Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Aku sakit, Bil!


__ADS_3

Hayyy akuu datang kembali


Ini tuh karena kalian yang pada nangisin Alika sama Bilmar. Biar aku nggak dosa, nih aku balik lagi ๐Ÿค—๐Ÿค—โค๏ธ


yukk mari baca


****


"Aahh..!" helaan nafas dari Perawat yang masih berdiri tegak, tepat disamping tubuh Alika begitu terdengar nyaring. "Masya Allah...Subhanallah!" ucap Perawat lagi dengan kedua telapak tangan menutup mulutnya. Membuat semua yang sedang menangis mendadak terdiam, mereka mendekati Alika kembali. Dokter dan Perawat yang sedari tadi masih dimeja, kemudian datang untuk memastikan apa yang terjadi.


"Ya Allah Kakak..."


"...Sayangku..."


Suara Binara dan Bilmar bersamaan memanggil Alika.


Semua yang melihat begitu histeris dalam balutan takjub mencengangkan. Seketika Allah telah mengusir awan hitam pekat yang sudah mengikuti mereka sejak tadi. Kebasahan dipipi mereka pun kini berubah menjadi air mata penuh syukur membahagiakan.


"Subhanallah, ini mukzizat!" Pak adit ikut berseru. Hati mereka semua kembali meradang bahagia, garis senyum menyimpul indah.


Kedua mata Alika perlahan terbuka sempurna, kedua bola mata nya tegak lurus menatapi sudut atap ruangan ICU. Lalu ia lemparkan untuk menatapi semua orang yang kini sedang berkumpul membuat bulatan meriungi tubuhnya.


Lalu tangan kirinya dinaikan sedikit ke udara untuk meraih tangan Bilmar. Sebelum Bilmar meraih rengkuhan tangan itu, dengan cepat.


Blasss....


Papa Luky terlebih dahulu memeluk tubuh Alika, beberapa butiran rambutnya mengenai wajah putrinya. "Maafkan Papa, Nak! maafkan Papa!" untaian kata itu terbata-bata.


Sepertinya jantung Bilmar dan Binara kembali menegang. Bilmar dan Binara saling berpandangan, hanya diam tanpa mengeluarkan kata-kata. Kedua mata mereka diseret paksa untuk beralih ke arah Papa Luky yang masih memeluk tubuh Alika. Lelaki paru baya itu menangis terisak-isak. Ia pun mengangkat kepalanya ketika Alika mulai terbatuk-batuk.


"Bapak?" suara Alika mulai terbuka dengan sangat pelan dan serak. Bibirnya begitu pucat, dan putih.


"Bagaimana bisa ada disini Pak?" tanya Alika dengan suara amat berat terbata-bata.


Kening Bilmar dan Binara kembali membuat beberapa lipatan kasar. Mereka bertanya-tanya ada hubungan apa Alika dan Papa Luky. Mengapa seperti sudah mengenal satu sama lain?


"Maaf Pak, Bu. Saya minta semua yang ada untuk keluar dulu sebentar, karena kondisi pasien masih lemah. Kita harus terus memonitornya. Sungguh ini suatu berkah nyata dari Allah SWT." ucap Dokter menginstruksikan kepada semua yang hadir.

__ADS_1


Tapi tidak dengan Bilmar, ia tidak begitu saja mau menurut. "Kalian semua keluarlah dari sini! biarkan saya yang berada didalam. Saya Bilmar Artanegara, suaminya!" suatu instruksi mau tidak mau harus di turuti.


Bilmar terpaksa mengeluarkan taring dan kekuasaanya untuk menggertak, agar ia diberikan kebolehan untuk terus melihati kondisi Alika saat ini. Kejadian beberapa menit yang lalu masih terpatri hebat membuat ia trauma, maka dari itu sejengkal kuku pun ia tidak ingin berpaling dari sang istri tercintanya.


Siapa pun yang ada di kota ini pasti mengenal siapa Keluarga Artanegara. Pemilik ARTANEGARA CORP dan ECO GROUP. Dua perusahaan industri terbesar penghasil baja, logam dan sebagainya.


Bagaimanakah kehidupan Alika setelah ini? ia akan menjadi wanita terkuat untuk menyandang tahta Artanegara yang asli.


Berliana Artanegara, gadis yang dipisahkan secara paksa oleh sang ibu dari sang ayah. Diganti jati diri menjadi Alika sarasafi tanpa sepengetahuan dirinya.


Sepertinya Allah masih berbaik hati untuk Papa Luky agar ia bisa merasakan hidup dengan kedua putrinya setelah ini.


Semoga saja, tidak ada penolakan dari Alika dan tuntutan hukum dari Bilmar.


