Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
PROMO KARYAKU


__ADS_3

Maaf guyss, aku mau IKLAN KARYA AKU yang satu lagi sama kalian. Siapa tau kalian kepincut mau baca.😁🖤🖤❤️


Sekali lagi


INI HANYA IKLAN KARYA AKU YANG LAIN.


Bersahabat dengan cinta terlarang. Bisa pilih diprofil aku ya.


***


Mata Nadifa mendelik tajam, rahangnya mengeras terus menatapi Galih seperti buaya yang akan memangsa seekor kancil. Beberapa kali Galih menelan saliva nya, ia kemudian teringat alasan apa yang sudah ia beri kepada istrinya ketika hendak pergi ke luar.


Hanya ingin beli pulsa dan cemilan, ya begitulah alasan lelaki ini. Nyatanya ia tengah nongkrong malam-malam di Cafe.


"Mah..?" panggil Galih pelan. Ia tahu wanita ini akan murka sekali pada nya, mencoba meraih tangan Nadifa untuk digenggam.


"Jangan sentuh aku!" menepis tangan Galih. "Dimana perempuan itu?"


Galih dan Lukman saling melempar tatapan, mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Nadifa.


"Dimana? jawab!" suara Nadifa semakin nyaring.


"Maksud kamu apa Mah, papah nggak ngerti?" Galih tetap berucap lembut kepada sang istri yang sudah dimabuk emosi.


"Liat ini.. !" Nadifa memperlihatkan foto Galih tengah bersama wanita duduk berhadapan disalah satu meja di Cafe ini.


"Hah..? kok bisa?" Galih tercengang, Lukman yang melihat pun mulai menuduh Galih yang tidak-tidak. "Nggak Men, ini tuh wanita aneh yang nyamperin gue, pas gue lagi nunggu lo dateng!"


"Apa?" terdengar suara kembali seperti bom Nagasaki begitu nyaring dan menggelegar.


"Oh jadi kalian itu disini janjian nongkrong buat double date sama cewek kaya begini, aku nggak habis fikir sama kamu ya Mas.


"Enggak Dif, lo salah faham. Kita itu kesini---"


"Apa Kak, mau bilang apa? bisa-bisanya ya kalian itu berdua bohongin istri? istri-istri kalian tuh lagi dirumah, nyusuin anak kalian! eh kalian dengan seenaknya disini, nongkrong sama cewek kaya begini..?" Nadifa memotong cepat ucapan Lukman.


Nafasnya makin tersengal-sengal menahan sakit dan sesak didada.


"Aku tuh capek tau nggak! di giniin terus sama kamu Mas, apa sih kurang nya aku..?"


Nadifa menghentak-hentakan kakinya ke tanah lalu memukul-mukul dada Galih. Nadifa sangat kecewa dengan sikap Galih saat ini, tengah membuat dia seperti orang yang tidak beretika. Datang malam-malam ke Cafe hanya memakai baju tidur dengan sendal jepit untuk menggerebek sang suami.

__ADS_1


"Cuman buat kaya gini, aku harus ninggalin anak dirumah !"


Dirinya sangat takut jika Galih melakukan hal yang salah seperti dulu.


"Kamu salah faham sayang, kejadiannya nggak seperti ini awalnya!" Galih terus mencoba menenangkan Nadifa dari sikap blingsatan nya.


Fajar tersenyum senang, ceria dan bahagia. Ia tidak menyangka ia akan menang kali ini.


"Mati lo Lih!" batin Fajar menggeliat bangga.


Karena merasa stress akut diiringi dengan ketakutan yang begitu luar biasa, membuat pandangan Nadifa seketika menjadi kunang-kunang dan gelap. Ia pun jatuh pingsan tak sadarkan diri.


Serentak semua lelaki ini ingin menggapai tubuh Nadifa agar tidak jatuh ke tanah.


"Cukup Jar!" Langkah fajar seketika terhenti. "Sekali lo berani nyentuh kulit Nadifa satu inchi pun, gue nggak akan segan-segan untuk habisin lo saat ini juga !" seru Galih menatap kebencian kepada Fajar.


Galih pun menggendong tubuh Nadifa yang sudah tidak sadarkan diri. "Men, gue duluan ya," Galih pamit kepada Lukman.


