Mahkota Untuk Ayah.

Mahkota Untuk Ayah.
Part 35 ( Mahkota Untuk Ayah)


__ADS_3

Halo semua Bertemu kembali dengan author Mahkota Untuk Ayah, terimakasih untuk dukungan kalian semua Gimana nihh dengan jalan cerita ini? Bagus tidak? dan minta pendapat nihh Adrian kita bikin menyesal atau buat Dia jatuh cinta dan bucin untuk Afikah


Hehhehehe....


Tunggu kelanjutan ceritanya ya semoga Suka.


Selamat membaca Guys....


*****


"Siapa diri kamu di rumah ini! Berani sekali kamu melakukan hal seenak otak bodoh mu itu!" Adrian mengeraskan rahangnya.


Adrian menahan emosi menatap tajam Afikah yang sudah berdiri di hadapannya saat itu.


"Maaf tuan. Tadi seluruh tubuh saya sangat..."


"DIAM!!!"


"Berani sekali kamu menjawab ucapan aku!"


"Aku tidak melawan ucapanmu tuan aku..."


"Sudah aku bilang diam! Apa kamu tidak tahu bahasa Indonesia!?"


"Mulai hari ini kamu sebelum aku pulang kamu sudah berdiri menunggu aku bersama dengan para pelayan yang lain di sini. Apa kamu mengerti? Menatap tajam Afikah.


Afikah yang mendengar ucapan Adrian hanya diam seribu kata tanpa berucap sepatah kata pun.


Sedangkan semua pelayan yang melihatnya hanya diam mengasihani Afikah, Sekertaris Kim yang baru pulang menarik nafas dari mobil sebelum dirinya turun melihat Adrian yang sedang memarahi Afikah.


Setelah memarahi Afikah Adrian kembali melangkah masuk lalu diikuti oleh para bodyguard yang mulai menjaga ketat di depan rumah. Afikah yang melihatnya kaget tiba-tiba mengapa semua pelayan dan para bodyguard seperti orang yang sedang sibuk akan acara nikahan.


"Ada apa ini? Mengapa semua orang sangat sibuk?" tanya Afikah pada seorang pelayan.


"Apa nona tidak tahu bahwa tuan muda sedang mengadakan pesta malam ini?" jawab pelayan itu pada Afikah.


"Pesta? Kenapa aku baru diberitahu?"


"Tuan muda sendiri yang meminta mereka untuk tidak memberitahu nona. Maaf jika aku telat datang," seru sekertaris Kim.


Wanita itu menghampiri Afikah ketika dirinya sudah turun dari mobil.

__ADS_1


"Mengapa?"


"Entahlah. Aku juga tidak tahu maksud dia mengadakan acara ini karena aku baru diberitahu oleh kepala pelayan Tina."


Afikah yang mendengar ucapan sekertaris Kim bingung sendiri dalam diam hanya menganggukkan kepala sebagai tanda Dia paham, sedangkan Sekertaris Kim masih melihat lebam biru di tangan Afikah wanita paruh baya itu hanya menarik nafas dalam-dalam karena dirinya Gadis tidak bersalah ini yang menggangu Dia.


"Jika nona kamu tidak sanggup beritahu aku kalo kamu ingin pulang."


Afikah yang mendengar ucapan sekertaris Kim kaget Dia mengangkat wajahnya melihat ada penyesalan di kedua mata sekertaris Kim Afikah menatap tulus lalu Gadis muda itu Tersenyum sambil menatap sekertaris Kim dengan tatapan dalamnya.


"Ini bukan salahmu nyonya Kim. Aku yang ingin membantumu menghadapi sikap tuan muda aku sudah biasa dengan situasi seperti ini jadi, jangan menyalahkan dirimu untuk hal yang sebenarnya bukan salahmu," ucap Afikah.


Menatap sekertaris Kim dengan senyuman tulus.


"Tapi..." suara sekertaris Kim terhenti ketika suara Adrian yang berteriak dari balkon kamarnya.


"Apa ini waktu mengobrol? Mengapa kalian berdua terus mengobrol? Sedangkan yang lain sibuk menata rumah ini. Dan kamu apa kamu nyonya di rumah ini?"


" Sehingga dengan santai mengobrol dengan sekertaris Kim," ucap emosi Adrian.


Dengan nada tinggi menatap tajam Afikah dan sekertaris Kim dari atas.


Sekertaris Kim dan Afikah yang mencari arah suara itu akhirnya bisa melihat sosok dingin dan kaku itu sedang berdiri menatap mereka dari atas sana.


"Aku tidak mau berdebat dan tidak mau dengar alasan apa pun. Pergi! dan lakukan tugas kalian masing-masing!" perintah Adrian memotong ucapan sekertaris Kim.


