
Pertemuan singkat namun, pertemuan yang akan menjadi takdir cinta kita
Afikah melangkah dengan gaun yang cantik berwarna merah marwan mengenakan high heels sedikit tinggi dengan rambut panjang nan lurus terurai dipunggung belakangnya.
Gadis itu sangat tidak nyaman mengenakan gaun tersebut. Namun, karena ini aturan pertama yang harus ia hadapi dan ikuti jika ingin bertemu dengan nyonya rumah yang akan dikenalkan oleh Adrian.
"Apa anda sudah siap nona?" tanya kepala pelayan.
Kepala pelayan Tina yang ditugaskan Adrian untuk menjemputnya.
"Nona anda sangat cantik. Gaunnya sangat cocok untuk nona kenakan," ucap kepala Pelayan Tina.
"Terimakasih. Tapi, apa benar ini rumah tuan Adrian? Bukankah ini istana" tanya Afikah polos sambil melihat-lihat kemewahan rumah yang saat ini ada dirinya.
Kepala pelayan yang mendengar ucapan Afikah tersenyum lebar sambil menggeleng-gelengkan kepala yang membuat Gadis di hadapannya ini dibuat semakin bingung akan senyum kepala pelayan ini.
"Apa ada yang salah nyonya?" tanya Afikah lagi.
"Tidak. Maaf."
"Ini adalah rumah tuan muda saya alias Adrian orang yang akan nona nikahi nanti tapi, ini bukan istana nona. Ini adalah rumah milik tuan muda saya," jawab kepala pelayan.
Kepala pelayan Tina menatap senyum masih terukir di bibirnya sedangkan Afikah yang mendengar ucapan kepala pelayan hanya menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti maksud pelayan itu.
Betapa kayanya Tuan Adrian, Tapi, apa Dia mau dengan gadis seperti aku? Bahkan jangankan mendapatkan hatinya berharap memiliki hubungan dengan dirinya baik sangat sulit bagiku, apalagi kami pernah...
batin Afikah.
"Mari nona saya antarkan anda menemui tuan muda!" ajak Kepala pelayan pada Afikah.
Afikah yang masih bergumam dalam hati pikiran Dia terhenti dan kembali fokus. a
Akhirnya Afikah melangkah mengikuti kepala pelayan Tina dengan kondisi tubuhnya yang memang sangat lemah kepala pelayan membawa Gadis ini ke kamar Adrian untuk segera memasang cincin pernikahan mereka sebagai bukti pada Antonio
__ADS_1
"Permisi tuan muda. Bolehkah saya masuk?" tanya kepala pelayan yang sedang bersama Afikah ketika ia mengetuk pintu kamar Adrian.
"Ya. Masuk pintu tidak dikunci!" seru Adrian dingin seperti orang malas menjawab.
kepala pelayan yang mendengar jawaban tuan mudanya itu akhirnya masuk ke kamar dengan para pelayan rumah lainya namun, mereka diminta oleh Kepala pelayan untuk menunggu di depan pintu kamar Adrian. Sedangkan Afikah dan kepala pelayan akan masuk ke dalam kamar Adrian. hanya berdua saja.
Di dalam kamar Adrian masih ada sekertaris Kim yang sudah penasaran dengan Gadis yang berhasil memikat hati seorang Adrian Arifin.
Saat sudah di kamar Adrian dengan masih malu Afikah masih bersembunyi di belakang pungung kepala pelayan.
Sedangkan Adrian menatap penuh kebahagiaan dengan maksud tertentu pada Afikah.
Sorot mata tidak suka dan sikap dingin seperti biasa dan terus menatap Afikah.
"Jangan bersembunyi! Kamu cantik dan marilah sayang sekertaris aku sangat penasaran dengan kamu," ucap Adrian.
Afikah menarik nafasnya dalam-dalam lalu Ia memberanikan diri untuk menunjukkan dirinya pada sekertaris Kim, dan diluar pikir nalar Afikah sekertaris K pun langsung tersenyum lebar pada Afikah entahlah apa yang dipikirkan wanita berambut pendek itu intinya dari sikap Dia sepertinya Dia setuju untuk pilihan Adrian kali ini.
Wanita berumur itu berkata saat melepaskan pelukannya dari tubuh Afikah dan langsung mencubit gemas pipi Afikah, Gadis itu menatap bingung pada Adrian yang juga bingung sendiri akan sikap sekertaris pribadinya ini.
