
Afikah yang sudah membuka baju satu persatu kini tinggal bra dan ****** ***** marwan yang tertempel di tubuh mulus, nan putih bersinar, dihadapan pria yang akan ia layani ini, air mata masih di tahan oleh Afikah menatap dengan penuh keberanian pada Adrian pria yang akan ia layani malam ini.
Wanita ini benar-benar sempurna selama ini aku sudah sering beradu ranjang dengan wanita lain namun, tidak ada yang memiliki tubuh yang sempurna seperti gadis ini.
Tapi sayang dia menjual harga dirinya hanya untuk uang, betapa rendah dia sama seperti yang wanita pada umumnya, bungkam Adrian.
Batin Adrian ketika tatapan mata yang terpesona pada tubuh Afikah.
"Bukalah kedua pakaian yang masih menempel di tubuhmu itu! Untuk apa kamu malu! bukankah kamu sendiri yang ingin melakukan ini agar bisa mendapat uang!?" Menatap tajam Afikah.
Pria itu berucap dengan penuh tekanan pada Afikah bagi Adria wanita yang ada di hadapanya itu tidak lebih dari sampah, Pria itu mengangap semua wanita itu sangat membosankan bagi dirinya mereka hanya mau dengan dia karena uang setelah mendapatkan uang mereka akan pergi meningalkan dirinya, tidak ada wanita yang dihargai oleh Adrian kecuali mama dan sekertaris pribadinya.
Sejak kepergian kedua orang tua Adrian saat usinya 8 tahun disaat itu Adrian sudah diberikan tugas semua perusahaan ayahnya dikelola oleh dirinya, Tidak ada waktu bermain untuk Adrian yang ada hanyalah bertemu klien yang ingin bekerja sama dengan perusahaan mereka, menghadiri rapat negara di mana-mana Lalu tur ke luar negri melihat perusahaan ayahnya yang lain.
Setiap hari kerjaanya hanyalah bisnis dan bisnis Jika, ia memiliki waktu luang ia akan bermain golf, bola kaki, dan bulu tangkis dengan para bodyguardnya di lapangan rumah dengan seorang paman guru latihannya, Ia memang di taksir banyak wanita sejak smp sampai sekarang namun, tidak ada wanita yang dianggap spesial oleh Adrian.
Semua wanita yang ia jadikan kekasih tidak lebih dari taruhan dengan teman-teman saham, hinngga usia Dia masuk ke 23 tahun Adrian jatuh cinta dengan seorang gadis kampus primadona yang bernama Jenny.
Namun sayang cinta Adrian untuk Jenny hanya berlangsung enam bulan saja, Perasaan pun kembali dikecewain Jenny saat dirinya tahu bahwa Jenny memilih mengejar karir dibandingkan menjalin kasih dengam Adrian walau, pun begitu sampai sekarang Jenny masih mengejar Adrian karena wanita itu sangat mencintai namun itu tidak dengan Adrian.
Saat itu Adrian hidup dalam plamor kekayaan yang membutakan matanya, Ia pun mulai salah bergaul dan mulai mengonsumsi obat terlarang hingga kecanduan rahasia besar ini hanya diketahui oleh Sekertaris pribadi Adrian.
* kembali ke cerita awal *
__ADS_1
"Inilah aku wanita yang rendah tuan, aku wanita yang selalu diliputi dengan kegelapan gadis yang ditakdirkan untuk hidup dalam noda ini, perempuan yang tidak pantas dimiliki siapa pun."
"Sebelum aku melayani dirimu aku akan mengatakan aku bangga dengan keputusan ini, aku ikhlas apa pun yang akan terjadi di masa depan aku nanti, wanita murahan ini akan membuat dirimu puas tuan muda," tutur Afikah dengan sesak di dadanya namun masih dengan suara dinginya yang berusaha mengontrol emosinya.
Afikah tahu bahwa tugasnya adalah melayani pria ini bukan menangis meminta ampun dan belas kasihan, apalagi mengemis untuk Pria sombong seperti ini.
Air mata yang ingin mengalir dari genangan ditahanya agar tidak mengalir, Gadis malang yang tidak memiliki identitas itu menahan luka sedari kecil Setelah semua pakaian keluar dari tubuh kini dihadapan Adrian Afikah sudah atau tanpa sehelai kain di sana, Pria yang tadi tertawa dengan keras dan penuh kebahagian itu, akhirnya bisa merasakan bahwa gadis ini masih utuh.
Adria yang bangkit dengan penuh gairah melihat tubuh indah di hadapanya turun dari ranjang kamar sambil, melangkah penuh nafsu menatap lekat-lekat Afikah dan tubuh indahnya, Afikah yang menahan ketakutan dalam dirinya menatap Adrian dan berusaha kuat untuk tidak menangis melainkan memasangkan senyuman palsu.
