
"Tadi aku mencari tuan muda Adrian namun, aku belum menemukan Dia makanya aku duduk menunggu tuan muda di sini," jawab Afikah.
Dia tersenyum tersipu malu akan tatapan Roni.
Mengapa tuan muda Roni menatap aku seperti itu? Afikah jangan geer Dia mungkin menemukan kotoran atau apa di wajahmu, gumam Afikah.
"Ohh...hem aku rasa kamu tidak perlu mencari Dia karena, Adrian mungkin saat ini sedang mempersiapkan sesuatu spesial dengan Jenny mau ditunjukan pada nenek Jenny," ucap Roni.
"Mereka bersama sejak tadi jadi, kamu tidak usah menunggu," jawab Roni.
Ucapan Roni sontak membuat Afikah sedikit syok namun, ia masih menahan rasa penasaran untuk bertanya lagi, bagi Gadis ini, bahwa itu adalah hal wajar karena Jenny merupakan wanita spesial Adrian jadi untuk apa Afikah bertanya atau kepo akan urusan pribadi Adrian.
Di tengah-tengah obrolan Adrian dan Afikah tiba-tiba seluruh lampu dipadamkan, semua tamu-tamu melihat ke sana dan ke sini sambil bertanya satu sama lain.
"Ada apa ini?" tanya tamu yang satu.
"Aku tidak tahu, lihat itu ada pertunjukan romantis di sana," jawab tamu wanita yang satu.
Sambil melihat ke arah panggung yang mewah di mana itu sebuah lampu warna-warni sedang menyala di tengah- tengah kegelapan para tamu.
Di sana ada Adrian dan Jenny yang sedang berdiri saling menghadap satu sama lain dari jarak 5 jengkal, Adrian mengenakan jas setelan hitam berdasi kupu-kupu, rambut yang diangkat ke atas memancarkan jidat mulus bagaikan sinar matahari yang semakin membuat ketampanan Adrian semakin menjadi.
__ADS_1
Sedangkan Jenny mengenakan gaun putih tali satu, sedikit terbuka di bagian punggung belakang Jenny mengekspos kulit mulusnya di sana dengan rambut dibiarkan terurai di yang semakin membuat hari itu semua orang terpesona akan visual mereka.
Semua mata terpana akan visual ketampanan Adrian dan Jenny.
Afikah dan Roni yang tadi mengobrol kini ada kebisingan di keduanya, Afikah hanya menatap dengan tatapan dingin tanpa mengekspresikan apa pun.
Ia melihat dan mendengar banyak yang memuji kecantikan Jenny dan mengatakan bahwa Jenny dan Adrian sangat cocok satu sama lain untuk menjadi pasangan sempurna.
"Dia sangat cantik, bagaikan dewi surga."
"Jika mereka menikah aku tidak kebayang akan seperti apa anak mereka, lihatlah visual wajah mereka bagaikan visual komik, sungguh sangat sempurna," imbuh tamu yang satu.
Afikah hanya mengukir senyum saat mendengar ucapan pujian semua itu, ia juga mengakui bahwa Jenny dan Adrian adalah pasangan yang sangat sempurna, sama-sama kaya, cantik dan tampan jelas tidak ada kesempurnaan selain itu.
"Maukah kamu menjadi pasangan dansa aku?" tanya Adrian.
Dengan suara berat penuh tekanan dan tegas dan tatapan yang deep pada Jenny.
Omg....
Teriak semua suara tamu yang tergila akan ucapan Adrian.
__ADS_1
Jenny tersenyum sambil membalas uluran tangan Adrian lalu, ia menggenggam tangan itu sedangkan Adrian melingkar kedua tangan di pinggang Jenny dengan erat dan sedikit ditarik mendekat ke hadapan Dia lalu tangan Jenny dikalungkan di leher Adrian dengan tatapan dalam.
Musik beautiful in white mengiringi dansa romantis itu sebagai petunjuk dan persembahan spesial dari Jenny untuk neneknya yang berulang tahun.
"Mereka sangat cocok aku menginginkan pria itu menjadi menantu kita," ucap nenek Jenny terharu.
Meneteskan air mata saat ia mengatakannya pada papa dan mama Jenny yang juga ikut menangis melihat hal itu mereka sangat bangga pada Jenny.
"Dia adalah putra Bochi ARIFIN mom. Jenny akan bahagia jika bersama Dia karena dia sudah memiliki segalanya," jawab papa Jenny dengan bangga pada Adrian.
Di sisi lain Afikah hanya menahan rasa perih di dalam hati walau sebenarnya ia tidak tahu mengapa hatinya begitu terluka.
Afikah mengukir senyum manis menatap suasana romantis di sana walau sebenarnya ia ingin menghindar dari sana.
Aku diam karena aku bukan siapa-siapa, aku hanyalah sampah yang akan selalu diucapkan oleh Adrian batin Afikah.
Jika aku jatuh cinta pada Adrian maka yang ada hanyalah luka di dalam hatiku dan jika itu terjadi dendamku takan terbalaskan akan luka selama ini yang Dia berikan, jadi Afikah berhentilah jatuh cinta karena itu merugikan...
Hati aku sudah terlanjur membencimu tuan muda, batin Afikah.
Tiba-tiba rasa mual kembali dirasakan Afikah Gadis ini menahan namun itu semakin menjadi-jadi.
__ADS_1
Bersambung.