Mahkota Untuk Ayah.

Mahkota Untuk Ayah.
Part 33 ( Mahkota Untuk Ayah)


__ADS_3

"Pastikan semua kaca jendelanya sangat bersih tanpa ada sedikit pun debu atau noda yang menempel," ucap seorang wanita yang cantik, berambut pendek sebahu dan memiliki tinggi badan 168cm.


Dia sedang duduk dengan santai di kursi sofa sambil makan dengan sangat anggun buah-buahan di atas meja ketika dirinya sedang mengawasi para pelayan yang bekerja dengan dirinya.


"Hei kamu!"


"Kerjakan dengan rapi aku paling tidak suka kerja hanya asal-asalan," ucapnya dengan sorot mata yang tajam.


"Sayang jangan marah-marah kamu nanti cepat tua. Ini rumah aku beli khusus untuk dirimu jadi jangan kasar dengan pelayan."


Ucap seorang lelaki tampan berusia 33 tahun yang memiliki tinggi badan 178cm sedang memeluk wanita yang marah-marah itu dari belakang namun, mereka berpaut usia yang jauh dimana si wanita berusia 19 tahun sedangkan si pria berusia 33 tahun


wanita misterius itu berbalik merangkul leher pria yang tadi memeluknya itu dengan senyuman lebar ia memberikan kecupan hangat didaratkan ke bi** pria itu tanpa peduli dengan para pelayan yang melihat apa yang sedang mereka lakukan, mereka adalah Seli dan Bryan ayah dari sahabat baik Seli bernama Ina.


Sejak kepergian ayah dan ibunya yang dibakar habis bersama dengan rumah mereka Seli tumbuh menjadi gadis yang sangat menakutkan.


Seli menjadi lebih dewasa namun, bukan wanita dewasa baik-baik ia menjadi gadis pelakor dan wanita kupu-kupu malam di tempat Madam, Ia berselingkuh dengan ayah dari sahabat sendiri tanpa sepengetahuan Martin yang merupakan kekasihnya.


Ia berselingkuh dengan ayah Ina sudah Enam bulan tanpa sepengetahuan Ina atau pun Martin kekasihnya itu.


Seli sekarang masih menumpang tinggal bersama keluarga Ina setelah memutuskan untuk keluar dari tempat Madam tapi sayang Ibu dan anak itu belum mengetahui perselingkuhan antara Seli dan ayahnya atau suaminya itu.


"Kapan kamu akan membawa aku ke rumah ini mas? Aku sudah malas kita berhubungan seperti kucing dan tikus di rumahmu," ucap Seli.


Sambil duduk di atas tumpuan pangkuan paha lain Bryan dengan mengalungkan dua tanganya di leher Bryan.


"Kamu yang sabar sayang. Kamu tahu bukan kalo sekarang istri pertama aku lagi mengandung jadi akan sulit bagi aku menceraikannya apalagi tidak dengan alasan yang kuat," papar Bryan.


Dia berkata memasukan anakan rambut Seli di telinganya untuk menunjukan wajah cantik Seli yang putih nan besinar bagaikan sinar mentari pagi.


"Sampai kapan aku harus bersabar. Sudah lama aku ingin berdua denganmu mas di rumah ini tanpa ada gangguan siapa pun."


"Ya aku tahu tapi kita harus menunggu dulu dengan mencari alasan yang tepat bagi aku menceraikan istriku," kata Bryan tersenyum manis pada Seli.


Seli dan Bryan memang memiliki hubungan lebih dari pacaran bahkan mereka sering menghabiskan malam bersama layaknya suami dan istri setiap kali Bryan bilang akan pergi bertugas di luar kota karena ia adalah walikota di kampung mereka maka Seli pun akan beralasan seribu cara untuk bersama dengan Bryan di luar tanpa sepengetahuan Andin istri sah Bryan.


***Flash back (Kantor Adrian)


Adrian yang masih mendengar lagu Santai Bruno Mars sambil menaikan kedua kaki panjangnya di Kepala kursi supir di depan dengan memasang headset di kedua daun telinganya sambil mengambil iped untuk bermain game karena memang dia suka main game apalagi visual tampan yang bikin semua orang akan terpesona dengan karismatik Adrian.