"Puaskan aku malam ini! Bukankah kamu masih suci!?" Ucap Kim Taehyung dan mulai mencium ganas bibir Afikah.
Afikaj gadis polos yang belum merasakan hal seperti ini seperti sengatan listrik pada dirinya, bibirnya tidak bergerak sama sekali untuk membalasnya gadis itu hanya berdiri mematung diam.
Namun itu tidak dengan Adrian pria itu mulai menerobos tubuh Afikah dan memberi bekas merah pada setiap tubuh yang ia rasakan, Adrian mulai menarik pingang Afikah dan tangan yang satu menekan tengkuk leher belakang Afikah untuk memperdalam ciumannya.
Lilin di matikan oleh Kim Adrian dan Ia kembali ******* bibir Afikah dengan semakin dalam, Adrian pun mulai mendorong tubuh Afikah ke ranjang dan ia membuka semua bajunya, Pria itu yang sudah biasa dengan aktifitas ini langsung menidih tubuh Afikah dan akhirnya ia pun bisa merasakan darah murni dari yang selama ini Dia inginkan.
Afikah merasakan sakit yang luar biasa air mata mengalir los dari sana batinnya kembali berteriak.
Demi Ayah Afikah kamu harus bisa hiks...
Tuhan mungkin inilah takdir yang aku jalani, sejak kecil kebahagian tidak pernah aku rasakan sama sekali setelah bertemu Ayah aku baru merasakan kasih sayang dari seorang ayah pada diriku, merasakan bahagianya memiliki keluarga, merasakan kasih sayang seorang saudara .
__ADS_1
Jika aku salah maaf,' kan aku Tuhan, hambamu ini sudah kotor dan hina aku iklas jika dimasa depan nanti, tidak ada pangeran yang merima diriku. Kali ini aku hanya bisa menangis Tuhan walau air mata ini tidak bisa aku keluarkan sejadi-jadinya.
Air mata Ello mengalir dengan deras sesak di dadanya tidak bisa ia jelaskan, Ia hanya menangis sepanjang malam saat Adrian masih menikmati tubuhnya, air mata Afikah mengiringi malam yang indah bagi Adrian namun tidak dengan Gadis ini.
Air mata ini akan mengalir deras... tidak ada yang lihat tidak ada tahu diriku menangis, terlilit dalam derita ini gelapnya gulita... mengharapkan kasih rindu dan kasih yang tidak akan ada pada anak malang cinta dan derita terus berjalan...
****
Tepat jam tiga pagi ayam berkokok membangunkan Adrian, Pria itu membuka kedua matanya yang masih berat untuk di buka dan kepalanya yang masih sedikit sakit Adrian yang masih sadar bahwa ia berada di tempat Madam segera melihat jam yang ada di tanganya
Adrian melihat pukul 03.00wib, Pria itu segera mengenakan pakaianya yang ada di lantai lalu ia mengambil cek uang untuk menuliskan nominal uang yang akan ia bayar pada Afikah.
Ke mana gadis sampah itu? Tidak mungkin dia pulang tanpa bayarannya? Batin Adrian saat melirik ke sampingnya berpikir bahwa Afikah ada di sana namun tidak.
Adrian mencari-cari sosok Afikah matanya terhenti saat melihat sosok yang baru keluar dari kamar mandi, Adrian sedikit lega bukan kwatir akan keadaan gadis itu tapi lega karena dugaanya tentang Afikah sama kaya wanita malam yang lain.
"Apa yang kamu lakukan dunia hari menghilang?" Tanya Adrian menatap santai Afikah.
"Aku membersihkan tubuh tuan, maaf jika membuat tuan muda mencari aku," jawab Afikah.
Afikah mejawab dengan melangkahkan kedua kakinya tertatih-tatih dan sedikit, di lebarkan kedua kakinya itu, hal wajar bagi gadis masih suci.
Adrian menatap Afikah penuh ketelitian mulai dari melihat cara jalan Afikah yang berjalan dengan langkahan kaki, membuka agar sedikit lebar kedua pahanya sambil bertatih-tatih Lalu, bajunya yang kembali tertutup dan matanya yang sangat bengkak, Adrian hanya mengukir senyuman menatap rendah Afikah tanpa peduli dengan keadaan Gadis ini sama sekali bagi Adrian Afikah sama saja dengan wanita malam lainya.
__ADS_1
"Siapa juga yang kwatir dengan wanita malam sepertimu? Aku mencarimu hanya meningalkan cek uang 5 miliar untuk malam tadi, wanita sepertimu aku rasa tidak pantas di dikuatirkan,"
Bersambung.