Semoga saja!


Akhirnya mereka pun keluar sesuai perintah Dokter barusan. Hanya Bilmar yang tetap tinggal, terus berdiri melihati wajah sang istri yang kembali terpejam. Kini, wajah Alika terlihat kembali hangat merona. Nafasnya sudah tersengal dengan baik.


Dokter dan Perawat kembali memasang alat-alat diatas dada nya yang terhubung kembali ke dalam layar monitor. Hanya selang oiksigen biasa yang dimasukan kedalam lubang hidung Alika. Saat ini penampilannya tidak seseram tadi.


"Baik, Dok..Sus..terima kasih banyak." Bilmar menundukan sedikit kepalanya ke arah Dokter dan Perawat yang sudah membantu istrinya untuk mendapatkan perawatan yang terbaik.


Mereka pun berlalu meninggalkan Bilmar dan Alika berduaan saja disana. Bilmar meraih tangan sang istri dan dibalas erat oleh Alika yang masih terus memejamkan matanya.


"Sayang..?" ucap Bilmar tepat didaun telinga Alika, membuat Alika membuka kedua matanya perlahan. "Eugh, sakit, Bil!" Alika merintih, mengerang sakit untuk tubuhnya saat ini. "Sabar ya, obatnya masih bereaksi. Yang penting sekarang kamu udah disini lagi sama aku." Bilmar terus menciumi pipi Alika tanpa henti. Ia tidak menyangka bahwa Semesta masih ingin melihat mereka berdua untuk tetap berdampingan.


"Kak Rendi bagaimana, Bil?" seketika Alika kembali menatap serius wajah suaminya. "Tenang sayang, Rendi sudah sadar. Dia ada di ruang perawatan biasa."


"Alhamdulillah, Bil. Aku bersyukur!"


"Kamu juga harus menyusul Rendi, supaya cepat keluar dari ruangan seperti ini. Aku nggak leluasa kalau mau peluk dan cium kamu nanti...tuh lihat, mereka lihatin aku terus! padahal kan aku suami kamu, bukan buronan!"


Alika sedikit tertawa walau masih meringis karena dadanya yang masih terasa nyeri.


"Dekatkan pipi mu, Bil. Aku ingin cium kamu."


Bilmar mendekati pipi kiri nya ke atas bibir Alika, untuk bisa leluasa dikecup oleh sang istri. "Aku sayang kamu banget." bisik Alika tepat ditelinga Bilmar. Sang suami begitu terharu dan mulai menitikan air mata. Ia kembali menatap wajah Alika yang kedua matanya sudah menggenangi air mata.

__ADS_1


"Aku nggak mau ada luka lagi setelah ini!"


"Aku cinta kamu, Bil!"


"Aku nggak mau ada yang nyakitin kamu lagi!"


"Aku sayang kamu, Bil!"


"Aku akan selalu jaga kamu dimanapun dan kapanpun, Al!"


"Aku ingin tetap selalu sama kamu, Bil!"


"Akan aku cari siapa dalang dari semua ini, akan aku cabik dan aku pastikan ia akan membusuk di penjara!" tatapan Bilmar begitu dingin, rahangnya mengeras. Kepalan tangan rasa benci sudah ia bulatkan. Ia terus menatap sudut ruangan ICU dengan senyuman samar tipis dan geram.


"Aku ingin tidur, Bil!"


"Tidurlah sayang, aku temani kamu disini." Bilmar kembali mengelus-elus rambut Alika, agar istrinya dapat tertidur dengan nyenyak.


Semoga saja ketika kalian mendapati suatu masalah dalam rumah tangga nanti. Kalian akan bisa memperbaikinya dengan cepat, dengan mengingat beberapa kejadian yang sudah berhasil kalian lewati. Bahwa perjuangan kalian untuk bersama tidaklah murah.


Sangat mahal! kalian harus tahu itu.


Setelah ini Binara dan Bilmar akan mencari Papa Luky untuk memintai beberapa penjelasan atas sikap anehnya semenjak Alika keluar dari kamar operasi sampai saat tadi.


Bersiaplah! badai akan datang kembali menerjang dirimu, Luky Artanegara.


***


Gimana nih guyss...pada senang kan Alika kembali. karna..aku mah nggak akan tega Liat Bilmar jadi duda yang gila๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ˜ญ


Hehehhe, makasi loh komenan kalian membuat ku mengharu biru..terpesona banget๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜.


Berikan semangat kalian untuk aku yaa..


Like, Vote, Rate and Komen..


Thankyou, with love Gaga.โค๏ธโค๏ธ

__ADS_1


__ADS_2