Sekertaris Kim yang mendengarnya hanya menarik nafas menatap Adrian beberapa detik sedangkan Afikah langsung pergi membantu pelayan yang lain untuk mendekor rumah.


****


Hari semakin gelap lampu-lampu kecil yang sudah dihiasi di rumah, pohon-pohon dan rumput-rumput halaman akhirnya menyala dengan sangat indah.


Tamu-tamu undangan mulai datang satu persatu hingga ruang dekorasi rumah untuk pesta sudah sangat ramai.


Afikah mengikuti ucapan kepala pelayan yang meminta Afikah untuk berdiri diam di bagian kolam renang.


Afikah melihat semua pelayan berpakaian sangat rapi dengan pakaian seperti pagar ayu yang melayani pesta pernikahan, mereka sangat cantik dan tampan namun, tidak dengan Afikah.


Gadis itu memakai baju biasa saja dengan rok panjang dan baju panjang menutupi seluruh tubuhnya yang terluka lebam biru akibat siksaan Adrian pada dirinya.


Walau berpakaian tidak rapi dan tak sesuai layaknya pakaian pesta Afikah tetap cantik natural bagaikan di make up pada hal wajahnya sama sekali tidak mengenakan bedak sedikit pun.

__ADS_1


"Nona. Tuan muda bilang tugas anda berdiri diam di sini dan tidak boleh ke mana-mana!" ucap seorang pelayan memberitahu Afikah.


"Mengapa? Ko bisa begitu?" tanya Afikah mengerutkan kening bingung.


"Aku tidak tahu nona. Jadi lakukan saja apa yang tuan muda inginkan."


"Baiklah," jawab Afikah.


Tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Afikah hanya berdiri diam di sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun semua tamu dan seribu mata melihat Afikah dari atas sampai bawah mungkin juga saat itu banyak mulut yang sedang bergosip tentang Afikah di belakangnya.


Gadis ini malas tolerir semua ucapan mulut yang menyindir dirinya bagi Afikah ini bukan hal pertama untuknya, Dia sudah biasa dengan hinaan dan sindiran buah bibir orang lain sejak kecil.


Sekertaris Kim yang melihat penampilan Afikah sangat kaget karena ini adalah pesta besar Adrian apa tanggapan orang jika melihat penampilan Afikah seperti itu apalagi Dia adalah istri Adrian walau hubungan mereka belum di publik ke media tetap saja ini sangat tidak benar menurut sekertaris Kim.


Oleh sebab itu wanita paru baya itu segera menghampiri Afikah untuk memintanya berganti pakaian namun, saat sekertaris Kim yang ingin menghampiri Afikah tiba-tiba sosok seorang pria berusia 40 tahun menghampiri Gadis malang itu dengan style topi koboy putih menutupi kepala dengan penampilan kasualnya layaknya pengusaha laut atau makelar ikan dia adalah Antonio paman Adrian.


"Halo nona Adrian Arifin! Salam kenal saya adalah paman Adrian." ucap Antonio memperkenalkan dirinya pada Afikah.


Afikah yang bingung melihat ke belakang, samping, kiri dan kanan berpikir bahwa pria itu sedang berbicara dengan orang lain.


"Saya sedang berbicara dengan anda nona Adrian bukan yang lain," seru Antonio tersenyum manis bagaikan malaikat baru turun dari langit.


"Apa jangan-jangan anda tidak tahu bahasa Indonesia? I introduce Adrian's uncle, Antonio (perkenalkan saya adalah paman Adrian bernama Antonio) ."


"Apa?" bingung Afikah sendiri yang tidak mengerti bahasa apa yang sedang dibicarakan oleh paman Adrian padanya.


"Dia adalah paman Adrian nona muda. Namanya tuan besar Antonio," seru sekertaris Kim.


Yang langsung hadir di tengah-tengah obrolan Antonio dan Afikah yang tidak bisa berbahasa inggris.


"You said he was a doctoral graduate so I spoke to him in English but he doesn't seem to understand what I mean ( Anda bilang dia lulusan doktor jadi saya berbicara dengannya dalam bahasa Inggris tapi dia sepertinya tidak mengerti apa yang saya maksud)."


"Dia bukan tidak mengerti karena kamu datang seperti seorang setan yang langsung menyapanya makanya dia kaget."


"Bukan begitu nona muda?"


Sekertaris Kim menatap Afikah berpikir bahwa Afikah bisa berbahasa inggris.


Sekertaris Kim memang membohongi Antonio bahwa Afikah adalah lulusan mahasiswa Dokter terbaik dari Amerika Serikat karena, ia juga yakin seperti itu pada hal kenyataanya Afikah sama sekali tidak tahu bahasa inggris karena Gadis malang itu hanya tamatan sekolah dasar saja.

__ADS_1


Like, Komen, dan bintang lima biar author semakin semangat untuk Up terimakasih untuk dukungannya.


Bersambung.


__ADS_2