20 menit dalam perjalanan ke kantor akhirnya mereka sampai juga di gedung yang tinggi berlantai 35 ruangan dengan konsep keindahan hampir sama seperti menara dua kembar di Malaysia.


Semua reporter dari berbagai media sudah menunggu kedatangan Adrian yang bagaikan super megah bintang aktor papan atas.


Para bodyguard berbaris rapi memanjang dengan sangat ketat berhadapan satu sama lain di depan para reporter dan fans masyarakat sudah banyak berkumpul di depan pintu gerbang utama kantor perusahaan Adrian.


Karpet merah sudah dipasangkan di lantai dari gerbang utama hingga masuk ke dalam kantor bagaikan penyambutan presiden. Kamera- kamera handphone, canon atau apa pun itu semua diangkat hanya untuk memotret ketampanan Adrian Arifin yang dibuat menggila. Apalagi ia datang ke kantor perusahaanya dengan mengunakan salah satu mobil termahal di dunia yaitu Rolls_ royce sweptail berwarna hitam.


Kedatangan Adrian seperti biasanya bagaikan disambut langsung seperti layaknya seorang Presiden.

__ADS_1


Ahh...


Teriak fans Adrian.


"Dia benar-benar tampan jika terlihat langsung," ucap salah satu fans dari kalangan masyarakat sambil terus mengambil gambar Adrian melalui ponselnya.


"Dia sangat tampan. Aku benar dibuat gila olehnya," sahut fans yang lain.


"Dia bagaikan pangeran sungguh aku ingin memilikinya," lanjut yang lain.


Mereka semua terus berucap dengan kata-kata memuji akan ketampanan seorang Adrian seperti biasanya kalo dia sudah datang ke perusahaan.


"Seperti biasanya sekertaris Kim!"


Hahaha...


"Kamu lihat sekertaris Kim bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada gadis kampung itu dia dan aku bagaikan langit dan bumi," ucap Adrian.


Tersenyum tipis yang semakin menambah ketampanannya.


"Dia bukan kampung dia seorang manusia tuan muda!" seru sekertaris Kim membantah ucapan Adrian.


"Itu di matamu. Di mataku Dia tetap seorang Gadis kampung menjijikan! Yang tidak pantas untuk dipungut!" jawab Adrian menghina.


"Sekarang Adrian Arifin ini bak pangeran tampan giliran kamu menjadi seorang malaikat mulia!" ucap Adria.


Sekertaris Kim hanya menarik nafasnya dalam-dalam sambil menahan kekesalan akan sikap Adrian yang terus menghina Afikah.


Adrian mulai menurunkan kakinya menginjak karpet merah. Memperbaiki kerak kemeja dengan senyuman sumringah di bibir sangat ramah pada semua fans dari samping kiri, kanan atas bawah semua fokus mengambil gambar Adrian walau banyak yang kamera atau ponsel rusak karena ulah para bodyguard Adrian yang marah karena mereka mengambil gambar Adrian tanpa seijin.


Sedangkan Adrian membuka kacamata hitamnya yang semakin membuat seribu mata yang ada di sana semakin tergila akan kesempurnaan ketampanan Adrian yang bagaikan manusia keluar dari komik.


Dengan sikap malaikatnya Dia melangkah di tengah-tengah para fans, reporter dan bodyguardnya dengan senyuman sumringah.


"Dia benar-benar bukan manusia melainkan malaikat," ucap fansnya.


"Pundaknya sangat lebar dan sempurna saat terlihat dari belakang. Membuat aku ingin menyandarkan kepala aku di pundak lebar itu," lanjut yang lain.


Adrian yang mendengar ucapan mereka semua hanya tersenyum sambil terus melangkah.


Di depan pintu utama kantor semua karyawan berbaris memanjang dari samping kiri dan kanan untuk menyambut kedatangan Adrian seperti biasanya.