"Aku setuju jika dengan Gadis ini," lanjut sekertaris Kim.
"Pernikahan ini hanyalah kepalsuan yang artinya pernikahan diatas surat kontrak. Itu berlangsung selama Antonio ada di Indonesia setidaknya tunjukanlah bahwa anda sudah memiliki seorang istri pilihan anda sendiri," tambah sekertaris Kim.
"Baiklah. Lakukan saja sesuai keinginanmu! Tapi, ingat ini hanya pernikahan palsu jangan harap aku akan memperlakukan pilihanmu itu dengan baik!" ucap Adrian.
Dengan nada dingin penuh ketekanan pada setiap kata yang ia ucapkan sambil menatap dengan sikap dingin dan sorot mata yang tajam pada sekertaris Kim.
Sekertaris Kim yang mendengar ucapan Adrian akhirnya tersenyum sambil meminta para pelayan di luar untuk membawa cincin pernikahan Afikah dan dan Adrian yang sudah disiapkan oleh Adrian .
Para pelayan pun membawa cincin permata yang sangat mahal dan didesain secara khusus oleh perusahaan permata dan emas di dunia yang terkenal dan dikhususkan untuk Adrian dan Afikah.
Entah kenapa ucapan Adrian tadi pada sekertaris Kim kini menggangu pikiran gadis itu, seolah bahwa Adrian tida ingin melihat wajahnya namun, mengapa Dia menyelamatkan Afikah saat mau bunuh diri.
__ADS_1
Pria yang tampan dan tinggi dengan kharisma semakin hari semakin berkhrisma membuat dirinya semakin bersinar dan tampan tanpa memakai jas atau pakaian rapi ia tetap terlihat tampan.
Setelah cincin pernikahan yang dibawakan oleh pelayan rumah ke sekertaris Kim.
"Kalo boleh tahu tuan mengenal Gadis ini di mana?" tanya Sekertaris Kim penasaran.
"Tentu aku mengenalnya. Dia adalah gadis yang selalu menjadi budak aku di tempat biasa aku menghabiskan malam bersama para wanita malam."
"Apa maksudmu tuan muda?" seru sekertaris Kim bingung.
Afikah ikut kaget dengan jawaban Adrian Gadis itu Bingung dan tidak percaya akan sikap Adrian padanya.
Sekertaris Kim yang bingung akan ucapan Adrian mengerutkan dahinya sambil menatap penuh tanda tanya pada Adrian. Namun, pria itu tersenyum sinis melihat Afikah yang hanya bisa menundukan kepalanya tanpa berucap sepatah kata pun.
"Hei! Bicaralah mengapa kamu diam? Katakan pada sekertaris Kim apa yang terjadi pada malam itu," sindir Adiean pada Afikah.
Sikap Adrian berubah drastis dari sebelumnya Afikah mulai ketakutan.
Afikah hanya diam membisu tidak berucap atau menatap Adrian entah apa yang merasuki pikiran Adrian Dia meminta sekertaris Kim dan para pelayan segera pergi dari kamarnya meningalkan dirinya dan Afikah sendirian saja walau sekertaris Kim masih penasaran dengan maksud ucapan bosnya itu.
"Bisakah kamu tinggalkan kami! Aku hanya ingin mengenal istri aku ini lebih dalam! Dan ingat jangan menguping di balik pintu! Jika aku tahu kamu sama yg lain menguping kalian tahu sendiri akibatnya!" ancam Adrian.
Adrian berucap pada sekertaris Kim dan semua pelayan yang ada di luar agar menjauh dari pintunya termasuk kepala pelayan Tina.
"Baiklah Tuan muda. Tapi jangan lukai nona Afikah Dia tidak salah ini adalah pilihan aku sendiri dan kamu bukan?" pesan sekertaris Kim sebelum pergi.
"Kamu tenang saja sekertaris Kim. Itu pasti aku akan memperlakukan Dia sebagai permaisuri sesuai ucapan Dia sebelumnya pada aku!" jawab Adrian.
Afikah yang mendengar ucapan Adrian Dia ketakutan setengah mati di sana.
Sikap Pria itu berubah Dia kembali menjadi Pria kejam yang aku temui malam itu, batin Afikah.
Bersambung.
__ADS_1