
"Kenapa-kenapa! Kalo aku bilang tidak boleh ya tidak boleh! Jangan melawan! Aku tidak suka ucapanku dibantah," ucap Adrian dingin.
"Kalo tidak mau makan ya buang saja makanannya ke tong sampah toh kamu tidak rugi juga."
" Tidak rugi untuk tuan muda tapi rugilah untuk aku. Secara ini masakan spesial aku sayang dong dibuang. Gimana shi diluar sana banyak yang butuh makanan seperti ini."
"Bagikan saja ke orang luar semua dari pada sama Roni," ucap Adrian masih menahan amarah.
"Tidak bisa begitu juga kali. Sudah ah... sekertaris Kim berikan ini pada tuan Martin bilang dari aku."
Masih ngelunjak lagi...
"SUDAH AKU BILANG TIDAK YA TIDAK! APA KAMU TIDAK PAHAM DENGAN BAHASA INDONESIA!!!" Tekan Adrian.
Dia makin emosi dengan nada tinggi menatap tajam Afikah membunuh.
"BUANG SAJA ATAU LEMPAR KE MANA ASAL JANGAN KASIH KE MARTIN!!!"
"Apa yang salah? Aku hanya memberikan makanan bukan ajak dia kencan buta," jawab Afikah yang tidak takut dengan suara Adrian.
"CUKUP!!!" teriak sekertaris Kim.
"Sudah mulai besar kepala ya kamu sekertaris Kim sama aku..." marah Adrian.
Makin emosi tidak terima akan teriakan sekertaris Kim padanya.
"Nona muda aku yang akan makan makananmu. Sini berikan nanti akan aku tawari tuan Roni," jawab srkertaris Kim.
__ADS_1
Sengaja memancing Adrian.
"Apa maksudmu sekertaris Kim?"
"Waktu sarapan anda telah habis. Banyak klien menunggu kita di perusahaan. Jadi kita jangan terlambat mobil sudah aku siapkan," ucap sekertaris Kim.
Menghiraukan ucapan Adrian yang jelas terlihat emosi.
Huf... tarikan nafas panjang Adrian menahan emosi yang sebentar lagi meledak.
"Baiklah. Jika tuan Roni mau berikan padanya," jawab Afikah serius pada sekertaris Kim.
"Apa? Kau mulai besar kepala ya sekarang! Apa ucapanku kurang jelas!?"
"Apanya?"
"KAU!"
Adrian mengeraskan rahangnya tidak tahu hati bilang apa lagi sama Afikah.
"Apa anda tidak malu terus berdebat? Tuan sendiri yang tidak mau makan masakan nona" bisik pelan sekertaris Kim.
"Sekertaris Kim!"
"Ayo kita pergi. Nanti bahas lagi setelah pulang!"
"Urusan kita belum selesai!" ancam Adrian.
__ADS_1
Dengan emosi dan terpaksa Adrian melangkah pergi sedangkan sekertaris Kim, kepala pelayan Tina, dan semua pelayan koki serta yang lainya tersenyum kemenangan ini pertama kali Adrian menunjukan sikap cemburu dia di depan umum walau dia sendiri tidak akuinya dan kalah dalam perdebatan.
"Sendiri yang tidak mau makan sendiri yang tidak mau terima. Giliran diberikan pada orang lain cemburu, bucin-bucin," bicara pelan sekertaris Kim.
"Apa kamu bilang?" tanya Adrian.
"Tidak ada. Aku lagi baca berita," jawab sekertaris Kim tersenyum menunjukan aplikasi babe yang ada di notepad.
"Hariku benar-benar buruk mengerahkan!" ucap Adrian emosi.
"Kamu sendiri yang memburuknya."
"APA!" tanya Adrian kembali pada sekertaris Kim.
"Tidak ada tuan muda!"
"Barusan kamu lagi ngomong."
"Aku tidak bilang apa-apa tuan muda," jawab sekertaris Kim menahan tawa.
Bosku bucin....
****
"Selamat pagi tuan muda!" sapa semua kariawan kantor saat menyambut kedatangan Adrian yang sedang berdiri di hadapan mereka.
Tanpa menjawab sapaan para kariawan Adrian lansung melangkah pergi dengan sikap arogan. Semua kariawan yang melihatnya hanya diam karena memang ini sudah biasa bagi mereka akan sikap Adrian tersebut.
__ADS_1
Bersambung.