Mahkota Untuk Ayah.

Mahkota Untuk Ayah.
Part 58 ( Mahkota Untuk Ayah)


__ADS_3

"Kita harus segera bereskan Dia mas! Jika sampai Dia berhasil melahirkan anak itu maka tercorenglah namamu yang membalikan fakta bahwa wanita hina itu selingkuh," ujar seorang wanita berumur berambut panjang namun, masih menawan dan cantik pada seorang pria yang begitu tampan dan sangat sempurna memiliki bahu yang lebar.


"Soal itu biar aku saja yang urus kamu urusin buah hati dari cinta kita. Aku tidak akan mengecewakan kamu sayang," jawab pria berumur dan tampan itu pada istrinya sambil tangannya mengelus lembut perut istrinya yang semakin besar itu.


"Baiklah aku serahkan semuanya padamu mas. Ingat hanya sebulan lagi Dia akan segera melahirkan anak itu jadi segera tuntaskan semuanya! Pastikan dari mereka berdua tidak ada yang hidup walau pun Dia adalah kakak kandung aku sendiri tidak akan aku biarkan Dia melahirkan anak tidak sah itu!" lirih wanita berumur yang masih awet muda itu sambil menatap tajam lurus ke depan dengan meremas jari jemari sangat kuat di bawah sana.


"Pergi!!!" suara Afikah ketakutan.


Kepalanya di bolak balik tidak karuan dalam ketakutan akan mimpi yang selama ini selalu menganggu Dia, keringat halus mengalir di sana membuat rambut Afikah sedikit basah.


Wajah orang-orang itu tidak kelihatan dalam mimpi Afikah hanya tahu sebutan nama Noy dan wajah seorang bayi yang kelihatan.


****


"Kalian mau apa!?"


"Jangan sentuh anak aku! Jika kamu menyentuh shelalai rambutnya saja maka aku tidak akan memaafkan kalian semua," ucap Noy sambil menatap tajam Marsel dan anak buahnya yang begitu banyak.


Mereka mengerumuni Noy di sebuah gubuk dekat pelantaran hutan tempat di mana merupakan tempat mereka menyekap Noy yang jauh dari kota dan jalanan yang begitu asing dan sangat sepi.


"Hei ******! Aku tidak akan menghancurkan kamu jika mulut busukmu itu tidak ember!"


"Bawa Dia!"


"Apa yang ingin kamu lakukan! Lepaskan! Jangan sentuh aku...!


"DIAM!!!"


"Jika kamu tidak ingin aku meleyapkan kamu dengan anak haram itu disini secara keji!"


jerit Marsel dengan nada tinggi sambil meminta para pengawalnya untuk menyeret kasar Noy yang sedang mengandung itu keluar dari gubuk sana.


Perut Noy yang semakin besar itu dengan rasa sakit dan keterpaksaan hanya mengikuti Marsel dengan air mata mengiringi setiap luka dan derita ketidakadilan yang Dia terima dari kakak ipar, adik dan penghiantan keluarganya sendiri dengan Dia.


Flash Back


"Ibu mohon jangan sampai terluka, diamlah di sini! Jangan keluarkan suaramu atau kamu akan kehilangan hak untuk hidup. Ibu sangat mencintaimu dan menyangimu jika kamu sudah dewasa baca surat ini," tangis Noy pecah ketika Dia membuang bayi yang baru dilahirkannya itu ke sebuah tong sampah dipingiran jalan kota dekat dengan keramaiaan.


Setelah membuag bayi mungil dan masih penuh simbhan darah Noy beberapa kali mengecup wajah bayi mungil itu dengan air mata yang terus mengalir tanpa hentinya dan meningalkan sebuah wasiat surat ada di sana. Lalu Dia pergi dan masuk kembali ke dalam hutan itu meninggalkan bayi itu sendiri menangis di sana.


"Terimakasih sudah membantu aku. Semoga Tuhan membalas kebaikan anda," ucap Noy pada seorang pengawal yang membantunya.

__ADS_1


"Di mana bayi itu Nona? Biarkan aku membawanya ke pan....!" ucapan pengawal itu tiba-tiba terhenti ketika melihat segerombolan orang yang berpakaian sangat rapi dan mewah memasuki gubuk rumah yang ditingali Noy.


"Lama tidak bertemu Noy..." sapa seorang wanita yang sangat berumur ketika Dia tiba dihadapan Noy yang sangat menatap tajam lurus tanpa sedikit kedipan mata.


"Di mana anak kamu?" tanya wanita berumur itu dengan nada suara yang lembut namun, terdengar sangat menakutkan.


"Apa yang ingin kalian dapatkan dari aku?" tanya balik Noy masih dengan tatapan tajamnya tanpa menjawab ucapan wanita berumur itu.


"Yang aku inginkan adalah melihatmu mati terbakar bersama gubuk kusut ini," suara Miranda sambil melangkah dengan satu langkah kaki menatap tajam Noy.


"Apa?"


"Bagiamana bisa Ibu dan Ayah lebih mendukung Dia dibandingkan aku? Aku adalah putrimu juga Ibu..." ucap Noy dengan air mata yang mulai terbendung disana.


