
"Sekretaris Kim selama ini kamu sudah bekerja keras dengan keluarga Lee tapi apa yang kamu dapat? Gelar Kamu masih sama seperti dulu," ucap Antonio merendahkan sekertaris Kim.
"Aku sama sekali tidak pernah terpikir dengan jabatanku karena aku bekerja dengan ikhlas dan tulus membantu tuan muda. Menjauhkan dia dari orang-orang yang ingin menghancurkan," jawab sekertaris Kim menatap dingin Antonio.
"Orang jahat? Aku pun sama selalu menjauhkan Adrian dari orang-orang itu namun, jika kamu membantu aku mendapatkan..."
"Aku sama sekali tidak tertarik dengan tawaranmu tuan besar Antonio karena hati aku sudah bersama tuan muda," seru sekertaris Kim.
"Jangan bilang aku tidak tahu apa tujuanmu kembali ke sini. Aku tahu semua apa yang kamu kerjakan apa yang kamu lakukan aku tahu semua dan aku diam bukan berarti anak buah atau mata-mata aku tidur."
" Tidak. Mereka tetap berjalan pada tugas mereka dan ini pertama dan terakhir jangan pernah menyentuh tuan muda atau istrinya!"ancam sekertaris Kim pada Antonio.
Antonio yang mendengar ucapan sekertaris Kim meremas jari-jemarinya dengan sangat kuat di bawah sana sambil tersenyum tipis menatap sekertaris Kim.
Hahaha...
"Jangan memancing aku untuk melakukan hal nekad sekertaris Kim," jawab Antonio santai.
"Jika kamu berusaha membangun tembok maka aku akan menghancurkan tembok itu tidak peduli seberapa kuat kamu merancang tembok itu," ucap Antonio.
Tersenyum sepintas lalu memutar tubuh melangkah pergi meninggalkan sekertaris Kim di ruang private room tersebut.
Sekertaris Kim yang mendengar ancaman Antonio hanya menatap dingin dan tajam pada punggung belakang Pria tua itu.
****
Di sisi lain Afikah yang sudah berhenti menangis akhirnya menarik karung semen yang penuh dengan debu.
Ia membentangkan karung-karung itu dengan rapi di lantai gudang yang sangat kotor dan tidak terurus.
Setelah merapikan karung-karung itu sebagai alas tempat tidurnya Afikah pun mulai menidurkan kepala di bawah sana dengan kedua tangannya alaskan sebagai alas bantal.
Hidup itu tidak perlu dijelaskan terkadang kamu tetap berjalan sejauh mungkin walau banyak tangisan di belakang, batin Afikah.
Dia menutup mata untuk masuk dalam dunia mimpi.
"Apa maksud kamu kepala pelayan bahwa Afikah di kurung di gudang tua?" tanya sekertaris Kim.
__ADS_1
Dia mengetahui dari laporan Tina atau kepala pelayan bahwa sebuah kejadian yang terjadi 20 menit yang lalu sangat heboh di mana hanya karena anggur.
"Semuanya hanya karena nona muda salah memberikan anggur khusus pesanan tuan muda yang sebenarnya untuk tamu khusus tuan muda tapi, nona memberikan pada tamu biasa bukan tamu istimewa tuan muda."
"Ini tidak bisa biarin begitu saja aku harus bicara dengan tuan muda," seru sekertaris Kim.
Yang langsung melangkah pergi dengan emosi dan meninggalkan kepala pelayan Tina di ruang tengah keluarga sana.
**** ( Kamar Adrian).
Di kamar Adrian Dia bahkan sama sekali tidak peduli dengan keadaan Afikah.
Pria muda itu yang kembali kumat kecanduan obat terlarang meminum semua minuman alkohol di kulkas sambil memutar musik baru di spiker bluetooth kamar dengan menikmati malam indah itu memandikan dirinya di kolam renang yang ada di balkon kamarnya.
Di bawa pengaruh obat Adrian bahkan melukai tangannya hingga kolam renang semuanya berubah warna cairan merah darahnya.
Di tengah-tengah Adrian yang sedang menikmati diri di kolam renang dengan membahayakan dirinya yang tidak sadar diri sekertaris Kim segera datang menghampiri Dia.
"Tuan muda!" panggil sekertaris Kim.
Adrian sama sekali tidak menjawab.