Saat kaki Adrian menginjak satu tangga sebelum naik ke atas semua pelayan itu menundukkan kepala mereka sebagai rasa hormat sampai Adrian sampai di tengah-tengah mereka.


"Selamat pagi tuan muda," ucap serentak semua pelayan yang ada di sana.


Seperti biasa sikap dingin dan sombongnya tidak hilang jika sudah berhadapan dengan semua karyawan di perusahaan.


Maka ia akan kembali menjadi seorang Adrian yang sombong, dingin, cuek, dan tegas.

__ADS_1


Hal inilah yang membuat Adrian sangat ditakuti di perusahaan kantor sekertaris Kim berdiri di belakang hanya menggaruk kepala melihat Adrian yang masih diam dan sama sekali tidak menjawab ucapan salam semua pelayan padanya.


Cihh...


"Tukang cari muka!" ucap Adrian.


Dia tersenyum miring sambil memutar-mutar kacamata di tanganya. Lalu kembali mengenakan kacamata tersebut sambil menyembunyikan kedua tangan di saku celananya.


Adrian kembali melangkah dengan sikap cueknya meningalkan semua karyawan di sana tanpa menjawab ucapan salam dari mereka.


"Dasar manusia sombong! Pikir dirinya siapa!" bicara seorang karyawan yang baru dan kesal dengan sikap Adrian.


"Tutup mulutmu itu! Dia adalah pemilik perusahaan yang kamu kerja sekarang. Untung ucapanmu itu didengar oleh aku kalo didengar langsung sama Tuan muda habislah karir kerjamu!"


Ucap kariawan yang lain memarahi karyawan baru itu.


"Maaf. Maafkan saya."


"Jangan minta maaf di saya lain kali jangan mengucapkan kata seperti itu apalagi pada tuan muda."


Mereka dua saling menasehati dan kembali mengikuti karyawan yang lain bubar untuk memulai pekerjaan mereka sebagaimana biasanya.


****Flashback...


Terik panas matahari yang semakin tinggi membuat siang itu begitu panas, di bawah terik panasnya hawa cuaca saat itu Afikah terus melakukan pekerjaannya menguras air kolam dengan ember.


Keringat bercucuran dari keningnya dan rasa sakit di tubuh akan hal kasar yang dilakukan oleh Adrian dengan kaki yang berjalan bertatih-tatih Afikah terus berjuang dan mengerjakan tugasnya.


Mulai sekarang Afikah jangan menangis. Menangis pun tidak akan pernah mengubah nasibmu ini, batin Afikah menahan luka lebam biru di seluruh kulitnya yang perih ketika kena di air maka semakin perih luka-luka lebam biru itu.


Afikah terus mengerjakan tugasnya tanpa meminta bantuan dari semua pelayan yang ada di sana.


Walau banyak pelayan yang ingin membantunya namun, tetap saja mereka tidak bisa membantu Afikah karena mereka tahu bahwa disudut rumah ini bahkan yang kecil pun semua sudah terpantau cctv kamera.


Semua gerak-gerik mereka di awasi oleh mata-mata Adrian jika ketahuan dipecat saja itu tidak masalah tapi masalahnya adalah keluarga dan karir mereka akan ikut terseret dan akan dijatuhkan hukuman yang benar-benar tidak akan dipandang lagi.


"Nona tuan muda mengatakan bahwa pakailah salep ini untuk mengobati lukamu. Ia tidak mau dibilang seorang bos penyiksa," ucap salah satu pelayan yang mengantarkan salep untuk Afikah.


"Salep? Apa benar ini dari tuan muda?" tanya Afikah tidak percaya.


Wanita muda ini kaget dan tidak percaya dengan kerutan dahinya dan alisnya diangkat menatap pelayan tersebut.


"Ya nona. Saya permisi..."


Sejak kapan dia perhatian sama aku? Apa rencana baru untuk menyiksa aku? bungkam Afikah masih tidak percaya.


Dasar pria tidak jelas kadang sikap malaikat? Kadang kaya anak-anak, dan kadang jadi harimau yang kejam.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2