itu hanya diam tidak berkutik sedikit pun, sebenarnya Ibu Tina sudah biasa dengan sikap Adrian karena ia tahu perubahan Adrian menjadi pria berkarakter dingin dan sombong seperti sekarang adalah karena penyebab kematian kedua orang tuanya, aslinya Adrian adalah pria baik dan setia.


"Pastikan dia tidak mengulang lagi kesalahan yang sama!"


"Jika ia masih ingin bekerja di sini dan kamu sendiri tahu bukan tidak ada kesempatan kedua dalam kamus tuan muda," pinta Sekertaris Kim dengan nada dingin.


Sekertaris Kim yang berucap itu pun kembali melangkah pergi mengikuti tuan mudanya itu sambil membawa Jas baru ditangannya yang sempat tadi ia perintahkan kepada salah satu pelayan lain bertugas khusus untuk pakaian fashion Adrian di rumah,


Untuk segera membawa semua setelan Jas bermerek dari berbagai bahan luar negri untuk dilihat mana yang cocok dengan setelan kemeja putih yang dikenakan Adrian hari ini.


Akhirnya dia memilih Jas hitam bermerek alt in paper, sekertaris Kim sengaja memilih setelan jas ini karena ia tahu bahwa tuan muda adalah seorang fashionable, jadi menurutnya merek jas inilah yang sangat cocok dengan postur tubuh tuan muda.


"Baik nona Kim. Akan aku pastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi," jawab Ibu Tina.


Wanita paruh baya itu membungkuk tubuh ke bawah sebagai rasa hormat.


Sekertaris Kim yang mendengar hanya diam dan menghiraukan ucapan Ibu Tina lalu terus melangkah pergi, sedangkan Ibu Tina dan pelayan yang lain hanya menatap punggung belakang Adrian dan sekertaris pribadinya itu namun, pelayan yang baru itu menangis meminta maaf pada Ibu Tina.


"Maaf'kan saya nyonya karena kesalahan saya nyonya juga ikutan disalahin," ucap pelayan baru menyesal.


"Kamu tidak salah. Ini memang salah aku karena memintamu, melayani tuan muda di hari pertama kamu bekerja Jadi ini sepenuhnya salah aku."


"Dan aku harap kamu tidak memasukan kata-kata tuan muda ke dalam hati, Dia berucap seperti itu karena emosi tapi sebenarnya tuan muda adalah pria yang baik," jelas Ibu Tina.


Setelah menjelaskan dan menasehati pelayan itu ibu Tina kembali meminta para pelayan yang lain untuk kembali mengerjakan tugas mereka masing-masing sesuai jadwal kerja yang sudah dibuat lalu, wanita paruh baya itu pun kembali ke tugasnya sebagai pengawas dalam rumah.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2