"Ibu jangan lakukan seperti ini aku mohon! Tolong aku! Kalian berdua adalah sahabat aku bagaimana mungkin kalian bersama mereka menyiksa aku... Hiks... Jangan lakukan ini...."


"Akan lebih baik kalian vidioin ketika menikmati tubuhnya!"


"Apa?"


"Ibu kau tega melakukan ini pada putrimu sendiri?"


"Ayah tolong aku!"


"Tidak! Jangan..."


"Siapa kamu Noy? Siapa kamu?"


Teriak Afikah dengan keringat halus bercucuran membasahi keningnya ketika Ia yang kaget sendiri dan bangun dari tidurnya saat kembali memimpikan masa lalu yang menimpa wanita asing bernama Noy yang selalu hadir dengan cerita yang menyeramkan dalam mimpi Afikah sejak Ia ada di pantai asuhan sampai sekarang mimpi wanita asing Noy masih terus hadir di mimpi Afikah.


"Syukurlah hanya mimpi..."


Ucap Afikah pelan sambil menutup kedua mata dengan sangat lega dan nafas yang masih tersengal-sengal.


Siapa wanita itu? Kenapa kehidupan Dia selalu hadir di mimpi aku? Ada apa ini?


Di tengah-tengah kekewatiran Afikah Ia tidak sadar bahwa ada seseorang yang sedang menatapnya dengan sangat dalam dengan kekewatiran penuh dari sorotan matanya Dia pada Afikah.


Ya malam itu setelah pulang dari acara ulang tahun Nenek Jenny, Adrian meminta Afikah untuk tidur di kamar Adrian selamanya.


Afikah awalnya tidur di sofa karena perintah Adrian yang tidak mau satu ranjang dengan Gadis malang itu dimana Adrian yang masih kesal dengan Afikah.

__ADS_1


Namun, entah mengapa Adrian yang awalnya hanya kepo disaat Ia yang masih bicara sendiri dengan membelakangi Afikah dan saat bertanya mengapa ucapannya tidak dijawab oleh Afikah setelah dirinya berucap panjang lebar.


Saat Adrian membalikkan tubuhnya ternyata Afikah sudah tertidur sangat pulas akhirnya hati kecil Adrian tergerak untuk membawa Afikah tidur seranjang dengan Dia.


"Apa yang kamu mimpikan? Sehingga membuat dirimu sampai keringat halus seperti ini?" tanya Adrian lembut.


Masih dengan tatapan dingin membuka suara beratnya.


Afikah yang kaget akan pertanyaan Adrian segera membuka kedua matanya sambil menatap kaget pada Adrian.


"Tuan muda!"


"Apa yang sedang tuan muda lakukan?" tanya Afikah bingung.


"Kita lewatkan saja itu. Intinya kamu mengangu pikiran aku."


"Apa?"


Afikah kembali tanya dengan kebingungan sendiri akan ucapan Adrian. Namun, ucapan Afikah diabaikan oleh Pria itu dan kebingungan semakin menjadi pada diri Afikah ketika untuk pertama kalinya Adrian memeluk Afikah dengan sikap hangat yang begitu lembut dan halus.


"Syukurlah kamu baik-baik saja!" lirih Adrian.


Dia mendekap tubuh Afikah begitu erat dalam pelukannya seakan tidak ingin melepaskan pelukan itu dari tubuh Gadis yang selama ini selalu dijahatinya olehnya.


Tangan Adrian mengelus lembut rambut Afikah sedangkan Gadis itu matanya terbelalak dan dirinya yang masih syok saat dalam pelukan Adrian.


Kenapa begitu nyaman saat Dia begitu bersikap hangat seperti ini? Rasanya seluruh masalah aku terasa ringan.


Entah mengapa hati aku begitu damai saat memeluk Gadis sampah ini? Mengapa terasa sangat berbeda saat aku memeluk Jenny perasaan yang benar-benar belum pernah aku rasakan seumur hidupku dan sulit untuk aku jelaskan.


Siapa wanita Noy? Siapa Miranda? Siapa mereka yang hadir dalam mimpi aku kenapa wajah mereka tidak kelihatan dalam mimpi aku siapa bayi yang dibuang itu? Siapa mereka Tuhan? Kenapa masa lalu Wanita asing Noy ada dalam mimpi aku?


Note: Mereka adalah orang tua Jenny yang merupakan orang yang menghancurkan hidup Afikah dari masih dalam kandungan ibunya.


Ayah Jenny bernama Marsel dan Ibunya bernama Miranda, Sebenarnya Ibu Afikah adalah adik kandung dari mama kandung Jenny sendiri, Karena harta keluarga dan nama baik Miranda dan keluarganya tega menghancurkan hidup Noy Yang merupakan Ibu kandung Afikah.


MIMPI itu adalah kisah masa lalu Afikah sebelum diadopsi oleh Lucas dan Siska Ibunda Seli orang tua angkat Afikah.


Bersambung.


Jangan lupa like, suport komen part ini dan dukungan untuk author selalu...

__ADS_1


pakailah masker dan patuhi protokol kesehatan karena kesehatan itu mahal lho😷🤗❤️😍😘😘😘😘🙏🙏🙏🙏🙏.


Selamat membaca ....


__ADS_2