Dan saat Dia tiba di sana wanita paruh baya itu sangat kaget dan langsung menceburkan dirinya menolong Adrian di kolam renang.
"Tuan muda, tuan muda...." panggil sekertaris Kim.
Sambil memukul-mukul pipi Adrian namun, pria itu sama sekali tidak sadarkan diri.
Sekertaris Kim melihat darah di di pergelangan tangan Adrian yang dilukai Dia sendiri dengan beling.
Jika aku memangil pengawal atau pelayan yang ada semua orang akan curiga aku tidak tahu dari mereka siapa mata-mata Antonio.
Lebih baik aku urus tuan muda sendiri saja, batin sekertaris Kim.
Yang berusaha untuk membawa Adrian ke kamar saat mengeluarkan tubuh Pria muda itu dari kolam renang.
Sekertaris Kim mulai menaruh tangan Adrian yang satu di bahu kanannya dan tangan sekertaris Kim memegang tubuhnya.
__ADS_1
Dengan menyeret Adrian di mana sekertaris Kim berjalan tertatih-tatih sambil melangkah secara pelan mendekati ranjang kamar pria ini ketika dirinya berhasil membawa tubuh bosnya ini keluar dari kolam.
Setelah sampai di ranjang kamar sekertaris Kim mengambil kotak 3pk untuk mengobati luka Adrian dan segera di perban dengan sangat rapi.
"Tuan muda...ada apa sama kamu?
"Melihatmu yang lemah seperti ini sangat sulit bagiku untuk meninggalkan dirimu yang kesepian," bicara sekertaris Kim.
Dia berbicara dengan sendiri saat sudah selesai mengobati luka Adrian menganti pakaian piyama dan kini pria itu sedang tidur pulas di sana dengan wajah yang sangat kesepian.
Selesai membereskan Adrian sekertaris Kim akhirnya membereskan semua beling dari pecahan botol dan merapikan semua obat-obat yang berserakan di kamar lalu segera menguras air kolam yang penuh darah dengan membuka lubang penutup kolam air untuk di sedot keluar dan diganti dengan air yang baru.
Hingga akhirnya semua kembali rapi dan wangi seperti biasa dengan harum parfum semprotan khusus di kamar Adrian.
Kata kepala pelayan Tina bahwa kunci kamar gudang ada di Adrian namun, di mana dia menyimpannya secara aku tidak tahu kunci itu di mana?
Tidak lama kemudian sekertaris Kim menemukan kunci gudang yang digantung Adrian di tempat gantungan hiasan kamarnya. Sekertaris Kim segera mengambil kunci tersebut lalu pergi meninggalkan Adrian yang sedang tidur pulas di sana.
Saat sampai di gudang sekertaris Kim dengan cepat membuka gembok kunci besar yang sedang digembok pada pintu lalu Dia segera masuk ketika berhasil membuka gembok pintu besar itu.
"Nona Mu-da..." ucapan sekertaris Kim putus-putus.
Langkahan kakinya ketika melihat Afikah yang sudah tidur pulas di atas tumpukan karung semen alaskan sebagai alas tempat tidur.
Seandainya aku bisa membantumu tadi mungkin ini tidak akan terjadi pada gadis malang sepertimu.
Mengapa kamu tidak pergi dari rumah ini saja soal urusan dengan tuan muda akan menjadi urusanku saja...
Sekertaris Kim menghapus air matanya ketika melihat semua itu, dengan berat hati wanita paruh baya itu kembali meninggalkan Afikah sendirian di kamar.
Sebenarnya sekertaris Kim ingin memindahkan Afikah ke kamar namun, jika Dia melakukan ini maka Adrian akan memberikan hukuman yang lebih parah lagi pada Gadis muda ini.
Sebelum wanita paru baya itu pergi Ia memberikan selimut yang tadi diminta olehnya pada pelayan untuk diberikan pada Afikah.
Gadis malang aku janji akan membebaskan kamu setelah semua urusan tuan muda dengan Antonio berakhir, batin sekertaris Kim.
Sambil mengelus lembut rambut Afikah lalu Ia melangkah pergi meninggalkan Gadis itu sendiri di sana ketika sudah membungkus tubuh Afikah dengan selimut yang dibawanya tadi.
__ADS_1
Seketika air mata mengalir dari kedua mata yang sedang tidur di sana. Dia adalah Afikah
BERSAMBUNG.