Lukman menganggup dalam kekhawatiran. "Bisa broh sendiri?" Galih mengangguk mantap. "Iya udah lo hati-hati bawa mobil, biar ni kamp--ret gue yang urus!"


Galih pun berlalu membawa tubuh sang istri untuk kembali kerumah.


Kini


"Jangan pernah lo masukin air yang lo sendiri nggak tau seberapa kedalamannya Jar! karna lo bisa mati dan tenggelam!"


Lukman menatap benci kepada Fajar.


"Ck..! Fajar senyum tipis dengan sinis. "Gue bukan orang bodoh, yang akan begitu aja masuk ke dalam air yang dalam tanpa menyiapkan dulu beberapa ban atau pelampung..!" Fajar tertawa lebar "Kaya sekarang kan? lebih hebatan mana gue sama kalian? hahahaha!"


"Beddebahh, dasar lelaki lahnatt !" Lukman mengepal kan tangannya erat-erat.


"Lo nggak usah jadi pahlawan kesiangan broh! lo urus aja tuh berapa banyak cewe diluar yang udah lo tidurin, mau kalau seketika istri lo mati muda karna tau kelakuan laki nya.. cuih!" Fajar membuang ludah nya.


"Brengsek lo!" Lukman sudah tidak sanggup lagi untuk menahan pukulan tanggannya untuk tidak mendarat di wajah Fajar.


Pakkk..bagg..bigg..bugg


Suara hantaman silih berganti dari mereka berdua, untunglah ada satpam yang sigap melerai dan memisahkan mereka.


Fajar tersenyum bangga kembali. Pukulan Lukman tidak akan seberapa dibanding rasa bahagia nya melihat Nadifa meronta-ronta seperti tadi.

__ADS_1


Ia merasa lebih baik Nadifa keguguran saat ini.


Fajar kembali tersenyum bangga.


Flashbak off.


Terlihat Fajar telah sampai didepan Cafe. Ia mengerutkan dahinya ketika melihat ada mobil Galih ditempat ini. Perasaan curiga nya semakin menjadi-jadi, ia tahu pasti kalau Nadifa tidak akan membawa mobilnya sendirian.


Dilangkah kan kakinya perlahan-lahan untuk memasuki taman cafe. Ia ingin memastikan dulu bahwa kali ini Nadifa tidak menjebaknya bersama Galih.


Namun semua firasat nya tidak benar. Ia sudah faham saat ini bahwa yang membalas pesannya waktu itu adalah Galih.


Galih sengaja menjebak dirinya untuk dapat hanyut dalam pertikaian.


"Hey Mba kemari!" seru Fajar ketika melihat wanita malam sedang berlalu lalang diarea jalan ini.


"Ini buat anda." Fajar mengeluarkan uang dua lembar kepada si wanita itu. "Pekerjaan nya mudah. Hanya duduk sebentar didekat laki-kaki yang memakai jaket kulit hitam dan bertopi itu!" Fajar menunjuk ke arah Galih yang sedang duduk celingak-celinguk sendirian. Wanita itu setuju dan langsung memulai aksinya.


Kemudian


Fajar mendapati foto mereka yang tengah berhadapan di bangku taman cafe.


Beep..beep..bepp


Notifikasi WA Nadifa berbunyi.


"Difa, aku lagi ada dicafe nih, nggak sengaja seperti lagi lihat Galih dengan wanita disini. Betul nggak ini Galih?"


Pesan tersebut dikirim disertai gambar foto Galih tengah berhadapan dengan wanita malam itu.


Tanpa membalas, Nadifa dengan cepat langsung menelpon Fajar untuk memastikan perihal foto itu. Karena ia tahu bahwa suaminya saat ini sedang tidak ada dirumah.


"Oke aku jemput kamu kerumah!" ucapan terakhir Fajar ditelepon.


Ia pun kembali kedalam mobil untuk mejemput Nadifa ke rumah lalu membawanya kembali ke Cafe untuk memergoki Galih disana.


Dan..Fajar berhasil saat ini.


***


Ini promo novel kedua aku ya guyss👇

__ADS_1


Bersahabat dengan cinta terlarang, bisa cek di profil aku ya.


JANGAN ADA LAGI KOMEN ANEH ! INI TUH IKLAN GUYSSSSSSS 😁😁😁


__ADS_2